Labels
- Alergi
- Artikel
- Dapur Sehat
- Diabetes Melitus
- Diet
- gaya hidup sehat
- Gazebo Cito
- Gejala Penyakit
- Ibu Hamil
- Info BPJS
- Info Sehat
- Inspirasi
- Kanker Darah
- Karir
- Keluarga
- kesehatan
- Kesehatan Anak
- Kesehatan Jiwa
- Kesehatan Pria
- Kesehatan Reproduksi
- Kesehatan Wanita
- konsultasi kesehatan
- life style
- News
- Nutrisi
- obat
- Obat dan Vitamin
- obat tradisional
- obattradisional
- olah raga
- Penyakit
- Penyakit Akibat Kerja
- Penyakit Infeksi dan Parasit
- Penyakit Kronis
- Penyakit Saraf
- Pria
- Promo Kesehatan
- Ragam
- Relationship
- resep masakan
- Rileks
- Sehat dan Bugar
- Teknologi
- Tes Darah
- Tips Sehat
- tips&trik
- Traveling
- Wanita
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kronis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kronis. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 Maret 2016

Sakit Tidak Datang Secara Tiba-tiba
Suatu penyakit tidak akan datang secara tiba-tiba, tidak mungkin Anda mengalami stroke, serangan jantung, gula darah tinggi, hipertensi, atau keganasan penyakit tanpa ada penyebabnya. Penyakit terutama penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia memiliki proses yang panjang sebelum menyerang kita.
Setiap penyakit pasti memiliki faktor penyebab awal, ada tanda, gejala, ada riwayat yang sudah berjalan sebelumnya, sampai suatu saat tiba-tiba seseorang mengalami serangan jantung, divonis menderita diabetes, hipertensi, atau menderita kanker yang ganas.
Contohnya, jika Anda setelah melakukan tes laboratorium didiagnosis menderita diabetes itu bukan berarti kadar gula darah Anda naik serta merta saat itu. Namun sebenarnya proses kenaikan itu sudah berjalan lama, bahkan banyak diagnosis diabetes ditegakkan pada mereka yang sebenarnya sudah bertahun-tahun mengidapnya.
Tanda bahwa seseorang mempunyai faktor resiko akan berkembangnya penyakit kronis sudah ada jauh sebelum diagnosis diabetes ditegakkan. Sayangnya faktor risiko ini juga sering tidak disadari, atau diabaikan. Bahkan, badan gemuk, perut besar masih dianggap sehat, apalagi gemuk pada seorang anak.
Dalam menegakkan diagnosis suatu penyakit, dibutuhkan pengenalan riwayat penyakit dahulu dan riwayat penyakit keluarga. Riwayat penyakit ini diperlukan untuk melihat kemungkinan kaitan penyakit yang diderita sekarang dengan riwayat penyakit sebelumnya. Informasi mengenai lingkungan, kebiasaan, pola makan, aktivitas fisik sebelumnya juga sangat penting untuk mencari penyebab seseorang menderita suatu penyakit.
Beberapa penelitian menunjukkan kenyataan bahwa aterosklerosis, penyumbatan pembuluh darah, yang kemudian berkembang menjadi serangan jantung atau stroke terjadi pada semua orang dewasa. Proses aterosklerosis ini sebenarnya sudah mulai terjadi pada usia 20 tahun, bahkan dapat lebih dini lagi, tergantung banyak faktor seperti faktor genetik, gaya hidup, pola makan, kebiasaan buruk seperti merokok, indeks massa tubuh, dan beberapa penyakit kronis lain juga menentukan.
Sakit itu tidak datang secara tiba-tiba. Hanya saja kita sering mengabaikan dan tidak menyadarinya. Lakukan gaya hidup sehat dan selalu cek kesehatan secara rutin.
Minggu, 08 November 2015

Wajib Cek Gula Darah Rutin Bila Anda Mengalami 3 Ciri-ciri Ini!
Pada 2030 sesuai perkiraan dari International diabetes Federation akan ada 11,8 juta penduduk Indonesia yang menderita diabetes. Angka itu naik hampir dua kali lipat dari angka 7,6 juta jiwa yang tercatat pada 2013 lalu. Diabetes melitus atau kencing manis merupakan kelainan sistem insulin karena berlebihnya kadar gula di dalam darah. Orang seringkali mengabaikan faktor risiko ini dalam dirinya (Baca : Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!).
Berikut tiga ciri yang sering dianggap tak penting tapi sangat memicu diabetes dan Anda perlu segera cek gula darah :
1. Sering buang air kecil
Salah satu ciri gejala diabetes yang perlu diperhatikan adalah aktivitas poliuri atau sering buang air kecil dengan volume yang banyak, apalagi di malam hari. Hal tersebut disebabkan oleh kadar gula yang melebihi nilai ambang ginjal atau lebih dari 180 mg/dl, kemudian gula akan keluar bersama urine.
Untuk menjaga agar urine yang mengandung gula keluar, tubuh akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urine sehingga volume urine keluar banyak. Aktivitas tersebut terbilang akan sangat sering terjadi, bahkan bisa mengganggu tidur di malam hari.
2. Cepat lapar
Poliphagia adalah kondisi seseorang mengalami rasa lapar berlebihan. Penyebabnya adalah kurangnya insulin untuk memasukkan gula ke sel membuat otot dan organ melemah sehingga tubuh kehabisan energi.
Saat bersamaan, otak akan mengira kekurangan energi tersebut karena kurang makan sehingga tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan mengirimkan sinyal lapar. Sementara itu, kadar gula darah yang tinggi sesudah makan dapat memicu timbulnya komplikasi makrovaskuler (gangguan jantung dan pembuluh darah). Banyak penyandang diabetes meninggal karena komplikasi jantung dan pembuluh darah.
3. Sering merasa haus
Satu dari ciri utama diabetes adalah polidipsi atau sering kali merasa haus. Perasaan dehidrasi ini membuat orang ingin minum air sebanyak-banyaknya yang kemudian berdampak pada banyaknya air seni yang keluar.
Selain itu, sering merasa haus membuat orang ingin selalu minum yang dingin, manis, segar, dan banyak. Padahal, minuman manis akan sangat merugikan karena membuat kadar gula semakin tinggi.
