Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2016

Apa itu Penyakit Multiple Sclerosis?

Multiple sclerosis (MS) atau disebut juga dengan sklerosis multipel (ganda) merupakan penyakit progresif yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang selaput pelindung syaraf atau mielin dalam otak dan saraf tulang belakang. 

mengenal-penyakit-multiple sclerosis

Syaraf-syaraf yang rusak kemudian akan mengeras dan membentuk jaringan parut atau sklerosis. Kerusakan mielin ini akan menghalangi sinyal-sinyal yang dikirim melalui syaraf. Akibatnya komunikasi antara otak dengan bagian-bagian tubuh yang lain akan terganggu.

Jenis-jenis Multiple Sclerosis
Multiple Sclerosis dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu :

A.  Multiple Sclerosis kambuhan
Ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Diperkirakan sekitar 80 persen penderita MS mengidap jenis ini. MS kambuhan memiliki fluktuasi, ada masa ketika penderita mengalami serangan gejala yang parah dan ada pula saat-saat gejala akan berkurang atau mereda. Masa gejala reda tersebut dikenal dengan istilah masa remisi.

Pada saat kambuh, gejala MS dapat berlangsung dalam jangka pendek dalam hitungan hari hingga jangka panjang dalam beberapa bulan. Demikian juga dengan masa remisi.

B. Multiple Sclerosis progresif sekunder
Jenis kedua adalah MS progresif sekunder. Gejala MS ini perlahan-lahan akan bertambah parah. Penderita biasanya akan mengalami masa kambuh, tapi tidak dapat pulih sepenuhnya. Jenis MS ini umumnya berkembang pada penderita yang sudah mengidap MS kambuhan selama 15 tahun.

C. Multiple sclerosis progresif primer
Sementara pada MS progresif primer, gejala-gejala yang dialami penderita akan terus bertambah parah tanpa disertai masa remisi. Ini merupakan jenis MS yang paling jarang terjadi.

Ada sebagian kecil pengidap MS yang pulih sepenuhnya setelah mengalami masa kambuh jangka pendek. Ini dikenal sebagai multiple sclerosis jinak. Dokter bisa memastikan Anda mengidap MS jinak jika Anda sama sekali tidak mengalami gejala selama 20 tahun atau lebih.

Gejala-gejala Multiple Sclerosis

Penyakit ini dapat menyebabkan beragam gejala yang berbeda-beda pada tiap penderita. Gejala-gejala ini biasanya tergantung kepada lokasi serat-serat saraf yang diserang penyakit ini. Beberapa gejala yang umumnya terjadi meliputi:
  • Rasa kebas atau lemas, biasanya pada satu sisi tubuh atau kaki.
  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan yang kabur, buta warna, atau penurunan kualitas penglihatan mata.
  • Sensasi geli atau nyeri pada bagian-bagian tubuh.
  • Kelelahan yang parah. Diperkirakan sekitar 90 persen penderita multiple sclerosis mengalaminya.
  • Nyeri neuropati, seperti rasa sakit yang menusuk, kulit yang sangat sensitif, atau sensasi terbakar.
  • Gangguan pada kemampuan motorik dan keseimbangan. Contohnya gangguan koordinasi tubuh, vertigo, atau gemetaran.
  • Pusing.
  • Cara bicara yang tidak jelas atau kacau.
  • Otot yang kejang atau kaku.
  • Gangguan pada kemampuan kognitif, misalnya penurunan daya dan durasi konsentrasi, kesulitan memahami dan menggunakan bahasa, serta kesulitan mengingat hal-hal yang baru.
  • Gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, atau emosi yang tidak stabil.
  • Masalah seksual, misalnya disfungsi ereksi pada penderita pria dan berkurangnya cairan serta kepekaan vagina pada penderita wanita.
  • Masalah pada kandung kemih atau pencernaan. Contohnya sulit buang air kecil sampai tuntas, sering terbangun untuk buang air kecil pada malam hari, serta konstipasi.
Gejala-gejala penyakit ini sering muncul secara tidak terduga dan tidak semua penderita akan mengalaminya secara keseluruhan. Ada sebagian penderita yang mengalaminya untuk jangka panjang dan ada yang merasakan gejala-gejala yang kambuh secara berkala dan fluktuatif.

Jika mengalami gejala-gejala yang serupa dengan gejala Multiple Sclerosis di atas, setidaknya lebih dari dua kali secara berkala dan tanpa sebab yang jelas, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis termasuk kondisi autoimun dengan penyebab yang belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga bahwa penyakit ini kemungkinan dipicu oleh faktor-faktor berikut:
  • Usia. MS umumnya menyerang saat seseorang berusia 15 hingga 60 tahun.
  • Jenis kelamin. Jumlah penderita MS wanita dua kali lebih banyak daripada pria.
  • Faktor genetik atau keturunan. Jika memiliki anggota keluarga inti (orang tua atau saudara kandung) yang mengidap MS, risiko Anda untuk menderita penyakit yang sama akan meningkat.
  • Pengaruh infeksi tertentu. Terdapat beberapa virus yang diduga berhubungan dengan MS, misalnya virus Epstein-Barr atau EBV.
  • Pengaruh kondisi autoimun tertentu. Penderita penyakit tiroid, diabetes tipe 1, atau penyakit inflamasi usus diduga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap MS.
  • Merokok. Zat-zat kimia dalam asap rokok berpotensi memengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga risiko MS serta penyakit-penyakit lain akan meningkat.
Proses Diagnosis Multiple Sclerosis

Sebagian besar penderita didiagnosis mengidap multiple sclerosis pada usia 20 hingga 40 tahun. Namun MS tidak memiliki proses diagnosis khusus. Dalam pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami dan riwayat kesehatan Anda serta keluarga. Anda juga akan menjalani pemeriksaan fisik.

Jika Anda diduga mengidap MS, terdapat beberapa pemeriksaan lebih lanjut yang umumnya akan dianjurkan. Proses ini meliputi:
  • Pemeriksaan neurologi, misalnya perubahan gerakan mata, refleks tubuh, serta kemampuan koordinasi tangan dan kaki.
  • MRI scan pada otak dan saraf tulang belakang.
  • Pungsi lumbal. Prosedur ini digunakan untuk mengambil sampel cairan sistem saraf.
  • Pemeriksaan potensial bangkitan atau evoked potentials test. Tes ini berfungsi memantau reaksi gelombang otak terhadap apa yang Anda lihat dan dengar.
  • Tes darah untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain.
Pengobatan Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis termasuk jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan, terutama MS progresif primer. Jenis MS ini belum memiliki metode penanganan yang efektif.

Sementara untuk MS kambuhan dan progresif sekunder, langkah pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk meringankan gejala menghambat perkembangan penyakit, dan mengurangi frekuensi masa kambuh. Tetapi MS yang ringan cenderung tidak membutuhkan penanganan, kecuali ketika gejala-gejala Anda kambuh.

Tiap jenis MS memiliki metode pengobatan yang berbeda-beda. MS kambuhan akan ditangani dengan obat-obatan yang dapat mengurangi frekuensi masa kambuh. Sebagian obat ini juga dapat digunakan untuk penderita MS progresif sekunder yang masih mengalami masa remisi.

Harap diingat bahwa masa kambuh terkadang dapat disebabkan oleh hal-hal lain, misalnya infeksi. Jika ini terjadi, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab dasarnya.

Multiple sclerosis termasuk kondisi yang cenderung sulit dihadapi sehingga dapat membebani penderita serta keluarga. Tetapi metode penanganan medis untuk penyakit ini terus berkembang. Oleh sebab itu, kemungkinan untuk menjalani hidup semaksimal mungkin bagi penderitanya juga makin meningkat.

Sumber : alodokter
Read More

Selasa, 22 September 2015

8 Jenis Penyakit Paru Akibat Pekerjaan

penyakit-paru-akibat-kerja
Terhirupnya partikel, kabut, uap atau gas yang berbahaya secara terus menerus pada saat seseorang saat bekerja dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Penyakit paru yang disebabkan debu industri memiliki gejala yang sama dengan penyakit paru lain yang tidak disebabkan oleh debu di lingkungan Anda bekerja.

Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi terjadinya gangguan paru akibat pekerjaan, yaitu: ukuran debu atau partikel, jumlah dan lama pajanan, kelembaban udara, dan toksisitas

Untuk menambah pengetahuan Anda mengenai penyakit akibat kerja, berikut ini jenis-jenis penyakit paru yang disebabkan pekerjaan yaitu :

1. Asma kerja

Paparan zat dan berbagai debu di lokasi kerja dapat menyebabkan asma kerja. Pemicu asma dapat berasal dari kopi, buah jarak, tepung gandum, debu kayu, dan beberapa binatang seperti anjing, kucing, tikus, kerang, dan ulat sutra. Selain itu, pemicu lainnya adalah zat kimia seperti isosionat, garam platina, khrom, enzmm seperti iripsin dan papain. Dapat juga berasal dari obat-obatan seperti pada piperazin, tetrasiklin, spinamisin dan penisilin sintetik.

