Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2015

Apa Tandanya Ibu Hamil Mengandung Bayi Laki-laki?

tanda-mengandung-bayi-laki-laki

Ada kebanggaan tersendiri saat memiliki anak laki-laki bagi sebagian keluarga di Indonesia, bahkan di beberapa budaya tertentu, memiliki anak laki-laki menjadi kewajiban bagi pasangan suami-istri.

Untuk mengetahui jenis kelamin jabang bayi, dengan teknologi ultrasonografi (USG) tentunya sangatlah mudah. Namun, bagi para orangtua zaman dahulu, untuk mengetahui jenis kelamin bayi, mereka tidak memerlukan teknologi mutakhir, tetapi memprediksi dari tanda yang dialami oleh sang calon ibu.

Berikut enam tanda seorang wanita mengandung bayi laki-laki :

1. Sakit kepala

Kebanyakan ibu hamil akan mengalami morning sickness pada trisemester pertama masa kehamilannya. Jika tidak mengalami morning sickness tetapi lebih merasa sakit kepala, tidak perlu cemas karena hal tersebut memang mungkin saja terjadi dan dapat diartikan bahwa ibu hamil mengandung anak laki-laki.

2. Urine berwarna kuning cerah

Saat buang air kecil, coba perhatikan warna air seni. Hal kecil yang sering diabaikan kebanyakan orang seperti warna urin ini ternyata dapat mengidentifiksikan jenis kelamin bayi. Jika warna urin ibu hamil cenderung kuning cerah, berarti mengandung anak laki-laki.

3. Kebiasaan ngidam

Sebagian orang percaya mitos yang mengatakan bahwa jika ibu hamil ngidam dan tidak dituruti maka akan melahirkan anak yang suka ngiler. Secara medis tentunya hal itu tidak benar, kebiasaan ngidam tidak lain karena pengaruh hormon yang membuat ibu hamil ingin memiliki atau mengonsumsi sesuatu.

Jika saat kehamilan merasa cenderung ingin mengonsumsi makanan yang asam dan asin, dapat diartikan bahwa sedang mengandung anak laki-laki.

4. Detak jantung bayi kurang dari 150 detik per menit

Ketika menempelkan tangan diatas perut ibu hamil, pastinya denyut jantung bayi akan terasa. Cobalah untuk menghitung jumlah denyut jantung bayi dalam kandungan selama satu menit. Jika hasilnya dibawah 150 per menit, berarti mengandung anak laki-laki.

5. Ukuran Payudara

Saat kehamilan, tentunya ukuran payudara dan pinggang juga akan semakin besar. Ukuran payudara yang berbeda memang sering terjadi pada siapa saja namun jika ukuran payudara kanan lebih besar dari payudara kiri, hal tersebut dapat diartikan bahwa bayi yang di kandung berjenis kelamin laki-laki.

6. Cincin kawin bergerak memutar di atas perut

Meski hal ini agak tidak masuk akal, orangtua zaman dulu untuk mengetahui jenis kelamin dalam kandungan ada juga yang menggunakan cara menggantungkan cincin kawin di atas perut ibu hamil. Jika cincin yang digantungkan bergerak berputar ini tandanya bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki

Tanda-tanda mengandung bayi laki-laki di atas memang memerlukan penelitian lebih mendalam dan hanya sebagai perkiraan yang dilakukan orangtua zaman dulu. Untuk mengetahui tanda mengandung bayi laki-laki yang lebih akurat, bantuan teknologi yaitu USG tetap diperlukan.(kompas.com)
Read More

Selasa, 25 Agustus 2015

Mengenal Diabetes Melitus Gestasional pada Ibu Hamil

diabetes melitus gestasional
Diabetes melitus gestasional merupakan salah satu sub-tipe dari diabetes melitus yaitu gangguan toleransi glukosa yang dipicu oleh kehamilan, biasanya menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Pada wanita hamil, khususnya pada usia kandungan di atas 6 bulan, tingkat glukosa dalam darah akan meningkat melebihi batas normal. Sebagian orang bahkan beranggapan bahwa situasi ini alamiah dialami oleh wanita hamil.

5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kehamilan

Walaupun level glukosa akan kembali normal pasca-melahirkan, diabetes gestasional harus ditangani dengan baik. Jika tidak, maka si ibu akan beresiko mengembangkan diabetes tipe 2 setelah beberapa tahun pasca-kehamilan tersebut.

Penyebab Diabetes Melitus Gestasional

Diabetes tipe ini disebabkan karena insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Hormon kehamilan dapat menghalangi insulin untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya level gula darah/glukosa dalam tubuh menjadi tinggi.

8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan

Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko berikut ini, saat kehamilan lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala
  • Memiliki sejarah keluarga yang mengidap diabetes
  • Berusia di atas 25 tahun saat hamil
  • Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Memiliki berat badan tinggi sebelum hamil
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4000 g (makrosomia) sebelumnya
  • Pola makan yang tidak sehat selama kehamilan 
  • Stres, hormon-hormon stres ditubuh akan meningkat hal ini juga akan memicu naiknya kadar gula di dalam darah.
  • Bahan kimia dan obat-obatan
  • Mengkonsumsi karbohidrat berlebihan
  • Kerusakan pada sel pankreas
  • Infeksi mikroorganisme dan virus pada pangkreas juga dapat menyebabkan radang pankreas yang menyebabkan fungsi pankreas turun sehingga tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk insulin.
  • Penyakit seperti kolesterol tinggi dan displidemia dapat meningkatkan risiko terkena diabetes militus.
Gejala Diabetes Gestasional

Biasanya diabetes gestasional tidak menunjukkan gejala sama sekali. Jika memang ada, maka gejala tersebut sangat ringan dan sering dihubungkan dengan situasi alamiah selama kehamilan. Gejala diabetes gestasional yang mungkin timbul adalah:

  • Sering buang air kecil (poliuria)
  • Polidipsia (merasa kehausan dan banyak minum)
  • Pusing, mual hingga muntah
  • Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur, dan pruritus vulva
  • Pandangan kabur
  • Mudah lelah
  • Sering mengalami infeksi pada daerah luka, kulit dan juga vagina
  • Berat badan menurun, walaupun nafsu makan meningkat (polifagia)

Meskipun diabetes melitus gestasional bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Risiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi atau diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan cacat otot rangka.

Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan
Beberapa Jenis Penyakit Hati yang Bisa Dialami Bayi

Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan. Beberapa kasus yang parah, kematian janin sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan vaskular.

Semua ibu hamil dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi diabetes melitus gestasional, karena umumnya diabetes gestasional tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga dibutuhkan proses tes dan screening. Semoga bermanfaat.
Read More

Rabu, 08 Juli 2015

Tiga Metode Anti Hamil Modern Paling Populer di Dunia

Sesuai data, penggunaan kontrasepsi bisa mencegah 188 juta kehamilan tak direncanakan yang berdampak pada penurunan angka aborsi menjadi 122 juta, 1,1 juta kematian bayi, dan 150.000 penurunan angka kematian ibu melahirkan dalam setiap tahunnya.

