Labels
- Alergi
- Artikel
- Dapur Sehat
- Diabetes Melitus
- Diet
- gaya hidup sehat
- Gazebo Cito
- Gejala Penyakit
- Ibu Hamil
- Info BPJS
- Info Sehat
- Inspirasi
- Kanker Darah
- Karir
- Keluarga
- kesehatan
- Kesehatan Anak
- Kesehatan Jiwa
- Kesehatan Pria
- Kesehatan Reproduksi
- Kesehatan Wanita
- konsultasi kesehatan
- life style
- News
- Nutrisi
- obat
- Obat dan Vitamin
- obat tradisional
- obattradisional
- olah raga
- Penyakit
- Penyakit Akibat Kerja
- Penyakit Infeksi dan Parasit
- Penyakit Kronis
- Penyakit Saraf
- Pria
- Promo Kesehatan
- Ragam
- Relationship
- resep masakan
- Rileks
- Sehat dan Bugar
- Teknologi
- Tes Darah
- Tips Sehat
- tips&trik
- Traveling
- Wanita
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Wanita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Februari 2016

7 Kondisi yang Membuat Anda Menua Sebelum Waktunya
Menopause merupakan kondisi umum yang terjadi pada wanita di mana folikel ovarium telur mengalami penurunan produksi selama 12 bulan berturut-turut yang disertai dengan berhentinya masa menstruasi. Namun jika mengalami menopause yang lebih cepat, penting untuk diketahui bahwa ini menandakan Anda mengalami penuaan secara biologis.
Selain itu, kondisi ini juga dapat menjadi pertanda resiko penyakit yang mengintai seperti stroke, penyakit jantung, osteoporosis, depresi dan bahkan demensia. Agar lebih waspada, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan hal tersebut. Melansir dari prevention, berikut ini tujuh kondisi yang buat Anda mengalami menopause sebelum waktunya.
1. Merokok
Sebuah studi yang dilakukan tahun 2015 menunjukkan hubungan antara asap rokok dengan penuaan dini. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang merokok dan juga hidup dengan perokok selama 10 tahun atau lebih mengalami penuaan lebih cepat 1-2 tahun.
Penelitian oleh Michigan State University's College of Human Medicine menunjukkan bahwa rokok dapat merusak sel-sel pada setiap tingkat dalam tubuh. Dan ketika rokok merusak folikel ovarium, maka mereka akan habis dengan cepat.
2. Stres
Hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Boston University School of Public Health menemukan bahwa wanita yang hidup dalam kesulitan ekonomi memiliki risiko 80 persen mengalami menopause dini.
Stres merupakan faktor yang memainkan peran utama dalam hal ini. Para peneliti mengakui bahwa ada keterkaitan khusus antara sistem kekebalan tubuh dan stres. Hanya saja para peneliti masih belum bisa menjelaskan secara detail keterkaitan antara keduanya.
Studi tersebut menemukan bahwa wanita yang mengalami kesulitan keuangan berpotensi mengalami kelebihan berat badan dan bahkan sedikit tidur. Kondisi ini memengaruhi kondisi tubuh termasuk ovarium.
3. Terlalu kurus
Mengalami anoreksia, bulimia, atau atlet elit dapat mengganggu ovarium Anda. Seringkali orang menyalahartikan kotoran yang dibuang melalui ovarium sebagai menopause. Pada wanita yang benar-benar kurus, kotoran tersebut kemungkinan berasal dari hipotalamus (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nukleus yang terdiri dari sejumlah nukleus). Dan jika wanita kurus mendapatkan suntikan hipotalamus atau berat badan meningkat, ovulasi dapat menjadi lebih baik.
4. Operasi ovarium
Jika Anda memiliki endometriosis parah, kista yang berpotensi kanker atau bahkan penyakit radang panggul, kemungkinan Anda membutuhkan operasi untuk mengatasinya. Tanpa ovarium, sistem reproduksi tak dapat bekerja dengan baik.
Operasi pengangkatan indung telur akan menghasilkan postmenopause permanen dengan segera. Tetapi, hal yang serupa tak terjadi jika kamu melakukan operasi pengangkatan rahim. Meskipun dapat menghentikan pendarahan menstruasi, tetapi tak jelas kapan menopause akan terjadi.
5. Penyakit autoimmun
Penyakit autoimmun merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tak berjalan baik dan bahkan menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk ovarium atau reseptor estrogen. Kondisi ini tentu saja membuatnya tak berfungsi dengan baik. Beberapa kondisi kesehatan lainnya seperti rheumatoid arthritis, skleroderma, dan penyakit jaringan ikat lainnya telah dikaitkan dengan menopause dini.
6. Epilepsi
Gangguan kejang ini berasal dari otak dan berpotensi menyebabkan kegagalan ovarium prematur yang mengarah pada terjadinya menopause yang lebih cepat.
Sebuah studi yang dilakukan A Georgetown University menemukan bahwa wanita yang mengidap epilepsi memiliki risiko 14 persen mengalami menopause dini. Meskipun belum jelas keterkaitannya, para peneliti menduga estrogen rendah adalah penyebabnya.
7.Gangguan genetik
Jika kamu mendapati diri mengalami menopause dini, ada kemungkinan kamu mengembangkan sindrom fragile x, yang merupakan warisan paling umum dari keterbelakangan mental.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, 1 dari 250 wanita yang memiliki sindrom tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kegagalan ovarium prematur. Ini adalah istilah untuk menggambarkan kondisi di mana ovarium tidak membuat jumlah yang tepat dari estrogen atau melepaskan telur secara teratur sebesar 20 persen.(merdeka)
Jumat, 03 Juli 2015

Penyebab Rasa Sakit di Perut Sebelah Kiri pada Wanita
Kebanyakan rasa sakit pada perut biasanya merupakan rasa sakit biasa, meski demikian Anda perlu waspada, terutama jika Anda merasa sakit pada perut bagian kiri karena bisa jadi merupakan salah satu gejala penyakit yang serius.
Terkait : Jangan Anggap Remeh 7 Rasa Nyeri Ini!
Perut bagian kiri terletak beberapa organ tubuh yang penting terutama bagi para wanita. Rasa sakit pada bagian perut seringkali membuat wanita takut. Karena pada perut bagian kiri wanita terdapat beberapa organ yang hanya dimiliki wanita seperti ovarium, tuba falopi, dan rahim. Selain itu, juga ada organ yang sama dengan pria seperti usus.
Jenis sakit perut di sebelah kiri
Penyakit jantung bisa menyebabkan rasa sakit di perut, begitu juga pneumonia, pankreas, dan sariawan lambung. Rasa sakit pada perut bagian kiri pada wanita juga bisa dipicu oleh ovulasi, menstruasi, peradangan pelvis, endometriosis, kista ovarium, keguguran, dan hamil anggur.
Pada wanita hamil, kontraksi juga bisa terasa pada bagian perut bagian kiri. Selain itu, konstipasi, sindrom iritasi usus, gas, infeksi kandung kemih dan adanya batu ginjal juga bisa menyebabkan rasa sakit pada perut bagian bawah.
Tak semua rasa sakit pada perut bagian kiri menunjukkan adanya penyakit yang serius. Kram menstruasi dan konstipasi juga bisa menyebabkan rasa sakit pada perut bagian kiri. Jika ini penyebabnya, maka bisa disembuhkan dengan cepat menggunakan obat-obatan alami yang ada di rumah.
Yang perlu diperhatikan
Anda perlu waspada jika rasa sakit pada perut bagian kiri tersebut disertai dengan gejala yang serius seperti pendarahan, sesak napas, atau demam tinggi, segeralah konsultasikan dengan dokter Anda.
Jika Anda sedang hamil, segera pergi ke dokter karena itu bisa jadi salah satu gejala serius seperti hamil anggur, plasenta yang robek, atau lainnya. Biasanya dokter akan melakukan USG, tes urine, tes darah, atau melakukan rontgen untuk mengetahui apa yang terjadi pada perut Anda. (merdeka.com)
Terkait : Jangan Anggap Remeh 7 Rasa Nyeri Ini!
Perut bagian kiri terletak beberapa organ tubuh yang penting terutama bagi para wanita. Rasa sakit pada bagian perut seringkali membuat wanita takut. Karena pada perut bagian kiri wanita terdapat beberapa organ yang hanya dimiliki wanita seperti ovarium, tuba falopi, dan rahim. Selain itu, juga ada organ yang sama dengan pria seperti usus.
Jenis sakit perut di sebelah kiri
Penyakit jantung bisa menyebabkan rasa sakit di perut, begitu juga pneumonia, pankreas, dan sariawan lambung. Rasa sakit pada perut bagian kiri pada wanita juga bisa dipicu oleh ovulasi, menstruasi, peradangan pelvis, endometriosis, kista ovarium, keguguran, dan hamil anggur.
Pada wanita hamil, kontraksi juga bisa terasa pada bagian perut bagian kiri. Selain itu, konstipasi, sindrom iritasi usus, gas, infeksi kandung kemih dan adanya batu ginjal juga bisa menyebabkan rasa sakit pada perut bagian bawah.
Tak semua rasa sakit pada perut bagian kiri menunjukkan adanya penyakit yang serius. Kram menstruasi dan konstipasi juga bisa menyebabkan rasa sakit pada perut bagian kiri. Jika ini penyebabnya, maka bisa disembuhkan dengan cepat menggunakan obat-obatan alami yang ada di rumah.
Yang perlu diperhatikan
Anda perlu waspada jika rasa sakit pada perut bagian kiri tersebut disertai dengan gejala yang serius seperti pendarahan, sesak napas, atau demam tinggi, segeralah konsultasikan dengan dokter Anda.
Jika Anda sedang hamil, segera pergi ke dokter karena itu bisa jadi salah satu gejala serius seperti hamil anggur, plasenta yang robek, atau lainnya. Biasanya dokter akan melakukan USG, tes urine, tes darah, atau melakukan rontgen untuk mengetahui apa yang terjadi pada perut Anda. (merdeka.com)
Jumat, 10 April 2015