Di perkotaan, tak banyak orang sadar untuk menjaga gaya hidup agar terhindar dari diabetes. Pada dasarnya, bila diabetes bisa didiagnosis sejak dini, kesempatan mengendalikan gula darah akan lebih baik sehingga komplikasi dapat dihindari. Untuk mencegahnya, Anda perlu mendeteksi kadar gula darah secara berkala. Hal itu sangat penting agar penanganan diabetes dapat dilakukan secara cepat dan tepat.(kompas.com)
Rabu, 04 Februari 2015

Yuk Cegah Kanker dengan CERDIK!
Kanker merupakan penyakit kronis yang dapat muncul karena gaya hidup yang tidak sehat. Walau penyakit ini belum bisa disembuhkan, tapi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 43 persen kanker dapat dicegah.
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2015 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah risiko kanker dan penyakit lainya. Ada satu kata yang perlu diingat untuk mencegah kanker dan sejumlah penyakit lainnya, yaitu CERDIK.
Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara
11 Cara Agar Terhindar dari Stres dan Menjaga Jantung Anda Tetap Sehat
Nila menjelaskan, CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Jika CERDIK dilakukan dengan baik, maka dapat mengurangi risiko terkena kanker.
Menurut Nila, beberapa faktor risiko yang menyebabkan kanker diantaranya kebiasaan merokok, menjadi perokok pasif, kebiasaan minum alkohol, obesitas, pola makan tidak sehat, perempuan yang tidak menyusui, dan perempuan yang melahirkan di atas usia 35 tahun.
Diperkirakan setiap tahunnya, 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2013, prevalensi kanker di Indonesia yaitu 14 per 1000 penduduk. Laporan Global Burden Cancer tahun 2012 pun memperkirakan bahwa kasus kanker di Indonesia sebesar 134 per 100.000 penduduk.(kompas.com/ilustrasi:imgarcade.com)
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2015 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah risiko kanker dan penyakit lainya. Ada satu kata yang perlu diingat untuk mencegah kanker dan sejumlah penyakit lainnya, yaitu CERDIK.
Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara
11 Cara Agar Terhindar dari Stres dan Menjaga Jantung Anda Tetap Sehat
Nila menjelaskan, CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Jika CERDIK dilakukan dengan baik, maka dapat mengurangi risiko terkena kanker.
Menurut Nila, beberapa faktor risiko yang menyebabkan kanker diantaranya kebiasaan merokok, menjadi perokok pasif, kebiasaan minum alkohol, obesitas, pola makan tidak sehat, perempuan yang tidak menyusui, dan perempuan yang melahirkan di atas usia 35 tahun.
Diperkirakan setiap tahunnya, 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2013, prevalensi kanker di Indonesia yaitu 14 per 1000 penduduk. Laporan Global Burden Cancer tahun 2012 pun memperkirakan bahwa kasus kanker di Indonesia sebesar 134 per 100.000 penduduk.(kompas.com/ilustrasi:imgarcade.com)
Kamis, 15 Januari 2015

12 Hal yang Bisa Menyebabkan Anda Terkena Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang umum. Hampir semua orang pernah tahu atau bahkan mengalaminya. Hipertensi merupakan suatu kondisi yang diakibatkan adanya peningkatan tekanan pembuluh darah arteri yakni tekanan diastolik diatas 95 mmHg, sedangkan tekanan darah yang normal umumnya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebih 90 mmHg.
Beberapa penyebab dari banyaknya kasus hipertensi ini tidak diketahui secara pasti dan cenderung hipertensi tersebut datang secara tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya. Hipertensi juga merupakan pemicu stroke, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.
Terkait : Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda
Berikut ini ada beberapa hal yang menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi, antara lain :
1. Genetik atau keturunan
Faktor keturunan memang berperan penting dari timbulnya suatu penyakit yang dibawa oleh gen keluarga. Bila salah satu anggota keluarga atau orang tua memiliki tekanan darah tinggi, maka anak pun memiliki risiko yang sama dan bahkan risiko tersebut lebih besar dibanding yang diturunkan oleh gen orang tua.
2. Usia
Usia juga mempengaruhi tekanan darah seseorang, semakin bertambahnya usia maka tekanan darah pun akan semakin meningkat. Semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat. Namun usia yang semakin tua pun tekanan darah dapat dikendalikan dengan tetap menjaga pola asupan makan, rajin berolahraga dan melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah.
Terkait : 10 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Para Lansia
3. Garam
Garam mempunyai andil yang sangat besar dalam meningkatan tekanan darah secara cepat. Ditambah pada mereka yang sebelumnya memiliki riwayat terhadap penyakit diabetes, hipertensi ringan dan mereka yang berusia diatas 45 tahun.
Terkait : Gejala Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai
4. Kolesterol
Kolesterol yang identik dengan lemak berlebih juga bisa menyebabkan Anda terkena hipertensi. Pembuluh darah yang dipenuhi dengan kolesterol ini akan mengalami penyempitan dan mengakibatkan tekanan darah pun meningkat.
Terkait : Gejala Fisik Kolesterol Tinggi
5. Obesitas atau kegemukan
Jangan anggap remeh obesitas karena hal ini juga berpengaruh terhadap tekanan darah Anda. Seseorang yang memiliki berat tubuh berlebih atau kegemukan merupakan peluang besar terserang penyakit hipertensi.
Terkait : Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!
6. Stres
Stres dapat meningkatkan tekanan darah sewaktu. Hormon andrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita. Tidak hanya itu stres juga mampu mempengaruhi mood atau perasaan seseorang terhadap suatu emosi jiwa.
Terkait : 10 Kebiasaan Buruk yang Membunuh Kecerdasan Otak
7. Rokok
Rokok mengandung nikotin dan zat senyawa kimia yang cukup berbahaya yang bisa memberikan peluang besar seseorang menderita hipertensi terutama pada mereka yang termasuk dalam perokok aktif. Tak hanya mengkibatkan hipertensi, zat rokok yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh akan meningkatkan risiko pada penyakit diabetes melitus, serangan jantung dan stroke.
Terkait : 15 Tips Sukses Berhenti Merokok
8. Kafein
Kafein banyak terdapat pada kopi, teh dan minuman bersoda. Kopi dan teh jika dikonsumsi melebihi batasan normal dalam penyajian akan mengakibatkan hipertensi. Sebenarnya kopi memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, begitu pula dengan teh yang mengandung antioksidan yang sangat baik dan diperlukan oleh tubuh. Untuk itu batasi asupan minum kopi dan teh Anda agar mendapatkan manfaatnya.