Data yang dirilis WHO pada tahun 2013, menunjukkan sekitar 56,4 persen wanita di Asia Tenggara menggunakan kontrasepsi modern, seperti kondom, pil, intrauterine device (IUD), implan, atau sterilisasi. Sementara itu, metode anti hamil yang paling populer di seluruh dunia menurut data tahun 2011 adalah dengan pil (9 persen), IUD (14 persen), sterilisasi wanita (19 persen), IUD (14 persen)

Pil
Sekitar 100 juta wanita di seluruh dunia menggunakan pil sebagai metode kontrasepsi atau pencegahan kehamilan. Ada beberapa pilihan pil, baik mengandung satu hormonal dan juga kombinasi. Jika digunakan secara konsisten, pil kontrasepsi memiliki angka kegagalan kurang dari 1 pada 100 wanita.

Selain mencegah kehamilan, pil anti hamil juga bisa mengurangi perdarahan menstruasi, mencegah jerawat, dan juga mengurangi risiko penyakit kanker. Namun, sebagian wanita mengeluhkan nyeri kepala, penurunan libido, dan juga perubahan berat badan.

Mengenal Sistem Reproduksi Manusia
Menghitung Masa Subur Wanita dan Pria

Intrauterine device (IUD)
Metode ini termasuk dalam kontrasepsi jangka panjang karena bisa dipakai sampai dengan 5 tahun, efektif, dan bisa mengembalikan kesuburan begitu IUD dicabut. Saat ini tersedia metode IUD tembaga (copper) atau pun hormonal.

Kontrasepsi IUD juga bisa menjadi alternatif bagi wanita yang tidak ingin menggunakan kontrasepsi hormonal karena IUD tembaga tidak mengandung hormon atau IUD yang memiliki hormon dosis rendah.

Risiko yang mungkin timbul dari metode kontrasepsi ini adalah darah haid lebih banyak, adanya flek di sela siklus haid, serta meningkatkan risiko infeksi, terutama jika sebelumnya seorang wanita sudah memiliki infeksi di vagina.

5 Macam Bakteri yang Hidup di Vagina
Kenali Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya

Sterilisasi wanita
Sterilisasi merupakan kontrasepsi yang bersifat permanen karena kesuburan seorang wanita tidak bisa dikembalikan lagi. Meski bisa dilakukan pada pria, tapi sterilisasi pada wanita lebih banyak dilakukan.

Prosedur sterilisasi ini dilakukan dengan cara mengikat tuba falopi dengan klip, clamps, cincin, atau "dilem" dengan listrik, yang bertujuan mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Sterilisasi memiliki efektivitas sampai 99 persen dan tidak berpengaruh pada hormon perempuan.

Efek samping dari prosedur sterilisasi wanita ini berasal dari proses operasinya, misalnya pendarahan, infeksi, atau reaksi dari anestesinya. Meski jarang, prodesur ini juga bisa mengalami kegagalan akibat tuba falopi terbuka kembali.

Pemilihan metode kontrasepsi bisa didasarkan pada kondisi tubuh, gaya hidup, sampai efek samping yang ditimbulkan. Pilihan tergantung pada diri Anda sendiri, dari tiga metode anti hamil paling populer yang diuraikan di atas, mana pilihan Anda?. (kompas.com)

Read More

Senin, 16 Februari 2015

5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kehamilan

persiapan-sebelum-kehamilan
Kehamilan merupakan moment paling membahagiakan bagi setiap pasangan suami istri apa lagi untuk kehamilan pertama. Hamil bukan sekadar proses mengandung janin selama sembilan bulan, namun juga proses awal dari perkembangan seorang manusia. Untuk itu, diperlukan persiapan khusus untuk kehamilan.
Terkait : Mengenal Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)

Agar kehamilan hingga proses kelahiran berjalan lancar, wanita harus memiliki persiapan yang cukup matang. Perhatikan beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum kehamilan berikut ini, agar kondisi ibu hamil benar-benar siap memulai masa kehamilan, dan bayi di dalam kandungan juga sehat.

Berat badan

Pastikan bahwa berat badan selalu dalam kondisi yang ideal. Sebelum pra-kehamilan dan saat awal kehamilan, ibu hamil diharuskan untuk menjaga berat badan. Hal ini berguna untuk menjaga kondisi kandungan dan kesehatan janin di masa kehamilan. Pada trimester pertama, janin dalam kandungan membutuhkan kalori yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Sebisa mungkin bagi ibu hamil diharuskan untuk memenuhi nutrisi dengan baik.
Terkait : Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

Hentikan memelihara binatang

Sebaiknya di masa kehamilan, ibu hamil menghindari kontak langsung dengan binatang peliharaan seperti kucing. Karena ini berisiko besar terjangkitnya penyakit toxoplasma yang berasal dari parasit pada binatang berdarah hangat seperti kucing. Toxoplasma juga bisa menginfeksi janin di dalam kandungan jadi sebaiknya saat sedang hamil.
Terkait : Anda Hamil?Waspadai Bahaya Infeksi TORCH pada Janin

Hindari kafein dan rokok

Selama masa kehamilan ibu hamil harus lebih memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa berpengaruh terhadap berkurangnya tingkat kesuburan seseorang. Kafein tidak hanya ada dalam kandungan kopi juga terdapat dalam teh, bagi Anda penggemar kopi atau teh sebaiknya selama kehamilan batasi mengonsumsinya. Selain itu merokok juga jadi salah satu hal yang wajib dihindari selama kehamilan. Menjadi perokok yang pasif juga bisa merusak kognitif untuk anak di dalam kandungan.
Terkait : Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan

Menjaga kesehatan gigi

Hal yang ini juga wajib untuk dilakukan selama kehamilan yakni, menjaga kebersihan mulut dan gigi. Pasalnya kondisi kesehatan mulut dan gigi yang tidak terawat bisa mengakibatkan infeksi bakteri pada gigi. Hal ini juga bisa mengakibatkan kelahiran prematur dan tingginya tekanan darah pada ibu hamil. Ketika Anda merencanakan kehamilan, sebaiknya rutin konsultasi ke dokter gigi untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.
Terkait : Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

Asupan asam folat

Asam folat berguna untuk perkembangan janin dan otak bayi dalam kandungan. Sayuran seperti bayam, asparagus, hingga kentang banyak mengandung asam folat. Sejak dini persiapkan diri terlebih dahulu untuk rajin mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan asam folat. Asam folat juga berguna mengurangi resiko bayi yang lahir cacat.
Terkait : Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum kehamilan, semoga menambah pengetahuan Anda.
Read More

Rabu, 24 Desember 2014

Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

penyebab-janin-meninggal-dalam-kandungan
Selama kehamilan banyak ibu yang khawatir dengan kesehatan janinnya, apalai kasus kematian bayi dalam kandungan tidak sedikit. Meski kadang para ibu telah berhati-hati dalam merawat janin selama kehamilan, tidak menutup kemungkinan bayi yang dikandung bisa meninggal dalam kandungan. Banyak faktor yang menyebabkan janin meninggal di kandungan, bisa dari janinnya sendiri ataupun kondisi ibu hamil yang tidak sehat.
Terkait : Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

Berikut ini beberapa faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan atau disebut Intra Uterin Fetal Death (IUFD)

1. Gawat janin
Nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan janin dialirkan melalui tali pusat. Jika tali pusat terpelintir, suplainya akan terganggu, bahkan terhenti. Biasanya, hal ini terjadi karena gerakan janin yang sangat berlebihan, terutama gerakan yang satu arah saja.

