Tampilkan postingan dengan label Gejala Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gejala Penyakit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2016

Apa itu Penyakit Multiple Sclerosis?

Multiple sclerosis (MS) atau disebut juga dengan sklerosis multipel (ganda) merupakan penyakit progresif yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang selaput pelindung syaraf atau mielin dalam otak dan saraf tulang belakang. 

mengenal-penyakit-multiple sclerosis

Syaraf-syaraf yang rusak kemudian akan mengeras dan membentuk jaringan parut atau sklerosis. Kerusakan mielin ini akan menghalangi sinyal-sinyal yang dikirim melalui syaraf. Akibatnya komunikasi antara otak dengan bagian-bagian tubuh yang lain akan terganggu.

Jenis-jenis Multiple Sclerosis
Multiple Sclerosis dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu :

A.  Multiple Sclerosis kambuhan
Ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Diperkirakan sekitar 80 persen penderita MS mengidap jenis ini. MS kambuhan memiliki fluktuasi, ada masa ketika penderita mengalami serangan gejala yang parah dan ada pula saat-saat gejala akan berkurang atau mereda. Masa gejala reda tersebut dikenal dengan istilah masa remisi.

Pada saat kambuh, gejala MS dapat berlangsung dalam jangka pendek dalam hitungan hari hingga jangka panjang dalam beberapa bulan. Demikian juga dengan masa remisi.

B. Multiple Sclerosis progresif sekunder
Jenis kedua adalah MS progresif sekunder. Gejala MS ini perlahan-lahan akan bertambah parah. Penderita biasanya akan mengalami masa kambuh, tapi tidak dapat pulih sepenuhnya. Jenis MS ini umumnya berkembang pada penderita yang sudah mengidap MS kambuhan selama 15 tahun.

C. Multiple sclerosis progresif primer
Sementara pada MS progresif primer, gejala-gejala yang dialami penderita akan terus bertambah parah tanpa disertai masa remisi. Ini merupakan jenis MS yang paling jarang terjadi.

Ada sebagian kecil pengidap MS yang pulih sepenuhnya setelah mengalami masa kambuh jangka pendek. Ini dikenal sebagai multiple sclerosis jinak. Dokter bisa memastikan Anda mengidap MS jinak jika Anda sama sekali tidak mengalami gejala selama 20 tahun atau lebih.

Gejala-gejala Multiple Sclerosis

Penyakit ini dapat menyebabkan beragam gejala yang berbeda-beda pada tiap penderita. Gejala-gejala ini biasanya tergantung kepada lokasi serat-serat saraf yang diserang penyakit ini. Beberapa gejala yang umumnya terjadi meliputi:
  • Rasa kebas atau lemas, biasanya pada satu sisi tubuh atau kaki.
  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan yang kabur, buta warna, atau penurunan kualitas penglihatan mata.
  • Sensasi geli atau nyeri pada bagian-bagian tubuh.
  • Kelelahan yang parah. Diperkirakan sekitar 90 persen penderita multiple sclerosis mengalaminya.
  • Nyeri neuropati, seperti rasa sakit yang menusuk, kulit yang sangat sensitif, atau sensasi terbakar.
  • Gangguan pada kemampuan motorik dan keseimbangan. Contohnya gangguan koordinasi tubuh, vertigo, atau gemetaran.
  • Pusing.
  • Cara bicara yang tidak jelas atau kacau.
  • Otot yang kejang atau kaku.
  • Gangguan pada kemampuan kognitif, misalnya penurunan daya dan durasi konsentrasi, kesulitan memahami dan menggunakan bahasa, serta kesulitan mengingat hal-hal yang baru.
  • Gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, atau emosi yang tidak stabil.
  • Masalah seksual, misalnya disfungsi ereksi pada penderita pria dan berkurangnya cairan serta kepekaan vagina pada penderita wanita.
  • Masalah pada kandung kemih atau pencernaan. Contohnya sulit buang air kecil sampai tuntas, sering terbangun untuk buang air kecil pada malam hari, serta konstipasi.
Gejala-gejala penyakit ini sering muncul secara tidak terduga dan tidak semua penderita akan mengalaminya secara keseluruhan. Ada sebagian penderita yang mengalaminya untuk jangka panjang dan ada yang merasakan gejala-gejala yang kambuh secara berkala dan fluktuatif.

Jika mengalami gejala-gejala yang serupa dengan gejala Multiple Sclerosis di atas, setidaknya lebih dari dua kali secara berkala dan tanpa sebab yang jelas, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis termasuk kondisi autoimun dengan penyebab yang belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga bahwa penyakit ini kemungkinan dipicu oleh faktor-faktor berikut:
  • Usia. MS umumnya menyerang saat seseorang berusia 15 hingga 60 tahun.
  • Jenis kelamin. Jumlah penderita MS wanita dua kali lebih banyak daripada pria.
  • Faktor genetik atau keturunan. Jika memiliki anggota keluarga inti (orang tua atau saudara kandung) yang mengidap MS, risiko Anda untuk menderita penyakit yang sama akan meningkat.
  • Pengaruh infeksi tertentu. Terdapat beberapa virus yang diduga berhubungan dengan MS, misalnya virus Epstein-Barr atau EBV.
  • Pengaruh kondisi autoimun tertentu. Penderita penyakit tiroid, diabetes tipe 1, atau penyakit inflamasi usus diduga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap MS.
  • Merokok. Zat-zat kimia dalam asap rokok berpotensi memengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga risiko MS serta penyakit-penyakit lain akan meningkat.
Proses Diagnosis Multiple Sclerosis

Sebagian besar penderita didiagnosis mengidap multiple sclerosis pada usia 20 hingga 40 tahun. Namun MS tidak memiliki proses diagnosis khusus. Dalam pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami dan riwayat kesehatan Anda serta keluarga. Anda juga akan menjalani pemeriksaan fisik.