2. Kanker Paru

Kanker paru bisa dipicu oleh zat yang bersifat karsinogen seperti uranium, asbes, gas mustard, nikel, khrom, arsen, tar batu bara, dan kalsium klorida. Pekerja yang sering terkontaminasi zat-zat tersebut bisa menderita kanker paru setelah terpapar lama, yaitu antara 15 sampai 25 tahun. Pekerja yang rawan terkena penyakit ini adalah mereka yang bekerja di tambang, pabrik, tempat penyulingan dan industri kimia.

3. Pneumokoniosis pekerja tambang batubara

Penyakit ini diakibatkan penumpukan debu batubara di paru sehingga menyebabkan munculnya reaksi jaringan terhadap debu tersebut. Seseorang bisa terkena penyakit ini bila terpapar cukup lama, lebih dari 10 tahun.

4. Silikosis

Penyakit ini terjadi karena inhalasi dan retensi debu yang mengandung kristalin silikon dioksida atau silika bebas (S1S2). Penyakit ini bisa terjadi pada berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan silika, seperti: pembuat keramik, pekerja tambang logam dan batubara, pabrik besi dan baja, penggali terowongan, pekerja pabrik semen, pekerja industri yang memakai silika sebagai bahan misalnya pabrik amplas dan gelas.

5. Asbestosis

Penyakit paru akibat kerja ini timbul akibat terhirupnya debu asbes sehingga menyebabkan penumokoniosis yang ditandai oleh fibrosis paru. Paparan debu asbes ini bisa terjadi di daerah tambang dan industri serta daerah disekitarnya yang sudah terpolusi. Pekerja yang rentan terkena yaitu di tambang, transportasi, penggilingan, pedagang, pekerja kapal, dan pekerja penghancur asbes.

6. Bronkitis industri

Berbagai debu industri seperti debu yang berasal dari pembakaran arang batu, semen, keramik, besi, penghancuran logam dan batu, asbes dan silika dengan ukuran 3-10 mikron yang terhirup dalam jangka waktu yang lama akan menimbun di paru-paru.

7. Exrinsic allergic alveolitis

Penyakit paru ini disebabkan sensitisasi debu-debu organik dari spora jamur Actinomycetes yg banyak terdapat di pertanian sehingga kerap disebut dengan farmer lung disease. Letak gangguannya lebih banyak terdapat di parenkim paru. Keluhan flu merupakan gejala yang sering menyertai penyakit ini. Diduga mikroba yang hidup di AC dapat menyebabkan gangguan kesehatan ini.

8. Bisinosis

Bissinosis (Byssinosis) merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan pekerjaan yang memungkinkan seseorang menghirup debu kapas atau debu dari serat tanaman lainnya, seperti rami. Penyakit paru ini biasanya terjadi pada petani.

Agar terhindar dari penyakit paru akibat kerja, deteksi dini dan pencegahan penyakit sangatlah penting. Oleh karena itu salah satu cara agar kesehatan pekerja terjaga adalah dengan melakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan secara rutin.(doktersehat.com)
Read More

Rabu, 22 Juli 2015

Jangan Selalu Merasa Sehat, Waspadai 8 Penyakit Mematikan Tanpa Gejala Ini!

penyakit-tanpa-gejala
Banyak sebagian besar dari kita selalu merasa tubuh sehat dan baik-baik saja. Namun sangat terkejut ketika divonis mengalami suatu penyakit, kita bertanya-tanya kenapa bisa terjadi padahal sebelumnya tanpa gejala.

Memang beberapa penyakit memang tanpa gejala pada stadium awalnya. Bahkan, ketika gejala muncul, bisa jadi kondisi telah memburuk atau sudah stadium lanjut.

Agar Anda waspada dan sering cek kesehatan, berikut ini beberapa penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai karena tanpa gejala dan tidak disadari.

1. Hipertensi dan Kolesterol Tinggi

Penyakit tanpa gejala ini sangat banyak populasinya di masyarakat. Hipertensi dan kolesterol yang tinggi tidak memberikan keluhan apapun bagi penderitanya. Pada kebanyakan kasus, biasanya orang yang terkena hipertensi hanya mengeluh pusing-pusing ringan dan pegal-pegal ringan. Makanya banyak orang yang menyepelakan dan tidak mau berobat karena tidak ada keluhan.

Efek hipertensi sebenarnya telah terjadi apabila tekanan ≥ 120/80; efek kerusakan akan terakumulasi hingga bertahun-tahun kemudian baru menimbulkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Khusus untuk hipertensi krisis, bahaya stroke, penyakit jantung, serta pecah pembuluh darah dapat mengancam setiap saat.

Kadar kolesterol yang tinggi pada tubuh akan terakumulasi di pembuluh darah atau jaringan hati dan berakibat fatal. Padahal, obatnya sangat sederhana dan relatif murah.

12 Hal yang Bisa Menyebabkan Anda Terkena Hipertensi
Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda

2. Penyakit Ginjal Kronis

Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dan membuang sisa-sisa metabolisme melalui urin atau air seni. Disebut penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) apabila fungsi ginjal telah menurun secara progresif. Hal yang dikhawatirkan apabila sudah stadium terminal (stage V), pasien harus cuci darah rutin atau transplantasi ginjal. Terapi yang dilakukan hanyalah untuk mencegah penurunan fungsi ginjal lebih lanjut bukan untuk mengembalikan fungsi ginjal menjadi normal.

Penyebab penyakit ginjal kronis ini yang nomor satu ialah diabetes melitus yang tidak terkontrol (kadar gula darah terus tinggi), dan hipertensi yang tidak terkontrol.

9 Organ Tubuh yang Rusak akibat Minuman Beralkohol

3. Diabetes Melitus (DM)

Penyakit kencing manis atau diabetes melitus masih banyak yang tak terdeteksi terutama di Indonesia. Pasien kadang baru datang berobat setelah ada penyakit jantung, ginjal, luka yang tak kunjung sembuh, hingga luka yang telah membusuk sekalipun. Padahal penyebabnya sederhana yaitu kadar gula darah yang tinggi.

Beberapa penderita diabetes melitus pada awalnya mengeluhkan gejala gejala klasik DM yaitu 3P: poliuria (sering berkemih), polidipsi (sering haus), dan polifagia (sering lapar), serta penurunan berat badan tanpa sebab. Meskipun telah muncul, gejala tersebut kadang terabaikan atau dianggap bukan yang penting. Padahal, keluhan tersebut dapat membuka pintu untuk deteksi DM secara dini dan tepat.

Gejala Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai
Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!

4. Osteoporosis

Osteoporosis tidak memiliki gejala atau keluhan apapun, seringkali pasien datang sudah dengan nyeri akibat patah tulang (fraktur) atau kejadian jatuh akibat tulang yang rapuh. Angka tertinggi osteoporosis terjadi pada wanita yang menopause, terutama yang memiliki berat badan rendah.

Cara pasti untuk mendeteksi secara dini ialah dengan pemeriksaan kepadatan tulang (bone densitometry), atau pada kasus-kasus awal dapat dilakukan dengan pemeriksaan radiologi. Namun sayangnya, pemeriksaan tersebut belum rutin dilakukan pada orang sehat.

5. Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Penyakit jantung koroner disebut sebagai pembunuh nomor satu. PJK biasa muncul dengan gejala nyeri dada sebelah kiri, seperti ditekan benda berat, yang kadang menjalar ke lengan, rahang bawah, serta pundak. Hal ini disebabkan adanya sumbatan di pembuluh darah koroner. Namun beberapa fakta menunjukkan PJK bisa muncul tanpa gejala apapun. Pasien dapat tiba-tiba jatuh tergeletak tanpa diketahui sebabnya. Setelah diperiksa rekam jantung, barulah diketahui bahwa pasien mengalami PJK.

10 Penyakit Penyebab Kematian Terbanyak di Indonesia
Jenis-jenis Penyakit di Seputar Jantung yang Perlu Anda Waspadai

6. Penyakit Hepatitis

Infeksi menular seperti hepatitis dapat muncul tanpa gejala sedikitpun. Selain tidak menimbulkan gejala, penyakit ini mudah menular bila tidak berhati-hati. Untungnya, beberapa perusahaan sudah menerapkan tes kesehatan bagi calon karyawan saat seleksi karyawan baru sehingga penyakit ini bisa terdeteksi. Banyak kasus, seseorang baru mengetahui dirinya mengidap hepatitis B kronis saat pemeriksaan rutin sewaktu melamar kerja. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan nilai HbsAg posititf (penanda hepatitis B) padahal ia tidak tahu dari mana sumbernya, dan mengaku tidak menggunakan obat-obatan suntik, seks bebas, atau transfusi darah. Dan tidak ada keluhan kesehatan selama ini; murni hanya hasil laboratorium saja yang bermasalah.

