Labels
- Alergi
- Artikel
- Dapur Sehat
- Diabetes Melitus
- Diet
- gaya hidup sehat
- Gazebo Cito
- Gejala Penyakit
- Ibu Hamil
- Info BPJS
- Info Sehat
- Inspirasi
- Kanker Darah
- Karir
- Keluarga
- kesehatan
- Kesehatan Anak
- Kesehatan Jiwa
- Kesehatan Pria
- Kesehatan Reproduksi
- Kesehatan Wanita
- konsultasi kesehatan
- life style
- News
- Nutrisi
- obat
- Obat dan Vitamin
- obat tradisional
- obattradisional
- olah raga
- Penyakit
- Penyakit Akibat Kerja
- Penyakit Infeksi dan Parasit
- Penyakit Kronis
- Penyakit Saraf
- Pria
- Promo Kesehatan
- Ragam
- Relationship
- resep masakan
- Rileks
- Sehat dan Bugar
- Teknologi
- Tes Darah
- Tips Sehat
- tips&trik
- Traveling
- Wanita
Tampilkan postingan dengan label Obat dan Vitamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat dan Vitamin. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Desember 2015

Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin D
Vitamin D merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A dan vitamin E sering disebut juga dengan kalsifenol. Vitamin ini merupakan satu-satunya vitamin yang diproduksi dalam tubuh yang berperan dalam pembentukan tulang dan gigi yang disertai juga dengan kalsium.
Menurut Harvard School of Public Health, hampir satu miliar orang diseluruh dunia mengalami kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti osteoporosis dan bahkan kanker. Berikut ini, lima tanda dari tubuh saat Anda kekurangan vitamin D.
1. Keringat berlebih
Keringat yang berlebihan adalah salah satu tanda paling mencolok dari kekurangan vitamin D. Tidak hanya pada bayi, hal yang sama juga berlaku untuk orang dewasa. Saat Anda mengeluarkan keringat berlebih dengan aktivitas yang stabil, bisa jadi ini pertanda Anda kurang asupan vitamin D.
2. Sering kelelahan yang tak terduga
Kekurangan vitamin dapat membuat Anda merasa lelah, bahkan saat Anda telah mendapatkan istirahat yang cukup. Para peneliti Harvard menemukan hubungan antara asupan vitamin D dengan peningkatan kekuatan otot.
3. Osteoporosis atau tulang keropos
Kekurangan vitamin D dapat mempercepat dan memperburuk gejala osteoporosis. Osteoporosis merupakan kondisi di mana tulang mengalami penipisan dan pelemahan. Tidak hanya mendapatkan vitamin D dari makanan saja, namun Anda juga harus mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari pagi dan suplemen.
4. Nyeri pada tulang
Sakit dan nyeri pada tulang biasa juga disebut dengan istilah osteomalacia. Orang-orang yang didiagnosis dengan arthritis sebenarnya disebabkan juga oleh kurangnya vitamin D dalam tubuh. Akibatnya, sendi dan otot mereka akan terasa nyeri.
5. Depresi
Depresi ternyata dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Hal ini dikarenakan vitamin D dapat bekerja di daerah yang sama di otak dan berdampak pada hormon yang sama. Seperti pada hormon seratonin yang mempengaruhi suasana hati.
Jika Anda merasa mengalami gejala tanda kekurangan vitamin D tersebut diatas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Senin, 10 Agustus 2015

Cara Menyembuhkan Diare Secara Alami
Diare merupakan gangguan kesehatan yang ringan namun bila tidak teratasi sangat mengganggu aktivitas. Berapa kali Anda harus keluar masuk WC untuk buang air setiap harinya, selain itu perut akan terasa sangat sakit dan tentunya membuat Anda tidak nyaman.
Penyebab diare secara umum disebabkan adanya gangguan di saluran pencernaan, sekresi cairan berlebihan, gangguan penyerapan atau karena gerakan usus terlalu cepat sehingga waktu penyerapan terganggu.
Meski banyak obat diare yang beredar di pasaran, pengobatan diare bisa dilakukan dengan cara yang alamiah, agar tidak memberikan efek samping dari proses kimiawi. Berikut beberapa cara menyembuhkan diare secara alami :
1. Campuran lemon, air, garam dan gula, bisa digunakan untuk mengganti kandungan mineral dalam tubuh yang hilang karena diare. Anda bisa mengonsumsi sup kaldu ayam, buttermilk, jus buah yang baik untuk membuat Anda terhidrasi.
2. Hindari buah berserat dan produk makanan yang berserat. Saat diare, jangan dulu makan apel atau jus prune karena ini adalah obat pencahar dan bisa memperburuk kondisi diare Anda.