Selain itu, hal ini terjadi karena kondisi ibu hamil yang menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, jantung, dan hipertensi yang menyebabkan janin mengalami kekurangan oksigen sehingga ia bergerak liar dan membuat tali pusat terpelintir. Kemungkinan lainnya, air ketuban habis sehingga otomatis tali pusat terkompresi antara badan janin dan ibunya, yang mengakibatkan janin "tercekik" karena suplai oksigen terhenti.

2. Kehamilan lewat waktu
Kehamilan biasanya ditargetkan hingga usia 42 minggu. Bila lebih dari itu, kehamilan dianggap lewat waktu. Plasenta akan mengalami penuaan sehingga fungsinya berkurang, yang dikhawatirkan akan menyebabkan janin kekurangan asupan nutrisi dan oksigen.
Terkait : Menebak Jenis Kelamin Janin dari Gerakan di Kandungan

Selain itu, cairan ketuban akan menjadi kental dan hijau, yang jika terisap janin dan masuk ke paru-parunya, maka hal itu dapat menimbulkan keracunan, infeksi, hingga kematian. Hal ini bisa dievaluasi melalui USG dengan color doppler sehingga bisa dilihat arus arteri umbilikalis jantung ke janin. Jika demikian, maka kehamilan harus segera dihentikan dengan cara diinduksi. Itulah perlunya taksiran kehamilan pada awal kehamilan dan akhir kehamilan melalui USG.

3. Golongan darah janin tidak cocok dengan ibu
Kemungkinan lainnya penyebab janin meninggal dalam kandungan, darah ibu tidak cocok dengan janin, misalnya pada golongan darah A, B, dan O. Janin bisa saja memiliki golongan darah A atau B, sementara ibunya bergolongan darah O, atau bisa juga sebaliknya. Ketidakcocokan ini membuat nutrisi dan oksigen sulit masuk ke dalam janin, sementara darah ibu akan membuat zat antibodi yang menyebabkan pertumbuhan janin terhenti.

4. Penyakit ibu dan infeksi
Gangguan penyakit pada ibu hamil juga bisa membuat pertumbuhan janin berhenti, misalnya : diabetes, jantung, hipertensi, dan gangguan kekurangan gizi. Penyakit-penyakit ini akan mengurangi asupan nutrisi ke janin sehingga janin tidak dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, infeksi bakteri ataupun virus juga akan membuat pertumbuhan janin terganggu, bahkan menyebabkan janin meninggal dalam kandungan.
Terkait : Anda Hamil?Waspadai Bahaya Infeksi TORCH pada Janin

Saat hamil ibu sebaiknya menjaga kondisi tubuh dengan baik guna menghindari berbagai infeksi bakteri atau virus. Demam tinggi pada ibu bisa mengakibatkan janin tidak tahan akan panas tubuh ibunya.
Terkait : 8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan

5. Kelainan genetik dan bawaan
Kelainan genetik, misalnya kelainan pada kromosom janin, dapat membuat pertumbuhan janin terhenti. Penyebab lainnya, kelainan bawaan pada janin, misalnya jantung janin tak tumbuh sempurna, mengalami kebocoran, paru-paru tak bisa mengembang, atau kelainan lainnya yang dapat mengakibatkan kematian janin.
Terkait : 5 penyakit jantung bawaan pada anak

6. Trauma saat hamil
Ibu hamil yang mengalami kecelakaan dan terjadi benturan pada perut bisa berakibat plasenta terlepas. Meski hanya terlepas sebagian, kondisi ini tetap dapat menyebabkan perdarahan sehingga asupan nutrisi dan oksigen ke dalam tubuh janin terhenti.

7. Rhesus darah tidak cocok
Ketidakcocokan ini misalnya terjadi karena janin mengikuti rhesus darah ayah yang lebih dominan. Padahal, rhesus (Rh) ibu dan ayah berbeda; ibu Rh negatif dan ayah Rh positif. Ketidakcocokan ini dapat memengaruhi kondisi janin. Misalnya, janin mengalami hidrops fetalis, reaksi imunologis berlebihan yang dapat memunculkan pembengkakan kulit janin, cairan berlebih dalam rongga perut, penumpukan cairan di dalam rongga dada atau rongga jantung, yang menyebabkan janin meninggal dalam kandungan.(healthkompas/nakita)

Read More

Minggu, 23 November 2014

Risiko Mengonsumsi Minuman Bersoda yang Berlebihan bagi Ibu Hamil

risiko-minuman-bersoda-bagi-ibu-hamil
Minuman bersoda umumnya mengandung banyak gula, asam fosfat, karbonat, bahan pengawet, dan kafein. Karena kandungan yang ada dalam minuman bersoda tersebut tidak aman bagi kesehatan, dianjurkan bagi ibu hamil untuk menghindarinya.
Terkait : Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan

Berikut ini beberapa risiko jika konsumsi minuman bersoda berlebihan bagi ibu hamil :

Obesitas
Minuman bersoda banyak mengandung gula sehingga dapat menyebabkan obsesitas, Hal ini merupakan faktor utama penyebab meningkatnya risiko diabetes (terutama diabetes tipe 2) dan penyakit kardiovaskular. Selain itu penyakit diabetes dapat memengaruhi bobot janin menjadi terlalu besar sehingga sulit dilahirkan.
Terkait : Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini
 
Hipertensi
Risiko minuman bersoda bagi ibu hamil lainnya adalah hipertensi. Kandungan kafein dalam minuman bersoda dapat menjadi sumber munculnya hipertensi. Pada saat kehamilan, hipertensi dapat mendorong terjadinya kelahiran prematur.
 
Melemahkan sistem kekebalan tubuh
Para ilmuwan telah membuktikan bahwa gula dapat menghalangi kemampuan tubuh melawan bakteri. Minuman bersoda yang mengandung 12 sendok teh gula cukup menurunkan kemampuan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari bakteri jahat, yaitu sebesar 60 persen selama 5 jam. Konsumsi minuman bersoda secara berlebihan ditambah makanan bergula lainnya berpotensi membuat sel-sel darah putih tidak bekerja efektif untuk beberapa jam setiap hari.
Terkait : 5 Jenis Antibodi dalam Tubuh
 
Mengganggu kesehatan tulang dan osteoporosis
Minuman bersoda yang memiliki kadar asam fosfat yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan asupan fosfor dalam tubuh. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan risiko terhambatnya penyerapan kalsium serta berdampak terhadap penurunan massa tulang. Risikonya minuman bersoda bagi ibu hamil yaitu menyebabkan kesehatan tulang terganggu dan potensi untuk terkena osteoporosis pun semakin tinggi.