Jika Anda diduga mengidap MS, terdapat beberapa pemeriksaan lebih lanjut yang umumnya akan dianjurkan. Proses ini meliputi:
  • Pemeriksaan neurologi, misalnya perubahan gerakan mata, refleks tubuh, serta kemampuan koordinasi tangan dan kaki.
  • MRI scan pada otak dan saraf tulang belakang.
  • Pungsi lumbal. Prosedur ini digunakan untuk mengambil sampel cairan sistem saraf.
  • Pemeriksaan potensial bangkitan atau evoked potentials test. Tes ini berfungsi memantau reaksi gelombang otak terhadap apa yang Anda lihat dan dengar.
  • Tes darah untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain.
Pengobatan Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis termasuk jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan, terutama MS progresif primer. Jenis MS ini belum memiliki metode penanganan yang efektif.

Sementara untuk MS kambuhan dan progresif sekunder, langkah pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk meringankan gejala menghambat perkembangan penyakit, dan mengurangi frekuensi masa kambuh. Tetapi MS yang ringan cenderung tidak membutuhkan penanganan, kecuali ketika gejala-gejala Anda kambuh.

Tiap jenis MS memiliki metode pengobatan yang berbeda-beda. MS kambuhan akan ditangani dengan obat-obatan yang dapat mengurangi frekuensi masa kambuh. Sebagian obat ini juga dapat digunakan untuk penderita MS progresif sekunder yang masih mengalami masa remisi.

Harap diingat bahwa masa kambuh terkadang dapat disebabkan oleh hal-hal lain, misalnya infeksi. Jika ini terjadi, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab dasarnya.

Multiple sclerosis termasuk kondisi yang cenderung sulit dihadapi sehingga dapat membebani penderita serta keluarga. Tetapi metode penanganan medis untuk penyakit ini terus berkembang. Oleh sebab itu, kemungkinan untuk menjalani hidup semaksimal mungkin bagi penderitanya juga makin meningkat.

Sumber : alodokter
Read More

Rabu, 06 Januari 2016

5 Kondisi Kesehatan Penyebab Bau Feses Lebih Menyengat

penyebab-bau-feses

Feses siapa pun akan mengeluarkan bau tak sedap, namun dalam beberapa kasus feses seseorang bisa memiliki bau yang lebih menyengat dari yang lain atau bahkan dari biasanya. Bila Anda mengalaminya sebaiknya hal ini tidak boleh Anda remehkan, karena feses yang memiliki bau yang menyengat ternyata di sebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan.

Berikut ini merupakan lima kondisi kesehatan yang menyebabkan bau feses Anda lebih menyengat.

1.Kolitis antibiotik

Kolitis merupakan penyakit berupa peradangan usus besar yang menyebabkan gejala nyeri, meradang, diare dan pendarahan anus. Penggunaan antibiotik dapat menyebabkan pergeseran yang tidak sehat bagi bakteri yang ada dalam usus. Kondisi ini dapat mengakibatkan sistem pencernaan terinfeksi oleh clostridium difficile, yaitu sebuah bakteri anaerob yang ada dalam usus.

Bakteri tersebut menghasilkan racun yang dapat menyebabkan peradangan usus akut dan diare. Sebagai catatan, jenis antibiotik apapun dapat mengganggu bakteri alami dalam usus.

2.Gangguan pencernaan

Hampir semua orang pernah mengalami gangguan pencernaan yang juga dikenal sebagai dispepsia, kebiasaan makan atau masalah pencernaan kronis dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan pencernaan.

Dalam beberapa kasus, hal ini disebabkan oleh makan berlebihan atau makan terlalu cepat. Selain itu, mengonsumsi makanan pedas, berminyak, dan makanan berlemak juga dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Tak hanya itu, berbaring terlalu cepat setelah makan dapat membuat tubuh lebih sulit untuk mencerna makanan dan meningkatkan risiko ketidaknyamanan dalam perut.

3.Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh untuk memecah jenis gula alami yang disebut dengan laktosa. Umumnya ditemukan dalam produk susu, seperti susu dan yogurt. Seseorang akan menjadi intoleran laktosa ketika usus kecilnya berhenti membuat cukup enzim laktase untuk mencerna dan memecah laktosa.

Ketika ini terjadi, laktosa yang tidak bisa dicerna tersebut bergerak menuju ke usus besar. Bakteri yang biasanya hadir dalam usus besar berinteraksi dengan laktosa yang tidak tercerna tersebut dan menyebabkan gejala seperti kembung, gas, dan diare. Kondisi ini juga dapat disebut defisiensi laktase.

4. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn atau penyakit radang usus. Saluran usus yang dimaksud meliputi mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar (kolon), rektum, dan anus.

Peradangan dan iritasi penyakit Crohn dapat terjadi di mana saja pada saluran gastrointestinal. Tetapi, kondisi ini paling sering terjadi pada bagian bawah dari usus kecil (ileum). Kondisi ini kadang-kadang disebut daerah enteritis karena daerah yang sakit sering diselingi dengan area yang sehat. Dengan kata lain kondisi ini hanya mempengaruhi beberapa daerah pada saluran pencernaan.