6 Rasa Sakit yang Lebih Menyakitkan dari Melahirkan!
Saat proses melahirkan, banyak wanita yang mengatakan bahwa ini adalah proses kesehatan yang paling menyakitkan. Banyak wanita mengakui bahwa melahirkan juga merupakan pengalaman yang paling menyakitkan selama hidup mereka. Rasa sakit ini tak jarang menjadi ketakutan tersendiri bagi seorang wanita.
Sebenarnya masih ada rasa sakit yang lebih menyakitkan dari melahirkan seperti yang dilansir dari healthmeup.com yaitu :
1. Patah tulang
Semua orang yang pernah mengalami patah tulang pasti sangat setuju bahwa nyeri saat patah tulang merupakan rasa yang sangat menyakitkan. Apalagi ditambah dengan ketidakmampuan dalam bergerak atau memfungsikan tulang mereka.
2. Migrain
Migrain sepertinya terdengar sebagai hal yang ringan dan biasa. Namun semua orang pasti setuju bahwa sensasi akan migrain sangatlah menyakitkan. Rasa sakit yang timbul berlangsung dengan waktu yang lama dan timbul tenggelam yang disertai dengan mual, muntah, dan sensitif akan cahaya.
3.Batu ginjal dan batu empedu
Bagai para wanita yang memiliki batu ginjal atau batu empedu pasti akan berpendapat bahwa rasa sakitnya lebih dari sakit saat melahirkan. Bahkan rasa sakitnya akan bertambah setiap waktu. Selain batu ginjal atau batu empedu, kista rahim juga terasa sangat menyakitkan bagi wanita.
4.Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang umum menyerang para wanita (Baca : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita). Rasa sakit yang ditimbulkan berasa seperti rasa sakit yang membakar dan berlangsung selama beberapa hari. Bahkan pada kasus tertentu, rasa sakit seperti terbakar ini juga muncul di alat kelamin.
5.Operasi pembedahan
Beberapa jenis operasi pembedahan yang dilakukan pada tubuh terasa lebih menyakitkan daripada melahirkan secara alami. Bahkan rasa sakitnya terkadang menembus suntikan anestesi yang diberikan.
6.Kontraksi
Bagi wanita yang pernah melahirkan, kontraksi yang dialami sebelum melahirkan jauh lebih menyakitkan daripada proses melahirkan sendiri. Rasa sakit akan kontraksi pada awalnya muncul perlahan namun kemudian menjadi sangat menyakitkan dan intens setiap 3 menit sekali. Dan rasa sakit akan kontraksi hanya berhenti saat bayi baru lahir.
Itulah 6 rasa sakit yang lebih menyakitkan dari melahirkan, Anda pernah mengalami yang mana? (merdeka.com)
Sebenarnya masih ada rasa sakit yang lebih menyakitkan dari melahirkan seperti yang dilansir dari healthmeup.com yaitu :
1. Patah tulang
Semua orang yang pernah mengalami patah tulang pasti sangat setuju bahwa nyeri saat patah tulang merupakan rasa yang sangat menyakitkan. Apalagi ditambah dengan ketidakmampuan dalam bergerak atau memfungsikan tulang mereka.
2. Migrain
Migrain sepertinya terdengar sebagai hal yang ringan dan biasa. Namun semua orang pasti setuju bahwa sensasi akan migrain sangatlah menyakitkan. Rasa sakit yang timbul berlangsung dengan waktu yang lama dan timbul tenggelam yang disertai dengan mual, muntah, dan sensitif akan cahaya.
3.Batu ginjal dan batu empedu
Bagai para wanita yang memiliki batu ginjal atau batu empedu pasti akan berpendapat bahwa rasa sakitnya lebih dari sakit saat melahirkan. Bahkan rasa sakitnya akan bertambah setiap waktu. Selain batu ginjal atau batu empedu, kista rahim juga terasa sangat menyakitkan bagi wanita.
4.Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang umum menyerang para wanita (Baca : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita). Rasa sakit yang ditimbulkan berasa seperti rasa sakit yang membakar dan berlangsung selama beberapa hari. Bahkan pada kasus tertentu, rasa sakit seperti terbakar ini juga muncul di alat kelamin.
5.Operasi pembedahan
Beberapa jenis operasi pembedahan yang dilakukan pada tubuh terasa lebih menyakitkan daripada melahirkan secara alami. Bahkan rasa sakitnya terkadang menembus suntikan anestesi yang diberikan.
6.Kontraksi
Bagi wanita yang pernah melahirkan, kontraksi yang dialami sebelum melahirkan jauh lebih menyakitkan daripada proses melahirkan sendiri. Rasa sakit akan kontraksi pada awalnya muncul perlahan namun kemudian menjadi sangat menyakitkan dan intens setiap 3 menit sekali. Dan rasa sakit akan kontraksi hanya berhenti saat bayi baru lahir.
Itulah 6 rasa sakit yang lebih menyakitkan dari melahirkan, Anda pernah mengalami yang mana? (merdeka.com)
Minggu, 29 Maret 2015

8 Penyebab Nyeri pada Payudara yang Tidak Perlu Dikhawatirkan
Payudara adalah bagian tubuh yang bermakna dalam bagi wanita. Bagi wanita payudara adalah sumber kebanggaan, kesenangan, bahkan kehidupan. Oleh karena itu payudara merupakan salah satu organ tubuh wanita yang harus diperhatikan kesehatannya.
Saat rasa nyeri pada bagian payudara tentunya tidak hanya membuat kenyamanan terganggu, tetapi juga bisa menimbulkan ketakutan bagi para wanita. Tapi jangan langsung merasa khawatir dulu bila payudara Anda terasa nyeri. Hal itu tidak selalu berkaitan dengan kanker payudara (Baca : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita)
Berikut ini beberapa penyebabnya nyeri pada payudara yang tak perlu dikhawatirkan oleh Anda :
Menstruasi
Jangan khawatir jika saat menstruasi payudara Anda terasa nyeri, hal ini merupakan sesuatu yang normal. Ketika wanita sedang menstruasi, biasanya emosi yang tidak stabil, nafsu makan meningkat, dan payudara yang terasa lebih sensitif dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon estrogen menyebabkan payudara biasanya akan lebih mudah sakit.
Kehamilan
Saat awal kehamilan biasanya payudara akan menjadi sensitif atau membengkak disebabkan oleh pertambahan hormon. Nyeri pada payudara adalah salah satu gejala kehamilan yang paling umum. Di awal kehamilan, payudara akan mengisi dan berubah bentuk karena mempersiapkan diri untuk menghasilkan air susu. Payudara pun bisa menjadi sangat lembut dan sensitif selama beberapa bulan.
Menopause
Saat memasuki tahap menopause tubuh wanita akan mengalami fluktuasi kadar hormon. Produksi hormon estrogen dan progesteron akan berkurang sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk membiasakan diri. Hal ini yang menyebabkan pembengkakan payudara dan rasa nyeri atau disebut sebagai Mastalgia. Biasanya wanita yang menopause akan mengalami hingga beberapa tahun (Baca : 10 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Para Lansia)
Olahraga berlebihan
Olahraga memang bagus untuk kesehatan tubuh, namun jika berlebihan seperti terlalu banyak melakukan sit up, push up, atau mengangkat beban dapat menyebabkan nyeri payudara. Meskipun payudara yang terasa sakit, namun sebenarnya rasa nyeri itu berasal dari otot di bawah jaringan payudara. Ketika terlalu banyak latihan, otot akan mengencang dan menyebabkan rasa sakit pada payudara.
Memakai bra yang tidak sesuai
Sering saat memilih bra, banyak wanita tidak sadar menggunakan bra yang kurang tepat dengan bentuk atau ukuran payudaranya. Kadang-kadang menggunakan bra yang terlalu kecil atau pun terlalu besar. Jika bra terlalu kecil dan ketat akan membuat payudara tertekan dan hal ini membuat nyeri. Demikian juga bila Anda menggunakan bra yang terlalu longgar dan tidak bisa menyokong payudara. Ini akan membuat payudara bergerak bebas dan menyebabkan rasa sakit. Hal inilah yang menyebabkan payudara terasa sakit ketika Anda menggunakan bra yang keliru terlalu lama.
Jaringan payudara tertentu
Ada beberapa wanita yang memiliki payudara yang memiliki benjolan biasanya disebut jaringan payudara fibrosistik. Wanita yang memiliki jenis jaringan payudara akan merasakan nyeri pada payudara mereka saat menstruasi. Menurut National Breast Cancer Foundation, jaringan payudara membentuk benjolan yang disebut kista berisi cairan. Hal ini tidak selalu berhubungan dengan kanker payudara, tetapi dapat menyebabkan rasa sakit dan lebih sensitif terhadap payudara ketika perubahan hormonal terjadi.
Terlalu banyak konsumsi kafein
Meskipun kopi dan teh tidak menimbulkan rasa sakit pada payudara, tetapi studi telah mengungkapkan bahwa terlalu banyak kafein seperti yang terdapat pada kopi dan teh dapat memengaruhi ketidaknyamanan pada payudara, terutama wanita yang memiliki jaringan payudara fibrokistik. Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak kopi dan payudara terasa sakit, ada kemungkinan hal ini penyebabnya.
Efek samping obat
Nyeri pada payudara Anda juga bisa disebabkan oleh efek samping yang disebabkan oleh obat-obatan. Beberapa obat memiliki dampak buruk pada produksi hormone estrogen dalam tubuh Anda. Padahal hormon ini penting untuk fungsi payudara agar tetap baik. Jika merasa nyeri pada payudara, cobalah cek obat-obatan yang sedang Anda minum saat itu apakah memiliki efek samping.
Itulah penyebab nyeri pada payudara yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika rasa nyeri pada payudara tidak kunjung hilang dan semakin parah, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena bisa jadi itu adalah kista yang menyebabkan payudara terasa sakit. Bahayanya lagi, kista juga bisa berkembang menjadi kanker, maka harus diobati sesegera mungkin. Jangan sampai diabaikan kesehatan payudara Anda.
Saat rasa nyeri pada bagian payudara tentunya tidak hanya membuat kenyamanan terganggu, tetapi juga bisa menimbulkan ketakutan bagi para wanita. Tapi jangan langsung merasa khawatir dulu bila payudara Anda terasa nyeri. Hal itu tidak selalu berkaitan dengan kanker payudara (Baca : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita)
Berikut ini beberapa penyebabnya nyeri pada payudara yang tak perlu dikhawatirkan oleh Anda :
Menstruasi
Jangan khawatir jika saat menstruasi payudara Anda terasa nyeri, hal ini merupakan sesuatu yang normal. Ketika wanita sedang menstruasi, biasanya emosi yang tidak stabil, nafsu makan meningkat, dan payudara yang terasa lebih sensitif dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon estrogen menyebabkan payudara biasanya akan lebih mudah sakit.
Kehamilan
Saat awal kehamilan biasanya payudara akan menjadi sensitif atau membengkak disebabkan oleh pertambahan hormon. Nyeri pada payudara adalah salah satu gejala kehamilan yang paling umum. Di awal kehamilan, payudara akan mengisi dan berubah bentuk karena mempersiapkan diri untuk menghasilkan air susu. Payudara pun bisa menjadi sangat lembut dan sensitif selama beberapa bulan.
Menopause
Saat memasuki tahap menopause tubuh wanita akan mengalami fluktuasi kadar hormon. Produksi hormon estrogen dan progesteron akan berkurang sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk membiasakan diri. Hal ini yang menyebabkan pembengkakan payudara dan rasa nyeri atau disebut sebagai Mastalgia. Biasanya wanita yang menopause akan mengalami hingga beberapa tahun (Baca : 10 Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Para Lansia)
Olahraga berlebihan
Olahraga memang bagus untuk kesehatan tubuh, namun jika berlebihan seperti terlalu banyak melakukan sit up, push up, atau mengangkat beban dapat menyebabkan nyeri payudara. Meskipun payudara yang terasa sakit, namun sebenarnya rasa nyeri itu berasal dari otot di bawah jaringan payudara. Ketika terlalu banyak latihan, otot akan mengencang dan menyebabkan rasa sakit pada payudara.
Memakai bra yang tidak sesuai
Sering saat memilih bra, banyak wanita tidak sadar menggunakan bra yang kurang tepat dengan bentuk atau ukuran payudaranya. Kadang-kadang menggunakan bra yang terlalu kecil atau pun terlalu besar. Jika bra terlalu kecil dan ketat akan membuat payudara tertekan dan hal ini membuat nyeri. Demikian juga bila Anda menggunakan bra yang terlalu longgar dan tidak bisa menyokong payudara. Ini akan membuat payudara bergerak bebas dan menyebabkan rasa sakit. Hal inilah yang menyebabkan payudara terasa sakit ketika Anda menggunakan bra yang keliru terlalu lama.
Jaringan payudara tertentu
Ada beberapa wanita yang memiliki payudara yang memiliki benjolan biasanya disebut jaringan payudara fibrosistik. Wanita yang memiliki jenis jaringan payudara akan merasakan nyeri pada payudara mereka saat menstruasi. Menurut National Breast Cancer Foundation, jaringan payudara membentuk benjolan yang disebut kista berisi cairan. Hal ini tidak selalu berhubungan dengan kanker payudara, tetapi dapat menyebabkan rasa sakit dan lebih sensitif terhadap payudara ketika perubahan hormonal terjadi.
Terlalu banyak konsumsi kafein
Meskipun kopi dan teh tidak menimbulkan rasa sakit pada payudara, tetapi studi telah mengungkapkan bahwa terlalu banyak kafein seperti yang terdapat pada kopi dan teh dapat memengaruhi ketidaknyamanan pada payudara, terutama wanita yang memiliki jaringan payudara fibrokistik. Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak kopi dan payudara terasa sakit, ada kemungkinan hal ini penyebabnya.
Efek samping obat
Nyeri pada payudara Anda juga bisa disebabkan oleh efek samping yang disebabkan oleh obat-obatan. Beberapa obat memiliki dampak buruk pada produksi hormone estrogen dalam tubuh Anda. Padahal hormon ini penting untuk fungsi payudara agar tetap baik. Jika merasa nyeri pada payudara, cobalah cek obat-obatan yang sedang Anda minum saat itu apakah memiliki efek samping.
Itulah penyebab nyeri pada payudara yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika rasa nyeri pada payudara tidak kunjung hilang dan semakin parah, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena bisa jadi itu adalah kista yang menyebabkan payudara terasa sakit. Bahayanya lagi, kista juga bisa berkembang menjadi kanker, maka harus diobati sesegera mungkin. Jangan sampai diabaikan kesehatan payudara Anda.
Sabtu, 14 Maret 2015