9. Minuman beralkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.
Terkait : 9 Organ Tubuh yang Rusak akibat Minuman Beralkohol
10. Kurang olahraga atau aktivitas fisik
Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga membuat organ tubuh dan pasokan darah maupun oksigen menjadi tersendat sehingga meningkatkan tekanan darah. Selain itu biasanya orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan risiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya risiko darah tinggi.
Terkait : 6 Kebiasaan Mudah yang Bisa Mencegah Kanker
11. Gender
Jenis kelamin juga berpengaruh terhadap hipertensi. Hingga usia 45, pria lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat risiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih berisiko.
12. Pola makan
Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi.
Sebagian besar hal yang menyebabkan Anda terkena hipertensi merupakan faktor dari diri sendiri yang bisa diubah. Oleh karena saatnya untuk mulai melakukan gaya hidup yang sehat dan lakukan cek kesehatan secara rutin.
Beberapa penyebab dari banyaknya kasus hipertensi ini tidak diketahui secara pasti dan cenderung hipertensi tersebut datang secara tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya. Hipertensi juga merupakan pemicu stroke, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.
Terkait : Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda
Berikut ini ada beberapa hal yang menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi, antara lain :
1. Genetik atau keturunan
Faktor keturunan memang berperan penting dari timbulnya suatu penyakit yang dibawa oleh gen keluarga. Bila salah satu anggota keluarga atau orang tua memiliki tekanan darah tinggi, maka anak pun memiliki risiko yang sama dan bahkan risiko tersebut lebih besar dibanding yang diturunkan oleh gen orang tua.
2. Usia
Usia juga mempengaruhi tekanan darah seseorang, semakin bertambahnya usia maka tekanan darah pun akan semakin meningkat. Semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat. Namun usia yang semakin tua pun tekanan darah dapat dikendalikan dengan tetap menjaga pola asupan makan, rajin berolahraga dan melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah.
Terkait : 10 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Para Lansia
3. Garam
Garam mempunyai andil yang sangat besar dalam meningkatan tekanan darah secara cepat. Ditambah pada mereka yang sebelumnya memiliki riwayat terhadap penyakit diabetes, hipertensi ringan dan mereka yang berusia diatas 45 tahun.
Terkait : Gejala Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai
4. Kolesterol
Kolesterol yang identik dengan lemak berlebih juga bisa menyebabkan Anda terkena hipertensi. Pembuluh darah yang dipenuhi dengan kolesterol ini akan mengalami penyempitan dan mengakibatkan tekanan darah pun meningkat.
Terkait : Gejala Fisik Kolesterol Tinggi
5. Obesitas atau kegemukan
Jangan anggap remeh obesitas karena hal ini juga berpengaruh terhadap tekanan darah Anda. Seseorang yang memiliki berat tubuh berlebih atau kegemukan merupakan peluang besar terserang penyakit hipertensi.
Terkait : Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!
6. Stres
Stres dapat meningkatkan tekanan darah sewaktu. Hormon andrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita. Tidak hanya itu stres juga mampu mempengaruhi mood atau perasaan seseorang terhadap suatu emosi jiwa.
Terkait : 10 Kebiasaan Buruk yang Membunuh Kecerdasan Otak
7. Rokok
Rokok mengandung nikotin dan zat senyawa kimia yang cukup berbahaya yang bisa memberikan peluang besar seseorang menderita hipertensi terutama pada mereka yang termasuk dalam perokok aktif. Tak hanya mengkibatkan hipertensi, zat rokok yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh akan meningkatkan risiko pada penyakit diabetes melitus, serangan jantung dan stroke.
Terkait : 15 Tips Sukses Berhenti Merokok
8. Kafein
Kafein banyak terdapat pada kopi, teh dan minuman bersoda. Kopi dan teh jika dikonsumsi melebihi batasan normal dalam penyajian akan mengakibatkan hipertensi. Sebenarnya kopi memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, begitu pula dengan teh yang mengandung antioksidan yang sangat baik dan diperlukan oleh tubuh. Untuk itu batasi asupan minum kopi dan teh Anda agar mendapatkan manfaatnya.
9. Minuman beralkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.
Terkait : 9 Organ Tubuh yang Rusak akibat Minuman Beralkohol
10. Kurang olahraga atau aktivitas fisik
Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga membuat organ tubuh dan pasokan darah maupun oksigen menjadi tersendat sehingga meningkatkan tekanan darah. Selain itu biasanya orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan risiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya risiko darah tinggi.
Terkait : 6 Kebiasaan Mudah yang Bisa Mencegah Kanker
11. Gender
Jenis kelamin juga berpengaruh terhadap hipertensi. Hingga usia 45, pria lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat risiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih berisiko.
12. Pola makan
Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi.
Sebagian besar hal yang menyebabkan Anda terkena hipertensi merupakan faktor dari diri sendiri yang bisa diubah. Oleh karena saatnya untuk mulai melakukan gaya hidup yang sehat dan lakukan cek kesehatan secara rutin.
Kamis, 27 November 2014

4 Langkah Terhindar dari Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer merupakan penyakit yang banyak diderita oleh para kaum lansia. Berupa masalah kesehatan jaringan otak yang mengalami penurunan fungsi, menyebabkan menurunnya daya ingat dan kemampuan mental.
Seiring bertambahnya umur, risiko penyakit Alzheimer semakin meningkat. Orang berusia di antara 65-74 tahun lima persennya mengidap penyakit Alzheimer, dan hampir 50 persen orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer.
Terkait : 10 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Para Lansia
Risiko Alzheimer biasanya mulai meningkat di usia 65, jika Anda yang belum mencapai usia itu, ada baiknya mulai mencoba menjalani 4 langkah agar terhindar dari penyakit Alzheimer berikut ini:
1. Gerakkan tubuh Anda
Beberapa penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang aktif bergerak bukan hanya otot-otot lengan dan kaki yang berkembang, bagian otak yang penting pun membesar.Tidak perlu olahraga yang berat cukup parkir kendaraan Anda sedikit lebih jauh dari tempat tujuan Anda. Atau, naik tangga daripada lift. Mulailah dengan perlahan dan tingkatkan seiring kemampuan Anda.