5.Cystic fibrosis

Cystic fibrosis merupakan kelainan genetik resesif yang dapat menyebabkan komplikasi serius atau bahkan menempatkan hidup seseorang dalam risiko yang berbahaya. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah berat pada paru-paru, pankreas, hati, dan usus. Cystic fibrosis adalah kelainan bawaan, dan mempengaruhi sel-sel yang memproduksi lendir, keringat, dan cairan dalam sistem pencernaan.

Sebuah kerusakan gen dapat menyebabkan lendir tubuh menjadi lebih tebal dan lengket dan ini dapat menghambat sekresi kelenjar. Kerusakan ini biasanya mempengaruhi paru-paru dan pankreas. Yang lebih mengkhawatirkan, kondisi ini dapat mengancam jiwa penderitanya.(healthline.com/thehealthsite.com,)

Read More

Rabu, 22 Juli 2015

Jangan Selalu Merasa Sehat, Waspadai 8 Penyakit Mematikan Tanpa Gejala Ini!

penyakit-tanpa-gejala
Banyak sebagian besar dari kita selalu merasa tubuh sehat dan baik-baik saja. Namun sangat terkejut ketika divonis mengalami suatu penyakit, kita bertanya-tanya kenapa bisa terjadi padahal sebelumnya tanpa gejala.

Memang beberapa penyakit memang tanpa gejala pada stadium awalnya. Bahkan, ketika gejala muncul, bisa jadi kondisi telah memburuk atau sudah stadium lanjut.

Agar Anda waspada dan sering cek kesehatan, berikut ini beberapa penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai karena tanpa gejala dan tidak disadari.

1. Hipertensi dan Kolesterol Tinggi

Penyakit tanpa gejala ini sangat banyak populasinya di masyarakat. Hipertensi dan kolesterol yang tinggi tidak memberikan keluhan apapun bagi penderitanya. Pada kebanyakan kasus, biasanya orang yang terkena hipertensi hanya mengeluh pusing-pusing ringan dan pegal-pegal ringan. Makanya banyak orang yang menyepelakan dan tidak mau berobat karena tidak ada keluhan.

Efek hipertensi sebenarnya telah terjadi apabila tekanan ≥ 120/80; efek kerusakan akan terakumulasi hingga bertahun-tahun kemudian baru menimbulkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Khusus untuk hipertensi krisis, bahaya stroke, penyakit jantung, serta pecah pembuluh darah dapat mengancam setiap saat.

Kadar kolesterol yang tinggi pada tubuh akan terakumulasi di pembuluh darah atau jaringan hati dan berakibat fatal. Padahal, obatnya sangat sederhana dan relatif murah.

12 Hal yang Bisa Menyebabkan Anda Terkena Hipertensi
Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda

2. Penyakit Ginjal Kronis

Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dan membuang sisa-sisa metabolisme melalui urin atau air seni. Disebut penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) apabila fungsi ginjal telah menurun secara progresif. Hal yang dikhawatirkan apabila sudah stadium terminal (stage V), pasien harus cuci darah rutin atau transplantasi ginjal. Terapi yang dilakukan hanyalah untuk mencegah penurunan fungsi ginjal lebih lanjut bukan untuk mengembalikan fungsi ginjal menjadi normal.

Penyebab penyakit ginjal kronis ini yang nomor satu ialah diabetes melitus yang tidak terkontrol (kadar gula darah terus tinggi), dan hipertensi yang tidak terkontrol.

9 Organ Tubuh yang Rusak akibat Minuman Beralkohol

3. Diabetes Melitus (DM)

Penyakit kencing manis atau diabetes melitus masih banyak yang tak terdeteksi terutama di Indonesia. Pasien kadang baru datang berobat setelah ada penyakit jantung, ginjal, luka yang tak kunjung sembuh, hingga luka yang telah membusuk sekalipun. Padahal penyebabnya sederhana yaitu kadar gula darah yang tinggi.

Beberapa penderita diabetes melitus pada awalnya mengeluhkan gejala gejala klasik DM yaitu 3P: poliuria (sering berkemih), polidipsi (sering haus), dan polifagia (sering lapar), serta penurunan berat badan tanpa sebab. Meskipun telah muncul, gejala tersebut kadang terabaikan atau dianggap bukan yang penting. Padahal, keluhan tersebut dapat membuka pintu untuk deteksi DM secara dini dan tepat.

Gejala Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai
Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!

4. Osteoporosis

Osteoporosis tidak memiliki gejala atau keluhan apapun, seringkali pasien datang sudah dengan nyeri akibat patah tulang (fraktur) atau kejadian jatuh akibat tulang yang rapuh. Angka tertinggi osteoporosis terjadi pada wanita yang menopause, terutama yang memiliki berat badan rendah.

Cara pasti untuk mendeteksi secara dini ialah dengan pemeriksaan kepadatan tulang (bone densitometry), atau pada kasus-kasus awal dapat dilakukan dengan pemeriksaan radiologi. Namun sayangnya, pemeriksaan tersebut belum rutin dilakukan pada orang sehat.

5. Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Penyakit jantung koroner disebut sebagai pembunuh nomor satu. PJK biasa muncul dengan gejala nyeri dada sebelah kiri, seperti ditekan benda berat, yang kadang menjalar ke lengan, rahang bawah, serta pundak. Hal ini disebabkan adanya sumbatan di pembuluh darah koroner. Namun beberapa fakta menunjukkan PJK bisa muncul tanpa gejala apapun. Pasien dapat tiba-tiba jatuh tergeletak tanpa diketahui sebabnya. Setelah diperiksa rekam jantung, barulah diketahui bahwa pasien mengalami PJK.