Mayoritas kasus hepatitis B kronis di Indonesia, terjadi akibat infeksi melalui plasenta sewaktu dalam kandungan. Misalnya seorang ibu hamil dengan hepatitis B positif, sang bayi memiliki risiko yang sangat besar untuk mengidap hepatitis juga, namun dengan sifat penyakit kronis: tidak ada gejala pada tahun-tahun awal.

Mengenal 5 jenis penyakit hepatitis
Tes Kesehatan Jarang Dilakukan, Penderita Hepatitis C di Indonesia Meningkat
5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kehamilan

7. AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome

Pada kasus HIV, butuh bertahun-tahun sejak virus masuk ke dalam darah hingga muncul sebagai gejala. Saat seseorang terinfeksi HIV, maka diperlukan waktu 5-10 tahun untuk sampai ke tahap yang disebut sebagai AIDS.  Setelah HIV masuk ke dalam tubuh manusia, maka selama 2-4 bulan keberadaan HIV belum bisa dideteksi dengan pemeriksaan darah. Jika HIV sudah dapat dideteksi, tahap ini disebut sebagai tahap HIV positif. Pada tahap ini, keadaan fisik yang bersangkutan tidak menunjukkan kelainan atau keluhan apa pun. Namun yang bersangkutan sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain.

Banyak pasien yang baru diketahui mengalami HIV setelah dirinya terjangkit berbagai infeksi sekunder lainnya. Seperti yang diketahui, pasien HIV memiliki imunitas yang rendah sehingga rentan terkena infeksi. Dengan kata lain, virus HIV tidak membunuh pasien secara langsung, melainkan melalui infeksi-infeksi sekunder tersebut. Pasien HIV paling sering meninggal akibat tuberkulosis atau hepatitis C.

8. Sirosis hati

Sirosis hati atau sirosis hepar merupakan proses akhir dari fibrosis hati, yang merupakan konsekuensi dari penyakit kronis hati yang ditandai dengan adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya. Biasanya pasien memiliki riwayat penyakit hati yang berangsur-angsur dan tidak diobati hingga terjadilah sirosis. Penyebab tersering ialah hepatitis kronis yang disepelekan karena tidak ada gejala. Sampai suatu ketika, barulah pasien mengalami muntah darah atau bengkak yang menandakan telah terjadi sirosis.

Beberapa Jenis Penyakit Hati yang Bisa Dialami Bayi
Mengenal Tes Fungsi Hati

Oleh karena itu, jangan merasa tubuh selalu sehat, penting bagi kita untuk waspada dan mau periksa kesehatan. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, tes darah, jalani gaya hidup sehat, serta waspada terhadap semua faktor risiko merupakan hal sederhana yang penting untuk mencegah 8 penyakit tanpa gejala di atas. (kompas.com)
Read More

Kamis, 09 April 2015

Mengenal Sindrom ACA atau Sindrom Darah Kental

sindrom-aca-atau-sindrom-darah-kental
Fungsi darah dalam tubuh manusia sangat vital, berfungsi sebagai alat yang mengirimkan oksigen dan nutrisi pada pada seluruh jaringan tubuh.

Jika darah yang ada di dalam tubuh mengental, maka semua aliran oksigen dan nutrisi dalam tubuh akan terganggu. Efeknya dapat menyebabkan gangguan pada fungsi utama ginjal, penyumbatan paru-paru, migren, serangan jantung, serangan stroke, dan bagi ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya keguguran janin.

Definisi sindrom ACA

ACA (Anticardiolipin Antibody) merupakan suatu protein dalam darah yang membuat tubuh membentuk reaksi kekebalan hingga terjadi APS (Antiphospholid Syndrome). ACA merupakan penyakit yang menyebabkan darah menjadi kental atau sering juga disebut sindrom darah kental. Dalam kasus ini, terdapat suatu protein darah yang menyebabkan darah menjadi lebih kental dan cepat beku. Sindrom ini tidak mengenal jenis kelamin dan umur, bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Gejala sindrom ACA

Gejala dari sindrom ACA antara lain sakit kepala, pusing, migrain, pegal-pegal di daerah leher atau tengkuk, tangan sering kesemutan, pandangan berkunang-kunang, pandangan kabur, daya ingat menurun, sesak nafas, telinga sering mendengung sampai tuli mendadak. Selain itu naiknya tekanan darah tanpa sebab yang jelas, diduga juga sebagai salah satu gejala sindrom ini.

Penyebab sindrom ACA

Penyebab dari sindrom ACA belum dapat diketahui dengan pasti, dugaan sementara menyebutkan bahwa antifosfolipid antibodi menurunkan kadar annexin V yaitu salah satu jenis protein yang berikatan dengan fosfolipid dan memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.

Keturunan atau genetik merupakan salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab sindrom ini. Selain itu, ada banyak dugaan diantaranya alergi obat-obatan, kanker, dan infeksi virus atau bakteri.

Cara mendeteksi

Cara akurat untuk mendeteksi sindrom ACA adalah dengan melakukan tes darah di rumah sakit atau laboratorium klinik. Melalui tes darah akan diketahui kadar IgG dan IgM penderita.

Bahaya sindrom ACA

Bila darah yang mengalir dalam tubuh kental tentunya akan sulit dialirkan keseluruh tubuh, akibatnya sirkulasi darah berjalan tidak lancar. Akibatnya, seseorang yang menderita sindrom ACA akan mengalami penurunan daya ingat, penyakit jantung, stroke, sampai kematian di usia dewasa muda atau sebelum 40 tahun.

Bagi ibu hamil, sindrom ini dapat menjadi penyebab janin meninggal dalam kandungan, keguguran berulang kali, dan bayi yang lahir meninggal.
Read More

Rabu, 11 Maret 2015

Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang mematikan. Memang kanker payudara sering diderita oleh wanita, meskipun demikian penyakit ini juga dapat terjadi pada kaum pria. Minimnya pengetahuan mengenai penyakit ini menyebabkan banyak penderita yang baru menyadari jika dirinya terkena kanker payudara setelah stadium akhir.
Terkait : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita

Penyebab spesifik kanker payudara memang masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara.

Berikut ini faktor risiko penyakit kanker payudara yang dirangkum dari beberapa sumber.

Umur
Semakin bertambahnya umur, risiko kanker payudara akan meningkat. Di Amerika Serikat, 1 dari 227 wanita berusia sekitar 30 tahun didiagnosis dengan kanker payudara, sementara untuk wanita berusia di atas 70 tahun jumlahnya meningkat menjadi 1 dari 26 wanita.

Hamil usia dini
Organ yang terdapat pada sistem reproduksi wanita memerlukan waktu untuk berproses hingga akhirnya siap dibuahi. Namun, bika Anda hamil di usia dini akan memaksa sistem reproduksi bekerja sebelum mereka matang dengan sempurna. Salah satunya alat reproduksi yang berisiko yaitu payudara Anda.

Usia kehamilan
Risiko kanker payudara seorang wanita meningkat jika ia hamil pada usia di atas 30 tahun atau tidak memiliki anak sama sekali. Sebaliknya, risiko ini akan berkurang jika ia hamil dan memiliki anak pada usia sekitar 20 tahun.
Terkait : 5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kehamilan

Aktivitas menyusui
Menyusui sangat bermanfaat tak hanya bagi bayi, tetapi juga bagi para ibu. Diketahui menyusui dapat menurunkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara.

Riwayat keluarga dan faktor genetik
Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Jika Anda memiliki ibu atau saudara kandung yang mengidap kanker payudara, biasanya memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara.

Abnormal pubertas
Wanita yang mengalami pubertas terlalu awal atau terlalu lambat juga diyakini memiliki ketidakstabilan hormon yang dapat menimbulkan gangguan metabolisme. Wanita yang memiliki periode haid pertama kali pada usia di bawah 12 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Merokok
Salah satu faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara adalah merokok atau menghirup asap rokok. Rokok mengandung nikotin yang terbukti dapat merusak sel dalam tubuh Anda.
Terkait : Bahaya Rokok bagi Wanita

Konsumsi alkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas per hari akan meningkatkan risiko kanker payudara seorang wanita.

Usia menopause
Wanita yang mengalami menopause setelah berusia 55 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Berat badan berlebih atau obesitas
Wanita dengan berat badan lebih atau obesitas merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sebab kelebihan lemak tubuh dapat memicu peningkatan kadar hormon esterogen dan insulin yang diketahui dapat memicu kanker. Selain itu, wanita yang sudah menopause dan obesitas sangat berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor pada payudara.
Terkait : Kenali Faktor Penyebab dan Bahaya Obesitas

Penggunaan hormon
Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.

Radiasi
Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. Risiko kanker payudara seorang wanita akan meningkat jika ia sering terapi radiasi ke dada, terutama selama masa pubertas.