Sebelum minum minuman bersoda, sebaiknya pikirkan dulu risiko mengonsumsi minuman bersoda yang berlebihan bagi ibu hamil. Lebih baik minum air putih atau jus buah segar agar tetap sehat. (Tabloid Nakita)
Read More

Senin, 17 November 2014

Tips Mencegah Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi

mencegah-sindrom-kematian-mendadak-pada-bayi
Meskipun penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, para peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat menimbulkan bayi risiko terkena sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS). Para peneliti juga telah mengidentifikasi beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu melindungi anak Anda dari SIDS.
Terkait : Mengenal Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)

Tidak ada cara dijamin untuk mencegah SIDS, tetapi Anda dapat membantu bayi Anda tidur lebih aman dengan mengikuti tips mencegah sindrom kematian mendadak pada bayi berikut ini :
  1. Kembalikan posisi tidur yang benar. Tempatkan bayi Anda untuk tidur dengan posisi terlentang, bukan tengkurap dan menyampingi. Hal ini tidak diperlukan bila bayi Anda terjaga atau bisa berguling dua arah tanpa bantuan.
  2. Jangan percayakan pada orang lain saat akan menempatkan bayi Anda untuk tidur dalam posisi yang benar. Jika bayi Anda diasuh oleh baby sitter berikan pengertian mengenai car tidur yang benar dan jangan menenangkan bayi dalam kondisi tengkurap.
  3. Gunakan tempat tidur khusus bayi dan hindari menempatkan bayi di kasur yang terlalu empuk, tebal, lapisan yang terlalu halus seperti kulit domba atau selimut tebal. Jangan meninggalkan bantal, mainan berbulu atau boneka binatang yang dapat mengganggu pernapasan jika wajah bayi Anda tertutup benda-benda tersebut.
  4. Jaga bayi Anda agar tetap hangat dengan pakaian tidur yang tidak memerlukan tambahan selimut. Jika Anda menggunakan selimut, gunakanlah yang ringan dan tidak berbulu. Jangan sampai selimut menutupi kepala bayi Anda.
  5. Usahakan bayi tidur sendirian. Tidur dengan bayi Anda di ruangan yang sama dengan Anda merupakan hal yang bagus, tetapi tempat tidur orang dewasa tidak aman untuk bayi. Seorang bayi bisa terjebak dan tercekik antara kasur dan bingkai tempat tidur, atau diantara kasur dan dinding. Selain itu bayi juga bisa mati lemas jika orang tua tidur terguling dan menindih menutup hidung dan mulut bayi.
  6. Menyusui bayi Anda, jika memungkinkan. Menyusui selama setidaknya enam bulan menurunkan risiko SIDS.
  7. Memberikan dot bayi. Mengisap dot pada tidur siang dan waktu tidur dapat mengurangi risiko SIDS. Jika Anda menyusui, lebih baik berikan dot ke bayi saat berusia 3 sampai 4 minggu.
Kerjasama yang baik seluruh anggota keluarga dalam merawat bayi juga dibutuhkan agar bayi Anda terhindar dari sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS).

Read More

Mengenal Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)

sindrom-kematian-bayi-mendadak
Sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS) adalah kematian pada bayi yang terjadi secara mendadak dan tak terduga. Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti biasanya terjadi selama bayi tidur. Bisa dialami bayi yang sehat dan kebanyakan terjadi pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun.

Meskipun penyebabnya tidak diketahui, tampak bahwa SIDS mungkin berhubungan dengan kelainan pada bagian otak bayi yang mengontrol pernapasan.

Para peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat menimbulkan bayi risiko terkena SIDS. Mereka juga telah mengidentifikasi beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu melindungi anak Anda dari SIDS.

Berikut ini beberapa faktor risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi  atau sudden infant death syndrome (SIDS) yaitu :

A. Faktor fisik bayi

Faktor fisik bayi yang berkaitan dengan sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) meliputi:

1. Kelainan otak
Beberapa bayi dilahirkan dengan masalah yang membuat mereka lebih mungkin untuk meninggal karena SIDS. Dalam banyak bayi-bayi ini, bagian otak yang mengontrol pernapasan tidak bekerja dengan benar.

2. Berat badan lahir rendah
Kelahiran prematur atau menjadi bagian dari kelahiran ganda meningkatkan kemungkinan bahwa otak bayi belum matang sepenuhnya, sehingga ia kurang memiliki kendali atas proses otomatis seperti pernapasan dan detak jantung.

3. Infeksi pernapasan
Banyak bayi yang meninggal karena SIDS disebabkan suhu yang dingin, yang dapat berkontribusi untuk masalah pernapasan.

B. Faktor kondisi tidur

Posisi tidur bayi dalam tempat tidur dapat berpengaruh untuk meningkatkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS). Contohnya :
  • Posisi tidur menelungkup atau menyamping. Bayi yang tidur dengan posisi tersebut memiliki lebih banyak kesulitan bernapas daripada yang yang tidur dengan posisi terlentang.
  • Tidur di permukaan yang lembut. Berbaring tengkurap di selimut berbulu atau kasur air dapat memblokir jalan napas bayi. Mengalungkan selimut di atas kepala bayi juga berisiko.
  • Tidur dengan orang tua. Hal ini berbahaya jika bayi tidur di ranjang yang sama dengan orang tua dikarenakan sang bayi bisa tertindih badan orang tua saat tertidur.
C. Faktor risiko ibu

Risiko sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) juga dipengaruhi oleh ibu selama kehamilan, terutama jika sang ibu :
  • Saat hamil umurnya kurang dari 20 tahun
  • Merokok secara aktif
  • Menggunakan obat-obatan atau alkohol
  • Tidak mendapat perawatan yang memadai saat kehamilan
D. Faktor risiko pendukung lainnya

Meskipun sindrom kematian mendadak pada bayi bisa menyerang bayi siapa saja, peneliti telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi, yaitu :
  • Jenis kelamin, anak laki-laki lebih mungkin untuk meninggal karena SIDS.
  • Umur. bayi yang paling rentan selama bulan-bulan kedua dan ketiga kehidupan.
  • Ras, kebanyakan ras dari Amerika atau Eskimo lebih mungkin untuk terkena SIDS.
  • Riwayat keluarga, bayi yang saudara atau sepupu meninggal karena SIDS memiliki risiko tinggi terkena SIDS.
  • Asap rokok. bayi yang hidup dengan perokok memiliki risiko lebih tinggi dari SIDS.
  • Kelahiran yang prematur, meningkatkan risiko bayi terkena SIDS.
Dengan mengetahui faktor risiko sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS) ini, Anda perlu berhati-hati dengan buah hati Anda saat tidur. Semoga bermanfaat!.(www.mayoclinic.org)
Read More

Senin, 13 Oktober 2014

Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

makanan-sehat-untuk-ibu-hamil-dan-janin
Asupan makanan sehat dan bergizi selama kehamilan merupakan hal penting karena hal ini berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Pada ibu hamil bukan berarti harus mengkonsumsi makanan dengan porsi yang lebih banyak akan tetapi memperhatikan kualitas gizi dari makanan yang dikonsumsi selain itu juga hindari beberapa jenis makanan saat kehamilan. (Baca : Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan)

Pengaturan makanan yang dikonsumsi harus tepat sasaran yang disesuaikan dengan perkembangan usia kehamilan, kebutuhan dan perkembangan janin. Berikut ini makanan sehat untuk ibu hamil dan perkembangan janin :

Telur
Selain lebih dari 12 vitamin dan mineral, telur mengandung banyak protein kualitas, yang penting selama kehamilan. Telur juga kaya akan kolin, yang secara keseluruhan mendorong pertumbuhan bayi dan kesehatan otak, sambil membantu mencegah cacat tabung saraf. Beberapa bahkan mengandung lemak omega-3, penting bagi otak dan pengembangan penglihatan.
Adapun cap buruk telur adalah kolesterol tak selamanya benar. Ternyata bahwa makan lemak jenuh lebih bisa menimbulkan banyak dampak buruk pada kolesterol Anda daripada makan kolesterol yang ditemukan secara alami dalam makanan. Telur tinggi akan kolesterol, namun juga relatif memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah, dengan sekitar satu setengah gram per butirnya. Sehingga wanita sehat dengan kolesterol darah normal dapat mengkonsumsi 1-2 butir telur sehari sebagai bagian dari diet seimbang rendah lemak jenuh.