3. Kopi juga bisa menyembuhkan diare secara alami. Minum kopi yang cukup kuat dapat membantu mengurangi diare Anda.
4. Campuran yogurt dengan fenugreek dan jintan panggang dapat mengembalikan keseimbangan tubuh dan menyembuhkan diare.
5. Saat diare, hindari produk susu seperti susu, keju karena hanya yoghurt yang memiliki bakteri sehat yang memperkuat usus Anda.
6. Anda bisa mengatasi diare dengan beristirahat yang cukup. Hindari tidur terlalu malam dan bangun terlalu pagi. Sistem pencernaan juga perlu istirahat sehingga bisa pulih seperti sedia kala. Tidur yang cukup bisa membantu meringankan gejala diare yang anda alami.
Semoga cara menyembuhkan diare secara alami bermanfaat bagi Anda.
Penyebab diare secara umum disebabkan adanya gangguan di saluran pencernaan, sekresi cairan berlebihan, gangguan penyerapan atau karena gerakan usus terlalu cepat sehingga waktu penyerapan terganggu.
Meski banyak obat diare yang beredar di pasaran, pengobatan diare bisa dilakukan dengan cara yang alamiah, agar tidak memberikan efek samping dari proses kimiawi. Berikut beberapa cara menyembuhkan diare secara alami :
1. Campuran lemon, air, garam dan gula, bisa digunakan untuk mengganti kandungan mineral dalam tubuh yang hilang karena diare. Anda bisa mengonsumsi sup kaldu ayam, buttermilk, jus buah yang baik untuk membuat Anda terhidrasi.
2. Hindari buah berserat dan produk makanan yang berserat. Saat diare, jangan dulu makan apel atau jus prune karena ini adalah obat pencahar dan bisa memperburuk kondisi diare Anda.
3. Kopi juga bisa menyembuhkan diare secara alami. Minum kopi yang cukup kuat dapat membantu mengurangi diare Anda.
4. Campuran yogurt dengan fenugreek dan jintan panggang dapat mengembalikan keseimbangan tubuh dan menyembuhkan diare.
5. Saat diare, hindari produk susu seperti susu, keju karena hanya yoghurt yang memiliki bakteri sehat yang memperkuat usus Anda.
6. Anda bisa mengatasi diare dengan beristirahat yang cukup. Hindari tidur terlalu malam dan bangun terlalu pagi. Sistem pencernaan juga perlu istirahat sehingga bisa pulih seperti sedia kala. Tidur yang cukup bisa membantu meringankan gejala diare yang anda alami.
Semoga cara menyembuhkan diare secara alami bermanfaat bagi Anda.
Rabu, 18 Februari 2015

Obat Bius Penyebab Kematian Pasien RS Siloam Ditarik dari Peredaran
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan investigasi terhadap obat anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma. Isi obat Buvanest Spinal tersebut diduga tidak sesuai atau tertukar dengan obat lain sehingga menyebabkan dua pasien di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang meninggal dunia.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga membenarkan adanya penarikan sukarela oleh pihak produsen terhadap obat anestesi Buvanest Spinal. Perusahaan farmasi Kalbe Farma sudah menarik produk obat anestesi Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml/5 (ABVSA) dengan nomor batch 630077. Penarikan ini diinformasikan melalui distributornya, PT Enseval Putra Megatrading, Tbk.
Asosiasi Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia) menyambut baik penarikan obat anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dari pasaran. Meski begitu, GP Farmasi meminta penarikan obat itu dipercepat agar tak lagi ada korban jiwa.
Atas kasus ini, BPOM tak hanya membekukan izin edar Buvanest Spinal dan asam tranexamat, melainkan juga menghentikan proses fasilitas produksi untuk larutan injeksi PT Kalbe Farma.
Hasil pemeriksaan sementara, Buvanest Spinal yang diberikan ternyata bukan berisi Bupivacaine yang merupakan obat bius, akan tetapi berisi asam traneksamat golongan antifibrinolitik yang bekerja mengurangi pendarahan. Pihak RS Siloam mengaku sudah melakukan tindakan operasi sesuai prosedur.
Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy merupakan obat injeksi yang mengandung Bupivacaine 5 mg/mL. Termasuk anestesi lokal yang digunakan dalam bedah urologi dan anggota gerak bawah, serta bedah abdomen (perut). Digunakan juga dalam persalinan sectio cesarea (bedah sesar).
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga membenarkan adanya penarikan sukarela oleh pihak produsen terhadap obat anestesi Buvanest Spinal. Perusahaan farmasi Kalbe Farma sudah menarik produk obat anestesi Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml/5 (ABVSA) dengan nomor batch 630077. Penarikan ini diinformasikan melalui distributornya, PT Enseval Putra Megatrading, Tbk.
Asosiasi Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia) menyambut baik penarikan obat anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dari pasaran. Meski begitu, GP Farmasi meminta penarikan obat itu dipercepat agar tak lagi ada korban jiwa.