Kurang aktivitas fisik
Wanita yang tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, apa lagi jika wanita tersebut mempunyai berat badan berlebihan. Oleh sebab itu, biasakan untuk berolahraga teratur untuk membantu menurunkan risikonya.
Terkait : 10 Olahraga untuk Mencegah Kanker

Mutasi genetik
Wanita dengan mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 sekitar 5 kali lebih mungkin didiagnosis dengan kanker payudara. Namun meskipun demikian, kurang dari 1 persen dari wanita memiliki mutasi ini.

Memiliki jaringan payudara padat
Risiko kanker payudara pada seorang wanita akan meningkat jika ia memiliki jaringan payudara yang lebih padat.

Adanya perubahan payudara non-kanker
Perubahan payudara non-kanker seperti hiperplasia atipikal (peningkatan jaringan payudara abnormal), karsinoma duktal in situ (sel-sel abnormal pada lapidan payudara) dan lobular karsinoma in situ (sel-sel abnormal dalam kelenjar penghasil susu), diketahui meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

Konsumsi obat DES
Seorang wanita yang mengkonsumsi obat DES (diethylstilbestrol) selama kehamilan untuk mencegah keguguran dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Kerja shif malam
Sumber dari Daily Mail menyebutkan bahwa wanita yang bekerja shift malam selama 30 tahun dua kali lebih mungkin untuk risiko kanker payudara, menurut penelitian. Cahaya buatan di malam hari dapat menghambat produksi melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak antara pukul 08.00 dan 09.00. Melatonin ialah hormon yang menentukan siklus pengatur pola tidur dan membantu menekan tumor. Melatonin yang rendah pada orang terkena cahaya di malam hari menyebabkan over produksi hormon esterogen, sehingga memicu kanker.
Terkait : Waspadai Penyakit Akibat Kerja

Penggunaan pil KB
Sumber dari Livestrong menyebut The Mayo Clinic dan American Cancer Society menjelaskan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan wanita terkena risiko kanker payudara. Sementara itu, risiko ini akan menurun secara otomatis bila penggunaan pil KB berhenti.

Aborsi
Sumber dari Bold Sky menyebutkan bahwa aborsi meningkatkan risiko kanker payudara. Saat wanita hamil, produksi estrogen akan meningkat. Peningkatan estrogen ini akan memicu pertumbuhan payudara. Kemudian akan terjadi proses laktasi dan pembentukan susu. Jika wanita hamil melakukan aborsi saat perkembangan janin sudah dimulai, maka peningkatan risiko kanker akan makin tinggi.

Sebelum terlambat, sebaiknya Anda mengetahui tentang apa saja yang menjadi faktor risiko wanita terkena kanker payudara. Jika terlambat, maka pengobatannya juga semakin sulit dilakukan dan semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita. Lakukan kebiasan mudah yang bisa mencegah kanker.
Read More

Selasa, 03 Maret 2015

Gejala dan Penyebab Diare

gejala-dan-penyebab-diare
Diare ditandai dengan encernya tinja atau feses yang dikeluarkan atau buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Diare merupakan hal yang sangat umum dan biasanya tidak serius. Kebanyakan orang mengalami diare sebanyak sekali atau dua kali setiap tahun. Ini biasanya berlangsung dua sampai tiga hari dan dapat diobati. Beberapa orang sering mengalami diare sebagai bagian dari sindrom iritasi usus atau penyakit kronis lainnya dari usus besar.

Proses Terjadinya Diare

Makanan dan minuman yang kita konsumsi akan diproses di lambung, usus dua belas jari dan usus kecil bagian pangkal oleh asam lambung, yaitu enzim yang dibuat oleh pankreas dan cairan empedu. Kemudian bahan gizi dan cairan yang telah selesai diproses akan diserap oleh usus kecil dan usus besar sehingga bentuk tinja makin lama makin padat.

Diare terjadi kalau ada gangguan di saluran pencernaan, bisa akibat sekresi cairan berlebihan, gangguan penyerapan atau karena gerakan usus terlalu cepat sehingga waktu penyerapan terganggu.

Penyebab Diare

Penyebab paling umum dari diare adalah virus yang menginfeksi usus. Infeksi biasanya berlangsung selama dua hari, beberapa penyebab diare :

  • Infeksi oleh bakteri (penyebab sebagian besar jenis keracunan makanan)
  • Infeksi oleh organisme lain bisa virus atau parasit
  • Obat, bisa akibat alergi antara lain, yang mengandung antibiotik , magnesium dan pemanis sorbitol atau mannitol
  • Mengonsumsi makanan yang mengganggu sistem pencernaan
  • Alergi terhadap makanan tertentu
  • Pengobatan
  • Terapi radiasi
  • Intoleransi makanan antara lain: intoleransi laktose susu, frukose, lemak dan sebagainya
  • Penyakit peradangan usus antara lain: colitis ulseratif (radang di usus besar), penyakit Crohn dan sebagainya
  • Penyakit hormonal antara lain: hipertitoid
  • Irritable bowel syndrome (usus yang mudah terangsang)
  • Pemakai obat pencahar (laksatif) yang tidak wajar
  • Kanker usus
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Operasi saluran pencernaan

Gejala-Gejala Diare

Gejala diare tergantung penyebabnya, namun secara umum ditandai :

  • BAB yang sering, lebih dari tiga kali sehari.
  • Bentuk tinja yang lembek dan cair. Pada kelainan tertentu misalnya infeksi disentri, colitis ulseratif, kanker usus bisa disertai lendir dan darah
  • Perut mules sampai kram
  • Demam, terutama pada diare akibat infeksi kuman
  • Kembung
  • Mual dan muntah
  • Lemas

Cara Diagnosis Diare

Untuk memastikan penyebab, umumnya didiagnosis berdasarkan keluhan dan gejala yang disampaikan penderita. Biasanya dokter akan menganjurkan beberapa tes penunjang antara lain: pemeriksaan darah dan tinja. Pada kasus tertentu, khususnya pada diare kronis, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan khusus seperti teropong lambung dan usus (Gastroendoskopi, colonoskopi), biopsi jaringan dan tes intoleransi terhadap makanan tertentu.

Komplikasi yang Berbahaya pada Penderita Diare

Komplikasi yang serius ialah dehidrasi (kekurangan cairan) dan gangguan keseimbangan elektrolit (mineral) khususnya Kalium dan Natrium yang dapat berakibat kematian khususnya pada bayi, anak balita dan para lansia.

Gejala Diare yang Berpotensi Berbahaya

Segera ke dokter bila diare yang Anda alami disertai tanda-tanda dibawah, yaitu :

  • Mengalami diare lebih dari 3 hari
  • Demam tinggi
  • Sakit perut yang sedang sampai hebat
  • Diare disertai lendir dan darah
  • Ada tanda dehidrasi sedang atau berat antara lain: mata dan pipi cekung, mulut kering, kulit kering, haus, jarang kencing dan air seni berwarna gelap.

Waspadai gejala dan penyebab diare terutama bagi ibu hamil, bayi dan anak balita yang menderita diare lebih berpotensi timbul komplikasi serius sehingga sebaiknya segera konsultasi dokter.
Read More

Sabtu, 21 Februari 2015

Mengenal Penyakit Atresia Bilier pada Bayi yang Baru Lahir

Penyakit Aytresia Bilier selama ini memang masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia terutama masyarakat awam. Atresia bilier adalah penyakit serius yang bersumber dari hati yang mempengaruhi bayi yang baru lahir. Ini terjadi pada satu dari 10.000 anak dan lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki dan di Asia dan Afrika-Amerika bayi yang baru lahir daripada bayi Kaukasia.

Terkait : Penyebab dan Gejala Sindrom Alagille

Apakah Penyakit Atresia Bilier itu?

Atresia Bilier merupakan penyakit yang timbul akibat rusaknya saluran empedu di luar hati sehingga tidak ada aliran empedu dari hati ke usus 12 jari. Akibatnya salah satu komponen empedu, yaitu asam empedu, bila tertumpuk dapat merusak hati dan bila tersebar ke dalam darah dan kulit, akan menyebabkan rasa gatal.

Selain itu bilirubin yang terkandung dalam empedu bila tertahan dalam hati akan mewarnai kulit dan bagian putih bola mata sehingga berwarna kuning. Bila berlangsung lama, kerusakan hati dapat menyebabkan kerusakan hati lanjut yang disebut sirosis hati. Bila terus berlanjut, itu akan menyebabkan pendarahan di saluran cerna karena peningkatan tekanan darah yang masuk ke hati.
Kerusakan hati yang terjadi pada kasus atresia bilier bersifat progresif, terus merusak saluran empedu termasuk yang di dalam hati. Pada akhirnya hal itu menyebabkan gagal hati yang harus diatasi dengan transplantasi hati. Atresia bilier adalah penyebab transplantasi hati tersering pada bayi atau anak.

Penyebab Penyakit Atresia Bilier

Atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu di dalam maupun di luar hati. Tetapi penyebab terjadinya gangguan saluran empedu ini tidak diketahui.