Terkait : 10 Olahraga untuk Mencegah Kanker
2. Latih pikiran Anda
Setiap bentuk kegiatan mengasah otak juga bisa membantu terhindar dari penyakit Alzheimer. Mengisi teka-teki silang, ikut kursus, belajar bahasa baru, atau berdiskusi politik dengan teman Anda. Sepanjang Anda tak menarik diri dari lingkungan sekitar Anda, maka Anda bisa mengambil manfaatnya. Banyak penelitian menyarankan, memiliki banyak teman juga dapat menurunkan risiko dementia hingga sebesar 60 persen.
3. Beri makan otak
Agar terhindar dari penyakit Alzheimer, perhatikan makanan yang Anda konsumsi, jangan hanya sekadar kenyang. Pola makan ala Mediterania (banyak sayuran dan buah, biji-bijian utuh dan ikan) patut dicoba karena menurunkan risiko diabetes karena diabetes merupakan faktor risiko utama Alzheimer.
Terkait : Membuat Tubuh Langsing dan Sehat dengan Diet Mediterania
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan obesitas dengan risiko yang lebih besar dari demensia. Sebuah studi observasional terbaru yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menunjukkan bahwa risiko demensia tiga kali lipat untuk orang-orang yang mengalami obesitas di usia 30-an.
Makan lebih banyak buah dan sayuran, meningkatkan asupan Omega 3 lemak, dan mengelola berat badan Anda melalui kontrol asupan kalori dapat melindungi terhadap penyakit Alzheimer. Perubahan pola makan tidak hanya bermanfaat untuk menjaga otak Anda tetap sehat tetapi dapat juga membantu meningkatkan kesehatan fisik dan kualitas hidup.
4. Kelola stres
Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang yang mudah stres dua kali lebih rentan mengalami Alzheimer dalam waktu lima tahun mendatang dibandingkan mereka yang lebih tenang. Meditasi, tai chi, pijatan dan berjalan kaki setelah makan malam bersama teman dapat membantu untuk meningkatkan ukuran bagian-bagian otak yang mengontrol daya ingat.
Terkait : Hilangkan stres dengan rileksasi tubuh dan pikiran
Stres pasti dialami setiap orang dalam kehidupan. Anda tidak mungkin bisa menghilangkannya, tetapi Anda bisa mengelolanya. Dan Anda tak perlu terlalu cemas tentang risiko penyakit Alzheimer, karena rasa cemas itu sendiri adalah bentuk stres.
Dan ingat: tidak merokok, cukup istirahat, menjaga perawatan medis yang tepat dan melindungi kepala Anda dari cedera juga dapat menjaga otak Anda tetap sehat dan terhindar dari penyakit Alzheimer. (Reader’s Digest Amerika)
Seiring bertambahnya umur, risiko penyakit Alzheimer semakin meningkat. Orang berusia di antara 65-74 tahun lima persennya mengidap penyakit Alzheimer, dan hampir 50 persen orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer.
Terkait : 10 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Para Lansia
Risiko Alzheimer biasanya mulai meningkat di usia 65, jika Anda yang belum mencapai usia itu, ada baiknya mulai mencoba menjalani 4 langkah agar terhindar dari penyakit Alzheimer berikut ini:
1. Gerakkan tubuh Anda
Beberapa penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang aktif bergerak bukan hanya otot-otot lengan dan kaki yang berkembang, bagian otak yang penting pun membesar.Tidak perlu olahraga yang berat cukup parkir kendaraan Anda sedikit lebih jauh dari tempat tujuan Anda. Atau, naik tangga daripada lift. Mulailah dengan perlahan dan tingkatkan seiring kemampuan Anda.
Terkait : 10 Olahraga untuk Mencegah Kanker
2. Latih pikiran Anda
Setiap bentuk kegiatan mengasah otak juga bisa membantu terhindar dari penyakit Alzheimer. Mengisi teka-teki silang, ikut kursus, belajar bahasa baru, atau berdiskusi politik dengan teman Anda. Sepanjang Anda tak menarik diri dari lingkungan sekitar Anda, maka Anda bisa mengambil manfaatnya. Banyak penelitian menyarankan, memiliki banyak teman juga dapat menurunkan risiko dementia hingga sebesar 60 persen.
3. Beri makan otak
Agar terhindar dari penyakit Alzheimer, perhatikan makanan yang Anda konsumsi, jangan hanya sekadar kenyang. Pola makan ala Mediterania (banyak sayuran dan buah, biji-bijian utuh dan ikan) patut dicoba karena menurunkan risiko diabetes karena diabetes merupakan faktor risiko utama Alzheimer.
Terkait : Membuat Tubuh Langsing dan Sehat dengan Diet Mediterania
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan obesitas dengan risiko yang lebih besar dari demensia. Sebuah studi observasional terbaru yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menunjukkan bahwa risiko demensia tiga kali lipat untuk orang-orang yang mengalami obesitas di usia 30-an.
Makan lebih banyak buah dan sayuran, meningkatkan asupan Omega 3 lemak, dan mengelola berat badan Anda melalui kontrol asupan kalori dapat melindungi terhadap penyakit Alzheimer. Perubahan pola makan tidak hanya bermanfaat untuk menjaga otak Anda tetap sehat tetapi dapat juga membantu meningkatkan kesehatan fisik dan kualitas hidup.
4. Kelola stres
Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang yang mudah stres dua kali lebih rentan mengalami Alzheimer dalam waktu lima tahun mendatang dibandingkan mereka yang lebih tenang. Meditasi, tai chi, pijatan dan berjalan kaki setelah makan malam bersama teman dapat membantu untuk meningkatkan ukuran bagian-bagian otak yang mengontrol daya ingat.
Terkait : Hilangkan stres dengan rileksasi tubuh dan pikiran
Stres pasti dialami setiap orang dalam kehidupan. Anda tidak mungkin bisa menghilangkannya, tetapi Anda bisa mengelolanya. Dan Anda tak perlu terlalu cemas tentang risiko penyakit Alzheimer, karena rasa cemas itu sendiri adalah bentuk stres.
Dan ingat: tidak merokok, cukup istirahat, menjaga perawatan medis yang tepat dan melindungi kepala Anda dari cedera juga dapat menjaga otak Anda tetap sehat dan terhindar dari penyakit Alzheimer. (Reader’s Digest Amerika)
Kamis, 30 Oktober 2014

Waspadai Bahaya Asam Urat Tinggi pada Tubuh
Hyperuricemia, yang umumnya dikenal sebagai kadar asam urat tinggi kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Namun saat ini penyakit asam urat juga banyak menyerang usia di bawah 40 tahun.