Seputar Pemeriksaan Pap smear
Selain kanker payudara, kanker leher rahim atau yang biasa disebut kanker serviks juga menjadi pembunuh wanita dengan jumlah tinggi di Indonesia. Kanker leher rahim merupakan keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina.
Pada umumnya, sebesar 95% kasus dari kanker serviks, ditemukan Human Papillomavirus (HPV) positif. Kanker serviks merupakan kanker peringkat pertama di Indonesia. Untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan pemeriksaan pap smear.
Terkait : Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Kanker Serviks
Apa itu pemeriksaan pap smear?
Pap smear merupakan suatu metode dimana dilakukan pengambilan sel dari mulut rahim kemudian di periksa di bawah mikroskop. Pada pemeriksaan biasanya dapat ditentukan apakah sel yang ada di mulut rahim masih normal, berubah menuju kanker, atau telah berubah menjadi sel kanker. Selain itu, infeksi dan inflamasi mulut rahim juga dapat ditentukan dari pemeriksaan ini. Metode ini juga disebut Pap Test atau Papanicolaou Smear (sesuai nama penemunya George Papanicolaou).
Bagaimana tes pap smear dilakukan?
Pap smear merupakan tes yang aman dan murah serta telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Pemeriksaan ini mudah dikerjakan, cepat, dan tidak sakit, serta bisa dilakukan setiap saat, kecuali pada saat menstruasi. Berikut proses selama pemeriksaan berlangsung
Apa manfaat pemeriksaan paps mear?
Manfaat yang diperoleh dari pemeriksaan pap smear yaitu :
Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan Pap smear?
Pemeriksaan Pap smear dapat dilakukan di berbagai rumah sakit, klinik bersalin, maupun laboratorium klinik. Agar hasilnya optimal, perhatikan hal-hal berikut ini :
Tak perlu takut untuk pemeriksaan pap smear, lebih baik lakukan deteksi dini sebelum kanker ganas menyerang Anda. Salam sehat!(pic:www.youbeauty.com)
Pada umumnya, sebesar 95% kasus dari kanker serviks, ditemukan Human Papillomavirus (HPV) positif. Kanker serviks merupakan kanker peringkat pertama di Indonesia. Untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan pemeriksaan pap smear.
Terkait : Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Kanker Serviks
Apa itu pemeriksaan pap smear?
Pap smear merupakan suatu metode dimana dilakukan pengambilan sel dari mulut rahim kemudian di periksa di bawah mikroskop. Pada pemeriksaan biasanya dapat ditentukan apakah sel yang ada di mulut rahim masih normal, berubah menuju kanker, atau telah berubah menjadi sel kanker. Selain itu, infeksi dan inflamasi mulut rahim juga dapat ditentukan dari pemeriksaan ini. Metode ini juga disebut Pap Test atau Papanicolaou Smear (sesuai nama penemunya George Papanicolaou).
Bagaimana tes pap smear dilakukan?
Pap smear merupakan tes yang aman dan murah serta telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Pemeriksaan ini mudah dikerjakan, cepat, dan tidak sakit, serta bisa dilakukan setiap saat, kecuali pada saat menstruasi. Berikut proses selama pemeriksaan berlangsung
- Petugas kesehatan akan menjelaskan prosedur yang akan dilakukan.
- Pasien tidur telentang dengan kedua kaki berada pada penyangga kaki di kiri dan kanan tempat tidur.
- Petugas akan memeriksa apakah ada pembengkakan, luka, inflamasi, atau gangguan lain pada alat kelamin bagian luar.
- Petugas memasukkan instrumen metal atau plastik yang disebut spekulum ke dalam vagina bertujuan untuk dapat melihat mulut rahim dengan leluasa.
- Petugas mengambil sel pada saluran mulut rahim dengan swab atau spatula kayu, atau semacam sikat pada puncak mulut rahim, dan pada daerah peralihan mulut rahim dan vagina.
- Petugas akan meletakkan sel-sel tersebut pada kaca obyek yang kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
- Spekulum kemudian dilepaskan.
- Petugas biasanya akan melanjutkan memeriksa ovarium, uterus, vagina, tuba fallopi, dan rektal (anus) dengan tangannya.
- Pemeriksaan Pap Smear tidak membutuhkan pembiusan, baik bius lokal maupun bius umum.
- Jika pada Pap Smear ditemukan gambaran sel yang tidak normal maka akan dilakukan biopsi (pengambilan sedikit jaringan mulut rahim) untuk pemeriksaan mikroskop lebih lanjut. Pemeriksaan biopsi berguna untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan Pap Smear
Apa manfaat pemeriksaan paps mear?
Manfaat yang diperoleh dari pemeriksaan pap smear yaitu :
- Pap smear berguna dalam mendeteksi dini kanker serviks, kanker korpus endometrium, keganasan tuba fallopi, dan mungkin keganasan ovarium.
- Perawatan ikutan dari keganasan : Pap smear berguna sebagai perawatan ikutan setelah operasi dan setelah mendapat kemoterapi dan radiasi.
- Interpretasi hormonal wanita : Pap smear bertujuan untuk mengikuti siklus menstruasi dengan ovulasi atau tanpa ovulasi, menentukan maturitas kehamilan, dan menentukan kemungkinan keguguran pada hamil muda.
- Menentukan proses peradangan : Pap smear berguna untuk menentukan proses peradangan pada berbagai infeksi bakteri dan jamur.
Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan Pap smear?
Pemeriksaan Pap smear dapat dilakukan di berbagai rumah sakit, klinik bersalin, maupun laboratorium klinik. Agar hasilnya optimal, perhatikan hal-hal berikut ini :
- Pemeriksaan Pap smear tidak boleh dilakukan saat sedang menstruasi atau pendarahan, sebaiknya 3 hari setelah menstruasi selesai.
- Dua hari sebelum Pap smear, Anda sebaiknya menghindari: membersihkan vagina dengan krim atau sabun apa pun, juga douching (penyemprotan obat atau larutan tertentu ke arah liang vagina), menggunakan tampon atau obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina, misalnya jeli untuk KB.
- Menghindari dahulu hubungan intim suami istri.
- Sebaiknya tidak mandi berendam menjelang Pap smear, karena dikhawatirkan ketika berendam ada sisa-sisa sabun yang tertinggal atau masuk ke vagina.
- Jika Anda keputihan, beritahukan kepada orang yang memeriksa, termasuk semua keluhan yang Anda rasakan. Misalnya terasa gatal-gatal, sakit atau panas seperti terbakar di vagina.
- Jika hasil Pap smear sebelumnya abnormal, jangan lupa untuk memberitahukannya kepada dokter.
Tak perlu takut untuk pemeriksaan pap smear, lebih baik lakukan deteksi dini sebelum kanker ganas menyerang Anda. Salam sehat!(pic:www.youbeauty.com)
Rabu, 11 Maret 2015

Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara
Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang mematikan. Memang kanker payudara sering diderita oleh wanita, meskipun demikian penyakit ini juga dapat terjadi pada kaum pria. Minimnya pengetahuan mengenai penyakit ini menyebabkan banyak penderita yang baru menyadari jika dirinya terkena kanker payudara setelah stadium akhir.
Terkait : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita
Penyebab spesifik kanker payudara memang masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara.
Berikut ini faktor risiko penyakit kanker payudara yang dirangkum dari beberapa sumber.
Umur
Semakin bertambahnya umur, risiko kanker payudara akan meningkat. Di Amerika Serikat, 1 dari 227 wanita berusia sekitar 30 tahun didiagnosis dengan kanker payudara, sementara untuk wanita berusia di atas 70 tahun jumlahnya meningkat menjadi 1 dari 26 wanita.
Hamil usia dini
Organ yang terdapat pada sistem reproduksi wanita memerlukan waktu untuk berproses hingga akhirnya siap dibuahi. Namun, bika Anda hamil di usia dini akan memaksa sistem reproduksi bekerja sebelum mereka matang dengan sempurna. Salah satunya alat reproduksi yang berisiko yaitu payudara Anda.
Usia kehamilan
Risiko kanker payudara seorang wanita meningkat jika ia hamil pada usia di atas 30 tahun atau tidak memiliki anak sama sekali. Sebaliknya, risiko ini akan berkurang jika ia hamil dan memiliki anak pada usia sekitar 20 tahun.
Terkait : 5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kehamilan
Aktivitas menyusui
Menyusui sangat bermanfaat tak hanya bagi bayi, tetapi juga bagi para ibu. Diketahui menyusui dapat menurunkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara.
Riwayat keluarga dan faktor genetik
Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Jika Anda memiliki ibu atau saudara kandung yang mengidap kanker payudara, biasanya memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara.
Abnormal pubertas
Wanita yang mengalami pubertas terlalu awal atau terlalu lambat juga diyakini memiliki ketidakstabilan hormon yang dapat menimbulkan gangguan metabolisme. Wanita yang memiliki periode haid pertama kali pada usia di bawah 12 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.
Merokok
Salah satu faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara adalah merokok atau menghirup asap rokok. Rokok mengandung nikotin yang terbukti dapat merusak sel dalam tubuh Anda.
Terkait : Bahaya Rokok bagi Wanita
Konsumsi alkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas per hari akan meningkatkan risiko kanker payudara seorang wanita.
Usia menopause
Wanita yang mengalami menopause setelah berusia 55 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.
Berat badan berlebih atau obesitas
Wanita dengan berat badan lebih atau obesitas merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sebab kelebihan lemak tubuh dapat memicu peningkatan kadar hormon esterogen dan insulin yang diketahui dapat memicu kanker. Selain itu, wanita yang sudah menopause dan obesitas sangat berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor pada payudara.
Terkait : Kenali Faktor Penyebab dan Bahaya Obesitas
Penggunaan hormon
Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.
Radiasi
Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. Risiko kanker payudara seorang wanita akan meningkat jika ia sering terapi radiasi ke dada, terutama selama masa pubertas.
Kurang aktivitas fisik
Wanita yang tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, apa lagi jika wanita tersebut mempunyai berat badan berlebihan. Oleh sebab itu, biasakan untuk berolahraga teratur untuk membantu menurunkan risikonya.
Terkait : 10 Olahraga untuk Mencegah Kanker
Mutasi genetik
Wanita dengan mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 sekitar 5 kali lebih mungkin didiagnosis dengan kanker payudara. Namun meskipun demikian, kurang dari 1 persen dari wanita memiliki mutasi ini.
Memiliki jaringan payudara padat
Risiko kanker payudara pada seorang wanita akan meningkat jika ia memiliki jaringan payudara yang lebih padat.
Adanya perubahan payudara non-kanker
Perubahan payudara non-kanker seperti hiperplasia atipikal (peningkatan jaringan payudara abnormal), karsinoma duktal in situ (sel-sel abnormal pada lapidan payudara) dan lobular karsinoma in situ (sel-sel abnormal dalam kelenjar penghasil susu), diketahui meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.
Konsumsi obat DES
Seorang wanita yang mengkonsumsi obat DES (diethylstilbestrol) selama kehamilan untuk mencegah keguguran dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Kerja shif malam
Sumber dari Daily Mail menyebutkan bahwa wanita yang bekerja shift malam selama 30 tahun dua kali lebih mungkin untuk risiko kanker payudara, menurut penelitian. Cahaya buatan di malam hari dapat menghambat produksi melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak antara pukul 08.00 dan 09.00. Melatonin ialah hormon yang menentukan siklus pengatur pola tidur dan membantu menekan tumor. Melatonin yang rendah pada orang terkena cahaya di malam hari menyebabkan over produksi hormon esterogen, sehingga memicu kanker.
Terkait : Waspadai Penyakit Akibat Kerja
Penggunaan pil KB
Sumber dari Livestrong menyebut The Mayo Clinic dan American Cancer Society menjelaskan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan wanita terkena risiko kanker payudara. Sementara itu, risiko ini akan menurun secara otomatis bila penggunaan pil KB berhenti.
Aborsi
Sumber dari Bold Sky menyebutkan bahwa aborsi meningkatkan risiko kanker payudara. Saat wanita hamil, produksi estrogen akan meningkat. Peningkatan estrogen ini akan memicu pertumbuhan payudara. Kemudian akan terjadi proses laktasi dan pembentukan susu. Jika wanita hamil melakukan aborsi saat perkembangan janin sudah dimulai, maka peningkatan risiko kanker akan makin tinggi.
Sebelum terlambat, sebaiknya Anda mengetahui tentang apa saja yang menjadi faktor risiko wanita terkena kanker payudara. Jika terlambat, maka pengobatannya juga semakin sulit dilakukan dan semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita. Lakukan kebiasan mudah yang bisa mencegah kanker.
Terkait : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita
Penyebab spesifik kanker payudara memang masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara.
Berikut ini faktor risiko penyakit kanker payudara yang dirangkum dari beberapa sumber.
Umur
Semakin bertambahnya umur, risiko kanker payudara akan meningkat. Di Amerika Serikat, 1 dari 227 wanita berusia sekitar 30 tahun didiagnosis dengan kanker payudara, sementara untuk wanita berusia di atas 70 tahun jumlahnya meningkat menjadi 1 dari 26 wanita.
Hamil usia dini
Organ yang terdapat pada sistem reproduksi wanita memerlukan waktu untuk berproses hingga akhirnya siap dibuahi. Namun, bika Anda hamil di usia dini akan memaksa sistem reproduksi bekerja sebelum mereka matang dengan sempurna. Salah satunya alat reproduksi yang berisiko yaitu payudara Anda.
Usia kehamilan
Risiko kanker payudara seorang wanita meningkat jika ia hamil pada usia di atas 30 tahun atau tidak memiliki anak sama sekali. Sebaliknya, risiko ini akan berkurang jika ia hamil dan memiliki anak pada usia sekitar 20 tahun.
Terkait : 5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kehamilan
Aktivitas menyusui
Menyusui sangat bermanfaat tak hanya bagi bayi, tetapi juga bagi para ibu. Diketahui menyusui dapat menurunkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker payudara.
Riwayat keluarga dan faktor genetik
Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Jika Anda memiliki ibu atau saudara kandung yang mengidap kanker payudara, biasanya memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara.
Abnormal pubertas
Wanita yang mengalami pubertas terlalu awal atau terlalu lambat juga diyakini memiliki ketidakstabilan hormon yang dapat menimbulkan gangguan metabolisme. Wanita yang memiliki periode haid pertama kali pada usia di bawah 12 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.
Merokok
Salah satu faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara adalah merokok atau menghirup asap rokok. Rokok mengandung nikotin yang terbukti dapat merusak sel dalam tubuh Anda.
Terkait : Bahaya Rokok bagi Wanita
Konsumsi alkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas per hari akan meningkatkan risiko kanker payudara seorang wanita.
Usia menopause
Wanita yang mengalami menopause setelah berusia 55 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.
Berat badan berlebih atau obesitas
Wanita dengan berat badan lebih atau obesitas merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sebab kelebihan lemak tubuh dapat memicu peningkatan kadar hormon esterogen dan insulin yang diketahui dapat memicu kanker. Selain itu, wanita yang sudah menopause dan obesitas sangat berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor pada payudara.
Terkait : Kenali Faktor Penyebab dan Bahaya Obesitas
Penggunaan hormon
Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.
Radiasi
Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. Risiko kanker payudara seorang wanita akan meningkat jika ia sering terapi radiasi ke dada, terutama selama masa pubertas.
Kurang aktivitas fisik
Wanita yang tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, apa lagi jika wanita tersebut mempunyai berat badan berlebihan. Oleh sebab itu, biasakan untuk berolahraga teratur untuk membantu menurunkan risikonya.
Terkait : 10 Olahraga untuk Mencegah Kanker
Mutasi genetik
Wanita dengan mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 sekitar 5 kali lebih mungkin didiagnosis dengan kanker payudara. Namun meskipun demikian, kurang dari 1 persen dari wanita memiliki mutasi ini.
Memiliki jaringan payudara padat
Risiko kanker payudara pada seorang wanita akan meningkat jika ia memiliki jaringan payudara yang lebih padat.
Adanya perubahan payudara non-kanker
Perubahan payudara non-kanker seperti hiperplasia atipikal (peningkatan jaringan payudara abnormal), karsinoma duktal in situ (sel-sel abnormal pada lapidan payudara) dan lobular karsinoma in situ (sel-sel abnormal dalam kelenjar penghasil susu), diketahui meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.
Konsumsi obat DES
Seorang wanita yang mengkonsumsi obat DES (diethylstilbestrol) selama kehamilan untuk mencegah keguguran dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Kerja shif malam
Sumber dari Daily Mail menyebutkan bahwa wanita yang bekerja shift malam selama 30 tahun dua kali lebih mungkin untuk risiko kanker payudara, menurut penelitian. Cahaya buatan di malam hari dapat menghambat produksi melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak antara pukul 08.00 dan 09.00. Melatonin ialah hormon yang menentukan siklus pengatur pola tidur dan membantu menekan tumor. Melatonin yang rendah pada orang terkena cahaya di malam hari menyebabkan over produksi hormon esterogen, sehingga memicu kanker.
Terkait : Waspadai Penyakit Akibat Kerja
Penggunaan pil KB
Sumber dari Livestrong menyebut The Mayo Clinic dan American Cancer Society menjelaskan bahwa penggunaan pil KB dapat meningkatkan wanita terkena risiko kanker payudara. Sementara itu, risiko ini akan menurun secara otomatis bila penggunaan pil KB berhenti.
Aborsi
Sumber dari Bold Sky menyebutkan bahwa aborsi meningkatkan risiko kanker payudara. Saat wanita hamil, produksi estrogen akan meningkat. Peningkatan estrogen ini akan memicu pertumbuhan payudara. Kemudian akan terjadi proses laktasi dan pembentukan susu. Jika wanita hamil melakukan aborsi saat perkembangan janin sudah dimulai, maka peningkatan risiko kanker akan makin tinggi.
Sebelum terlambat, sebaiknya Anda mengetahui tentang apa saja yang menjadi faktor risiko wanita terkena kanker payudara. Jika terlambat, maka pengobatannya juga semakin sulit dilakukan dan semakin mahal pula biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita. Lakukan kebiasan mudah yang bisa mencegah kanker.
Senin, 26 Januari 2015

5 Macam Bakteri yang Hidup di Vagina
Masalah kesehatan yang sering terjadi pada vagina seperti gatal-gatal, keluarnya cairan berlebihan, dan bau yang tidak sedap sering dihubungkan dengan efek negatif bakteri (bactrial vaginosis) pada bagian vital wanita.
Menurut para ginekolog hampir setengah dari wanita yang didiagnosis bactrial vaginosis tidak menunjukan gejala apa-apa. Pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa di vagina mereka terdapat bakteri-bakteri asing. Sebagian dokter biasanya meresponnya dengan antibiotik untuk mengembalikan vagina ke "kondisi normal".
Terkait : Kenali Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya
Padahal menurut sebuah penelitian terbaru, dari Larry Forney dari University of Idaho dan Jacques Ravel dari University of Maryland, Amerika Serikat, vagina normalnya terdiri dari lima koloni bakteri dan merupakan ekosistem yang bisa berubah dengan cepat, tetapi dalam artian yang positif.
Fakta ini penting karena sejumlah infeksi kelamin pada wanita sering diasosiasikan dengan perubahan pada ekosistem vagina. Padahal tidak demikian, tidak semua perubahan pada vagina adalah tanda penyakit.
Awalnya vagina manusia dikenal sebagai habitat dari kelompok bakteri yang disebut Lactobacillus, yang memproduksi asam laktik dan menjaga agar pH vagina tetap terjaga di sekitar 4,5.
Riset Forney dan Ravel menemukan lima tipe koloni bakteri berbeda yang berhabitat di vagina. Tipe pertama sampai ketiga didominasi oleh spesies Lactobacillus, sementara dua tipe terakhir lebih beragam.
Uniknya lagi vagina wanita kulit putih cenderung menjadi habitat dari koloni pertama, Lactobacillus crispatus, ketimbang wanita berkulit hitam yang menjadi tempat hidup dari empat koloni lainnya. Forney dan Ravel bersama timnya juga menemukan bahwa jejak mikroba di setiap vagina terus berubah, satu koloni mengganti koloni lainnya, dalam waktu yang relatif cepat.
Para peneliti ini menggunakan sampel bakteri yang diambil dari 32 orang wanita yang terlibat dalam penelitian selama 16 minggu. Setiap hari diminta untuk mencatat kegiatan harian mereka dan kebersihan tubuh mereka.
Para peneliti menganalisis gen dari mikroba-mikroba itu untuk mengidentifikasi mereka. Mereka menemukan bahwa ekosistem vagina selalu berubah, kadang ketika saat menstruasi. Perubahan juga terjadi karena aktifitas seksual atau bahkan karena faktor yang tidak teridentifikasi. Setiap wanita juga mempunyai jenis mikrobiota berbeda dan dinamika perubahan itu bervariasi.
Memang Forney dan Ravel belum menemukan faktor utama yang menyebabkan perubahan pada ekosistem vagina. Tetapi Ravel menduga bakteri mulai membentuk koloni di vagina sejak manusia lahir dan perubahan koloni bakteri di vagina berlangsung selama masa pubertas dan menopause. Level estrogen, aktivitas seksual, menstruasi tampaknya berperan benting hanya dalam fluktuasi jangka pendek. (sumber : beritasatu.com)
Menurut para ginekolog hampir setengah dari wanita yang didiagnosis bactrial vaginosis tidak menunjukan gejala apa-apa. Pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa di vagina mereka terdapat bakteri-bakteri asing. Sebagian dokter biasanya meresponnya dengan antibiotik untuk mengembalikan vagina ke "kondisi normal".
Terkait : Kenali Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya
Padahal menurut sebuah penelitian terbaru, dari Larry Forney dari University of Idaho dan Jacques Ravel dari University of Maryland, Amerika Serikat, vagina normalnya terdiri dari lima koloni bakteri dan merupakan ekosistem yang bisa berubah dengan cepat, tetapi dalam artian yang positif.
Fakta ini penting karena sejumlah infeksi kelamin pada wanita sering diasosiasikan dengan perubahan pada ekosistem vagina. Padahal tidak demikian, tidak semua perubahan pada vagina adalah tanda penyakit.
Awalnya vagina manusia dikenal sebagai habitat dari kelompok bakteri yang disebut Lactobacillus, yang memproduksi asam laktik dan menjaga agar pH vagina tetap terjaga di sekitar 4,5.
Riset Forney dan Ravel menemukan lima tipe koloni bakteri berbeda yang berhabitat di vagina. Tipe pertama sampai ketiga didominasi oleh spesies Lactobacillus, sementara dua tipe terakhir lebih beragam.
Uniknya lagi vagina wanita kulit putih cenderung menjadi habitat dari koloni pertama, Lactobacillus crispatus, ketimbang wanita berkulit hitam yang menjadi tempat hidup dari empat koloni lainnya. Forney dan Ravel bersama timnya juga menemukan bahwa jejak mikroba di setiap vagina terus berubah, satu koloni mengganti koloni lainnya, dalam waktu yang relatif cepat.
Para peneliti ini menggunakan sampel bakteri yang diambil dari 32 orang wanita yang terlibat dalam penelitian selama 16 minggu. Setiap hari diminta untuk mencatat kegiatan harian mereka dan kebersihan tubuh mereka.
Para peneliti menganalisis gen dari mikroba-mikroba itu untuk mengidentifikasi mereka. Mereka menemukan bahwa ekosistem vagina selalu berubah, kadang ketika saat menstruasi. Perubahan juga terjadi karena aktifitas seksual atau bahkan karena faktor yang tidak teridentifikasi. Setiap wanita juga mempunyai jenis mikrobiota berbeda dan dinamika perubahan itu bervariasi.
Memang Forney dan Ravel belum menemukan faktor utama yang menyebabkan perubahan pada ekosistem vagina. Tetapi Ravel menduga bakteri mulai membentuk koloni di vagina sejak manusia lahir dan perubahan koloni bakteri di vagina berlangsung selama masa pubertas dan menopause. Level estrogen, aktivitas seksual, menstruasi tampaknya berperan benting hanya dalam fluktuasi jangka pendek. (sumber : beritasatu.com)
Minggu, 04 Januari 2015