Gejala-Gejala Penyakit Atresia Bilier

Gejala biasanya timbul dalam waktu 2 minggu setelah lahir, yaitu berupa :

  • Air seni bayi berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat
  • Berat badan tidak bertambah atau penambahan erat badan berlangsung lambat
  • Hati membesar
  • Pada saat usia bayi mencapai 2 –3 bulan, akan timbul gejala berikut : Gangguan pertumbuhan, gatal-gatal, bayi sering rewel
  • Tekanan darah tinggi pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus dan limpa ke hati)

Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan

Pemeriksaan yang biasanya dilakukan bila bayi terduga terkena Atresia Bilier yaitu :

  1. Pemeriksaan darah. Dilakukan pemeriksaan fungsi hati khususnya terdapat peningkatan kadar bilirubin, selain itu dilakukan pemeriksaan albumin, SGOT, SGPT, alkali fosfatase, GGT dan faktor pembekuan darah.
  2. USG sistem hati dan empedu
  3. Rontgen perut untuk melihat pembesaran hati
  4. Scintigrafi
  5. Kolangiografi intraoperatif (kolangiogram) yaitu dengan memasukkan cairan tertentu ke jaringan empedu untuk mengetahui kondisi saluran empedu.
  6. Biopsi hati untuk melihat struktur organ hati apakah terdapat sirosis hati atau komplikasi lainnya.
  7. Laparotomi, biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan.

Terkait : Mengenal Tes Fungsi Hati

Pengobatan Penyakit Atresia Bilier

Pengobatan atresia bilier ini prinsipnya adalah mengganti saluran empedu yang mengalirkan empedu ke usus halus. Jika saluran empedu intrahepatik (dalam hati) tidak terganggu, maka operasi rekonstruksi jalur bilier ekstrahepatik (di luar jalur hati) bisa dilakukan atau dinamakan prosedur Kasai (ditemukan oleh ahli bedah Jepang bernama dr. Morio Kasai) atau hepatoportoenterostomy.

Pembedahan ini dilakukan untuk melompati atresia bilier dan menghubungkan langsung hati dengan usus halus. Biasanya pembedahan akan berhasil dilakukan jika bayi belum berusia 8 minggu. Prosedur Kasai hanya merupakan penanganan sementara, bisa membuat sebagian pasien berumur panjang. Namun, fungsi hati pada sebagian pasien lainnya semakin memburuk setelah dilakukannya tindakan prosedur Kasai. Saat kondisi mulai memburuk inilah, maka dibutuhkan cangkok hati.

Terkait : 5 penyakit jantung bawaan pada anak

Jika atresia tersebut merupakan atresia yang komplit, dimana seluruh saluran empedu tidak terbentuk, maka satu-satunya pengobatan adalah transplantasi hati.(liversehat.com)
Read More

Beberapa Jenis Penyakit Hati yang Bisa Dialami Bayi

penyakit-hati-pada-bayi
Tidak hanya pada orang dewasa, anak-anak bisa terserang penyakit hati yang secara umum gejalanya berupa kuning. Penyakit kuning terjadi karena pembentukan bilirubin di dalam darah, bilirubin merupakan pigmen kuning yang terbentuk dari pemecahan sel-sel darah merah yang sudah tua.

Bayi yang baru lahir sering mengalami penyakit kuning pada beberapa hari pertama karena enzim di hati yang bertugas mengolah bilirubin relatif belum matang. Namun bila bayi tetap kuning padahal sudah berusia dua minggu lebih dan feses seperti dempul, sangat dianjurkan bagi para orang tua untuk berhati-hati dan segera membawa bayi ke dokter untuk diperiksa apakah ada kemungkian kelainan hati atau tidak.
Terkait : Tips Mencegah Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi

Untuk menambah pengetahuan Anda, berikut ini beberapa jenis penyakit hati yang bisa dialami bayi:

1. Sindrom alagille

Sindrom alagille merupakan kelainan bawaan pada hati anak yang mirip dengan bentuk lain penyakit hati yang dialami anak. Anak dengan sindrom Alagille biasanya mengalami penurunan fungsi saluran empedu yang progresif di tahun pertamanya.

Seperti dikutip dari liverfoundation.org, penderita Sindrom alagille juga mengalami penyempitan saluran empedu di luar hati. Kondisi ini menyebabkan adanya penumpukan empedu di hati hingga berakibat pada rusaknya sel-sel hati. Jaringan parut yang terbentuk karena kerusakan sel hati bisa menyebabkan sirosi pada 30-50% anak dengan sindrom alagille.

Gejala sindrom alagille yaitu kuning, kulit anak pucat, dan pertumbuhan yang buruk di bulan pertama kehidupannya. Bisa disertai dengan gatal serta penumpukan lemak di kulit. Sampai saat ini, dugaan paling sering terkait penyebab sindrom alagille adalah faktor genetik.
Terkait : Waspadai Gejala Leukemia pada Anak

2. Atresia Bilier

Atresia bilier terjadi akibat tidak adanya pembentukan saluran empedu yang berfungsi membawa cairan empedu dari hati ke saluran usus 12 jari. Akibatnya, saluran empedu tidak terbentuk dan efeknya cairan empedu yang diproduksi tidak bisa dikeluarkan dari hati dan akan terus menumpuk.

Jika didiamkan, hati bisa mengalami kerusakan karena adanya tekanan dari produksi cairan empedu tersebut. Kerusakan hati ini berlanjut pada kondisi-kondisi seperti kulit yang tampak menguning dan perut yang membesar.

3. Progressive Familial Intrahepatic Cholestasis (PFIC)

Penyakit hati ini merupakan kondisi di mana terjadi kolestasis atau berkurangnya aliran empedu pada anak-anak ataupun remaja. Dikutip dari childliverdisease.org, aliran empedu yang berkurang bisa disebakan hati yang tidak dapat memproduksi empedu dengan baik.

Atau, bisa juga karena empedu tidak bisa keluar dari sel hati ke saluran empedu. Saluran empedu yang tidak normal juga bisa mengurangi aliran empedu.

4. Caroli disease

Caroli disease merupakan suatu kondisi di mana hati berisi kista-kista, seperti ruang kosong berisi cairan. Meski belum diketahui penyebab pastinya, pada pasien caroli disease umumnya ada ganguan di pembentukan saluran bilier sehingga muncul kista yang jumlahnya lebih dari satu.

Saluran empedu di dalam hati akan bemuara di satu tempat, yaitu porta hepatis yang akan mengalirkan empedu ke usus. Pada pasien caroli disease, saluran empedu di dalam hati tersebut membentuk suatu ruangan yang berisi cairan. Penyakit caroli disease bisa ditandai dengan gejala bayi kuning.

5. Gangguan fungsi hati akibat komplikasi infeksi CMV

Cytomegalovirus (CMV) merupakan jenis dari familia Herpesviridae yang termasuk Epstein-Barr virus (EBV). Selain pada orang dewasa, CMV bisa menginfeksi anak-anak. Infeksi CMV akut bisa mengakibatkan peningkatkan kadar transaminase hati dan kondisi ini sering diduga hepatitis akut. Pada pasien infeksi CMV akut, kadar aspartat transminase dan alanine transminase bisa juga meningkat menjadi lima kali lipat dari kadar normal.
Terkait : Anda Hamil?Waspadai Bahaya Infeksi TORCH pada Janin

Infeksi CMV bisa menimbulkan komplikasi yang salah satunya menyebabkan fungsi hati tidak bisa berjalan dengan normal bahkan disertai demam yang tidak diketahui penyebabnya. Kondisi fisik lain yang berkaitan dengan infeksi CMV akut yaitu anemia dan trombositopenia (jumlah trombosit yang beredar di dalam darah berada di bawah batas normal). (health.detik.com)

Read More

Selasa, 04 November 2014

Jenis-jenis Penyakit di Seputar Jantung yang Perlu Anda Waspadai

jenis-jenis-penyakit-di-seputar-jantung
Secara umum penyakit jantung merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sejumlah penyakit yang memengaruhi kesehatan jantung, sering pula merujuk penyakit kardiovaskuler.  Padahal, masih banyak penyakit lain yang juga termasuk dalam gangguan jantung.
Terkait : 12 Tips Mudah untuk Mencegah Penyakit Jantung

Berikut adalah beberapa jenis penyakit jantung yang perlu Anda waspadai

Penyakit jantung koroner
Ini adalah jenis paling umum dari penyakit jantung, terjadi akibat penimbunan plak di pembuluh arteri selama bertahun-tahun. Penimbunan plak itu membuat pembuluh arteri menjadi sempit dan kaku sehingga sangat mengurangi aliran darah ke jantung. Jantung menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkan. Kolesterol mulai menimbun di dinding pembuluh darah selama bertahun-tahun. Ketika kita berusia lanjut, plak telanjur besar membuat radang dinding pembuluh dan meningkatkan risiko pembekuan darah dan serangan jantung.
Terkait : Gejala Fisik Kolesterol Tinggi

Trachycardia
Jenis penyakit jantung yang agak ringan yaitu Trachycardia, pada dasarnya ini adalah istilah medis untuk peningkatan denyut jantung. Palpitasi dan detak jantung yang tinggi dapat disebabkan karena beberapa alasan seperti merokok, alkohol dan stres.