Baca : Hati-hati! Sekarang Penyakit Kronis Bisa Menyerang di Usia Muda
Kadar asam urat yang normal dalam darah pada pria tidak boleh melebihi 7 mg/dL dan pada wanita 6 mg/dL. Peninggian kadar asam urat dalam darah menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara produksi asam urat yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi dengan pengeluarannya melalui ginjal, yang kemungkinan disebabkan karena produksi asam urat yang berlebihan ataupun pengeluarannya dari tubuh melalui ginjal yang terlalu sedikit maupun kombinasi keduanya.
Agar Anda lebih waspada, berikut ini bahayanya asam urat tinggi pada tubuh :
Gout atau nyeri sendi
Gout atau nyeri sendi berkembang karena reaksi imunologis terhadap akumulasi kristal asam urat pada sendi. Gout ditandai dengan rasa sakit yang hebat pada sendi, peradangan (pembengkakan) dari sendi, demam, dan pengelupasan kulit di sekitar sendi. Kadar asam urat melebihi 10mg/dL meningkatkan risiko pengembangan gout. Gejala nyeri dirasakan terutama pada malam atau pagi hari pada saat cuaca dingin. Rasa nyeri ini disebabkan karena penumpukan kadar asam urat di celah sendi dan menimbulkan peradangan. Bila sudah terjadi secara kronis, maka akan terjadi kerusakan permanen di sendi tersebut.
Baca : Jangan Anggap Remeh 7 Rasa Nyeri Ini!
Batu ginjal
Bahaya asam urat tinggi bagi penderitanya yaitu dapat memicu batu ginjal. Awalnya mungkin batu ginjal tidak terdeteksi sampai timbulnya rasa sakit yang luar biasa menyakitkan dan membuat seseorang sering buang air seni, kencing darah, mual dan muntah. Gejala klasik dari batu ginjal adalah nyeri tiba-tiba dan intens dalam perut, panggul, dan daerah pangkal paha, yang cenderung datang secara bertubi-tubi. Gejala tambahan mencakup kencing darah dan rasa nyeri saat buang air seni.
Baca : Sinyal Kesehatan dari Air Seni
Gagal ginjal
Bahaya asam urat tinggi yang paling parah adalah gagal ginjal, yang bermanifestasi menjadi kurang kencing, sesak napas, pembengkakan pada tungkai, kebingungan dan mengantuk, kelelahan, atau nyeri dada. Gagal ginjal dapat berkembang pada pasien dengan leukemia, limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin karena kadar asam urat. Ini biasanya merupakan konsekuensi dari kemoterapi, yang membunuh sel-sel ganas.
Baca : Penyebab dan Gejala Penyakit Kanker Limfoma
Bahaya Pada Jantung
Hiperurikemia berkorelasi dengan angka kematian yang disebabkan berbagai macam penyakit jantung dan pembuluh darah. Pada pasien dengan hiperurikemia dan hipertensi dapat meningkatkan risiko 3-5 kali timbulnya penyakit jantung koroner dan stroke dibandingkan dengan yang hanya menderita hipertensi. Hiperurikemia atau asam urat tinggi juga berhubungan dengan sindroma metabolik (sindroma X) atau resistensi insulin, yaitu kumpulan kelainan-kelainan dengan kadar insulin yang meningkat di dalam darah, hipertensi, kadar trigliserida darah yang meningkat dan kadar lemak baik (HDL-cholesterol) yang rendah yang semuanya sering menyebabkan penyakit jantung koroner.
Baca :Mengenal Perbedaan HDL, LDL, & Trigliserida
Lakukan pemeriksaan secara rutin agar Anda bisa mengontrol dan terbebas dari bahaya asam urat tinggi pada tubuh. Dengan diet yang rendah asam urat atau dikenal sebagai diet rendah purin yang ketat dalam jangka waktu lama dan kombinasi dengan alupurinol serta kontrol berobat secara teratur akan dapat mempertahankan kadar asam urat darah dalam batas normal.
Baca : Hati-hati! Sekarang Penyakit Kronis Bisa Menyerang di Usia Muda
Kadar asam urat yang normal dalam darah pada pria tidak boleh melebihi 7 mg/dL dan pada wanita 6 mg/dL. Peninggian kadar asam urat dalam darah menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara produksi asam urat yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi dengan pengeluarannya melalui ginjal, yang kemungkinan disebabkan karena produksi asam urat yang berlebihan ataupun pengeluarannya dari tubuh melalui ginjal yang terlalu sedikit maupun kombinasi keduanya.
Agar Anda lebih waspada, berikut ini bahayanya asam urat tinggi pada tubuh :
Gout atau nyeri sendi
Gout atau nyeri sendi berkembang karena reaksi imunologis terhadap akumulasi kristal asam urat pada sendi. Gout ditandai dengan rasa sakit yang hebat pada sendi, peradangan (pembengkakan) dari sendi, demam, dan pengelupasan kulit di sekitar sendi. Kadar asam urat melebihi 10mg/dL meningkatkan risiko pengembangan gout. Gejala nyeri dirasakan terutama pada malam atau pagi hari pada saat cuaca dingin. Rasa nyeri ini disebabkan karena penumpukan kadar asam urat di celah sendi dan menimbulkan peradangan. Bila sudah terjadi secara kronis, maka akan terjadi kerusakan permanen di sendi tersebut.
Baca : Jangan Anggap Remeh 7 Rasa Nyeri Ini!
Batu ginjal
Bahaya asam urat tinggi bagi penderitanya yaitu dapat memicu batu ginjal. Awalnya mungkin batu ginjal tidak terdeteksi sampai timbulnya rasa sakit yang luar biasa menyakitkan dan membuat seseorang sering buang air seni, kencing darah, mual dan muntah. Gejala klasik dari batu ginjal adalah nyeri tiba-tiba dan intens dalam perut, panggul, dan daerah pangkal paha, yang cenderung datang secara bertubi-tubi. Gejala tambahan mencakup kencing darah dan rasa nyeri saat buang air seni.
Baca : Sinyal Kesehatan dari Air Seni
Gagal ginjal
Bahaya asam urat tinggi yang paling parah adalah gagal ginjal, yang bermanifestasi menjadi kurang kencing, sesak napas, pembengkakan pada tungkai, kebingungan dan mengantuk, kelelahan, atau nyeri dada. Gagal ginjal dapat berkembang pada pasien dengan leukemia, limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin karena kadar asam urat. Ini biasanya merupakan konsekuensi dari kemoterapi, yang membunuh sel-sel ganas.