Kenali Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya
Keputihan atau bahasa kedokteran flour albus adalah keluarnya cairan dengan jumlah yang banyak selain darah di vagina. Keputihan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan yang abnormal (patologis).
Keputihan normal atau fisiologis
Keputihan normal/fisiologis adalah keputihan yang normal yang terjadi pada wanita yang telah mengalami menstruasi dan tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini terjadi pada saat wanita memasuki masa subur, sebelum dan sesudah menstruasi, atau pada saat mendapat rangsangan.
Terkait : Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Menstruasi
Ciri-ciri keputihan normal atau fisiologis
Keputihan yang Anda alami tergolong normal bila :
Keputihan abnormal atau patologis
Keputihan patalogis merupakan keputihan yang tidak normal dan harus Anda waspadai. Beberapa keputihan jenis ini biasanya merupakan sinyal penyakit yang terjadi di organ kewanitaan atau daerah rahim. Jika keputihan patologi terjadi pada ibu hamil, salah satu risikonya adalah gangguan kesehatan pada bayi.
Terkait : Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan
Ciri-ciri keputihan yang abnormal/patologis
Keputihan yang perlu diwaspadai, jika cairan yang keluar dari vagina memiliki ciri berikut ini :
Penyebab keputihan yang abnormal/patologis
Untuk memastikan penyebab keputihan abnormal maka dokter akan menyarankan pemeriksaan sekret vagina dan pap smear, pada kasus tertentu perlu dilanjutkan biakan kuman dan tes resistensi.
Terkait : Mengenal Virus Human Papillomavirus (HPV)
Cara mencegah keputihan
Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah keputihan
Keputihan normal atau fisiologis
Keputihan normal/fisiologis adalah keputihan yang normal yang terjadi pada wanita yang telah mengalami menstruasi dan tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini terjadi pada saat wanita memasuki masa subur, sebelum dan sesudah menstruasi, atau pada saat mendapat rangsangan.
Terkait : Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Menstruasi
Ciri-ciri keputihan normal atau fisiologis
Keputihan yang Anda alami tergolong normal bila :
- Bentuknya encer dan tidak lengket
- Warna bening atau sedikit putih
- Jumlah cairan yang keluar sedikit
- Hampir tidak berbau
- pH asam, antara 3,8 – 4,5
- Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri.
Keputihan abnormal atau patologis
Keputihan patalogis merupakan keputihan yang tidak normal dan harus Anda waspadai. Beberapa keputihan jenis ini biasanya merupakan sinyal penyakit yang terjadi di organ kewanitaan atau daerah rahim. Jika keputihan patologi terjadi pada ibu hamil, salah satu risikonya adalah gangguan kesehatan pada bayi.
Terkait : Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan
Ciri-ciri keputihan yang abnormal/patologis
Keputihan yang perlu diwaspadai, jika cairan yang keluar dari vagina memiliki ciri berikut ini :
- Bentuknya kental
- Berwarna putih susu, kuning atau hijau
- Dalam jumlah banyak
- Berbau tidak sedap
- Menimbulkan gatal kadang nyeri pada genital dan sekitarnya
- Kadang mengandung darah
Penyebab keputihan yang abnormal/patologis
- Kurang menjaga kebersihan daerah vagina
- Pemakaian obat-obatan dalam waktu lama, terutama antibiotik
- Mengalami stres
- Infeksi, dapat disebabkan oleh bakteri, gonorrhoe, parasit trichomonas, jamur Candida dan virus (HPV, Herpes, AIDS)
- Kanker leher rahim atau kanker serviks
Untuk memastikan penyebab keputihan abnormal maka dokter akan menyarankan pemeriksaan sekret vagina dan pap smear, pada kasus tertentu perlu dilanjutkan biakan kuman dan tes resistensi.
Terkait : Mengenal Virus Human Papillomavirus (HPV)
Cara mencegah keputihan
Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah keputihan
- Menjaga daerah genital agar tetap bersih dan higienis
- Membilas vagina dengan cara yang benar
- Hindari berendam pada kolam umum
- Gunakan celana dalam dari bahan katun, tidak menggunakan celana dalam yang ketat.
- Mengurangi stres
- Jangan saling tukar celana dalam atau menggunakan celana dalam bersama dengan teman wanita lainnya
- Jangan menggunakan handuk bersamaan
- Lebih berhati – hati dalam menggunakan sarana toilet umum
- Lakukan pola hidup sehat, cukup tidur, olahraga teratur, makan makanan dengan gizi yang seimbang
- Hindari gonta ganti pasangan dalam berhubungan
- Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan suami isteri, setiap tahun harus melakukan pap smear untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di mulut dan leher rahim
Konsultasikanlah dengan dokter bila keputihan tidak kunjung sembuh. Keputihan yang terus menerus dapat disebabkan kemungkinan adanya penyakit serius seperti kanker leher rahim. Semoga ulasan penyebab keputihan dan cara mencegahnya bermanfaat untuk Anda.
Kamis, 16 Oktober 2014

Ingin Tetap Cantik dan Awet Muda?Berhentilah Merokok
Cantik dan awet muda memang selalu menjadi dambaan para wanita, bahkan untuk mendapatkannya banyak yang rela mengeluarkan biaya yang cukup mahal hanya demi perawatan kecantikan. Sebenarnya dengan perawatan yang alami dan melakukan pola hidup sehat kecantikan dapat diperoleh dengan sendirinya (Baca : 7 Rahasia Cantik Selebritis Korea), salah satunya dengan menghindari kebiasaan merokok.
Bagi wanita yang merokok bukan hanya kesehatannya saja yang terganggu (Baca : Bahaya Rokok bagi Wanita), merokok juga dapat memberi dampak buruk pada kecantikan. Berikut ini manfaat kecantikan yang Anda peroleh jika menghentikan kebiasaan merokok :
1. Mencegah penuaan dini
Jika Anda merokok, maka wajah Anda tampak lebih tua dari umur sebenarnya. Karena rokok mengandung bahan kimia yang dapat menghambat aliran darah yang menyebabkan kulit menjadi kering dan keriput. sehingga menyebabkan penuaan dini .
2. Gigi menjadi putih
Senyum yang indah dipengaruhi juga oleh gigi yang putih dan bersih. Dengan merokok dapat membuat gigi Anda menguning dan terlihat kotor, meski Anda menggunakan pemutih gigi sekalipun, noda gigi akan muncul kembali. Berhentilah merokok, agar Anda bisa mengembalikan warna putih alami gigi dan senyum Anda tetap indah.
3. Kuku menjadi sehat
Kandungan asap yang ada pada rokok, dapat menodai kuku Anda. Ini terjadi karena kebiasaan Anda memegang rokok, kuku menjadi kuning dan tampak tidak bersih. Berhenti merokok membuat kuku Anda dapat putih kembali
4. Rambut tebal
Merokok dapat merusak DNA dalam folikel rambut, yang berarti hal ini dapat menyebabkan rambut Anda akan semakin menipis seiring waktu berjalan.
Masih berpikir untuk merokok? Jangan biarkan kecantikan Anda pudar hanya gara-gara merokok. Pikirkanlah manfaat kecantikan yang akan Anda peroleh jika berhenti merokok. Jika merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok, Anda bisa baca 15 Tips Sukses Berhenti Merokok. (femalefirst)
Bagi wanita yang merokok bukan hanya kesehatannya saja yang terganggu (Baca : Bahaya Rokok bagi Wanita), merokok juga dapat memberi dampak buruk pada kecantikan. Berikut ini manfaat kecantikan yang Anda peroleh jika menghentikan kebiasaan merokok :
1. Mencegah penuaan dini
Jika Anda merokok, maka wajah Anda tampak lebih tua dari umur sebenarnya. Karena rokok mengandung bahan kimia yang dapat menghambat aliran darah yang menyebabkan kulit menjadi kering dan keriput. sehingga menyebabkan penuaan dini .
2. Gigi menjadi putih
Senyum yang indah dipengaruhi juga oleh gigi yang putih dan bersih. Dengan merokok dapat membuat gigi Anda menguning dan terlihat kotor, meski Anda menggunakan pemutih gigi sekalipun, noda gigi akan muncul kembali. Berhentilah merokok, agar Anda bisa mengembalikan warna putih alami gigi dan senyum Anda tetap indah.
3. Kuku menjadi sehat
Kandungan asap yang ada pada rokok, dapat menodai kuku Anda. Ini terjadi karena kebiasaan Anda memegang rokok, kuku menjadi kuning dan tampak tidak bersih. Berhenti merokok membuat kuku Anda dapat putih kembali
4. Rambut tebal
Merokok dapat merusak DNA dalam folikel rambut, yang berarti hal ini dapat menyebabkan rambut Anda akan semakin menipis seiring waktu berjalan.
Masih berpikir untuk merokok? Jangan biarkan kecantikan Anda pudar hanya gara-gara merokok. Pikirkanlah manfaat kecantikan yang akan Anda peroleh jika berhenti merokok. Jika merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok, Anda bisa baca 15 Tips Sukses Berhenti Merokok. (femalefirst)
Minggu, 12 Oktober 2014