Penyakit Otot Jantung
Otot-otot pada jantung dapat juga melemah. Sehingga fungsi otot-otot jantung akan melambat sehingga tidak mampu memompa darah yang cukup untuk tubuh.

Penyakit Katup Jantung
Jantung memiliki 4 katup dan berfungis menjaga aliran darah satu arah lewat jantung. Katup jantung bisa rusak karena berbagai hal, misalnya penyempitan, kebocoran, atau penutupan yang tak sempurna. Gejala penyakit ini berupa kelelahan, napas pendek-pendek, detak jantung tak teratur, kaki atau pergelangan kaki bengkak, dan nyeri dada.

Gagal Jantung
Jenis penyakit jantung yang fatal adalah gagal jantung. Penyakit ini terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah dan berhenti bekerja. Hal ini kemudian menyebabkan penahanan air di dalam tubuh sehingga terjadi pembengkakan dan kesulitan bernapas. Gagal jantung bisa terjadi ketika seseorang kehilangan banyak darah, terkejut atau bahkan karena gangguan paru-paru. Tubuh bengkak dan napas pendek-pendek adalah gejala utama gagal jantung.

Penyakit Jantung Bawaan
Jenis penyakit jantung ini merupakan kelainan pada satu struktur atau lebih di jantung atau pembuluhnya. Gejala yang tampak bisa pada saat kelahiran, masa kanak-kanak, atau kadang sampai remaja. Beberapa bayi dilahirkan dengan jantung yang lemah atau lubang di jantung mereka.
Terkait : 5 penyakit jantung bawaan pada anak

Hingga saat ini, para ahli masih belum tahu mengapa kelainan ini terjadi. Faktor keturunan mungkin berperan, termasuk juga paparan infeksi virus, alkohol, atau obat-obatan terhadap janin selama kehamilan.
Terkait : 8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan

Gangguan Serebrovaskular
Jenis penyakit jantung serebrovaskular adalah terjadinya hambatan dalam sirkulasi darah dari jantung ke otak. Jenis penyakit jantung ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan stroke pada otak.
Terkait : Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda

Angina
Angina merupakan istilah medis yang menggambarkan rasa sakit dan sesak di sekitar dada. Ini dikarenakan dada Anda tidak mendapatkan cukup oksigen. Paling sering disebabkan oleh penyumbatan kecil di arteri jantung atau koroner.

Penyakit Jantung Rematik
Jenis penyakit jantung ini muncul di usia dewasa, disebabkan infeksi bakteri di masa kecil yang dapat menyebabkan gangguan sendi dan katup jantung.

Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah pengerasan arteri. Arteri seringkali mengeras karena adanya endapan wabah, racun dan lemak. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan stroke jantung.

Aritmia jantung
Aritmia merupakan gangguan detak jantung yang tak normal. Dalam keadaan normal jantung berdetak dalam ritme yang ajek sekitar 60 sampai 100 kali setiap menit. Namun, ada juga kalanya jantung berdetak tak sesuai ritme. Jenis penyakit jantung ini yang sering kali disebut juga disritmia terjadi karena perubahan ritme sehingga menimbulkan detak jantung tak teratur atau perubahan detak. Jantung jadi berdetak sangat lambat atau sangat cepat.

Kardiomiopati
Jenis penyakit jantung ini adalah kelainan pada otot jantung. Orang dengan penyakit ini sering kali disebut mengalami perbesaran jantung. Jantungnya mengalami perbesaran, kekakuan, penebalan tak normal. Sehingganya, kemampuan jantung untuk memompa darah jadi melemah. Tanpa pengobatan yang benar, kardiomiopati bisa memburuk dan sering kali menyebabkan gagal jantung dan ritme jantung tak normal.

Perikarditis
Ini adalah peradangan di lapisan yang membungkus jantung. jenis penyakit jantung ini termasuk langka dan sering kali disebabkan oleh infeksi.

Penyakit aorta
Jenis penyakit jantung ini menyebabkan aorta melebar atau robek sehingga meningkatkan risiko kejadian berbahaya, seperti penebalan pembuluh arteri, tekanan darah tinggi, penyakit genetik Sindrom Marfan yaitu orang yang memiliki jaringan konektif, termasuk di antaranya jaringan jantung dan pembuluh darah yang kekuatannya berkurang karena pembuatan zat kimia yang tak normal. Mereka dengan penyakit ini harus ditangani oleh tim ahli jantung dan bedah jantung berpengalaman.

Itulah beberapa jenis penyakit jantung yang harus Anda waspadai. Penyakit jantung punya banyak jenis dan alasan yang memicunya. Semoga ulasan ini memberi Anda gambaran tentang bahaya penyakit jantung dan berupaya untuk hidup sehat!
Read More

Senin, 29 September 2014

Penyebab dan Gejala Sindrom Alagille

penyebab-gejala-sindrome-alagille
Sindrom Alagille (SA) adalah kelainan genetik atau turunan yang pertama kali ditemukan oleh Daniel Alagille pada tahun 1969, di Perancis. Penyakit ini amat langka, dialami oleh 1 dari 70.000 -100.000 bayi yang lahir hidup dan kemungkinan yang sama terjadi pada anak laki-laki dan perempuan, kelainan ini dapat terjadi semua jenis kelamin, geografis, ras, atau etnis.

Apa penyebab sindrom Alagille?

Sindrom Alagille disebabkan oleh mutasi gen atau gen yang cacat cacat. Gen memberikan instruksi untuk membuat protein dalam tubuh.  Sekitar 30 sampai 50 persen orang dengan sindrom Alagille memiliki mutasi gen yang diturunkan, yang berarti telah diwariskan oleh orang tua. Sebagian besar kasus sindrom Alagille disebabkan oleh mutasi pada gen JAGGED1 (JAG1). Kurang dari 1 persen kasus, mutasi terjadi pada gen NOTCH2

Mutasi gen JAG1 dan NOTCH2 diwariskan secara autosomal dominan, yang berarti seorang anak bisa mendapatkan sindrom Alagille dengan mewarisi salah satu dari mutasi gen dari salah satu orangtua. Setiap anak dari orang tua dengan autosomal dominan mutasi memiliki kesempatan 50 persen mewarisi gen yang bermutasi

Apa saja gejala sindrom Alagille?

Gejala dan tanda-tanda sindrom Alagille bervariasi bahkan tingkat keparahannnya juga berbeda meski dalam keluarga yang sama bila ada anggota keluarga yang terkena sindrom Alagille

A. Ganguan Hati

Pada beberapa orang, tanda pertama biasanya masalah yang berhubungan dengan fungsi hati. Tanda-tanda dan gejala dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa dengan sindrom Alagille, dan pada bayi pada 3 bulan pertama setelah lahir.

Penyakit kuning
Bilirubin adalah pigmen yang memberikan warna kemerahan pada empedu. Penyakit kuning terjadi ketika konten bilirubin dalam darah meningkat, menyebabkan menguningnya kulit dan mata. Tingginya kadar bilirubin dalam darah dapat membuat warna urin menjadi gelap, sedangkan tinja/feses menjadi pucat, abu-abu, atau putih karena kurangnya bilirubin dalam usus.
Banyak bayi yang baru lahir sehat memiliki ikterus ringan karena ketidaksempurnaan hati. Jenis penyakit kuning biasanya menghilang pada minggu kedua atau ketiga kehidupan, sedangkan ikterus sindrom Alagille tetap. Bayi dengan penyakit kuning yang bertahan harus diperiksa oleh dokter.

Pruritus
Penumpukan bilirubin dalam darah dapat menyebabkan gatal-gatal, yang disebut pruritus. Pruritus biasanya dimulai setelah usia 3 bulan dan dapat semakin parah.

Malabsorpsi dan masalah pertumbuhan
Orang dengan sindrom Alagille bisa menderita diare karena malabsorpsi, suatu kondisi di mana usus tidak sempurna menyerap lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Malabsorpsi dapat menyebabkan pertumbuhan yang tidak sempurna pada bayi dan menunda pubertas pada anak yang lebih dewasa. Orang dengan sindrom Alagille dan malabsorpsi bisa berisiko patah tulang, masalah mata, masalah pembekuan darah, dan mempunyai kendala penyesuaian dalam belajar.

Xanthomas
Xanthomas adalah penumpukan lemak yang muncul seperti benjolan kuning pada kulit. Hal ini disebabkan oleh kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah, yang umum pada orang dengan penyakit hati. Xanthomas ditemukan di perut, lutut, siku, tangan, pantat, dan di sekitar mata dan tidak berbahaya.