Baca : Penyebab dan Gejala Penyakit Kanker Limfoma
Bahaya Pada Jantung
Hiperurikemia berkorelasi dengan angka kematian yang disebabkan berbagai macam penyakit jantung dan pembuluh darah. Pada pasien dengan hiperurikemia dan hipertensi dapat meningkatkan risiko 3-5 kali timbulnya penyakit jantung koroner dan stroke dibandingkan dengan yang hanya menderita hipertensi. Hiperurikemia atau asam urat tinggi juga berhubungan dengan sindroma metabolik (sindroma X) atau resistensi insulin, yaitu kumpulan kelainan-kelainan dengan kadar insulin yang meningkat di dalam darah, hipertensi, kadar trigliserida darah yang meningkat dan kadar lemak baik (HDL-cholesterol) yang rendah yang semuanya sering menyebabkan penyakit jantung koroner.
Baca :Mengenal Perbedaan HDL, LDL, & Trigliserida
Lakukan pemeriksaan secara rutin agar Anda bisa mengontrol dan terbebas dari bahaya asam urat tinggi pada tubuh. Dengan diet yang rendah asam urat atau dikenal sebagai diet rendah purin yang ketat dalam jangka waktu lama dan kombinasi dengan alupurinol serta kontrol berobat secara teratur akan dapat mempertahankan kadar asam urat darah dalam batas normal.
Sabtu, 25 Oktober 2014

6 Cara Mudah Terhindar dari Serangan Stroke
Stroke dapat menyerang siapa saja yang memiliki riwayat penyakit jantung dan juga tekanan darah tinggi. Serangan stroke tidak diketahui kapan datangnya, kadang tiba-tiba dan juga perlahan. Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit kronis ini selain terapi yang memakan waktu lama. Stroke juga termasuk salah satu penyakit penyebab kematian paling banyak di Indonesia.
Agar terhindar dari risiko stroke, baiknya Anda mengetahui cara mencegah penyakit ini. Lebih baik mencegah lebih dini daripada Anda terserang stroke.
Baca : Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda
Berikut ini 6 cara mudah terhindar dari serangan stroke yang sebaiknya Anda coba :
1. Pola makan sehat
Cara mudah terhindar dari serangan stroke yang pertama adalah pola makan yang sehat. Konsumsi lebih banyak buah, sayur, ikan, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak, serta hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, daging olahan, atau lainnya.
Baca : Awali Hidup Sehat dari Makanan
2. Olahraga
Tidak ada yang meragukan manfaat olahraga untuk kesehatan. Cukup berolahraga ringan selama 40 menit atau lebih setiap hari ditambah dengan olahraga yang sedikit berat di akhir minggu akan membuat Anda terhindar dari serangan stroke.
Baca : 10 Olahraga untuk Mencegah Kanker
3. Berhenti merokok
Kebiasaan merokok memberi dampak yang besar pada risiko serangan stroke. Jika ingin terhindar dari serangan stroke, sebaiknya segeralah berhenti merokok.
4. Hindari minuman beralkohol
Minum minuman beralkohol hingga sembilan gelas alkohol per minggu bisa meningkatkan risiko stroke. Karena itu agar terhindar dari serangan stroke segera hentikan kebiasaan minum alkohol.
Baca : 9 Organ Tubuh yang Rusak akibat Minuman Beralkohol
5. Menjaga berat badan tetap ideal
Memiliki berat badan ideal juga bisa membantu Anda terhindar dari serangan stroke. Caranya adalah dengan berdiet dan menjaga pola makan, serta gaya hidup yang sehat. Bila Anda sedang diet cobalah diet mediterania, karena diet ini merupakan diet yang ampuh dan sehat.
Baca : Membuat Tubuh Langsing dan Sehat dengan Diet Mediterania
6. Kurang tingkat stres
Stres dapat meningkatkan tekanan darah, memperburuk sensitivitas insulin dan merangsang sistem saraf simpatis. Hal ini dapat berujung pada munculnya hipertensi dan diabetes. Agar terhindar dari stres, cobalah lakukan kegiatan seperti baca buku, berwisata olahraga, mendengarkan musik dan berkumpul bersama orang terdekat Anda.
Lakukanlah 6 cara mudah terhindar dari serangan stroke seperti diatas mulai sekarang. Stroke dapat dicegah bila kita secara dini mengenali faktor risiko stroke dan mengendalikannnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Salam sehat!
Agar terhindar dari risiko stroke, baiknya Anda mengetahui cara mencegah penyakit ini. Lebih baik mencegah lebih dini daripada Anda terserang stroke.
Baca : Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda
Berikut ini 6 cara mudah terhindar dari serangan stroke yang sebaiknya Anda coba :
1. Pola makan sehat
Cara mudah terhindar dari serangan stroke yang pertama adalah pola makan yang sehat. Konsumsi lebih banyak buah, sayur, ikan, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak, serta hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, daging olahan, atau lainnya.
Baca : Awali Hidup Sehat dari Makanan
2. Olahraga
Tidak ada yang meragukan manfaat olahraga untuk kesehatan. Cukup berolahraga ringan selama 40 menit atau lebih setiap hari ditambah dengan olahraga yang sedikit berat di akhir minggu akan membuat Anda terhindar dari serangan stroke.
Baca : 10 Olahraga untuk Mencegah Kanker
3. Berhenti merokok
Kebiasaan merokok memberi dampak yang besar pada risiko serangan stroke. Jika ingin terhindar dari serangan stroke, sebaiknya segeralah berhenti merokok.
4. Hindari minuman beralkohol
Minum minuman beralkohol hingga sembilan gelas alkohol per minggu bisa meningkatkan risiko stroke. Karena itu agar terhindar dari serangan stroke segera hentikan kebiasaan minum alkohol.
Baca : 9 Organ Tubuh yang Rusak akibat Minuman Beralkohol
5. Menjaga berat badan tetap ideal
Memiliki berat badan ideal juga bisa membantu Anda terhindar dari serangan stroke. Caranya adalah dengan berdiet dan menjaga pola makan, serta gaya hidup yang sehat. Bila Anda sedang diet cobalah diet mediterania, karena diet ini merupakan diet yang ampuh dan sehat.