Fakta Seputar Kanker Payudara yang Sebaiknya Anda Tahu
Payudara merupakan organ tubuh yang menonjolkan sisi feminin seorang wanita. Selain itu organ ini merupakan organ yang rentan terkena kanker. Kanker payudara merupakan momok yang menakutkan bagi kaum wanita, pria pun tidak terkecuali. Kanker ini merupakan termasuk penyebab kematian terbanyak bagi kaum wanita setelah kanker kerviks.
Agar Anda dapat terhindar dari kanker payudara, sebaiknya lakukan deteksi dini. Berikut ini fakta seputar kanker payudara yang sebaiknya anda tahu :
1. Ukuran payudara wanita tidak sama. Sebagian besar wanita memiliki ukuran payudara kiri lebih besar daripada payudara kanan. Hanya beberapa wanita yang mempunyai ukuran payudara yang sama. Perbedaan ukuran mencapai 20% persen pada payudara tergolong normal.
2. Normalnya payudara membesar pada dua atau empat tahun setelah seorang remaja mengalami haid pertama.
3. Wanita lebih memiliki kemungkinan mengalami kanker payudara daripada pria dan kanker ini merupakan salah satu kanker yang mematikan bagi wanita (Baca : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita).
4. Para pria juga dapat mengidap kanker payudara. Bahkan, ada sekitar 2190 kasus baru di tahun 2014 (Baca : Cara Praktis Kenali Gejala Kanker pada Pria).
5. Resiko kanker payudara pada wanita dapat diturunkan dengan menjaga berat badan, berhenti merokok, olahraga secara rutin, mengurangi konsumsi alkohol dan menghindari serta membatasi terapi sulih hormon setelah menopause.
6. Penelitian dari Lembaga Internasional Penelitian Kanker menemukan bukti bahwa orang yang sering kerja shift malam beresiko besar menderita kanker payudara.
7. Kanker payudara dapat menyerang siapa saja baik pria dan wanita serta dapat menyerang wanita muda
8. Orang Mesir kuno adalah yang pertama mencatat penyakit ini lebih dari 3500 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan tulisan yang ada di lembar papirus yang berisi deskripsi yang sama dengan deskripsi modern tentang kanker payudara. Salah satu ahli bedah Mesir kuno mendeskripsikannya sebagai tumor yang menonjol di payudara dan mengatakan bahwa tidak ada obatnya.
9. Dari 98 persen populasi perempuan sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara dengan mammogram mulai umur 40.
10. Sekitar 1 dari 8 perempuan didiagnosa menderita kanker payudara.
11. Operasi pengangkatan payudara (mastektomi radikal) pertama dilakukan pada akhir tahun 1800 oleh William S.Halsted, ahli bedah di Johns Hopkins. Ia juga penemu anestesi.
12. Deteksi kanker payudara sejak dini sangat penting. Ketika kanker payudara dapat dideteksi dini, usia harapan hidup pasien semakin tinggi. Komunitas kanker Amerika menyarankan sebaiknya Anda melakukan cek kesehatan payudara (dilakukan dokter) setiap tiga tahun sekali saat menginjak usia 30 tahun. Lakukan mammogram saat berusia 40 tahun. Pemeriksaan lebih intensif dianjurkan pada mereka yang punya riwayat kanker payudara dalam keluarganya. Selain itu sebaiknya periksa payudara sendiri setiap bulan.
13. Dokter akan menentukan stadium kanker pada saat menetapkan diagnosis untuk membuat rencana pengobatan dan menentukan prognosis pasien. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan radiografi (Sinar X, ultrasound, MRI, dan tes terkait) dan biopsi, serta pengambilan kanker, dan pengetesan getah bening.
14. Jenis kanker payudara dapat ditentukan dari ukuran tumor dan wilayah penyebarannya. Stadium satu adalah tumor yang ukurannya mencapai diameter 2 cm dan negatif pada kelenjar getah bening. Stadium dua, tumor mencapai diameter antara 2 hingga 5 cm dan positif mencapai getah bening. Stadium tiga, kurang dari 5 cm namun menyebar hingga kelenjar getah bening atau daerah dada. Stadium empat adalah ketika tumor telah menyebar ke area yang jauh.
15. Terdapat beberapa istilah kesehatan untuk payudara. Mamm-o sama dengan mammografi, mast-o sama dengan mastektomi; maz-o sama dengan “amazon”, maksudnya tidak memiliki payudara, seperti wanita prajurit Amazon yang sejarahnya menghilangkan payudara untuk meningkatkan kemampuan memanahnya.
16. Baik laki-laki (1 dari 180) dan wanita (1 dari 50) dapat mengidap politelia yaitu mempunyai satu atau lebih puting ekstra (biasanya sering disamakan sebagai tahi lalat). Jika ditemukan pada area puting atau di saluran susu, risikonya terkena penyakit yang menyerang kelenjar payudara menjadi besar.
17. Ada banyak jenis kanker payudara dan obat untuk mengobati satu dan yang lainnya tidak sama.
18. Diperkirakan 85 persen kanker payudara terjadi pada wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit ini. Sebaliknya, 12 hingga 15 persen diakibatkan oleh mutasi yang berkaitan dengan kanker payudara dari gen BRCA atau PALB.
19. Usia harapan hidup pengidap kanker payudara semakin meningkat. Tingkat kematian akibat kanker payudara terus menurun sekitar 2 persen sejak tahun 1990.
20. Pembesaran payudara dengan implan (baik silikon atau salin) masih menjadi prosedur bedah plastik yang diminati para wanita. (kompas/Everyday Health)
Agar Anda dapat terhindar dari kanker payudara, sebaiknya lakukan deteksi dini. Berikut ini fakta seputar kanker payudara yang sebaiknya anda tahu :
1. Ukuran payudara wanita tidak sama. Sebagian besar wanita memiliki ukuran payudara kiri lebih besar daripada payudara kanan. Hanya beberapa wanita yang mempunyai ukuran payudara yang sama. Perbedaan ukuran mencapai 20% persen pada payudara tergolong normal.
2. Normalnya payudara membesar pada dua atau empat tahun setelah seorang remaja mengalami haid pertama.
3. Wanita lebih memiliki kemungkinan mengalami kanker payudara daripada pria dan kanker ini merupakan salah satu kanker yang mematikan bagi wanita (Baca : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita).
4. Para pria juga dapat mengidap kanker payudara. Bahkan, ada sekitar 2190 kasus baru di tahun 2014 (Baca : Cara Praktis Kenali Gejala Kanker pada Pria).
5. Resiko kanker payudara pada wanita dapat diturunkan dengan menjaga berat badan, berhenti merokok, olahraga secara rutin, mengurangi konsumsi alkohol dan menghindari serta membatasi terapi sulih hormon setelah menopause.
6. Penelitian dari Lembaga Internasional Penelitian Kanker menemukan bukti bahwa orang yang sering kerja shift malam beresiko besar menderita kanker payudara.
7. Kanker payudara dapat menyerang siapa saja baik pria dan wanita serta dapat menyerang wanita muda
8. Orang Mesir kuno adalah yang pertama mencatat penyakit ini lebih dari 3500 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan tulisan yang ada di lembar papirus yang berisi deskripsi yang sama dengan deskripsi modern tentang kanker payudara. Salah satu ahli bedah Mesir kuno mendeskripsikannya sebagai tumor yang menonjol di payudara dan mengatakan bahwa tidak ada obatnya.
9. Dari 98 persen populasi perempuan sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara dengan mammogram mulai umur 40.
10. Sekitar 1 dari 8 perempuan didiagnosa menderita kanker payudara.
11. Operasi pengangkatan payudara (mastektomi radikal) pertama dilakukan pada akhir tahun 1800 oleh William S.Halsted, ahli bedah di Johns Hopkins. Ia juga penemu anestesi.
12. Deteksi kanker payudara sejak dini sangat penting. Ketika kanker payudara dapat dideteksi dini, usia harapan hidup pasien semakin tinggi. Komunitas kanker Amerika menyarankan sebaiknya Anda melakukan cek kesehatan payudara (dilakukan dokter) setiap tiga tahun sekali saat menginjak usia 30 tahun. Lakukan mammogram saat berusia 40 tahun. Pemeriksaan lebih intensif dianjurkan pada mereka yang punya riwayat kanker payudara dalam keluarganya. Selain itu sebaiknya periksa payudara sendiri setiap bulan.
13. Dokter akan menentukan stadium kanker pada saat menetapkan diagnosis untuk membuat rencana pengobatan dan menentukan prognosis pasien. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan radiografi (Sinar X, ultrasound, MRI, dan tes terkait) dan biopsi, serta pengambilan kanker, dan pengetesan getah bening.
14. Jenis kanker payudara dapat ditentukan dari ukuran tumor dan wilayah penyebarannya. Stadium satu adalah tumor yang ukurannya mencapai diameter 2 cm dan negatif pada kelenjar getah bening. Stadium dua, tumor mencapai diameter antara 2 hingga 5 cm dan positif mencapai getah bening. Stadium tiga, kurang dari 5 cm namun menyebar hingga kelenjar getah bening atau daerah dada. Stadium empat adalah ketika tumor telah menyebar ke area yang jauh.
15. Terdapat beberapa istilah kesehatan untuk payudara. Mamm-o sama dengan mammografi, mast-o sama dengan mastektomi; maz-o sama dengan “amazon”, maksudnya tidak memiliki payudara, seperti wanita prajurit Amazon yang sejarahnya menghilangkan payudara untuk meningkatkan kemampuan memanahnya.
16. Baik laki-laki (1 dari 180) dan wanita (1 dari 50) dapat mengidap politelia yaitu mempunyai satu atau lebih puting ekstra (biasanya sering disamakan sebagai tahi lalat). Jika ditemukan pada area puting atau di saluran susu, risikonya terkena penyakit yang menyerang kelenjar payudara menjadi besar.
17. Ada banyak jenis kanker payudara dan obat untuk mengobati satu dan yang lainnya tidak sama.
18. Diperkirakan 85 persen kanker payudara terjadi pada wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit ini. Sebaliknya, 12 hingga 15 persen diakibatkan oleh mutasi yang berkaitan dengan kanker payudara dari gen BRCA atau PALB.
19. Usia harapan hidup pengidap kanker payudara semakin meningkat. Tingkat kematian akibat kanker payudara terus menurun sekitar 2 persen sejak tahun 1990.
20. Pembesaran payudara dengan implan (baik silikon atau salin) masih menjadi prosedur bedah plastik yang diminati para wanita. (kompas/Everyday Health)
Rabu, 01 Oktober 2014

Ini Bahayanya Infeksi TORCH pada Ibu Hamil
TORCH merupakan istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Infeksi TORCH sangat berbahaya bagi ibu hamil, selain menimbulkan masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita maupun pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan ataupun terjadinya keguguran dini.
Berikut ini, beberapa bahaya infeksi TORCH pada ibu hamil
1. Toksoplasmosis
Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit (protozoan parasite Toxoplasma gondii) yang ditularkan dari hewan bertubuh panas kepada manusia. Parasit ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Sumber terutamanya adalah daging yang tidak dimasak matang atau sayuran mentah. Tangan yang tercemar toksoplasma juga bisa menjadi media penularan jika kita tidak mencuci tangan sebelum makan.
Pada kasus infeksi maternal primer yang terjadi pada kehamilan, parasit bisa ditularkan dari plasenta dan menyebabkan cacat pada janin berupa gangguan penglihatan atau keguguran spontan, meski persentasenya kecil. Kebanyakan, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.
Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh atau sistem antibodi terganggu misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun. Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan.
Sedangkan Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelainan mata dan telinga, retardasi mental, kejang-kejang dan ensefalitis.
Pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat karena diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala. Pemeriksaan yang dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG. Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma.
2. Infeksi rubella
Infeksi ini juga dikenal dengan campak Jerman dan sering diderita anak-anak. Ibu hamil yang mengalami infeksi rubella pada tri semester pertama kehamilan, 90 persennya menyebabkan kebutaan, tuli, kelainan jantung, keterbelakangan mental, bahkan keguguran (Baca : Mengenal Bahaya Virus Rubella). Ibu hamil disarankan untuk tidak berdekatan dengan orang yang sedang sakit campak Jerman. Untuk mencegah infeksi rubella, kaum wanita disarankan untuk melakukan vaksinasi.
Tanda tanda dan gejala infeksi virus Rubella sangat bervariasi, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Diagnosis infeksi Rubella yang tepat hanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.
3. Cytomegalovirus (CMV)
Cytomegalovirus CMV merupakan keluarga virus herpes. Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Infeksi primer pada ibu hamil ditandai dengan terjadinya serokonversi dari IgG antibodi CMV selama kehamilan atau didapatkan IgG dan IgM CMV bersama-sama selama kehamilan. Sedangkan infeksi rekuren ditandai adanya antibodi CMV pada fase sebelum terjadinya pembuahan. Pada infeksi primer, transmisi infeksi ke bayi sebesar 40%. Adanya IgG anti CMV pada ibu hamil tidak memberi perlindungan kepada bayi, sehingga kelainan kongenital mungkin terjadi (Baca : Mengenal Virus Cytomegalovirus (CMV)).
Pemeriksaan laboratorium berguna untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang yang mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG. Media penularan virus ini melalui kontak seksual atau selama kehamilan. Akibat infeksi ini bisa fatal karena menyebabkan cacat bawaan pada janin. Belum ada pengobatan yang bisa mencegah infeksi virus ini.
4. Herpes simplex
Virus herpes terdiri dari 2 jenis, yaitu herpes simplex 1 (HSV-1) dan herpes simplex virus 2 (HSV 2). Penularan virus ini biasanya terjadi dengan kontak seksual pada orang dewasa. HSV 1 juga bisa ditularkan melalui kontak sosial pada masa anak-anak. Prevelansi HSV 2 lebih tinggi pada kelompok HIV positif dan mereka yang melakukan hubungan seks yang tidak aman. Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II).
Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit, namun tanda ini tidak selalu muncul. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus). Untuk diagnosa yang tepat, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.
Ibu hamil yang terinfeksi TORCH berisiko tinggi menularkan kepada janinnya yang bisa menyebabkan cacat bawaan. Dugaan terhadap infeksi TORCH baru bisa dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan darah atau skrining.
Berikut ini, beberapa bahaya infeksi TORCH pada ibu hamil
1. Toksoplasmosis
Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit (protozoan parasite Toxoplasma gondii) yang ditularkan dari hewan bertubuh panas kepada manusia. Parasit ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Sumber terutamanya adalah daging yang tidak dimasak matang atau sayuran mentah. Tangan yang tercemar toksoplasma juga bisa menjadi media penularan jika kita tidak mencuci tangan sebelum makan.
Pada kasus infeksi maternal primer yang terjadi pada kehamilan, parasit bisa ditularkan dari plasenta dan menyebabkan cacat pada janin berupa gangguan penglihatan atau keguguran spontan, meski persentasenya kecil. Kebanyakan, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.
Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh atau sistem antibodi terganggu misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun. Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan.
Sedangkan Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelainan mata dan telinga, retardasi mental, kejang-kejang dan ensefalitis.
Pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat karena diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala. Pemeriksaan yang dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG. Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma.
2. Infeksi rubella
Infeksi ini juga dikenal dengan campak Jerman dan sering diderita anak-anak. Ibu hamil yang mengalami infeksi rubella pada tri semester pertama kehamilan, 90 persennya menyebabkan kebutaan, tuli, kelainan jantung, keterbelakangan mental, bahkan keguguran (Baca : Mengenal Bahaya Virus Rubella). Ibu hamil disarankan untuk tidak berdekatan dengan orang yang sedang sakit campak Jerman. Untuk mencegah infeksi rubella, kaum wanita disarankan untuk melakukan vaksinasi.
Tanda tanda dan gejala infeksi virus Rubella sangat bervariasi, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Diagnosis infeksi Rubella yang tepat hanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.
3. Cytomegalovirus (CMV)
Cytomegalovirus CMV merupakan keluarga virus herpes. Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Infeksi primer pada ibu hamil ditandai dengan terjadinya serokonversi dari IgG antibodi CMV selama kehamilan atau didapatkan IgG dan IgM CMV bersama-sama selama kehamilan. Sedangkan infeksi rekuren ditandai adanya antibodi CMV pada fase sebelum terjadinya pembuahan. Pada infeksi primer, transmisi infeksi ke bayi sebesar 40%. Adanya IgG anti CMV pada ibu hamil tidak memberi perlindungan kepada bayi, sehingga kelainan kongenital mungkin terjadi (Baca : Mengenal Virus Cytomegalovirus (CMV)).
Pemeriksaan laboratorium berguna untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang yang mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG. Media penularan virus ini melalui kontak seksual atau selama kehamilan. Akibat infeksi ini bisa fatal karena menyebabkan cacat bawaan pada janin. Belum ada pengobatan yang bisa mencegah infeksi virus ini.
4. Herpes simplex
Virus herpes terdiri dari 2 jenis, yaitu herpes simplex 1 (HSV-1) dan herpes simplex virus 2 (HSV 2). Penularan virus ini biasanya terjadi dengan kontak seksual pada orang dewasa. HSV 1 juga bisa ditularkan melalui kontak sosial pada masa anak-anak. Prevelansi HSV 2 lebih tinggi pada kelompok HIV positif dan mereka yang melakukan hubungan seks yang tidak aman. Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II).
Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit, namun tanda ini tidak selalu muncul. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus). Untuk diagnosa yang tepat, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.
Ibu hamil yang terinfeksi TORCH berisiko tinggi menularkan kepada janinnya yang bisa menyebabkan cacat bawaan. Dugaan terhadap infeksi TORCH baru bisa dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan darah atau skrining.
Jumat, 05 September 2014