Ikan salmon
Makanan sehat untuk ibu hamil lainnya yaitu ikan salmon. Ikan ini banyak mengandung protein dengan kualitas tinggi dan sumber omega-3 lemak. Kandungan gizi pada salmon ini bagus untuk ibu hamil, selain juga ikan ini memiliki jumlah merkuri yang lebih rendah. Bahaya ikan lainnya bagi ibu hamil adalah kandungan merkuri yang tinggi, dimana bisa berbahaya dalam proses pengembangan sistem saraf bayi. Namun perlu diingat, jangan makan salmon terlalu banyak, setidaknya dengan batas 12 ons per minggu untuk mengurangi bahaya merkuri itu.

Kacang-kacangan
Manfaat kacang bagi wanita hamil sudah tidak diragukan. Dari semua jenis kacang, buncis mengandung yang terbaik untuk serat dan protein yang paling banyak dari semua jenis sayuran.
Makanan yang banyak serta juga penting selama kehamilan. Saat kehamilan, saluran pencernaan melambat, menempatkan Anda pada risiko untuk sembelit dan wasir. Serat dapat membantu mencegah dan meringankan masalah ini.
Selain itu, makanan yang mengandung serat cenderung menjadi kaya gizi. Hal ini dibenarkan karena biji juga merupakan sumber yang baik dari besi, folat, kalsium, dan seng.

Ubi jalar
Fakta baru tentang manfaat ubi jalar bagi ibu hamil, ubi jalar mempunyai warna oranye yang terdiri dari karotenoid, pigmen tanaman yang dikonversi menjadi vitamin A dalam tubuh kita.
Karotenoid dikonversi menjadi vitamin A hanya jika diperlukan, sehingga tidak perlu untuk membatasi konsumsi vitamin A yang kaya buah-buahan dan sayuran. Ubi juga merupakan sumber vitamin C, folat, dan serat. Dan seperti kacang, ubi murah dan serbaguna.

Popcorn dan biji-bijian lainnya
Popcorn adalah gandum. Seluruh butir penting dalam kehamilan karena gandum tinggi serat dan nutrisi, termasuk vitamin E, selenium, dan fitonutrien yaitu tanaman senyawa yang melindungi sel-sel. Bukan hanya popcorn. Ada banyak biji-bijian lain di luar sana, dari oatmeal untuk roti gandum sampai untuk gandum.

Walnut
Tidak suka ikan atau telur, tapi masih ingin mendapatkan omega-3 yang sangat penting untuk pertumbuhan otak bayi Anda? Coba walnut, ini adalah salah satu sumber nabati omega-3 terkaya. Sejumlah walnut adalah pilihan yang cocok untuk snack atau bahan salad.

Yogurt Yunani
Yoghurt yunani biasanya memiliki kandungan protein dua kali protein yogurt biasa, hal ini menjadikannya salah satu makanan favorit selama kehamilan. Segala jenis yoghurt merupakan sumber kalsium, yang penting dalam diet kehamilan. Jika Anda tidak mendapatkan kalsium yang cukup, maka jumlah kalsium yang akan sampai pada perkembangan bayi Anda juga terbatas. Kalsium akan membantu menjaga tulang Anda sendiri agar tetap utuh sambil membuat kerangka yang sehat untuk bayi Anda.

Sayuran daun Berwarna hijau tua.
Manfaat sayuran untuk wanita hamil sudah tidak diragukan lagi, terutama sayuran yang berwarna hijau tua. Contohnya bayam, atau sayuran berdaun hijau lain yang sarat dengan vitamin dan nutrisi, termasuk vitamin A, C, dan K, serta folat yang sangat penting. Selain itu sayuran juga telah ditemukan untuk meningkatkan kesehatan mata.

Daging tanpa lemak
Daging adalah sumber protein berkualitas tinggi, carilah daging tanpa lemak atau lemak yang telah dipisahkan. Ketika membeli daging merah, sangat susah untuk mendapatkan daging yang bebas lemak. Jangan makan daging yang tidak dimasak matang, karena ada risiko dalam makanan seperti ini karena bisa menjadi perantara bakteri dan parasit dari daging seperti toxoplasma, listeria monocytogenes, atau salmonella pada bayi (Baca : Anda Hamil?Waspadai Bahaya Infeksi TORCH pada Janin).

Buah-buahan dan sayuran beraneka warna
Konsumsi berbagai berbagai warna sayur serta buah seperti warna hijau, merah, oranye, kuning, ungu, putih akan memastikan bahwa ibu hamil dan bayi mendapatkan berbagai nutrisi (Baca : Makna Kode Label pada Buah dan Sayuran).
Keuntungan lain makan buah dan sayuran adalah selama tahap akhir kehamilan, bayi ikut ‘mencicipi’ makanan yang Anda makan melalui cairan ketuban. Jadi jika Anda sudah memperkenalkan bayi Anda pada berbagai buah-buahan sehat dan sayuran dalam rahim, Anda akan meningkatkan peluang bayi Anda akan mengenali dan menerima mereka rasa nanti.

Anda tidak perlu menyukai atau mengonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil dan perkembangan janin diatas semua, tetapi mengambil dan memilih favorit Anda memberikan gizi bagi perkembangan janin Anda.(bunda.co.id)
Read More

Minggu, 05 Oktober 2014

Anda Hamil?Waspadai Bahaya Infeksi TORCH pada Janin

bahaya-torch-pada-janin
Di Indonesia masih banyak ibu dan calon ibu yang tidak menyadari bahaya dari infeksi TORCH, sehingga mereka tidak melakukan tindakan preventif, padahal penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Pada masa kehamilan, dampak infeksi torch tidak hanya pada ibu hamil (Baca : Ini Bahayanya Infeksi TORCH pada Ibu Hamil), namun bisa juga berdampak pada janin atau bayi setelah dilahirkan.

Agar anda lebih mengerti mengenai bahaya infeksi TORCH saat kehamilan, berikut ini beberapa dampak buruk yang bisa terjadi pada janin saat kehamilan ataupun setelah lahir.

1.  Toxoplasma
Bila saat kehamilan terinfeksi TORCH akan memberi dampak pada bayi, yaitu :
  • Mengakibatkan keguguran dan cacat pada bayi
  • Bayi atau janin mengalami : cairan tulang belakang tidak normal, anemia, chorioretinitis, kejang, tuli, demam, growth retardation (gangguan pertumbuhan), hepatomegaly (pembesaran liver), Hydrocephalus, Intracranial calcifications (pengapuran di otak), kuning, lymphadenopathy (pembesaran kelenjar), maculopapular rash (kemerahan kulit), mental retardation (gangguan kecerdasan), microcephaly (ukuran kepala kecil), spasticity and palsies (kelumpuhan dan kelemahan otot), splenomegaly (pembesaran limpa), dan thrombocytopenia 
  • Menderita gangguan penglihatan sampai buta setelah beberapa bulan atau beberapa tahun sejak ia lahir dan dapat mengalami gangguan pendengaran.
  • Bayi yang terinfeksi toksoplasma akan beresiko mengalami 85% terkena retardasi mental, 75% mengalami gangguan saraf, 50% mengalami gangguan penglihatan dan 15% mengalami gangguan pendengaran.
  • Bayi yang terinfeksi toksoplasma akan mengalami gangguan fungsi saraf yang mengakibatkan keterlambatan perkembangan psikomotor dalam bentuk gangguan kecerdasan dan keterlambatan perkembangan bicara, serta kejang kejang dan kekakuan yang akhirnya menimbulkan keterlambatan motorik. Toksoplasma juga berpotensi menyebabkan cacat bawaan, terutama bila terjadi pada usia kehamilan awal,sampai 3 bulan dan bahkan kematian.