10 Penyakit Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia
Jenis-jenis Penyakit di Seputar Jantung yang Perlu Anda Waspadai

6. Penyakit Hepatitis

Infeksi menular seperti hepatitis dapat muncul tanpa gejala sedikitpun. Selain tidak menimbulkan gejala, penyakit ini mudah menular bila tidak berhati-hati. Untungnya, beberapa perusahaan sudah menerapkan tes kesehatan bagi calon karyawan saat seleksi karyawan baru sehingga penyakit ini bisa terdeteksi. Banyak kasus, seseorang baru mengetahui dirinya mengidap hepatitis B kronis saat pemeriksaan rutin sewaktu melamar kerja. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan nilai HbsAg posititf (penanda hepatitis B) padahal ia tidak tahu dari mana sumbernya, dan mengaku tidak menggunakan obat-obatan suntik, seks bebas, atau transfusi darah. Dan tidak ada keluhan kesehatan selama ini; murni hanya hasil laboratorium saja yang bermasalah.

Mayoritas kasus hepatitis B kronis di Indonesia, terjadi akibat infeksi melalui plasenta sewaktu dalam kandungan. Misalnya seorang ibu hamil dengan hepatitis B positif, sang bayi memiliki risiko yang sangat besar untuk mengidap hepatitis juga, namun dengan sifat penyakit kronis: tidak ada gejala pada tahun-tahun awal.

Mengenal 5 jenis penyakit hepatitis
Tes Kesehatan Jarang Dilakukan, Penderita Hepatitis C di Indonesia Meningkat
5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kehamilan

7. AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome

Pada kasus HIV, butuh bertahun-tahun sejak virus masuk ke dalam darah hingga muncul sebagai gejala. Saat seseorang terinfeksi HIV, maka diperlukan waktu 5-10 tahun untuk sampai ke tahap yang disebut sebagai AIDS.  Setelah HIV masuk ke dalam tubuh manusia, maka selama 2-4 bulan keberadaan HIV belum bisa dideteksi dengan pemeriksaan darah. Jika HIV sudah dapat dideteksi, tahap ini disebut sebagai tahap HIV positif. Pada tahap ini, keadaan fisik yang bersangkutan tidak menunjukkan kelainan atau keluhan apa pun. Namun yang bersangkutan sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain.

Banyak pasien yang baru diketahui mengalami HIV setelah dirinya terjangkit berbagai infeksi sekunder lainnya. Seperti yang diketahui, pasien HIV memiliki imunitas yang rendah sehingga rentan terkena infeksi. Dengan kata lain, virus HIV tidak membunuh pasien secara langsung, melainkan melalui infeksi-infeksi sekunder tersebut. Pasien HIV paling sering meninggal akibat tuberkulosis atau hepatitis C.

8. Sirosis hati

Sirosis hati atau sirosis hepar merupakan proses akhir dari fibrosis hati, yang merupakan konsekuensi dari penyakit kronis hati yang ditandai dengan adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya. Biasanya pasien memiliki riwayat penyakit hati yang berangsur-angsur dan tidak diobati hingga terjadilah sirosis. Penyebab tersering ialah hepatitis kronis yang disepelekan karena tidak ada gejala. Sampai suatu ketika, barulah pasien mengalami muntah darah atau bengkak yang menandakan telah terjadi sirosis.

Beberapa Jenis Penyakit Hati yang Bisa Dialami Bayi
Mengenal Tes Fungsi Hati

Oleh karena itu, jangan merasa tubuh selalu sehat, penting bagi kita untuk waspada dan mau periksa kesehatan. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, tes darah, jalani gaya hidup sehat, serta waspada terhadap semua faktor risiko merupakan hal sederhana yang penting untuk mencegah 8 penyakit tanpa gejala di atas. (kompas.com)
Read More

Selasa, 10 Maret 2015

13 Tanda di Wajah Sebagai Indikasi Anda Mengalami Gangguan Kesehatan

tanda-di-wajah-sebagai-indikasi-gangguan-kesehatan
Berapa kali Anda bercermin dalam sehari? Ada baiknya saat bercermin, Anda tidak hanya berias atau melihat apakah sudah rapi atau belum. Perhatikan juga perubahan pada wajah Anda dengan seksama. Wajah bukan saja menjadi refleksi kecantikan atau ketampanan seseorang. Tapi juga bisa memberitahu kondisi kesehatan tubuh.

Berikut beberapa hal yang bisa kita amati, saat melihat wajah kita di cermin, apakah ada perubahan, atau sesuatu yang aneh? Sebab beberapa tanda di wajah bisa menjadi tanda awal Anda mengalami gangguan kesehatan yang serius.

Kelopak mata terkulai
Salah satu penyebab dari terkulainya kelopak mata adalah stres dan ketegangan pada mata. Namun gejala kanker paru-paru juga bisa ditandai dengan terkulainya mata. Hal ini terjadi karena benjolan kanker di rongga dada dapat memberikan tekanan pada saraf yang mempengaruhi mata. Selain kelopak mata terkulai, kanker paru-paru juga ditandai dengan penurunan berat badan, sakit di dada, serta batuk.