Bahaya Rokok bagi Wanita
Secara kesehatan, wanita ternyata jauh lebih rentan daripada laki-laki. Hal ini bisa dipahami karena secara alami, fisik wanita memang berbeda dari laki-laki (Baca : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita). Wanita mengalami siklus hormonal yang menyebabkan mereka mengalami menstruasi, hamil, dan menyusui. Secara fisik wanita memiliki payudara dan rahim yang tidak dimiliki laki-laki.
Apalagi bagi wanita yang merokok. Ternyata rokok lebih memberi efek negatif lebih besar kepada wanita timbang pria. Berikut adalah bahaya rokok bagi wanita yang sebaiknya Anda tahu
1. Kanker paru
Kanker paru biasanya didominasi oleh laki-laki. Namun kini, angka kejadian kanker paru pada wanita menunjukkan tren kenaikan. Diyakini kuat, ini terjadi karena kebiasaan buruk merokok.
2. Kanker rongga mulut dan kerongkongan
Organ ini adalah bagian yang langsung terpapar asap rokok sebelum mencapai paru-paru. Rangsangan kronis asap rokok pada organ-organ ini pun dapat memicu pembentukan sel-sel kanker.
3. Kanker serviks (leher rahim)
Bahaya rokok bagi wanita yang lainnya yaitu kanker serviks meski masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Sebagian ahli berpendapat bahwa zat racun dalam asap rokok bisa mencapai leher rahim. Ini bisa meningkatkan risiko infeksi HPV (human papilloma virus) jenis serotipe tertentu yang bisa memicu pembentukan sel kanker.
4. Periode menstruasi terganggu
Risiko penyakit bukan hanya kanker. Kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan kemungkinan terganggunya periode menstruasi, terjadinya pendarahan yang berlebihan, juga keputihan. Ini semua bisa terjadi karena racun berbahaya pada rokok memengaruhi ovarium atau indung telur dan menyebabkan rendahnya kadar hormon estrogen.
5. Gangguan kesuburan
Kesuburan atau fertilitas pada perokok dapat berkurang hingga 72 persen sehingga mengganggu masa subur wanita. Artinya, bahaya rokok bagi wanita yaitu membuat kemungkinan lebih besar untuk mandul (Baca : Hal yang Menyebabkan Wanita Susah Hamil).
6. Gangguan kehamilan
Pada wanita yang sedang hamil, zat-zat racun asap rokok juga bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan ari-ari. Karena ari-ari ini menghubungkan ibu dengan janinnya, maka gangguan pertumbuhannya bisa menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan rendah saat bayi lahir.
Sebelum Anda merokok pikirkanlah efek jangka panjangnya. Semoga artikel bahaya rokok bagi wanita bermanfaat bagi Anda. (kompas.com)
Apalagi bagi wanita yang merokok. Ternyata rokok lebih memberi efek negatif lebih besar kepada wanita timbang pria. Berikut adalah bahaya rokok bagi wanita yang sebaiknya Anda tahu
1. Kanker paru
Kanker paru biasanya didominasi oleh laki-laki. Namun kini, angka kejadian kanker paru pada wanita menunjukkan tren kenaikan. Diyakini kuat, ini terjadi karena kebiasaan buruk merokok.
2. Kanker rongga mulut dan kerongkongan
Organ ini adalah bagian yang langsung terpapar asap rokok sebelum mencapai paru-paru. Rangsangan kronis asap rokok pada organ-organ ini pun dapat memicu pembentukan sel-sel kanker.
3. Kanker serviks (leher rahim)
Bahaya rokok bagi wanita yang lainnya yaitu kanker serviks meski masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Sebagian ahli berpendapat bahwa zat racun dalam asap rokok bisa mencapai leher rahim. Ini bisa meningkatkan risiko infeksi HPV (human papilloma virus) jenis serotipe tertentu yang bisa memicu pembentukan sel kanker.
4. Periode menstruasi terganggu
Risiko penyakit bukan hanya kanker. Kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan kemungkinan terganggunya periode menstruasi, terjadinya pendarahan yang berlebihan, juga keputihan. Ini semua bisa terjadi karena racun berbahaya pada rokok memengaruhi ovarium atau indung telur dan menyebabkan rendahnya kadar hormon estrogen.
5. Gangguan kesuburan
Kesuburan atau fertilitas pada perokok dapat berkurang hingga 72 persen sehingga mengganggu masa subur wanita. Artinya, bahaya rokok bagi wanita yaitu membuat kemungkinan lebih besar untuk mandul (Baca : Hal yang Menyebabkan Wanita Susah Hamil).
6. Gangguan kehamilan
Pada wanita yang sedang hamil, zat-zat racun asap rokok juga bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan ari-ari. Karena ari-ari ini menghubungkan ibu dengan janinnya, maka gangguan pertumbuhannya bisa menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan rendah saat bayi lahir.
Sebelum Anda merokok pikirkanlah efek jangka panjangnya. Semoga artikel bahaya rokok bagi wanita bermanfaat bagi Anda. (kompas.com)
Sabtu, 21 Juni 2014

Gejala Penyakit Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan jenis penyakit berbahaya yang menyerang wanita. Di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20 – 25 orang meninggal setiap harinya. Kanker ini termasuk golongan penyakit yang membunuh secara diam-diam, karena kanker serviks tidak memiliki gejala dini. Seorang wanita baru mengetahui ia terkena kanker serviks setelah penyakit ini sudah mencapai stadium lanjut.
Penyebab utama kanker serviks (kanker leher rahim) adalah human papilloma virus (HPV) atau virus papiloma manusia. Kurangnya pengetahuan mengenai gejala dan tanda kankers serviks membuat sebagian wanita tidak menyadari. Bahkan kanker ini akan menyerang siapa saja dalam rentan usia yang tak terbatas.
Gejala Awal Kanker Serviks
Pada stadium awal penderita kanker serviks sulit ditemukan gejalanya. Penderita kankers serviks pada awal terinfeksi virus layaknya seperti perempuan normal. Adapun pemeriksaan secara medis dengan bantuan tes pap dapat mendeteksi secara dini adanya gejala kanker serviks. Berikut ini beberapa gejala penyakit kanker serviks yaitu :
1. Keputihan patogonis
Keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan selain darah dari kewanitaan dalam jumlah banyak . Meskipun tidak semua keputihan berbahaya akan tetapi jika anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri : keluarnya cairan dalam jumlah banyak, cairan kental, berbau tidak sedap, berwarna tidak normal (kekuning-kuningan, kehijauan, kecoklatan), timbul rasa panas dan gatal pada area kewanitaan, anda harus waspada kemungkinan merupakan gejala penyakit kanker serviks dan segera konsultasikan dengan dokter spesialis obygn.
2. Sakit pada area kewanitaan
Rasa sakit yang menyerang area kewanitaan disebabkan karena human papiloma virus (HPV) berkembang dan mengganggu imunitas tubuh sehingga berakibat perut bagian bawah sakit, sakit pada paha, sakit pada persendiaan panggul saat menstruasi, sakit ketika buang air besar, dan sakit ketika berhubungan badan.
3. Pendarahan
Banyak wanita menanggap bahwa pendarahan yang terjadi karena siklus menstruasi yang tidak normal, akan tetapi perlu diwaspadai itu merupakan gejala penyakit kanker serviks jika darah yang keluar dari area kewanitaan anda sering dan berlangsung rutin maka harus memeriksakan segera pada dokter
4. Nyeri saat buang air kecil
Kantung kemih yang terinfeksi dengan virus akan mengakibatkan penderita mengalami rasa sakit saat buang air kecil ini merupakan gejala penyakit kanker serviks memasuki stadium lanjut.
5. Timbul rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan seks
Sering menggonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual beresiko tinggi mengakibatkan kanker serviks. Ketika berhubungan intim sering sakit dan mengeluarkan darah disebabkan adanya infeksi pada leher rahim yang parah.
6. Penurunan nafsu makan
Penurunan nafsu makan menyebakan imunitas menurun sehingga rawan terjadi stress, cemas berlebih, dan menggangu energi. Selain itu, ini merupakan tanda awal terjadinya gejala kanker serviks.
7. Bengkak pada kaki
Ketika anda mengalami kaki bengkak tanpa sebab, mungkin ini serangkaian tanda virus penyebab kanker serviks menyerang tubuh anda.
8. Cepat Lelah
Kelelahan yang menandakan anda terjangkit HPV adalah kelelahan tanpa sebab yang kadang menyerang saat anda bersantai, ini juga bisa menjadi gejala penyakit kanker serviks.
Kanker serviks bukan penyakit yang tidak bisa dicegah dan diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Selalu jaga gaya hidup sehat dan pola makan Anda agar terhindar dari penyakit pembunuh wanita nomer satu di Indonesia ini.(berbagai sumber)
Kamis, 13 Februari 2014