2.  Rubella
Dampak dari infeksi virus rubella pada janin, (Baca : Mengenal Bahaya Virus Rubella) diantaranya :
  • Menyebabkan keguguran, bayi lahir mati atau gangguan terhadap janin. Sebanyak 50% lebih ibu hamil yang mengalami rubella tidak merasa apa-apa. Sebagian lain mengalami demam, tulang ngilu, kelenjar belakang telinga membesar dan agak nyeri. Setelah 1-2 hari muncul bercak-bercak merah seluruh tubuh yang hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.
  • Sindrom Rubella Kongenital mengakibatkan katarak pada lensa mata bayi, gangguan pendengaran atau tuli, gangguan jantung, dan kerusakan otak. Di samping itu, bayi juga berisiko lebih besar untuk terkena diabetes melitus, gangguan tiroid, gangguan pencernaan dan gangguan syaraf (pan-encephalitis)

3. Cytomegalovirus (CMV)
Ibu hamil yang terinfeksi Cytomegalovirus (CMV) akan mengakibatkan :
  • Sekitar 10% bayi dengan infeksi kongenital memiliki bukti klinis penyakit saat lahir, bentuk yang paling parah dari infeksi CMV kongenital disebut sebagai Cytomegalic inclusion disease (CID). CID ditandai dengan retardasi pertumbuhan intrauterin, hepatosplenomegali, abnormalitas hematologi (trombositopenia), dan purpura (blueberry muffin bayi).mikrosefali, ventrikulomegali, atrofi otak, korioretinitis, dan gangguan pendengaran sensorineural konsekuensi neurologis yang paling umum dari CID.
  • Jika ibu hamil terinfeksi, maka janin yang dikandung akan mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, pengkapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain. Bayi akan kehilangan pendengaran atau tuli.
  • Sekitar 20%  dijumpai pada bayi yang terinfeksi virus adalah limpa atau hati membesar disertai gejala kuning pada kulit atau mata. 90% bayi yang masih bertahan akan mengalami gangguan saraf berat seperti keterlambatan perkembangan mental.
  • Pada bayi baru lahir, 10% diantaranya akan menunjukkan gejala klinik berupa: Intrauterine Growth Restriction (IUGR), ikterus (kuning), hepatosplenomegali (pembesaran liver dan limpa), pneumonia. Biasanya juga dijumpai kelainan kongenital lain seperti: penyakit jantung bawaan (defek septal), atresia bilier, hernia inguinalis dan abnormalitas musculoskeletal. Kebanyakan bayi yang bertahan hidup gejala CID memiliki gejala sisa neurologis dan perkembangan saraf jangka panjang yang signifikan.

4. Herpes Simpleks
Infeksi Herpes dapat menyebabkan infeksi yang berat, mengakibatkan kerusakan yang kronis pada susunan saraf pusat, perlambatan mental, atau kematian. Bayi paling berisiko tertular herpes neonatus bila ibunya sendiri tertular herpes simpleks pada akhir masa kehamilan. Hal ini terjadi karena ibu yang baru tertular belum memiliki antibodi terhadap virus, sehingga tidak ada perlindungan untuk bayi saat lahir.

Tindakan preventif merupakan hal yang sangat bijak. Untuk pencegahan dari awal, sebaiknya lakukan pemeriksaan sebelum menikah, dan selama kehamilan (Baca : 8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan).
Read More

Rabu, 01 Oktober 2014

Ini Bahayanya Infeksi TORCH pada Ibu Hamil

bahaya-torch-pada-ibu-hamil
TORCH merupakan istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Infeksi TORCH sangat berbahaya bagi ibu hamil, selain menimbulkan masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita maupun pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan ataupun terjadinya keguguran dini.

Berikut ini, beberapa bahaya infeksi TORCH pada ibu hamil

1. Toksoplasmosis
Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit (protozoan parasite Toxoplasma gondii) yang ditularkan dari hewan bertubuh panas kepada manusia. Parasit ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Sumber terutamanya adalah daging yang tidak dimasak matang atau sayuran mentah. Tangan yang tercemar toksoplasma juga bisa menjadi media penularan jika kita tidak mencuci tangan sebelum makan.

Pada kasus infeksi maternal primer yang terjadi pada kehamilan, parasit bisa ditularkan dari plasenta dan menyebabkan cacat pada janin berupa gangguan penglihatan atau keguguran spontan, meski persentasenya kecil. Kebanyakan, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.

Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh atau sistem antibodi terganggu misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun. Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan.

Sedangkan Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelainan mata dan telinga, retardasi mental, kejang-kejang dan ensefalitis.

Pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat karena diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala. Pemeriksaan yang dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG. Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma.

2. Infeksi rubella
Infeksi ini juga dikenal dengan campak Jerman dan sering diderita anak-anak. Ibu hamil yang mengalami infeksi rubella pada tri semester pertama kehamilan, 90 persennya menyebabkan kebutaan, tuli, kelainan jantung, keterbelakangan mental, bahkan keguguran (Baca : Mengenal Bahaya Virus Rubella). Ibu hamil disarankan untuk tidak berdekatan dengan orang yang sedang sakit campak Jerman. Untuk mencegah infeksi rubella, kaum wanita disarankan untuk melakukan vaksinasi.

Tanda tanda dan gejala infeksi virus Rubella sangat bervariasi, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Diagnosis infeksi Rubella yang tepat hanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi. Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.

3. Cytomegalovirus (CMV)
Cytomegalovirus CMV merupakan keluarga virus herpes. Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Infeksi primer pada ibu hamil ditandai dengan terjadinya serokonversi dari IgG antibodi CMV selama kehamilan atau didapatkan IgG dan IgM CMV bersama-sama selama kehamilan. Sedangkan infeksi rekuren ditandai adanya antibodi CMV pada fase sebelum terjadinya pembuahan. Pada infeksi primer, transmisi infeksi ke bayi sebesar 40%. Adanya IgG anti CMV pada ibu hamil tidak memberi perlindungan kepada bayi, sehingga kelainan kongenital mungkin terjadi (Baca : Mengenal Virus Cytomegalovirus (CMV)).

Pemeriksaan laboratorium berguna untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang yang mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG. Media penularan virus ini melalui kontak seksual atau selama kehamilan. Akibat infeksi ini bisa fatal karena menyebabkan cacat bawaan pada janin. Belum ada pengobatan yang bisa mencegah infeksi virus ini.

4. Herpes simplex
Virus herpes terdiri dari 2 jenis, yaitu herpes simplex 1 (HSV-1) dan herpes simplex virus 2 (HSV 2). Penularan virus ini biasanya terjadi dengan kontak seksual pada orang dewasa. HSV 1 juga bisa ditularkan melalui kontak sosial pada masa anak-anak. Prevelansi HSV 2 lebih tinggi pada kelompok HIV positif dan mereka yang melakukan hubungan seks yang tidak aman. Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II).

