Tampilkan postingan dengan label Penyakit Infeksi dan Parasit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Infeksi dan Parasit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Februari 2016

Pertanyaan Seputar Virus Zika

pertanyaan-seputar-virus-zika

Virus Zika pertama kali ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947 kemudian ditemukan kembali pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria pada tahun 1954. Virus Zika menjadi penyakit endemis dan mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia pada tahun 2007 di wilayah Pasifik Selatan. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil, Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika, dan Samoa (Oceania). Di Indonesia sendiri, telah ditemukan virus Zika di Jambi pada tahun 2015.

Berikut seputar pertanyaan mengenai virus Zika seperti yang dilansir laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, www.depkes.go.id

1. Apa virus Zika itu?
Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus, memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

2. Bagaimana cara penularan virus Zika?
Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan daoat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janin yang dikandung selama masa kehamilan.

3. Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?
Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi termasuk ibu hamil.

4. Apa gejala infeksi virus Zika?
Gejala infeksi virus zika diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus infeksi virus Zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis, bila kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.

5. Apa komplikasi yang ditimbulkan oleh infeksi virus Zika?
Pada beberapa kasus suspek Zika dilaporkan juga mengalami sindrom Guillane Bare. Namun hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.

6. Apa jenis pemeriksaan virus Zika untuk ibu hamil?
Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR.

7. Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk virus Zika?
Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus pada gejala yang ada.

8. Apa yang sebaiknya dilakukan jika terinfeksi virus Zika?
Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan hal-hal sebagai berikut :
  •    Istirahat cukup
  •    Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi
  •    Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri
  •    Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation) lainnya.
  •    Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.
9. Bagaimana cara mencegah penularan virus Zika?
Pencegahan penularan virus ini dapat dilakukan dengan:
  • Sebisa mungkin menghindari kontak dengan nyamuk
  • Melakukan pemberantasan sarang nyamuk, melakukan 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)
  • Melakukan pengawasan jentik dengan  melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
  • Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
  • Untuk wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.
10. Negara mana sajakah yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?
Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana,  Guadeloupe,  Guatemala,  Guyana,  Haiti,  Honduras, Martinique,  Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap

11. Apa efek yang bisa ditimbulkan oleh virus Zika pada ibu hamil?
Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit yang lebih berat selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil lebih berisiko terhadap sindrom guillan barre.

12. Apakah ada hubungan antara infeksi virus Zika dengan kejadian mikrosefalus kongenital?
Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

13. Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit virus Zika?
Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.

14. Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?
Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.
Read More

Senin, 14 Desember 2015

Sekilas Penyakit Hepatitis A

penyakit-hepatitis-a

Penyakit hepatitis A merupakan salah satu penyakit yang gampang mewabah dengan cepat. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan menyerang organ hati. Diperkirakan pengidap penyakit ini di dunia mencapai 1,4 juta jiwa pada tiap tahunnya, sementara di Asia Tenggara, kasus hepatitis A akut menyerang sekitar 400.000 orang per tahun dengan angka kematian hingga 800 jiwa.

Gejala awal yang biasanya muncul seperti demam, mual, muntah, nyeri pada sendi dan otot, serta diare. Saat organ hati sudah mulai terserang, ada beberapa gejala lain yang akan muncul, yaitu air seni berwarna gelap, tinja atau feses berwarna pucat, sakit kuning dan gatal-gatal. Selain itu, daerah perut bagian kanan atas juga akan terasa sakit terutama jika ditekan.

Penyakit ini kadang sulit untuk disadari, tidak semua pengidap mengalami gejala hepatitis A. Hanya satu dari 10 penderita hepatitis A di bawah umur enam tahun yang mengalami sakit kuning. Sedangkan pada remaja dan orang dewasa, penyakit ini biasanya menyebabkan gejala yang lebih parah dan sekitar tujuh dari 10 akan mengalami sakit kuning.