Mengenal Bahaya Virus Rubella
Tahukah anda mengenai Rubella? Mungkin nama ini masih terdengar asing di telinga kita. Tetapi, bahaya virus Rubella patut diwaspadai karena virus yang biasanya ditularkan melalui cairan tubuh ini dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin.
Dilansir dari chealth.canoe.ca, rubella biasanya dikenal dengan istilah campak Jerman. Campak ini terjadi selama 3 hari berturut-turut yang menyerang kulit dan kelenjar getah bening. Penyakit ini dapat ditularkan melalui aliran darah wanita yang sedang hamil kepada janin yang dikandungan. Saat ini, sebagian besar infeksi virus rubella terjadi para pria-wanita dewasa usia muda dan bukan pada anak-anak.
Pada orang dewasa, gejala awal penyakit ini ringan bahkan sama sekali tidak timbul. Ruam (kemerahan pada kulit) awalnya akan muncul di wajah dan leher lain akan menyebar ke seluruh badan dan berlangsung selama 3 hari. Pada langit-langit mulut akan muncul bintik kemerahan. Jika daya tahan tubuh kuat, virus ini akan mati. Sebaliknya, jika daya tahan tubuh lemah, virus ini akan bertahan dalam tubuh.
Virus Rubella yang menyerang ibu hamil akan berakibat fatal pada pertumbuhan dan kehidupan janin karena dapat mengancam kelainan jantung, kehilangan pendengaran ketika dilahirkan, retardasi mental, kelainan pada bentuk dan fungsi mata, katarak, hidrosefalus dan masih banyak lagi. Disarankan bagi calon pengantin yang mau menikah sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, dan bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan untuk mendeteksi lebih dahulu ada tidaknya virus ini dalam tubuh. Caranya adalah dengan melakukan serangkaian tes yang disebut tes TORCH.
Antisipasi bahaya virus rubella ini adalah cara terbaik yaitu dengan selalu menjaga kesehatan diri dan rajin melakukan medical check-up.
Update :
8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan
Update :
8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan
Sabtu, 18 Januari 2014

Mengenal Penyakit Kista Ovarium
Kista ovarium sebenarnya merupakan kantung yang berisi cairan yang berkembang di dalam ovarium. Penyakit ini muncul dengan kondisi mirip seperti lepuhan kulit dan biasa terjadi pada masa reproduksi wanita. Kista ini biasanya tumbuh pada sisi rahim.
Jenis penyakit ini tidak terlalu membahayakan. Bahkan penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya meski tanpa pengobatan apapun. Akan tetapi pada kasus tertentu, kista ovarium bisa memberi dampak yang cukup serius seperti nyeri haid, pendarahan bahkan kanker endometrium.
Penyebab Kista Ovarium
Struktur kista yang disebut folikel tumbuh di dalam rahim. Saat telur matang, folikel ini akan pecah dan dilepaskan pada saat ovulasi. Akan tetapi jika folikel gagal pecah dan melepaskan telur, cairan yang ada akan tetap bertahan sehingga membentuk kista kecil. Hal ini termasuk normal terjadi, dan dapat hilang dengan sendirinya. Sedangkan untuk kista ovarium abnormal bisa muncul karena ketidakseimbangan hormon wanita yaitu hormon estrogen dan progesteron.
Beberapa hal yang menyebabkan berkembangnya kista ovarium diantaranya adalah riwayat kista ovarium yang terdahulu, siklus haid yang tidak teratur, perut buncit, menderita hipotiroid, menderita kanker payudara yang sebelumnya juga pernah menjalani kemoterapi dan menstruasi pada usia dini.
Beberapa jenis kista ovarium yaitu kista fungsional, kista dermoid, kista endrometioma, kista denoma, polycystic ovarian disease, dan polycystic ovarian syndrome (PCOS). Untuk kista fungsional, kondisi ini termasuk masih normal. Akan tetapi untuk jenis kista yang lain seperti kista dermoid, kista endrometioma, kista denoma, polycystic ovarian disease dan polycystic ovarian syndrome (PCOS), kista ini bisa berbahaya.
Gejala Kista Ovarium
Gejala kista ovarium hampir tidak pernah menunjukkan gejala-gejala yang kasat mata. Namun saat kista tersebut muncul, penderita akan merasakan nyeri atau ada tekanan pada bagian perut. Rasa nyeri ini tergantung pada beberapa hal seperti ukuran kista ataupun pecahnya cairan pada kista yang menyebabkan jaringan perut mengalami iritasi.
Beberapa gejala lain yang menjadi tanda munculnya kista ovarium adalah siklus haid yang tidak teratur ataupun periode haid yang terasa sangat menyakitkan. Selain itu, gejala kista ovarium juga bisa disebabkan oleh kram perut bagian bawah atau rasa nyeri pada pinggul, nyeri pada panggul setelah melakukan olahraga intensif atau setelah bersenggama, mual, muntah dan keluarnya flek darah dari vagina. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda bahwa ada yang sedang tidak beres dengan tubuh anda terutama pada ovarium anda. Untuk itu jika mengalami masalah seperti di atas sebaiknya anda segera menghubungi dokter untuk memperoleh diagnosa yang lebih tepat.
Sabtu, 21 Desember 2013
Cek Kesehatan Wajib untuk Para Ibu
Seorang ibu selalu mendahulukan kepentingan anak-anak dan keluarganya daripada kebutuhannya sendiri. Begitu juga dalam masalah kesehatan, para ibu selalu berupaya menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga, tapi kadang lupa bahwa ia juga wajib bugar dan sehat.
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin karena penyakit bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Karena itu meski Anda sudah merasa telah melakukan gaya hidup sehat, agendakan check up kesehatan secara rutin, misalnya saat ulang tahun atau Hari Ibu agar selalu ingat.
Sebelum terlambat, lakukan deteksi dini dengan cek kesehatan rutin. ada beberapa pemeriksaan kesehatan yang wajib dilakukan para wanita, yaitu :
1. Pap Smear
Deteksi dini kanker leher rahim (serviks) dengan rutin melakukan pemeriksaan pap smear. Tes ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya sel-sel abnormal pra kanker atau infeksi di leher rahim. Jika dideteksi sedini mungkin, peluang kesembuhan kanker serviks sangat besar. Karena itu lakukan tes pap smear setahun sekali.
Terkait : Gejala Penyakit Kanker Serviks
2. Mamografi (Pemeriksaan Payudara)
Pada wanita berusia 20-39 tahun, dokter akan menyarankan pemeriksaan payudara melalui ultrasonografi (USG). Lewat pemeriksaan ini akan diketahui ada tidaknya benjolan padat atau kista pada payudara. Sementara itu pemeriksaan mamografi disarankan untuk mereka yang sudah berusia 40 tahun.
3. Pemeriksaan Jantung
Berbedanya gejala penyakit jantung pada wanita dan pria membuat wanita kurang menyadari bahwa ada masalah pada kesehatan jantung mereka. Selain itu stres pada perkawinan rupanya juga menjadi pemicu tingginya angka penderita penyakit jantung pada wanita. Lakukan pemeriksaan jantung denga EKG atau elektrokardiografi secara berkala sehingga dapat diketahui gejala dini kelainan pada jantung.
4. Cek kepadatan tulang
Seiring dengan bertambahnya usia, kepadatan tulang akan mulai menurun. Terlebih jika Anda termasuk orang yang kurang memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium. Wanita yang sudah melahirkan dan menyusui juga lebih rentang mengalami penurunan kepadatan tulang. Karena itu lakukan pemeriksaan ini untuk mencegah terjadinya osteoporosis yang dapat membuat tulang rentan patah.
5. Kesehatan mental
Kaum wanita lebih rentan mengalami depresi dan kecemasan. Selain faktor hormonal, beban ganda yang ditanggung para ibu juga membuatnya memiliki beban stres lebih besar. Jika Anda merasa sering mengalami rasa murung, sedih, marah, dan menarik diri, segera konsultasikan dengan dokter karena itu bisa jadi merupakan gejala depresi.
Tanda-tanda lain adanya gangguan pada kesehatan jiwa antara lain menurunnya selera makan, pola tidur terganggu, gangguan seksual, hingga psikosomatis (penyakit fisik seperti nyeri lambung, gatal-gatal, yang disebabkan karena stres.
Jaga selalu kesehatan anda dan keluarga, semoga artikel mengenai cek kesehatan wajib untuk para ibu bermanfaat bagi Anda. Selamat Hari Ibu!
Rabu, 04 Desember 2013

Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita
Berbagai penyakit bisa menyerang siapa saja, tidak memandang pria atau wanita. Namun, ada beberapa penyakit yang lebih sering atau lebih banyak diderita wanita di banding pria.Perubahan gaya hidup sering disebut-sebut sebagai penyebab makin melemahnya daya tahan tubuh wanita masa kini. Mengkonsumsi makanan sembarangan, istirahat tak cukup serta gaya sibuk lain yang tak sehat membuat waktu wanita tersita untuk memperhatikan kesehatannya.Maka tak heran, banyak masalah kesehatan serius yang diderita kaum hawa.
Berikut beberapa penyakit berbahaya yang paling sering diderita wanita dibanding pria, seperti dikutip dari Mayo Clinic
1. Penyakit jantung
Meski sering dianggap sebagai masalah bagi laki-laki, tapi lebih banyak wanita yang meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya..
Wanita lebih mungkin dibanding pria memiliki gejala serangan jantung yang tidak berhubungan dengan nyeri dada. Seperti sesak napas, mual atau muntah, berkeringat, pusing, kelelahan tidak biasa, serta ketidaknyamanan pada leher, bahu, punggung atas, dan perut.
Faktor yang memainkan peran dalam perkembangan penyakit jantung pada wanita adalah sindrom metabolik. Kombinasi dari lemak di sekitar perut, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, triglycerides tinggi merupakan dampak terbesar pada wanita dibanding pria.
Rendahnya tingkat estrogen setelah menopause juga menimbulkan faktor risiko signifikan untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular pada pembuluh darah kecil (penyakit jantung karena pembuluh menyempit).
2. Kanker payudara
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian bagi wanita. Penemuan mutasi gen yang diwariskan pada beberapa perempuan meningkatkan risiko berkembangnya kanker payudara.
3. Kanker ovarium
Kanker ovarium sangat sulit dideteksi pada tahap awal sehingga sering dianggap silent killer. Meski bisa terjadi di semua usia, tapi risiko seorang wanita secara bertahap meningkat mengikuti usia. Dan jika ada riwayat kanker ovarium di keluarganya.
4. Kanker paru-paru
Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian wanita dari penyakit kanker. Penghentian merokok sangat penting untuk meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh rokok serta mengoptimalkan kesehatan jangka panjang.
5. Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang menurun yang terjadi pada pria dan wanita. Tapi, beberapa studi melaporkan sebanyak satu dari setiap dua wanita berusia di atas 50 tahun mengalami patah tulang terkait osteoporosis dalam hidupnya.
Pada usia 65 tahun, beberapa wanita telah kehilangan setengah dari massa tulangnya. Dan diharapkan bagi para wanita agar lebih memerhatikan kesehatan serta segera periksakan jika memiliki keluhan pada tubuh. Itu untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi pada tubuh.
6. Infeksi saluran kemih dan infeksi ginjal
Menurut MedicineNet, kondisi yang lebih sering mengganggu wanita dibanding pria adalah infeksi saluran kemih dan infeksi ginjal. Penyakit ginjal merupakan penyebab utama hipertensi. Dan setelah usia 50, hipertensi lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria.
7. Sindrom sulit hamil
Jika Anda seorang wanita muda yang menderita menstruasi yang tidak teratur, maka Anda berada di bawah ancaman Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).
Gaya hidup tidak sehat membuat gangguan ini menjadi epidemi. Statistik mengatakan, bahwa hampir satu dari setiap tiga wanita mengalami PCOS saat ini dan yang harus Anda lakukan untuk menghindarinya adalah makan sehat dan mengelola berat badan Anda.
Sumber : health.liputan6.com,
Langganan:
Komentar (Atom)