Mata merah
Mata merah bisa menjadi tanda bahwa Anda menderita kelelahan. Untuk mengatasinya Anda hanya perlu beristirahat. Kemerahan juga bisa terjadi saat Anda demam atau alergi. Jika sakit parah di salah satu sisi mata, bisa jadi Anda mengalami glaukoma, yang menyebabkan tekanan pada mata. Jika hal ini terjadi, Anda harus segera mengunjungi dokter.
Terkait : Tips Perawatan Mata untuk Pengguna Kacamata

Pipi bengkak
Kebanyakan mengonsumsi karbohidrat saat makan malam bisa menyebabkan bengkak pada pipi yang ringan. Namun, bengkak yang parah bisa jadi karena Anda kekurangan hormon tiroksin. Bengkak juga bisa menunjukkan kondisi seperti gejala sinusitis atau konjungtivitis.

Jerawat
Jerawat di usia dewasa, bisa berarti Anda memiliki sindrom polikistik ovarium (PCOS), suatu kondisi hormonal yang mempengaruhi sekitar 18 persen wanita. Penderita biasanya memiliki kista di sekitar tepi indung telur mereka, dan gejalanya termasuk menstruasi yang tidak teratur, berat badan, pertumbuhan rambut yang berlebihan dan munculnya jerawat.
Terkait : Mengenal Penyakit Kista Ovarium

Perubahan warna
Kulit wajah yang berwarna pucat adalah kemungkinan gejala anemia. Sementara kulit yang berwarna kuning kemungkinan adalah tanda penyakit kuning atau penyakit hati. Dan bibir yang berwarna kebiruan adalah tanda dari penyakit jantung atau paru-paru.

Mata bengkak
Kantung mata bagian bawah yang membengkak, biasanya menandakan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ginjal menjaga Anda tetap sehat dengan membuang limbah dan cairan dari tubuh serta melepaskan hormon, untuk mengatur tekanan darah dan membuat sel-sel darah merah. Jika ginjal tidak dapat melakukan hal ini dengan benar, maka dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, anemia, tulang lemah dan kerusakan syaraf. Gejala lain yang harus diwaspadai termasuk kelelahan, kurang nafsu makan, insomnia, kram otot pada malam hari, kaki bengkak, kulit kering dan buang air kecil lebih sering.
Terkait : 3 Fungsi Utama Ginjal yang Membuat Anda Tetap Sehat

Hidung merah
Hidung merah bisa menjadi tanda bahwa Anda terlalu banyak minum minuman beralkohol. Alkohol melebarkan pembuluh darah kecil, yang mengarah ke penumpukan darah di dekat permukaan hidung dan membuatnya tampak merah. Kemerahan pada hidung, juga bisa diakibatkan oleh kondisi lupus autoimun, yang menyebabkan kelelahan dan nyeri sendi serta ruam yang biasanya muncul di batang hidung. Tekanan darah tinggi, dalam beberapa kasus menyebabkan kemerahan pada kulit tipis di wajah, termasuk hidung.

Wajah asimetri
Bentuk wajah yang asimetri bukan dari lahir adalah salah satu tanda awal dari stroke. Perubahan ini ditandai dengan mati rasa pada satu sisi wajah yang menyebabkan kesulitan untuk tersenyum atau berbicara.
Terkait : Waspadai Wajah Asimetris Akibat Bell's Palsy

Kulit kering
Serbuk sari, polusi, tungau debu, bulu hewan, sabun, faktor hormonal dan makanan tertentu semua bisa memicu terjadinya kulit kering, dan masalah kulit lainnya.

Cincin di sekitar iris mata
Tumpukan lemak di sekitar mata, bisa berarti Anda memiliki kolesterol tinggi, suatu kondisi yang harus Anda cermati dan segera cek ke dokter. Penyakit tiroid, kelebihan garam dalam tubuh, penyakit diabetes dan hati juga ditandai dengan kelebihan lemak di bagian cincin mata.
Terkait : Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!

Gusi bengkak
Penyakit gusi, atau periodontitis terjadi ketika gigi tidak dibersihkan dengan baik. Gusi bengkak, merah atau berdarah dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan faktor risiko stroke akibat penumpukan plak dalam aliran darah.

Bibir pecah-pecah
Bibir pecah-pecah adalah tanda Anda mengalami kekurangan vitamin terutama zat besi. Tubuh Anda membutuhkan zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah, dan jika kekurangan dapat menyebabkan anemia. Untuk mengatasinya lakukan diet seimbang dan konsumsi suplemen zat besi.

Rambut rapuh
Stres bisa mengakibatkan rambut rapuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of Dermatology pada tahun 2001, menemukan bahwa stres psikologis memainkan peran penting dalam gangguan kulit dan rambut. Kondisi gizi buruk, gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia, juga sering menyebabkan kerapuhan rambut.

Bila Anda menemukan tanda di wajah yang bisa menjadi tanda awal gangguan organ tubuh yang serius sperti di atas, segeralah konsultasi ke dokter. Selamat bercermin dan semoga bermanfaat!. (pic : www.blogcdn.com)

Read More

Rabu, 04 Maret 2015

6 Kondisi Tangan yang Bisa Menunjukkan Adanya Gangguan Kesehatan

tanda-gangguan-kesehatan-dari-kondisi-tangan
Tubuh Anda bisa memberikan sinyal atau tanda alami yang bisa memberi tahu Anda bahwa Anda sedang sakit atau Anda mengidap penyakit tertentu. Sayangnya, gejala ini kurang Anda perhatikan atau malah Anda abaikan.
Terkait : 4 Tanda dari Kulit yang Memberitahu Kesehatan Tubuh Anda Tidak Normal

Salah satu organ tubuh yang bisa memberi sinyal bahwa Anda sehat atau tidak sehat adalah tangan. Meski tangan merupakan bagian tubuh yang hampir selalu kita lihat. Tetapi, kita jarang benar-benar mengamati kondisinya, padahal apa yang terlihat di tangan bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan.