Penyebab dan Penularan Hepatitis A
Penyebab penyakit ini adalah virus hepatitis A yang dapat menyebar dengan sangat mudah. Cara penyebaran utamanya adalah melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh tinja pengidap hepatitis A. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan penyebaran virus ini meliputi:

  • Sanitasi yang buruk.
  • Kontak langsung dengan pengidap.
  • Berbagi jarum suntik.
  • Berhubungan seks dengan pengidap, terutama seks anal.
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama pria.
  • Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran, misalnya selokan.

Langkah Pengobatan Hepatitis A
Sistem kekebalan tubuh atau antibodi akan melenyapkan virus dengan sendirinya oleh karena itu penyakit hepatitis A tidak memiliki langkah penanganan khusus. Langkah pengobatan hepatitis A bertujuan untuk meringankan gejala-gejala yang dialami pengidapnya. Penanganannya meliputi mengonsumsi obat pereda gatal, sakit, mual dan muntah sesuai dosis.

Organ hati juga perlu dibiarkan untuk beristirahat misalnya dengan tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan berhati-hati dengan obat-obat yang bisa berdampak pada hati. Waktu yang dibutuhkan pengidap untuk sembuh sepenuhnya dari penyakit ini biasanya beberapa bulan. Pengidap yang berhasil sembuh total akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

Risiko Komplikasi Hepatitis A
Infeksi hepatitis A umumnya tidak menyebabkan penyakit hati jangka panjang dan jarang yang berakibat fatal. Walaupun demikian tetap waspada karena penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal hati terutama pada mereka yang telah mengidap penyakit hati sebelum terinfeksi hepatitis A dan penderita manula. Selain itu, pada sebagian penderita bisa kambuh lagi.

Cara-cara Mencegah Hepatitis A
Cara utama untuk mencegah penyakit hepatitis A adalah dengan menjaga kebersihan. Langkah ini dapat dilakukan dengan mudah, misalnya selalu mencuci tangan, menghindari konsumsi makanan mentah atau kurang matang serta menghindari jajan di pedagang kaki lima yang tidak bersih.

Vaksinasi hepatitis A juga dapat mencegah penyakit ini. Terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi seperti orang yang mengidap penyakit hati kronis, pengidap penyakit hemofilia serta pengguna jarum suntik.

Selalu budayakan hidup sehat dan jaga kebersihan, semoga artikel diatas menambah pengetahuan mengenai penyakit yang disebabkan infeksi virus. Salam sehat! (alodokter.com)
Read More

Sabtu, 22 November 2014

4 Alasan Mengapa Anda Harus Tes Hepatitis C

Banyak orang menganggap ringan dan remeh penyakit Hepatitis C, padahal penyakit ini merupakan salah satu penyakit berbahaya dan dapat menularkan ke orang lain.
Terkait : Mengenal 5 jenis penyakit hepatitis

Penyakit Hepatitis C adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Hepatitis (HCV). Virus ini merupakan virus yang dapat hidup dalam tubuh dalam jangka waktu lama dan tidak menunjukkan gejala yang khas bila tubuh terserang namun bila sudah infeksi kronis dapat menyebabkan parut (eskar) pada hati, dan setelah menahun menyebabkan sirosis dan kanker hati yang bisa menyebabkan kematian. Bahkan, hepatitis C adalah alasan utama untuk transplantasi hati di Amerika Serikat

Agar Anda mengetahui pentingnya tes hepatitis C, berikut ini 4 alasan mengapa Anda harus tes hepatitis C :

1. Anda dapat terkena hepatitis C bahkan jika Anda merasa baik-baik saja.
Hepatitis C dapat terjadi pada semua orang bahkan pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang baik. Kebanyakan orang dengan hepatitis C tidak tahu kalau mereka telah memilikinya. Infeksi biasanya menjadi kronis dan memakan waktu hingga 30 tahun sebelum gejala berkembang. Pada saat itu, hati Anda mungkin berada dalam masalah serius. Itulah mengapa Anda harus tes hepatitic C sebelum muncul tanda-tanda masalah pada hati Anda.