B. Tanda dan Gejala Sindrom Alagille Lainnya

Sindrom Alagille yang dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh, berikut ini gejala sindrom Alagille lain yang berhubungan dengan organ lain dalam tubuh :

Jantung
Adanya murmur (suara jantung abnormal) adalah tanda yang paling umum dari sindrom Alagille selain gangguan fungsi hati. Kebanyakan orang dengan sindrom Alagille memiliki penyempitan arteri pulmonalis, yang membawa darah dari jantung ke paru-paru. Penyempitan ini menyebabkan murmur yang dapat didengar dengan stetoskop, tetapi biasanya tidak menyebabkan masalah.
Dinding jantung dan masalah katup. Sejumlah kecil orang dengan sindrom Alagille memiliki masalah serius dengan dinding atau katup jantung. Kondisi ini mungkin memerlukan pengobatan dengan obat atau operasi korektif (Baca : 5 penyakit jantung bawaan pada anak).

Wajah
Banyak anak-anak dengan sindrom Alagille memiliki mata cekung; hidung lurus; dagu kecil runcing dan menonjol, dahi lebar. Tanda-tanda ini biasanya hanya saat usia bayi. Dengan bertambahnya usia, saat dewasa dagu menjadi lebih menonjol.

Mata
Embryotoxon posterior adalah suatu kondisi di mana terdapat lingkaran buram pada kornea mata. Kelainan ini sering terjadi pada orang dengan sindrom Alagille dan biasanya tidak mempengaruhi penglihatan.

Skeleton
Bentuk tulang tulang belakang mungkin terlihat normal pada sinar, tapi kelainan ini jarang menyebabkan masalah tulang belakang.

Ginjal
Berbagai macam penyakit ginjal dapat terjadi pada sindrom Alagille. Beberapa orang memiliki ginjal kecil atau kista pada ginjal. Fungsi ginjal menjadi tidak normal.

Pembuluh darah
Orang dengan sindrom Alagille mungkin memiliki kelainan pada karotid arteri-pembuluh darah di kepala dan leher. Komplikasi serius ini dapat menyebabkan pendarahan internal atau stroke. Jika seseorang dengan sindrom Alagille menderita cedera kepala, evaluasi cepat dan magnetic resonance imaging (MRI) atau computerized tomography (CT) scan otak yang diperlukan untuk memeriksa masalah. Sindrom Alagille juga dapat menyebabkan penyempitan atau menonjol pembuluh darah lainnya di dalam tubuh.






Read More

Jumat, 26 September 2014

Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda

faktor-risiko-stroke
Stroke merupakan penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus bertambah di Indonesia. Stroke termasuk dari 10 penyakit penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Bukan hanya kaum tua saja yang terkena stroke, kini kaum muda pun banyak terkena risiko stroke.

Pola makan tidak sehat, pola hidup yang penuh stres (tekanan), serta kurang olahraga akibat kesibukan menjadikan stroke bergeser ke usia produktif. Selain itu gaya hidup kaum muda yang disinyalir memicu stroke adalah penggunaan obat perangsang, narkoba serta kebiasaan merokok.

Untuk menambah pengetahuan mengenai penyakit stroke, berikut ini faktor risiko penyakit stroke yang bisa menyerang Anda :

A. Faktor-faktor risiko stroke yang tidak bisa Anda dikendalikan
Ini merupakan faktor alamiah, sehingga Anda tidak bisa mengendalikannya, yang termasuk dalam kelompok ini adalah usia, jenis kelamin, garis keturunan, dan ras atau etnik tertentu

1. Faktor usia
Dari berbagai studi yang dilakukan mengenai penyakit stroke, usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stroke. Semakin bertambah tua usia Anda, semakin tinggi risikonya. Setelah berusia 55 tahun, risikonya berlipat ganda setiap kurun waktu sepuluh tahun. Dua pertiga dari semua serangan stroke terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun. Ini adalah kondisi alamiah yang harus diterima. Namun bukan berarti bahwa stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia karena stroke dapat menyerang semua kelompok umur

2. Faktor jenis kelamin.
Dibanding wanita, pria lebih rentan terkena stroke. Hal ini mungkin lebih berhubungan dengan faktor-faktor pemicu lainnya yang lebih banyak dilakukan oleh pria dibandingkan dengan perempuan, misalnya merokok, minum alkohol, dan sebagainya (Baca : 5 Kebiasaan yang Disepelekan Pria).

3. Keturunan atau genetik
Jika keluarga Anda ada yang memiliki riwayat terkena stroke maka waspadalah, karena stroke lebih rentan dengan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.Faktor genetik yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan cacat pada bentuk pembuluh darah.

B. Faktor-faktor risiko stroke yang bisa dikendalikan
Ini merupakan faktor-faktor risiko yang bisa dikendalikan, tergantung dengan diri Anda sendiri. Stroke dapat dicegah dengan gaya hidup sehat yang Anda lakukan

1. Hipertensi
Hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena serangan stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab penyakit stroke yang utama. Pada orang yang terkena darah tinggi, aliran darahnya menjadi tidak normal dan lambat akibat penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah. Suplai oksigen dan glukosa ke otak pun (yang di bawa oleh aliran darah) juga akan mengalami penurunan.

2. Penyakit jantung
Penyakit jantung juga merupakan faktor penting yang menyebabkan serangan stroke. Gangguan atau kelainan jantung menyebabkan pemompaan darah ke seluruh bagian tubuh lainnya, termasuk ke otak, menjadi tidak normal. Agar Anda terhindar dari penyakit jantung lakukan gaya hidup sehat, olahraga dan tidur yang cukup (Baca : 12 Tips Mudah untuk Mencegah Penyakit Jantung)

3. Diabetes melitus
Faktor risiko stroke yang bisa menyerang Anda adalah diabetes melitus. Penderita diabetes memiliki risiko tiga kali lipat terkena stroke dan mencapai tingkat tertinggi pada usia 50-60 tahun. Setelah itu, risiko tersebut akan menurun. Namun, ada faktor penyebab lain yang dapat memperbesar risiko stroke karena sekitar 40 persen penderita diabetes pada umumnya juga mengidap hipertensi.

4. Kadar kolesterol yang tinggi
Kandungan kolesterol dalam darah yang terlalu tinggi di atas ambang normal (hiperkolesterolemia) juga akan menjadi faktor risiko stroke. Penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya lemak jenuh dan kolesterol seperti daging, telur, dan produk susu dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan berpengaruh pada risiko aterosklerosis dan penebalan pembuluh. Kadar kolesterol di bawah 200 mg/dl dianggap aman, sedangkan di atas 240 mg/dl sudah berbahaya dan menempatkan seseorang pada risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

5. Merokok
Jika Anda perokok berat, segeralah berhenti karena kebiasaan merokok merupakan faktor risiko yang potensial terhadap serangan stroke iskemik dan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah pada daerah posterior otak. Merokok akan meningkatkan kadar fibrinogen di dalam darah. Fibrinogen yang tinggi dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah yang akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lentur, serta bisa menimbulkan plak. Selain itu nikotin dalam rokok menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, menurunkan kolesterol HDL, meningkatkan kolesterol LDL, dan mempercepat arteriosklerosis. Resiko terkena stroke akan berkurang jika telah berhenti merokok selama lima tahun dibandingkan dengan terus merokok.

6. Obesitas atau kelebih berat badan
Obesitas merupakan penyebab meningkatnya angka penderita berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, dan terjadinya penyempitan pembuluh darah otak yang menyebabkan stroke atau penyempitan pembuluh darah jantung yang menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner (Baca : Dislipidemia, Pemicu Stroke di Usia Muda).

7. Alkohol berlebihan
Meningkatnya konsumsi minuma beralkohol selalu disertai dengan meningkatnya tekanan darah yang mengarah pada peningkatan risiko stroke iskemik dan hemoragik. Penelitian lain menyimpulkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mempengaruhi jumlah platelet sehingga mempengaruhi kekentalan dan penggumpalan darah, yang menjurus ke pendarahan di otak serta memperbesar risiko stroke iskemik.

8. Obat-obatan terlarang
Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan senyawa olahannya dapat menyebabkan stroke, di samping memicu faktor risiko stroke yang lain seperti hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah. Kokain juga meyebabkan gangguan denyut jantung (arrythmias) atau denyut jantung jadi lebih cepat dan menyebabkan pembentukan gumpalan darah.

9. Cedera kepala dan leher
Cedera pada kepala atau cedera otak traumatik dapat menyebabkan pendarahan di dalam otak dan menyebabkan kerusakan yang sama seperti pada stroke hemoragik. Cedera pada leher, bila terkait dengan robeknya tulang punggung atau pembuluh karotid akibat peregangan atau pemutaran leher secara berlebihan atau adanya tekanan pada pembuluh merupakan faktor risiko stroke yang cukup berperan, terutama pada orang dewasa usia muda.