Baca : Membuat Tubuh Langsing dan Sehat dengan Diet Mediterania
6. Kurang tingkat stres
Stres dapat meningkatkan tekanan darah, memperburuk sensitivitas insulin dan merangsang sistem saraf simpatis. Hal ini dapat berujung pada munculnya hipertensi dan diabetes. Agar terhindar dari stres, cobalah lakukan kegiatan seperti baca buku, berwisata olahraga, mendengarkan musik dan berkumpul bersama orang terdekat Anda.
Lakukanlah 6 cara mudah terhindar dari serangan stroke seperti diatas mulai sekarang. Stroke dapat dicegah bila kita secara dini mengenali faktor risiko stroke dan mengendalikannnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Salam sehat!
Kamis, 23 Oktober 2014

Hati-hati! Sekarang Penyakit Kronis Bisa Menyerang di Usia Muda
Tidak perlu heran jika Anda banyak menemui orang-orang terdekat atau teman disekitar Anda terkena penyakit kronis seperti stroke, osteoporosis, bahkan pikun meski usianya masih muda.
Sekarang ini, akibat perubahan gaya hidup modern yang cenderung semakin tidak sehat, penyakit-penyakit kronis yang biasanya identik menyerang kaum lansia, saat ini bisa juga menyerang sejak usia sangat muda yang masih produktif.
Baca : 10 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Para Lansia
Berikut ini beberapa jenis penyakit kronis yang bisa menyerang usia muda :
1. Osteoporosis
Osteoporosis atau pengeroposan tulang sebenarnya bisa dicegah dengan memperbanyak asupan kalsium dan vitamin D, serta menghindari rokok. Olahraga teratur juga penting, karena otot yang kuat akan membantu rangka tubuh dalam menopang berat badan.
2. Stroke
Stroke merupakan penyakit kronis yang banyak menyerang di usia muda. Merokok secara aktif termasuk faktor risiko pada serangan stroke di usia muda. Untuk mencegahnya, hindari rokok dan makan berlemak maupun bergaram, serta perbanyak konsumsi ikan yang banyak mengandung asam lemak omega 3. Asam lemak ini baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Baca : Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda
3. Kanker payudara
Lakukan olahraga teratur, menjaga berat badan tetap ideal, membatasi minuman beralkohol agar tidak berlebihan dan tidak merokok bisa menurunkan risiko kanker payudara. Karena penyebab pastinya tidak diketahui, maka deteksi dini paling penting dilakukan dengan sering-sering meraba adanya benjolan.
Baca : Fakta Seputar Kanker Payudara yang Sebaiknya Anda Tahu
4. Penyakit Alzheimer atau pikun
Alzheimer merupakan salah satu jenis kepikunan yang susah dilawan karena merupakan efek dari proses penuaan. Namun saat ini, penyakit kronis ini sudah banyak menyerang di usi muda. Meskipun begitu beberapa hal bisa dilakukan untuk memperlambat kemunculannya, misalnya dengan rajin mengisi teka-teki silang, belajar bahasa asing dan juga bermain musik.
5. Asam urat
Kegemukan atau obesitas dan konsumsi alkohol merupakan faktor risiko utama serangan asam urat di usia muda, sehingga berat badan perlu dikontrol jika tidak ingin mengalaminya. Namun perlu diingat, diet ekstrem yang berdampak pada penurunan berat badan secara singkat dan dramatis juga bisa meningkatkan risiko pengkristalan asam urat.
6. Diabetes tipe-2
Berbeda dari diabetes tipe 1 yang merupakan kondisi bawaan sejak lahir, diabetes tipe 2 jauh lebih memungkinkan untuk dicegah. Kuncinya hanya 2, yakni pola makan seimbang dan rendah kalori serta aktivitas fisik yang juga seimbang dengan asupan kalorinya.
Baca : Gejala Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai
Sebelum terlambat dan penyakit kronis menyerang di usia muda, sebaiknya Anda mulai melakukan gaya hidup sehat, berhenti merokok, lakukan olahraga, konsumsi makanan sehat, dan lakukan medical chek up secara rutin. (health.detik.com)
Sekarang ini, akibat perubahan gaya hidup modern yang cenderung semakin tidak sehat, penyakit-penyakit kronis yang biasanya identik menyerang kaum lansia, saat ini bisa juga menyerang sejak usia sangat muda yang masih produktif.
Baca : 10 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Para Lansia
Berikut ini beberapa jenis penyakit kronis yang bisa menyerang usia muda :
1. Osteoporosis
Osteoporosis atau pengeroposan tulang sebenarnya bisa dicegah dengan memperbanyak asupan kalsium dan vitamin D, serta menghindari rokok. Olahraga teratur juga penting, karena otot yang kuat akan membantu rangka tubuh dalam menopang berat badan.
2. Stroke
Stroke merupakan penyakit kronis yang banyak menyerang di usia muda. Merokok secara aktif termasuk faktor risiko pada serangan stroke di usia muda. Untuk mencegahnya, hindari rokok dan makan berlemak maupun bergaram, serta perbanyak konsumsi ikan yang banyak mengandung asam lemak omega 3. Asam lemak ini baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Baca : Kenali Faktor Risiko Stroke yang Bisa Menyerang Anda
3. Kanker payudara
Lakukan olahraga teratur, menjaga berat badan tetap ideal, membatasi minuman beralkohol agar tidak berlebihan dan tidak merokok bisa menurunkan risiko kanker payudara. Karena penyebab pastinya tidak diketahui, maka deteksi dini paling penting dilakukan dengan sering-sering meraba adanya benjolan.
Baca : Fakta Seputar Kanker Payudara yang Sebaiknya Anda Tahu
4. Penyakit Alzheimer atau pikun
Alzheimer merupakan salah satu jenis kepikunan yang susah dilawan karena merupakan efek dari proses penuaan. Namun saat ini, penyakit kronis ini sudah banyak menyerang di usi muda. Meskipun begitu beberapa hal bisa dilakukan untuk memperlambat kemunculannya, misalnya dengan rajin mengisi teka-teki silang, belajar bahasa asing dan juga bermain musik.
5. Asam urat
Kegemukan atau obesitas dan konsumsi alkohol merupakan faktor risiko utama serangan asam urat di usia muda, sehingga berat badan perlu dikontrol jika tidak ingin mengalaminya. Namun perlu diingat, diet ekstrem yang berdampak pada penurunan berat badan secara singkat dan dramatis juga bisa meningkatkan risiko pengkristalan asam urat.