Pengujian dengan tes darah semakin penting dan segera jika Anda :
  • pernah disuntikkan obat ke dalam tubuh Anda atau menggunakan narkoba intravena
  • pernah transfusi darah atau organ transplantasi sebelum 1992
  • HIV-positif
  • pasein hemodialisis (cuci darah)
  • bekerja sebagai tenaga medis atau kesehatan
  • melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan
  • memiliki tato atau menindik tubuh dilakukan dengan alat tidak steril
  • lahir dari ibu yang terinfeksi secara kronis
  • orang dengan tingkat abnormal enzim hati dalam darah.
2. Tes hepatitis C cepat dan mudah.
Sebuah tes darah sederhana dapat mengetahui apakah Anda pernah terinfeksi hepatitis C. Hasil biasanya dapat diperoleh dengan cepat. Jika tes Anda menunjukkan nilai negatif, berarti Anda terbebas dari hepatitis C, namun Anda masih harus dites lagi jika ada kesempatan Anda terkena virus dalam 6 bulan terakhir.

Jika tes pertama positif, Anda terinfeksi hepatitis C. Tes kedua akan memeriksa apakah infeksi sudah berhasil dihilangkan atau menjadi kronis. Jika Anda memiliki infeksi kronis, Anda harus segera konsultasi ke dokter.

3. Anda dapat melindungi keluarga dan teman-teman Anda.
Anda dapat menularkan virus hepatitis C kepada orang lain melalui darah Anda, bahkan jika Anda tidak memiliki gejala apapun. Untuk mencegah hal ini, berhati-hatilah jika anda terluka dan sebaiknya hindari berbagi:
  • Pisau cukur, gunting kuku, sikat gigi, atau persediaan obat diabetes
  • Jarum untuk menyuntik obat, atau steroid
  • Alat untuk pernak-pernik tubuh atau tato
  • Hepatitis C tidak menyebar melalui ciuman, batuk, bersin, atau berbagi peralatan makan. Ini jarang terjadi, namun virus dapat menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom.
4. Pengobatan dini dapat membantu Anda mencegah kanker hati atau gagal hati.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dari setiap 100 orang dengan hepatitis C:
  • 60-70 akan mengembangkan penyakit hati kronis.
  • Hingga 20 akan mengembangkan sirosis, sebuah jaringan parut berbahaya hati.
  • 1-5 akan meninggal akibat kanker hati atau gagal hati.
Dengan melakukan tes hepatitis C, dapat segera diketahui dan diobati secara dini sehingga dapat menghentikan virus hepatitis C dari memicu sirosis atau kanker. Segera lakukan tes hepatitis C di laboratorium klinik yang terpercaya. Semoga 4 alasan mengapa anda harus tes hepatitis c diatas bermanfaat. Salam sehat!
Read More

Minggu, 19 Oktober 2014

Apa itu Salmonella?

infeksi bakteri salmonella
Salmonella adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal atau lebih dikenal sebagai salmonellosis. Biasanya salmonellosis juga disebut sebagai "salmonella". Infeksi ini dapat terjadi pada manusia dan hewan.

Penyakit ini biasanya berlangsung selama 4 - 7 hari. Kebanyakan penderita dapat sembuh tanpa melalui perawatan antibiotika. Namun, pada beberapa kasus kondisi ini dapat menjadi lebih parah terutama bila menyerang lansia, bayi dan orang yang memiliki sistem antibodi yang rendah rendah.

Apa gejala infeksi salmonella?

Gejala salmonella biasanya mulai 12-72 jam setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Gejala biasanyan sakit perut, sakit kepala, demam, diare, mual dan muntah. Beberapa pasien yang terinfeksi salmonella memiliki gejala yang lebih ringan atau bahkan tanpa gejala yang berarti.

Bagaimana cara terkena infeksi salmonella?

Manusia dapat terinfeksi salmonella setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Hal ini terjadi karena mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri salmonella. Anda bisa terkena salmonella dari berbagai jenis makanan, tidak hanya dari telur ataupun unggas yang kurang matang memprosesnya. Salmonella juga dapat ditemukan pada daging giling, buah-buahan, sayur-sayuran dan bahkan pada makanan beku. Salmonella juga dapat menyebar dari orang ke orang melalui kotoran manusia (Baca : 4 Macam Media Penularan Penyakit Infeksi).