Berikut ini 6 kondisi tangan yang menunjukkan adanya gangguan kesehatan pada tubuh Anda

Gemetar
Salah satu alasan mengapa tangan mengalami tremor atau gemetar yang tidak terkontrol adalah terlalu banyak kafein. Beberapa jenis obat seperti obat asma dan antidepresi juga bisa menyebabkan tangan gemetar. Tetapi jika tremor yang dialami bukan karena penyebab itu dan terjadi cukup sering, periksakan ke dokter. Tremor juga bisa menjadi pertanda penyakit parkinson.

Kuku rapuh dan patah
Kondisi kuku yang rapuh dan patah bisa menandakan Anda kurang zinc. Fungsi dari mineral ini adalah membantu pertumbuhan dan memperbaharui sel kulit.

Kulit mengelupas
Jika kulit di area jari-jari mengelupas, mungkin ini pertanda kekurangan vitamin B. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B seperti niacin (B3) dan biotin (B7) seperti ikan, kacang-kacangan, alpukat, jamur, dan tuna.
Terkait : 5 Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin

Kulit kering dan gatal
Kondisi kulit tangan Anda yang kasar bisa juga disebabkan karena eksim, penyakit kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, atau ruam. Periksakan ke dokter, dan jika ternyata itu bukan karena eksim, gunakan pelembab kulit yang mengandung vitamin A.

Bintik coklat
Kulit tangan sangat rentan pada kerusakan akibat sinar ultraviolet karena area ini menyerap tambahan sinar UV. Faktor usia juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik kecokelatan di kulit. Pastikan Anda menggunakan body lotion mengandung SPF untuk bagian kulit yang terpapar sinar matahari.

Ujung jari membiru
Ujung jari atau kuku yang berubah warna dari putih ke biru atau merah bisa menandakan penyakit sindrom Raynaud. Kondisi ini menyebabkan rasa dingin di jari tangan dan kaki, juga rasa nyeri, dan seperti kesemutan. Penyebab sindrom Raynaud adalah kejang pada aliran darah sehingga mengurangi sirkulasi darah. Segera konsultasikan ke dokter. (kompas)
Read More

Sabtu, 15 November 2014

5 Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin

tanda-tubuh-kekurangan-vitamin
Tubuh yang kurang vitamin tidak hanya terjadi pada mereka yang kekurangan makanan. Meskipun Anda termasuk orang yang doyan makan, kekurangan vitamin dapat terjadi pada tubuh Anda. Hal ini disebabkan makanan yang Anda konsumsi sangat rendah kandungan vitamin di dalamnya atau karena melakukan program diet yang keliru.

Menurut penulis buku The Immune System Recovery Plan, Dr Susan Blum mengatakan, bahwa Anda mungkin tidak merasakan sakit saat tubuh kekurangan vitamin. Namun yang jelas metabolisme tubuh serta kemampuan tubuh dalam mengendalikan lima indera akan berkurang. Vitamin sendiri sebenarnya berfungsi untuk menyediakan makanan bagi tubuh agar mampu melakukan fungsinya masing-masing dengan baik.

Berikut ini 5 tanda tubuh Anda kekurangan vitamin yang sebaiknya Anda tahu :

1. Bibir Anda pecah-pecah
Berarti tubuh Anda kekurangan  : Zat besi, zinc, dan vitamin B seperti niacin (B3), riboflavin (B2), dan B12.

Saran : makan lebih banyak unggas, salmon, tuna, telur, tiram, kerang, tomat, dan kacang-kacangan. Penyerapan zat besi ditingkatkan dengan vitamin C, yang juga membantu melawan infeksi, jadi menggabungkan makanan ini dengan sayuran seperti brokoli, paprika merah, kale, dan kembang kol.

2. Wajah memerah, bersisik dan rambut rontok
Tubuh Anda kekurangan : Biotin (B7), yang dikenal sebagai vitamin rambut Vitamin A, D, E dan K

Saran : konsumsi salmon, jamur, kacang-kacangan, telur rebus, alpukat, bunga kol, kedelai, pisang atau buah berry-berryan, jangan mengonsumsi telur mentah.

3. Muncul jerawat di pipi, lengan, paha dan pantat
Artinya tubuh Anda kekurangan vitamin A dan D.

Saran : Anda harus makan makanan yang kaya lemak sehat, terkandung pada ikan salmon, sarden, kacang-kacangan, serta mengonsumsi sayuran hijau, wortel, ubi jalar, dan paprika merah

4. Kesemutan, menusuk-nusuk, dan mati rasa di tangan, kaki atau di tempat lain
Ini menunjukkan tubuh Anda kekurangan vitamin B seperti folat (B9), B6, dan B12. Selain itu kekurangan vitamin ini juga menimbulkan sulit tidur, mudah gugup, hormon tidak seimbang, anemia, mengalami kelelahan dan mudah stres.

Saran : .makan bayam, asparagus, bit, kacang-kacangan, telur, cumi-cumi, kerang, tiram, dan unggas.