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit, namun tanda ini tidak selalu muncul. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus). Untuk diagnosa yang tepat, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.

Ibu hamil yang terinfeksi TORCH berisiko tinggi menularkan kepada janinnya yang bisa menyebabkan cacat bawaan. Dugaan terhadap infeksi TORCH baru bisa dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan darah atau skrining.
Read More

Senin, 22 September 2014

Perawatan Kecantikan yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan

perawatan-kecantikan-yang-dihindari-selama-kehamilan
Selalu ingin terlihat cantik adalah kodrat para wanita. Meski saat hamil, banyak para wanita yang tetap tidak meninggalkan perawatan kecantikan yang biasa mereka lakukan sebelum hamil. Namun begitu, sebaiknya berhati-hatilah melakukan perawatan kecantikan bagi ibu hamil, sebab ada beberapa perawatan kecantikan yang sebaiknya tidak boleh Anda lakukan saat hamil.

Berikut ini perawatan kecantikan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan, diantaranya.

1. Produk kecantikan berbahaya
Sebaiknya teliti dulu kandungan bahan kimia yang ada pada roduk kecantikan ke kulit Anda. Ketika Anda hamil, maka kulit Anda akan sangat sensitif. Beberapa produk kecantikan Anda gunakan bisa saja menyebabkan kulit Anda gatal-gatal dan ruam (Baca : Tips Agar Terhindar dari Paparan Merkuri Dalam Kosmetik).

2. Perawatan dengan elektrolisis
Elektrolisis merupakan salah satu cara perawatan kecantikan yang menggunakan aliran listrik untuk mengalirkan aliran darah atau tujuan lainnya. Itulah sebabnya perawatan kecantikan ini harus dihindari selama kehamilan.Anda juga harus menghindari waxing yang dapat menyebabkan kulit iritasi.

3. Sauna
Mandi uap atau sauna, dan perawatan kecantikan lainnya yang menyebabkan tubuh terpapar suhu tinggi sebaiknya Anda hindari ketika Anda hamil. Hal ini dikarenakan janin tidak memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya dari suhu panas yang ekstrim.

4. Melakukan pijat yang tidak benar
Pijatan memang baik dilakukan semasa hamil sebab bermanfaat untuk mengurangi pegal. Namun teknik pijatan yang salah hanya akan membahayakan janin Anda. Oleh karena itu pilihlah teknik pijatan yang akan merelaksasi tubuh Anda.

5. Pedikur
Salah satu perawatan kecantikan yang sebaiknya dihindari saat kehamilan adalah pedikur. Sebab ada beberapa titik refleksologi tertentu di sekitar pergelangan kaki yang dapat menyebabkan kontraksi dan bisa berujung pada kelahiran prematur.

Jangan sampai hanya ingin tampil cantik, Anda mengorbankan kesehatan janin yang Anda kandung. Semoga beberapa jenis perawatan kecantikan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan diatas bermanfaat bagi Anda. (boldsky.com)
Read More

Kamis, 11 September 2014

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan

makanan-yang-dihindari-saat-kehamilan
Tidak hanya aktivitas gerak yang harus dikurangi saat kehamilan. Makanan yang dikonsumsipun ada beberapa yang dilarang bagi ibu hamil. Hal ini dimaksudkan agar janin yang dikandung selalu sehat hingga sampai saatnya melahirkan.

Untuk menambah wawasan mengenai kehamilan yang sehat, berikut ini makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan, diantaranya :

1. Alkohol

Segala jenis alkohol bisa bersifat beracun bagi bayi dan dapat menyebabkan keguguran.. Jadi hindari minuman ini ketika hamil.

2. Kafein

Makanan yang banyak mengandung sebaiknya dihindari selama kehamilan karena dapat menghilangkan cairan dan kalsium dari tubuh, sehingga agar lebih aman, pilihlah konsumsi jus segar dan air mineral yang bersih daripada minum minuman berkafein.

3. Daging mentah atau setengah matang

Daging mentah dan setengah matang  berisiko tinggi terkontaminasi dengan bakteri, seperti coliform, toksoplasmosis dan Salmonella. Hindari hati hewan ternak karena tidak aman untuk dimakan selama kehamilan. Masaklah daging hingga benar-benar matang agar bakteri dalam makanan mati untuk menjaga kesehatan janin Anda.

4. Ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi

Mengonsumsi beberapa jenis ikan seperti ikan kembung, king mackerel, hiu, dan jenis ikan lainnya mengandung merkuri tinggi sebaiknya dihindari selama kehamilan. Merkuri dalam ikan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi.

5. Telur mentah dan setengah matang

Ibu hamil memang membutuhkan protein dari telur, tetapi hindari makan telur yang dimasak setengah matang ketika hamil. Telur mentah dan setengah matang mengandung bakteri yang dapat membahayakan tubuh.

6. Susu dan keju tanpa pasteurisasi

Susu dan keju yang belum diproses atau tidak dipasteurisasi sebaiknya jangan diminum oleh ibu hamil. Sebab kemungkinan besar ada banyak bakteri yang bersarang di dalamnya. Lebih baik minum susu jenis lain yang lebih menyehatkan.

7. Pemanis buatan

Makanan dan minuman yang terlalu manis sebaiknya dihindari selama kehamilan. apalagi yang mengandung pemanis buatan. Lebih baik Anda cukup minum air putih atau jus buah segar.

8. Sayuran yang tidak dicuci dengan bersih

Sayuran sangat penting bagi perkembangan janin dalam perut Anda, tetapi makan sayuran yang tidak dicuci terlebih dahulu atau makan sayuran mentah sebagai lalapan sangat berbahaya bagi kehamilan. Bukan tak mungkin bakteri dan kuman menempel di makanan dan akhirnya mempengaruhi kesehatan kehamilan Anda.

Usahakan tetap kontrol secara rutin ke dokter kandungan, semoga beberapa makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan diatas menambah wawasan Anda.
Read More

Minggu, 10 Agustus 2014

Menebak Jenis Kelamin Janin dari Gerakan di Kandungan

menebak-jenis-kelamin-janin
Meski perkembangan teknologi telah memberikan terobosan terkini dalam dunia medis, salah satunya adalah inovasi untuk memprediksi jenis kelamin janin. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa untuk mengetahui jender janin, ternyata bisa dilakukan dengan cara membaca aktivitas pergerakannya dalam kandungan si ibu.

Berikut ini, beberapa cara menebak jenis kelamin janin dari gerakan di kandungan

Jika janin bergerak lebih awal
Kebanyakan para ibu yang tengah hamil akan merasakan pergerakan janin saat usia kandungan 20 minggu. Namun, jika Anda merasakan gerak janin lebih awal, tepatnya kala kandungan baru 16 minggu, kemungkinan besar janin Anda adalah laki-laki.

Jika janin bergerak lebih aktif
Menurut ilmu medis, janin perempuan selalu lebih kuat dibandingkan janin laki-laki. Hal ini disebabkan oleh karena janin perempuan memiliki kromosom XX, yang membuat perkembangannya stabil dan aktif. Jika, dalam waktu setengah jam, janin Anda bergerak lebih dari tiga kali, maka peluang Anda mendapatkan bayi perempuan terbilang sangat tinggi.

Jika janin lebih sering menendang
Bagi ibu yang tengah hamil, membedakan janin yang bergerak-gerak atau yang menendang sangatlah mudah. Nah, bila janin lebih sering menendang dibandingkan bergerak, maka Anda berpotensi melahirkan bayi laki-laki.