6. Diabetes tipe-2
Berbeda dari diabetes tipe 1 yang merupakan kondisi bawaan sejak lahir, diabetes tipe 2 jauh lebih memungkinkan untuk dicegah. Kuncinya hanya 2, yakni pola makan seimbang dan rendah kalori serta aktivitas fisik yang juga seimbang dengan asupan kalorinya.
Baca : Gejala Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai
Sebelum terlambat dan penyakit kronis menyerang di usia muda, sebaiknya Anda mulai melakukan gaya hidup sehat, berhenti merokok, lakukan olahraga, konsumsi makanan sehat, dan lakukan medical chek up secara rutin. (health.detik.com)
Sabtu, 16 Agustus 2014

Penderita Diabetes di Dunia Semakin Meningkat Tajam
Diabetes adalah masalah global. Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal the Lancet, jumlah orang dewasa di seluruh dunia yang mengidap diabetes telah berlipat ganda dalam tiga dasawarsa terakhir, melonjak hingga hampir 350 juta orang. Hal ini berarti menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang dewasa di berbagai negara di seluruh dunia mengidap diabetes (Baca : Setiap 6 Detik, 1 Orang Meninggal Akibat Diabetes). Goodarz Danaei, peneliti pada Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Harvard dan salah seorang penulis penelitian tersebut, mengatakan, "Penelitian kami menunjukkan bahwa hal itu tidak lagi penyakit di negara-negara makmur."
Tim peneliti mengumpulkan data tentang kadar gula darah dari hampir tiga juta orang di 200 negara selama periode tiga puluh tahun. Sebagian besar peserta mengidap diabetes tipe dua, penyakit yang terkait dengan penuaan, obesitas dan tidak melakukan aktivitas fisik (Baca : Kenali Penyakit Degeneratif dan Temukan Solusinya). Pengidap diabetes tidak bisa mengontrol kadar gula darah mereka. Hal ini dapat memicu penyakit jantung dan stroke, lumpuh dan kematian dini.
Bahkan di negara-negara di mana diabetes tidak merajalela, populasi telah meningkat dan begitu juga jumlah penderita diabetesnya.
Dokter Danaei mengatakan, "Meskipun jika hanya satu atau dua persen populasi mengidap diabetes, tetapi jika penduduk negara itu lebih dari satu miliar orang, jumlah pasien diabetes yang begitu sedikit akan menaikkan biaya dan sumber daya yang harus dipikul oleh sistem kesehatan negara itu untuk menangani pengelolaan dan pemberantasan penyakit. "
Diabetes adalah salah satu penyakit termahal untuk diobati karena memerlukan perawatan jangka panjang, tidak hanya untuk mengatur kadar gula darah, tapi juga terkait dengan komplikasi medis yang serius. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan lebih dari 70 persen pengidap diabetes tinggal di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Banyak orang di negara-negara ini tidak mampu membeli obat-obatan yang mereka butuhkan untuk mengontrol diabetes mereka dan demikian pula negara-negara yang anggaran kesehatan masyarakatnya sedikit.
Dokter Danaei lebih lanjut mengatakan,"Mereka harus menemukan cara yang hemat biaya untuk mencegah penyakit itu atau mendiagnosis penyakit itu pada tahap awal atau mengobati komplikasi diabetes itu dengan cara yang lebih efektif."
Para penulis penelitian itu mengatakan negara-negara perlu secara agresif mengedepankan gaya hidup sehat. Hal sama juga dikatakan para dokter yang mengobati penyakit ini, seperti Dokter Betul Hatipolu. Ia mengatakan, "Saya ingin sekali memberitahu semua orang bahwa mereka harus berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Jika tidak, semua orang berisiko terkena diabetes." (Baca : Perangi Diabetes dengan Makanan Ini)
Kedua penulis penelitian itu mengatakan diabetes kemungkinan akan menjadi salah satu fitur yang menentukan dalam kesehatan global kecuali jika kampanye kesehatan masyarakat untuk mencegahnya berhasil.
Source : voaindonesia
Tim peneliti mengumpulkan data tentang kadar gula darah dari hampir tiga juta orang di 200 negara selama periode tiga puluh tahun. Sebagian besar peserta mengidap diabetes tipe dua, penyakit yang terkait dengan penuaan, obesitas dan tidak melakukan aktivitas fisik (Baca : Kenali Penyakit Degeneratif dan Temukan Solusinya). Pengidap diabetes tidak bisa mengontrol kadar gula darah mereka. Hal ini dapat memicu penyakit jantung dan stroke, lumpuh dan kematian dini.
Bahkan di negara-negara di mana diabetes tidak merajalela, populasi telah meningkat dan begitu juga jumlah penderita diabetesnya.
Dokter Danaei mengatakan, "Meskipun jika hanya satu atau dua persen populasi mengidap diabetes, tetapi jika penduduk negara itu lebih dari satu miliar orang, jumlah pasien diabetes yang begitu sedikit akan menaikkan biaya dan sumber daya yang harus dipikul oleh sistem kesehatan negara itu untuk menangani pengelolaan dan pemberantasan penyakit. "
Diabetes adalah salah satu penyakit termahal untuk diobati karena memerlukan perawatan jangka panjang, tidak hanya untuk mengatur kadar gula darah, tapi juga terkait dengan komplikasi medis yang serius. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan lebih dari 70 persen pengidap diabetes tinggal di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Banyak orang di negara-negara ini tidak mampu membeli obat-obatan yang mereka butuhkan untuk mengontrol diabetes mereka dan demikian pula negara-negara yang anggaran kesehatan masyarakatnya sedikit.
Dokter Danaei lebih lanjut mengatakan,"Mereka harus menemukan cara yang hemat biaya untuk mencegah penyakit itu atau mendiagnosis penyakit itu pada tahap awal atau mengobati komplikasi diabetes itu dengan cara yang lebih efektif."
Para penulis penelitian itu mengatakan negara-negara perlu secara agresif mengedepankan gaya hidup sehat. Hal sama juga dikatakan para dokter yang mengobati penyakit ini, seperti Dokter Betul Hatipolu. Ia mengatakan, "Saya ingin sekali memberitahu semua orang bahwa mereka harus berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Jika tidak, semua orang berisiko terkena diabetes." (Baca : Perangi Diabetes dengan Makanan Ini)
Kedua penulis penelitian itu mengatakan diabetes kemungkinan akan menjadi salah satu fitur yang menentukan dalam kesehatan global kecuali jika kampanye kesehatan masyarakat untuk mencegahnya berhasil.
Source : voaindonesia
Langganan:
Komentar (Atom)