5. Kram otot dalam, sakit menusuk di jari kaki, betis, lengkungan kaki, dan punggung kaki.
Berarti tubuh Anda kekurangan : magnesium, kalsium, dan kalium.

Saran : Makan lebih banyak pisang, almond, hazelnut, labu, ceri, apel, jeruk, brokoli, dan sayuran berwarna hijau gelap seperti kale, bayam, dan dandelion.

Tanda-tanda tubuh kekurangan vitamin memang sangat sulit untuk dilihat dan kadang tidak menimbulkan rasa sakit serta membutuhkan waktu yang lama untuk muncul. Sehingga hal yang sering terjadi adalah munculnya penyakit yang menyerang Anda secara mendadak. Semoga bermanfaat.(indiatimes.com)


Read More

Rabu, 22 Oktober 2014

Gejala Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai

gejala-diabetes-melitus
Saat ini jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 tiap tahunnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Gaya hidup, yakni pola makan, kurang olahraga, kegemukan, dan pola tidur sebagai penyebab utama penyakit ini.

Memang penyakit ini belum bisa disembuhkan, namun diabetes tipe 2 adalah penyakit yang perkembangannya berjalan lambat dibanding penyakit kronik lainnya. Perjalanan penyakit ini bisa terjadi selama berbulan-bulan, bahkan tahunan. Gejalanya pun muncul secara bertahap, hingga kadang sulit dideteksi.

Untuk menambah pengetahuan mengenai diabetes melitus, berikut ini gejala diabetes melitus yang perlu Anda waspadai

1. Cepat haus
Seringkali gejala awal diabetes adalah mengalami polidipsia yaitu kondisi dimana seseorang merasakan haus yang berlebihan. terkadang seseorang akan merasa kering di daerah dalam mulut. Waspadai jika Anda masih tetap haus bahkan setelah banyak minum. Gampang haus terjadi karena kadar gula berlebih dalam darah menyerap air terus menerus dari jaringan sehingga membuatnya dehidrasi.

2. Sering buang air kecil
Gejala diabetes melitus lainnya yaitu sering buang air kecil. Lebih sering buang air dari biasanya dan volume air seni yang abnormal dinamakan poliuria. Bagi orang dewasa normalnya mengekskresikan satu sampai dua liter air seni setiap harinya. Jangan anggap ringan kondisi selalu ingin buang air kecil, terutama di malam hari. Dehidrasi parah akibat sering kencing dapat memengaruhi fungsi ginjal.

3. Mudah lapar
Kurangnya insulin untuk memasukkan gula ke sel membuat otot dan organ melemah dan tubuh kehabisan energi. Otak akan mengira kurang energi itu karena kurang makan sehingga tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan mengirimkan sinyal lapar. Kondisi ini juga disebut poliphagia yaitu kondisi dimana seseorang mengalami rasa lapar yang berlebih dan merupakan satu dari tiga gejala utama diabetes.

4. Berat badan turun drastis 
Penderita diabetes dapat mengalami penurunan berat badan, bahkan sangat drastis meski nafsu makan meningkat. Hal ini dikarenakan kemampuan metabolisme glukosa terganggu, tubuh akan menggunakan apapun lain sebagai sumber energi, misalnya otot dan lemak sehingga orang akan tampak kurus.

5. Rasa lelah dan lemah yang tidak biasa
Rasa lelah yang tidak biasa juga bisa merupakan gejala diabetes melitus. Kekurangan gula akan menyebabkan tubuh menjadi tidak berdaya karena kekurangan energi. Kerja tubuh akan melambat dan membakar otot atau lemak selama beraktivitas.
(Baca : Ini Tandanya Tubuh Anda Kurang Konsumsi Lemak)

6. Mata menjadi kabur
Gula darah yang terlalu tinggi akan mengambil cairan dari tubuh termasuk cairan dalam lensa mata. Bila tidak ditangani dalam jangka waktu yang lama akan memengaruhi kemampuan berkonsentrasi dan berakhir pada kehilangan penglihatan total.
(Baca : Sebelum Terlambat Kenali Tanda Penyakit Mata AMD)

7. Pemulihan luka yang lama atau sering infeksi
Diabetes tipe 2 memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka atau melawan infeksi. Biasanya luka pada tubuh butuh waktu berminggu-minggu untuk pulih, hal ini berpotensi terkena infeksi dan membutuhkan pengobatan medis. Bila Anda sering mengalami ini, waspadalah akan penyakit di baliknya, termasuk diabetes.

8. Warna kulit menjadi gelap
Biasanya timbul bercak dan lipatan yang terdapat di daerah ketiak dan sekitar leher. Kondisi ini juga menandakan gangguan insulin. Penderita diabetes tipe 2 memiliki bercak gelap, kulit lembek dan lipatan di badannya. Kondisi ini bernama acanthosis nigricans.

Dengan mewaspadai gejala diabetes melitus lebih awal sebaiknya mulai sekarang Anda merubah gaya hidup yang lebih sehat agar terhindar dari penyakit diabetes melitus Selain itu lakukan pemeriksaan gula darah secara rutin agar Anda bisa mengontrol kesehatan Anda. Semoga tetap sehat. (www.healthworks.my.com)
Read More

Jumat, 11 Juli 2014

Gejala Demam Tifoid (Penyakit Tifus)

demam tifoid penyakit tifus
Saat daya tahan tubuh menurun karena terlalu lelah dan sibuk, tubuh akan menjadi gampang terserang infeksi salah satunya penyakit Tifus. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi yang sering menyerang saat daya tahan tubuh kita menurun yang disebabkan oleh bakteri  Salmonella Typhi.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari anak-anak hingga orang dewasa, tidak mengenal jenis kelamin, dan dapat tejadi sepanjang waktu.