Atas kasus ini, BPOM tak hanya membekukan izin edar Buvanest Spinal dan asam tranexamat, melainkan juga menghentikan proses fasilitas produksi untuk larutan injeksi PT Kalbe Farma.
Hasil pemeriksaan sementara, Buvanest Spinal yang diberikan ternyata bukan berisi Bupivacaine yang merupakan obat bius, akan tetapi berisi asam traneksamat golongan antifibrinolitik yang bekerja mengurangi pendarahan. Pihak RS Siloam mengaku sudah melakukan tindakan operasi sesuai prosedur.
Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy merupakan obat injeksi yang mengandung Bupivacaine 5 mg/mL. Termasuk anestesi lokal yang digunakan dalam bedah urologi dan anggota gerak bawah, serta bedah abdomen (perut). Digunakan juga dalam persalinan sectio cesarea (bedah sesar).
Senin, 19 Mei 2014

Kombinasi Obat yang Berpotensi Meracuni Tubuh
Kebanyakan masyarakat enggan berkonsultasi kepada dokter ketika ada gangguan penyakit, masyarakat cenderung mengobati sendiri penyakitnya dengan membeli obat bebas. Hal tersebut bisa berakibat fatal karena ada risiko kita meminum obat bersamaan dengan obat lain.
Kombinasi dua obat atau lebih memang diperlukan untuk beberapa kasus. Tetapi kombinasi yang keliru bisa berakibat fatal. Berikut ini beberapa kombinasi obat yang berpotensi meracuni tubuh.
Statin + Fluconazole (penurun kolesterol + obat antijamur)
Mereka yang menderita infeksi jamur tentu sudah akrab dengan obat dengan nama generik fluconazole. Sementara itu statin adalah jenis obat yang paling banyak diresepkan dokter sehingga kombinasi kedua obat ini sangat mungkin terjadi. Jika itu terjadi maka efek sampingnya antara lain kelemahan otot atau kerusakan ginjal.
SSRIS + Opioids (antidepresi + pereda nyeri)
Beberapa jenis antidepresi bekerja dengan meningkatkan kadar hormon serotonin (hormon bahagia) di otak. Sebagian obat penghilang sakit juga memiliki efek serupa, sehingga akibatnya adalah terlalu merasa bahagia. Kadar serotonin yang terlalu tinggi bisa menyebabkan hilang kesadaran, suhu tubuh naik, detak jantung dan napas meningkat.
Opioids + Benzodiazepine (pereda sakit + obat anti-cemas)
Kedua jenis obat ini berfungsi untuk menekan rasa depresi dan rasa cemas berlebihan. Tetapi kedua jenis pil ini juga menurunkan detak jantung dan napas, terkadang terlalu berlebihan
Opioids + Benzodiazepines + Carisoprodol (antinyeri + anticemas + pelemas otot)
Kebanyakan dokter paham kombinasi obat tersebut bisa mematikan. Tetapi ada kemungkinan pasien mendapat obat-obatan ini dalam waktu berdekatan dari dokter yang berbeda atau membeli sendiri. Karena itu penting bagi kita untuk menyebutkan pada dokter obat apa saja yang sedang kita konsumsi. (womenshealthmag.com)
Senin, 20 Januari 2014

Hati-hati Beri Anak Obat Parasetamol
Di musim hujan seperti ini, ragam penyakit seperti flu bisa menyerang dengan mudah terutama pada anak-anak. Demam atau suhu badan meninggi adalah gejala umum yang bisa kita temui. Untuk mengobati hal ini, biasanya para orangtua kerap memanfaatkan obat yang mengandung zat penurun panas, parasetamol. Namun, hati-hatilah saat menggunakannya.
Sebuah penelitian dipublikasikan dalam jurnal Toxicological Science, Senin (20/1/2014) menemukan, parasetamol bisa mengganggu perkembangan otak anak. Bahkan, obat jenis ini bisa berbahaya bagi anak-anak yang belum lahir atau yang masih ada di kandungan.
Ilmuwan di Universitas Uppsala, Swedia membuktikan kenyataan ini. Mereka meneliti penggunaan parasetamol sebagai salah satu obat yang paling sering digunakan untuk mengobati nyeri dan demam pada anak-anak. Dengan dosis yang rendah ilmuwan-ilmuwan ini mencobakan obat ini pada tikus di usia 10 hari. Peneliti kemudian melakukan uji coba terhadap perilaku tikus saat sudah dewasa.
Hasilnya, tikus menjadi hiperaktif dan bisa menunjukkan adanya gangguan pada perilaku. Selain itu, pemeriksaan pada otak tikus membuktikan lebih rendahnya daya ingat tikus yang sudah diberi parasetamol dibanding tikus yang tak diberi parasetamol.