Stroke dapat dicegah secara dini dengan mengenali faktor risiko stroke yang bisa menyerang Anda. Lakukan gaya hidup sehat, berolahraga dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Semoga Anda tetap sehat.
Read More

Minggu, 21 September 2014

Penyebab dan Gejala Penyakit Kanker Limfoma

penyebab-dan-gejala-penyakit-kanker-Limfoma
Kanker Limfoma atau yang dikenal dengan kanker kelenjar getah bening adalah salah satu jenis kanker darah yang terjadi ketika limfosit B atau T, menjadi abnormal dengan membelah lebih cepat dari sel biasa atau hidup lebih lama dari biasanya.

Limfoma biasanya muncul di berbagai organ tubuh, seperti limpa, sumsum tulang, darah, atau organ lainnya, yang pada akhirnya akan membentuk tumor, yang tumbuh dan mengambil ruang jaringan dan organ di sekitarnya.

Sampai saat ini dikenal 2 tipe kanker Limfoma yaitu,

1. Limfoma Hodgkin
Limfoma Hodgkin atau penyakit Hodgkin berasal dari limfosit B (sel B) merupakan tipe limfoma yang pertama kali dideskripsikan oleh Thomas Hodgkin pada tahun 1832. Secara klinis, Limfoma Hodgkin dikarakterisasikan dengan penyebaran penyakit melalui satu grup nodus limfa dan menyebar menuju lainnya. Secara pathologi, penyakit ini dikarakterisasikan oleh kehadiran sel Reed-Sternberg, Penyakit Hodgkin paling sering dijumpai pada usia dewasa muda, khususnya pria berusia 18-35.

2. Limfoma Non-Hodgkin (LNH)
Penyakit ini merupakan suatu keganasan pada sel limfosit T maupun sel limfosit B yang sudah masuk di dalam kelenjar getah bening atau sistem getah bening secara keseluruhan. Dapat pula keganasan tersebut dialami oleh sel Natural Killer (NK). Sehingga berakibat terjadinya proliferasi berlebihan dari sel limfosit tersebut sehingga membuat kelenjar limfe membesar. Limfoma Non-Hodgkin paling banyak ditemukan pada manusia dengan usia 60 tahun ke atas namun tidak menutup kemungkinan menyerang juga pada orang-orang usia lebih muda.

Penyebab penyakit kanker Limfoma Non-Hodgkin

Sangat sulit untuk menentukan penyebab pasti untuk diagnisa pasien Limfoma Non-Hodgkin. Namun beberapa faktor resiko yang diketahui terkait dengan perkembangan Limfoma.yaitu :

  1. Sistem kekebalan tubuh (antibodi) yang lemah (misalnya gangguan autoimmune)
  2. Menderita infeksi tertentu misalnya virus Human immunodeficiency (HIV), Epstein Barr Virus (EBV), Helicobacter pylori, Hepatitis C memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi terkena penyakit limfoma non-Hodgkin
  3. Selain itu paparan pestisida, pewarna kimia, penurunan daya tahan tubuh (imunokompromi), usia lanjut, dan faktor genetik dapat juga sebagai penyebab. 


Gejala penyakit kanker Limfoma Non-Hodgkin

Beberapa gejala Limfoma Non-Hodgkin yang paling umum terjadi adalah:

  • Kelenjar getah bening yang bengkak di leher, ketiak atau selangkangan tapi tidak timbul rasa sakit
  • Kehilangan berat badan tanpa ada penyebabnya
  • Demam
  • Keringat bercucuran saat malam
  • Batuk-batuk, sukar bernafas, atau nyeri di dada
  • Lemah dan letih yang tidak kunjung sembuh
  • Nyeri, bengkak atau merasa tidak enak di perut

Gejala-gejala diatas ini bukan hanya akibat kanker, masalah kesehatan lainnya juga bisa menyebabkan gejala seperti ini. Oleh karena itu untuk memastikannya harus ke dokter untuk diagnosa yang tepat dan agar dapat pengobatan sedini mungkin. Semoga uraian penyebab dan gejala penyakit kanker Limfoma menambah wawasan Anda.(www.canhope.com)

Read More

Senin, 08 September 2014

Fakta Seputar Penyakit Lupus

penyakit-lupus
Penyakit Lupus merupakan sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus atau dalam istilah  ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Dengan istilah sederhana, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit Lupus Erythematosus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Istilah Lupus berasal dari bahasa Latin yang artinya serigala hal ini disebabkan penderita penyakit lupus biasanya memiliki ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi Serigala.

Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi yang menyerang jaringan atau organ lain yang sehat. Berikut ini beberapa fakta seputar penyakit lupus yang sebaiknya anda tahu.

Gejala Penyakit Lupus

Gejala yang menyerang dapat datang secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan, dapat ringan atau parah, dan dapat bersifat sementara atau permanen. Banyak dari mereka dengan lupus memiliki karakteristik episodik dengan tanda dan gejala yang memburuk untuk sementara waktu kemudian membaik atau bahkan hilang untuk satu waktu. Secara umum, tanda dan gejala lupus antara lain:

  • Lelah
  • Demam
  • Berat badan menjadi turun atau naik
  • Ruam yang berbentuk seperti kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan hidung
  • Luka pada kulit yang timbul atau parah ketika terkena sinar matahari
  • Radang pada mulut
  • Rambut rontok
  • Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stres (Raynaud’s phenomenon)
  • Napas pendek
  • Nyeri pada dada
  • Mata kering
  • Mudah memar
  • Gelisah
  • Depresi
  • Hilang ingatan

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun yaitu respon kekebalan salah sasaran yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kacau dan menyerang tubuh sendiri yang muncul ketika tubuh terkena zat asing tertentu, seperti bakteri dan virus, kemudian sistem imun tersebut juga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan berbagai bagian tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan otak.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

1. Systemic lupus erythematosus
Lupus ini pada awalnya dapat berefek pada bagian tubuh manapun. Sistem di dalam tubuh yang secara umum terkena adalah sendi, kulit, paru-paru, ginjal dan darah. Ketika pada umumnya orang berbicara mengenai lupus, lupus tersebut biasanya adalah systemic lupus erythematosus.

2. Discoid lupus erythematosus
Lupus ini berefek hanya pada kulit. Mereka dengan lupus discoid mengalami ruam pada wajah, leher dan kulit kepala. Sejumlah kecil mereka dengan discoid lupus juga dapat mengalami systemic lupus erythematosus, meskipun tidak mungkin untuk memprediksi siapa saja yang akan mengalami bentuk lupus yang lebih serius.

3. Drug-induced lupus erythematosus
Lupus ini terjadi setelah anda menggunakan obat tertentu. Tidak semua orang yang menggunakan obat tersebut mengalami lupus. Lupus jenis ini berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh. Tanda dan gejala biasanya hilang ketika anda berhenti menggunakan obat yang menyebabkan lupus jenis ini terjadi.

4. Neonatal lupus
Merupakan bentuk langka dari lupus yang berefek pada bayi yang baru lahir. Ibu dengan antibodi tertentu yang memiliki hubungan terhadap penyakit autoimun dapat menurunkannya pada bayi yang dikandungnya bahkan jika sang ibu tidak memiliki tanda maupun gejala penyakit autoimun tersebut. Neonatal lupus dapat hilang sebelum menunjukkan perkembangannya. Dalam kasus yang lebih serius dapat menyebabkan masalah pada sistem elektrik jantung (congenital heart block).

Faktor risiko penyakit lupus

Meskipun para doker tidak mengetahui apa yang menyebabkan lupus pada banyak kasus, mereka telah mengidentifikasi faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:

  1. Jenis kelamin, Penyakit Lupus lebih umum pada wanita.
  2. Usia, Meskipun lupus dapat berefek pada segala usia, termasuk bayi, anak dan orang dewasa, tetapi lupus paling umum terdiagnosis pada mereka yang berusia antara 15 sampai 40 tahun.
  3. Ras atau suku, Lupus umumnya terdapat pada ras Afrika, Hispanics dan Asia.
  4. Sinar matahari, terkena sinar matahari dapat membawa pada lupus kulit atau memicu respon internal pada mereka yang rentan.
  5. Obat tertentu, Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan drug-induced lupus. Banyak obat yang secara potensial dapat memicu lupus, sebagai contoh antara lain adalah antipsychotic chlorpromazine; obat tekanan darah tinggi, seperti hydralazine; obat tuberculosis isonoazid dan obat jantung procainamide. Biasanya membutuhkan jangka waktu penggunaan dalam beberapa bulan sebelum gejala timbul.
  6. Terinfeksi virus Epstein-Barr, merupakan virus yang biasanya tertidur di dalam sel dari sistem imun anda meskipun tidak jelas alasan mengapa dan apa yang membuat virus tersebut aktif kembali.
  7. Terkena zat kimia, beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja dan rentan terekspos merkuri dan silica memiliki peningkatan risiko penyakit lupus. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami lupus.

Semoga fakta seputar penyakit lupus semakin menambah wawasan anda mengenai bermacam penyakit. (gejalapenyakitmu.blogspot.com)
Read More
© 2014 HEALTHY LIFE. Designed by Bloggertheme9 | Distributed By Gooyaabi Templates
Powered by Blogger.