Makanan apa yang paling sering terkontaminasi bakteri salmonella?

Salmonella sering ditemukan dalam produk makanan mentah yang berasal dari hewan, seperti telur, produk telur, daging, produk daging, susu yang tidak dipasteurisasi, Mengolah dengan cara memasak secara matang akan membunuh bakteri salmonella.

Apakah ada sumber selain makanan yang bisa menularkan salmonella?

Bakteri salmonella juga ditemukan dalam tinja manusia dan hewan yang sakit maupun yang sehat. Sebagian besar hewan unggas seperti bebek, sapi, babi, anjing, kucing, kura-kura, ayam, dan hewan peliharaan lainnya dapat menularkan salmonella. Bakteri salmonella juga ditemukan pada binatang liar. Mencuci tangan dengan bersih setelah kontak dengan hewan sangat dianjurkan untuk mencegah penularan salmonella. Air yang terkontaminasi dapat juga menjadi sumber infeksi salmonella.

Bagaimana infeksi salmonella didiagnosis?

Salmonella biasanya didiagnosis dengan tes laboratorium yaitu dengan tes tinja atau feses (Baca : Feses Sebagai Indikator Kesehatan).

Bagaimana infeksi salmonella diobati?

Biasanya, bila sistem antibodi atau imun bagus pasien dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan medis. Antibiotik dibutuhkan untuk bayi, orang tua, dan orang dengan masalah kesehatan lainnya, karena mereka mungkin tidak dapat melawan infeksi sendiri. Namun segera konsultasikan dengan dokter, jika Anda menderita diare yang berkepanjangan. Pengobatan antibiotik memakan waktu yang cukup lama untuk membersihkan diri dari bakteri salmonella. Bahkan setelah gejala berakhir, sering memakan waktu beberapa minggu agar bakteri salmonella benar-benar hilang dari usus.

Dapatkah infeksi salmonella dicegah?

Infeksi salmonella
dapat dicegah. Berikut ini beberapa cara untuk membantu mencegah infeksi salmonella yaitu :
  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum makan, sebelum dan setelah menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet, mengganti popok, atau bermain dengan hewan peliharaan.
  • Pastikan semua produk makanan dari sumber hewan yang dimasak dengan matang, terutama unggas dan produk telur.
  • Agar terhindar dari salmonella, hindari mengonsumsi telur mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, keju terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi, atau produk susu yang tidak dipasteurisasi lainnya.
  • Hindari kontaminasi makanan yang tidak akan dimasak dengan produk makanan dari sumber hewan. Misalnya, cuci semua peralatan yang telah digunakan untuk tempat daging unggas mentah sebelum digunakan untuk memasak bahan lain
  • Ketika merawat pasien salmonella, segera buang dan cuci semua bahan yang terkontaminasi dengan tinja/feses pasien. dan cucilah tangan dengan bersih setelah kontak tersebut.
  • Anak-anak kecil dan orang-orang berkebutuhan khusus lainnya mungkin memerlukan bantuan tambahan dengan mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
Siapa saja dapat terinfeksi salmonella, oleh karena selalu jaga kebersihan dan hidup sehat agar Anda terhindar dari infeksi salmonella.(healthvermont.gov)


Read More

Senin, 13 Oktober 2014

Spanyol, Negara Pertama Ditemukannya Pasien Terinfeksi Virus Ebola di Luar Afrika

pasien-terinfeksi-virus-ebola-di-luar-afrika
Akhirnya, virus Ebola menyebar ke luar Afrika. Seorang perawat di rumah sakit di Madrid, Spanyol, jatuh sakit akibat terinfeksi virus Ebola. Pemerintah menyatakan kasus itu merupakan penularan pertama virus Ebola yang terjadi di luar Afrika. Si perawat dilaporkan mulai mengeluh demam pada 30 September, tetapi tidak memeriksakan diri ke rumah sakit sampai Minggu (5/10). Dia menjalani dua tes dan hasilnya menunjukkan terinfeksi virus Ebola.