Gejala-gejala Tifus
Penyakit ini memiliki masa inkubasi  selama 10-14 hari. Pada minggu pertama, gejala yang sering muncul antara lain nyeri kepala, demam, pusing, nyeri  otot, mual, muntah, dan obstipasi  atau diare. Pada minggu ke dua, gejala  klinis menjadi  lebih jelas, berupa  demam yang tinggi, lidah tifoid, hepatomegali  (pembesaran organ hati),splenomegali (pembesaran pada limpa), delirium (sindroma otak), atau psikosis (semacam halusinasi).

Penularan
Cara penularan penyakit Tifus sering disebut dengan  3F, yaitu melalui Faeces (kotoran manusia), Fly (lalat), dan Food (makanan).

Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal berikut:
~ Olah raga teratur
~ Makan dan minum yang higienis
~ Menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas lalat
~ Pembuatan jamban yang memenuhi syarat kesehatan
~ Istirahat yang cukup

Diagnosa
Selain pemeriksaan oleh dokter, juga sangat diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis demam tifoid seperti Kultur Gal, Widal, atau Anti-Salmonella typhi IgM.

Read More

Sabtu, 21 Juni 2014

Gejala Penyakit Kanker Serviks

gejala-kanker-serviks
Kanker serviks merupakan jenis penyakit berbahaya yang menyerang wanita. Di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20 – 25 orang meninggal setiap harinya. Kanker ini termasuk golongan penyakit yang membunuh secara diam-diam, karena kanker serviks tidak memiliki gejala dini. Seorang wanita baru mengetahui ia terkena kanker serviks setelah penyakit ini sudah mencapai stadium lanjut.

Penyebab utama kanker serviks (kanker leher rahim) adalah human papilloma virus (HPV) atau virus papiloma manusia. Kurangnya pengetahuan mengenai gejala dan tanda kankers serviks membuat sebagian wanita tidak menyadari. Bahkan kanker ini akan menyerang siapa saja dalam rentan usia yang tak terbatas.

Gejala Awal Kanker Serviks
Pada stadium awal penderita kanker serviks sulit ditemukan gejalanya. Penderita kankers serviks pada awal terinfeksi virus layaknya seperti perempuan normal. Adapun pemeriksaan secara medis dengan bantuan tes pap dapat mendeteksi secara dini adanya gejala kanker serviks. Berikut ini beberapa gejala penyakit kanker serviks yaitu :

1. Keputihan patogonis
Keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan selain darah dari kewanitaan dalam jumlah banyak . Meskipun tidak semua keputihan berbahaya akan tetapi jika anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri : keluarnya cairan dalam jumlah banyak, cairan kental, berbau tidak sedap, berwarna tidak normal (kekuning-kuningan, kehijauan, kecoklatan), timbul rasa panas dan gatal pada area kewanitaan, anda harus waspada kemungkinan merupakan gejala penyakit kanker serviks dan segera konsultasikan dengan dokter spesialis obygn.

2. Sakit pada area kewanitaan
Rasa sakit yang menyerang area kewanitaan disebabkan karena human papiloma virus (HPV) berkembang dan mengganggu imunitas tubuh sehingga berakibat perut bagian bawah sakit, sakit pada paha, sakit pada persendiaan panggul saat menstruasi, sakit ketika buang air besar, dan sakit ketika berhubungan badan.

3. Pendarahan
Banyak wanita menanggap bahwa pendarahan yang terjadi karena siklus menstruasi yang tidak normal, akan tetapi perlu diwaspadai itu merupakan gejala penyakit kanker serviks jika darah yang keluar dari area kewanitaan anda sering dan berlangsung rutin maka harus memeriksakan segera pada dokter

4. Nyeri saat buang air kecil
Kantung kemih yang terinfeksi dengan virus akan mengakibatkan penderita mengalami rasa sakit saat buang air kecil ini merupakan gejala penyakit kanker serviks memasuki stadium lanjut.

5. Timbul rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan seks
Sering menggonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual beresiko tinggi mengakibatkan kanker serviks. Ketika berhubungan intim sering sakit dan mengeluarkan darah disebabkan adanya infeksi pada leher rahim yang parah.

6. Penurunan nafsu makan
Penurunan nafsu makan menyebakan imunitas menurun sehingga rawan terjadi stress, cemas berlebih, dan menggangu energi. Selain itu, ini merupakan tanda awal terjadinya gejala kanker serviks.

7. Bengkak pada kaki
Ketika anda mengalami kaki bengkak tanpa sebab, mungkin ini serangkaian tanda virus penyebab kanker serviks menyerang tubuh anda.

8. Cepat Lelah
Kelelahan yang menandakan anda terjangkit HPV adalah kelelahan tanpa sebab yang kadang menyerang saat anda bersantai, ini juga bisa menjadi gejala penyakit kanker serviks.

Kanker serviks bukan penyakit yang tidak bisa dicegah dan diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Selalu jaga gaya hidup sehat dan pola makan Anda agar terhindar dari penyakit pembunuh wanita nomer satu di Indonesia ini.(berbagai sumber)


Read More
© 2014 HEALTHY LIFE. Designed by Bloggertheme9 | Distributed By Gooyaabi Templates
Powered by Blogger.