Para peneliti menyebutkan, penggunaan parasetamol pada tikus muda (saat otak sedang berkembang) bisa menyebabkan efek jangka panjang yang buruk pada fungsi kognitif.
Karena itu, para ilmuwan mengingatkan agar para orangtua berhati-hati pada penggunaan parasetamol untuk anak-anak.
Seperti dikutip dari Upsala Nya Tidning, salah satu peneliti Henrik Viberg menyebutkan, temuan ini menjadi alasan penting perlunya membatasi penggunaan parasetamol pada masa kehamilan dan pada anak-anak.
Menurut para ilmuwan, untuk pemberian yang aman adalah saat demam atau suhu badan sudah mencapai 38 derajat celsius. Beberapa efek samping obat antipiretik yang sering muncul harus diketahui seperti mual, muntah, sakit perut, kesulitan bernapas, dan sakit kepala.
Penggunaan antipiretik, menurut para dokter, harus dibatasi hanya untuk mengurangi gejala dan membantu agar demam tak naik ke tingkat yang berbahaya.
Sebagian besar kerap menggunakan antipiretik meski demam belum parah atau sekadar mencegah demam agar tidak berulang meski sebenarnya tak ada bukti yang menunjukkan bahwa antipiretik dapat mencegah berulangnya demam.
sumber : health.liputan6.com
Jumat, 17 Januari 2014

Obat Generik Pilihan Cerdas Sukseskan JKN 2014
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah mulai digulirkan, ada beberapa perubahan pada sistem kesehatan di Indonesia, khususnya pada pembiayaan pengobatan yang akan menggunakan sistem paket Indonesia-Case Based Groups (INA-CBG's).
Dalam sistem tersebut, pasien dibebaskan dari tanggungan biaya pengobatan yang dikenakan dari rumah sakit sebagai pemberi layanan kesehatan. Sebagai gantinya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan lah yang akan membiayai tanggungan.
Obat merupakan salah satu komponen dalam pembiayaan sistem INA-CBG's. Oleh karenanya, sudah dapat diduga, permintaan obat generik tentu akan meningkat pesat seiring diberlakukannya JKN.
Seperti yang diketahui, harga obat bermerek memang lebih mahal berkali-kali lipat dibandingkan dengan obat generik. Menurut Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang, harga obat generik bisa jauh lebih murah, karena tidak membutuhkan biaya promosi seperti halnya obat bermerek.
Meskipun begitu, meski harganya jauh lebih murah, sebenarnya tidak ada perbedaan antara kualitas obat generik jika dibandingkan dengan obat bermerek. Pasalnya, kedua sebenarnya merupakan obat copy dari obat paten (originator), sehingga tidak berbeda dalam hal zat aktif, indikasi, dan bentuk sediaan.
Bedanya hanya pada nama dagang sehingga ada yang disebut sebagai obat bermerek dan ada pula yang disebut sebagai obat generik berlogo (OGB). OGB sendiri sebenarnya merupakan program pemerintah yang diluncurkan pada tahun 1989 yang bertujuan untuk memberikan alternatif penyediaan obat dengan harga terjangkau dengan kualitas yang sesuai standar.
Logo pada OGB berupa lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan "Generik" di bagian tengah lingkaran. Logo tersebut menunjukkan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan. Sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Edukasi
Citra OGB di masyarakat belum setara dengan obat bermerek. Karena itu, edukasi merupakan hal penting untuk menghilangkan stigma kurang baik pada OGB sehingga masyarakat tak salah kaprah untuk memilih obat bermerek dengan anggapan obat tersebut lebih baik, padahal kenyataannya sama saja.
Untuk penyakit-penyakit kronis yang membutuhkan obat seumur hidup seperti diabetes atau tekanan darah tinggi akan sangat rugi jika konsumen menggunakan obat bermerek, sementara OGB hadir dengan harga yang lebih murah. Karena itu, masyarakat perlu diyakinkan melalui edukasi yang dalam hal ini tenaga kesehatan memiliki peranan penting.
Perbaikan
Tampilan kemasan OGB, juga salah satu faktor penting yang menentukan keinginan orang untuk memilihnya. Bentuk kemasan yang berupa botol-botol besar yang berisi obat dalam jumlah besar seharusnya sudah ditiadakan.
Dengan kemasan yang baik diharapkan citra OGB akan menjadi lebih baik di masyarakat. Sekaligus, memudahkan dokter untuk meyakinkan pasien untuk menggunakannya, perbaikan kemasan tidak akan signifikan mempengaruhi peningkatan biaya produksi OGB. Ini karena permintaan OGB yang meningkat saat diberlakukannya JKN akan membuat biaya produksi semakin efisien sehingga menutup biaya perbaikan kemasan.
Langganan:
Komentar (Atom)