Jangan anda anggap uraian di atas selalu akurat dan valid. Selain itu, sekalipun Anda melakukan USG dengan teknologi mutakhir saat hamil (Baca : 8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan), pada akhirnya jenis kelamin bayi yang menentukan adalah Yang Maha Kuasa. Semoga artikel beberapa macam gerak janin di kandungan yang bisa menebak jenis kelamin menambah pengetahuan anda. Sebagai tiitpan Tuhan, Anda wajib menerima dan menyayangi sang buah hati dengan tulus dan sepenuh hati. (kompas.com/foto:www.sino-us.com)

Read More

Sabtu, 03 Mei 2014

Hal yang Menyebabkan Wanita Susah Hamil

penyebab-wanita-susah-hamil
Kebanyakan penyebab umum dari ketidaksuburan pada wanita adalah masalah dengan ovulasi, yaitu suatu proses pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim untuk kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi. Ciri dari masalah ovulasi yaitu periode menstruasi yang abnormal, atau kurang lengkapnya periode menstruasi.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan wanita susah hamil, yang sebagian besar berhubungan dengan masalah ovulasi :

1. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS merupakan kondisi yang menyebabkan kelebihan produksi hormon androgen dan merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada perempuan. Ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh PCOS menyebabkan masalah dengan ovulasi dan terganggunya siklus menstruasi. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan obesitas dan resistensi insulin.

2. Menopause dini
Menurut Mayo Clinic, menopause dini didefinisikan sebagai kekurangan atau hilangan menstruasi dan tanda awal habisnya folikel ovarium sebelum seorang wanita mencapai usia 40 tahun. Seorang perempuan dianggap menopause dini jika fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun. Penyakit kekebalan tertentu atau bahkan terapi radiasi dapat memicu menopause dini pada perempuan

3. Kerusakan pada saluran telur
Ketika saluran tuba meradang, hal ini mungkin disebabkan karena adanya penyumbatan atau jaringan parut, yang pada gilirannya, menyebabkan infertilitas. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual, terutama klamidia. Kasus-kasus lain yang dapat menyebabkan penyumbatan pada tuba termasuk penyakit radang panggul, atau bekas operasi akibat kehamilan ektopik.

4. Endometriosis
Endometriosis adalah suatu kondisi dimana jaringan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini biasanya akan mempengaruhi indung telur, telur, saluran telur, rahim dan bahkan fungsi sperma. Dalam kasus endometriosis yang ringan, konsepsi masih mungkin terjadi karena tidak semua wanita akan mengalami infertilitas. Pada kasus ini, laparoskopi dapat digunakan untuk menghilangkan jaringan parut yang disebabkan oleh endometriosis untuk membantu pembuahan.

5. Ovarium jaringan parut
Kerusakan pada ovarium tersebut dapat disebabkan oleh pembedahan akibat kista ovarium. Operasi konstan yang luas atau invasif dapat menyebabkan kerusakan jaringan parut ke titik di mana folikel ovarium tidak dapat lagi dewasa, akibatnya proses ovulasi menjadi tidak lengkap.

6. Adhesi pelvis
Adhesi pelvis didefinisikan sebagai jaringan parut yang terbentuk setelah operasi panggul, usus buntu yang dapat mengganggu kesuburan. Adhesi pelvis dapat mengubah struktur saluran tuba, sehingga sulit untuk telur wanita melakukan perjalanan melalui saluran tersebut.

7. Masalah tiroid
Hipertiroidisme adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid terlalu aktif. Sedangkan tiroid hipotiroidisme, merupakan kondisi yang disebabkan oleh tiroid kurang aktif. Keduanya dapat menyebabkan masalah infertilitas pada wanita.

8. Pengobatan Kanker
Memiliki kanker dan menjalani radioterapi atau bentuk lain pengobatan kanker dapat mengganggu fungsi dari sistem reproduksi pria atau wanita. Penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan kesuburan seorang wanita salah penyebabnya adalah efek samping dari radiasi. Namun kondisi ini juga tergantung dari bagian tubuh yang di sinari. Perempuan yang menjalani terapi radiasi harus membicarakan dengan dokter mereka tentang efek pengobatan yang mungkin akan memengaruhi kesuburan mereka.

9. Obat-obatan tertentu dan gaya hidup
Beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan infertilitas pada wanita. Tetapi dengan menghentikan konsumsi obat itu sepenuhnya, wanita masih mungkin untuk kembali menjadi subur seperti semula. Menggunakan obat-obatan, minum alkohol, merokok, makan tidak sehat dan kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, dan olahraga atletik berlebihan juga dapat menyebabkan infertilitas pada perempuan.

10. Umur
Kebanyakan wanita menunda kehamilan demi mengejar karir. Semakin tua usia wanita, jumlah produksi sel telurnya akan berkurang dan terjadi penurunan kualitas secara dramatis. Wanita di atas 40 tahun memiliki jumlah sel telur lebih rendah dan cenderung kurang sehat. Kemungkinan keguguran juga lebih tinggi pada wanita yang usianya lebih tua.(sumber : www.didunia.net)
Read More

Kamis, 13 Februari 2014

Mengenal Bahaya Virus Rubella

bahaya-virus-rubella
Tahukah anda mengenai Rubella? Mungkin nama ini masih terdengar asing di telinga kita. Tetapi, bahaya virus Rubella patut diwaspadai karena virus yang biasanya ditularkan melalui cairan tubuh ini dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin.


Dilansir dari chealth.canoe.ca, rubella biasanya dikenal dengan istilah campak Jerman. Campak ini terjadi selama 3 hari berturut-turut yang menyerang kulit dan kelenjar getah bening. Penyakit ini dapat ditularkan melalui aliran darah wanita yang sedang hamil kepada janin yang dikandungan. Saat ini, sebagian besar infeksi virus rubella terjadi para pria-wanita dewasa usia muda dan bukan pada anak-anak.

Pada orang dewasa, gejala awal penyakit ini ringan bahkan sama sekali tidak timbul. Ruam (kemerahan pada kulit) awalnya akan muncul di wajah dan leher lain akan menyebar ke seluruh badan dan berlangsung selama 3 hari. Pada langit-langit mulut akan muncul bintik kemerahan. Jika daya tahan tubuh kuat, virus ini akan mati. Sebaliknya, jika daya tahan tubuh lemah, virus ini akan bertahan dalam tubuh.

Virus Rubella yang menyerang ibu hamil akan berakibat fatal pada pertumbuhan dan kehidupan janin karena dapat mengancam kelainan jantung, kehilangan pendengaran ketika dilahirkan, retardasi mental, kelainan pada bentuk dan fungsi mata, katarak, hidrosefalus dan masih banyak lagi. Disarankan bagi calon pengantin yang mau menikah sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, dan bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan untuk mendeteksi lebih dahulu ada tidaknya virus ini dalam tubuh. Caranya adalah dengan melakukan serangkaian tes yang disebut tes TORCH.

Antisipasi bahaya virus rubella ini adalah cara terbaik yaitu dengan selalu menjaga kesehatan diri dan rajin melakukan medical check-up.

Update :
8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan
Read More
© 2014 HEALTHY LIFE. Designed by Bloggertheme9 | Distributed By Gooyaabi Templates
Powered by Blogger.