Perawat itu merupakan anggota tim rumah sakit La Paz-Carlos III di Madrid yang pernah merawat dua pendeta Spanyol pasien Ebola, Miguel Pajares, 75, dan Manuel Garcia Viejo, 69. Pajares terinfeksi Ebola di Liberia dan wafat pada 12 Agustus, sedangkan Viejo terinfeksi Ebola saat berada di Sierra Leone dan meninggal pada 25 September.

Otoritas kesehatan Spanyol langsung melakukan pemantauan pada 30 orang yang mungkin pernah melakukan kontak dengan si perawat, termasuk rekan-rekan kerja dan suaminya. Dalam sebuah konferensi pers, Direktur Pelayanan Kesehatan Kota Madrid, Antonio Alemany, menyatakan perawat tersebut berstatus menikah tanpa anak dan kini tengah dirawat dalam ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Alcorcon, di selatan Madrid.

Dengan terinfeksinya perawat di Spanyol tersebut, ancaman kian jelas bagi para petugas medis yang tidak didukung peralatan memadai seperti yang terjadi di klinik-klinik di Afrika Barat. Ancaman serupa bisa terjadi di pusat-pusat medis canggih termasuk di Eropa dan AS. Resiko terbesar dari semua wabah virus Ebola ialah petugas pelayanan kesehatan..

Sementara itu, wartawan foto asal AS yang terinfeksi Ebola di Liberia, Ashoka Mukpo, 33, masih menjalani perawatan di AS. Mukpo yang meliput berita di Liberia dirawat di Nebraska Medical Center, Omaha, Nebraska, AS. Ayah Mukpo, Dr Mitchell Levy, mengatakan Mukpo diduga terinfeksi Ebola setelah membantu membersihkan kendaraan dari korban Ebola yang tewas di Liberia. Presiden AS Barack Obama menyatakan pemerintahnya tengah mempertimbangkan perintah pemindaian secara ketat pada penumpang pesawat dari kawasan yang dilanda wabah Ebola.

Wabah Ebola yang tidak diduga telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di Afrika Barat. Wabah itu menyedot perhatian serius akan kawasan tersebut. Ebola juga membuat jumlah petugas medis yang sakit dan meninggal bertambah.Bahkan lebih dari 370 petugas medis meninggal dunia akibat infeksi virus Ebola di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone. Padahal jumlah dokter dan perawat di negaranegara tersebut masih terbatas.(mediaindonesia)
Read More

Senin, 08 September 2014

Mengenal Virus Human Papillomavirus (HPV)

virus-human-papillomavirus-(HPV)
Human Papillomavirus, atau HPV, adalah virus yang menginfeksi kulit dan organ kelamin. Telah dideteksi lebih dari 120 tipe virus HPV. Satu penelitian menemukan HPV pada 77% perempuan HIV-positif. HPV menular dengan mudah melalui hubungan seks. HPV begitu umum sehingga hampir semua laki-laki dan perempuan yang berhubungan seksual secara aktif dapat tertular.

Beberapa jenis Human Papillomavirus (HPV) menyebabkan kutil, umumnya pada tangan atau kaki. Infeksi pada tangan dan kaki biasanya tidak menular melalui hubungan seks. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil kelamin pada penis, vagina dan dubur. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat mengalami luka yang lebih parah di dubur dan daerah leher rahim. Selain itu juga Human Papillomavirus (HPV) dapat mengakibatkan masalah pada mulut atau pada lidah dan bibir. Jenis HPV lain dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal yang disebut displasia. Displasia dapat berkembang menjadi kanker dubur pada laki-laki dan perempuan, dan kanker serviks, atau kanker penis.

Displasia di sekitar dubur disebut neoplasia intraepitelial anal (anal intraepithelial neoplasia/AIN). AIN adalah perkembangan sel baru yang tidak normal pada lapisan dubur. Displasia pada daerah leher rahim disebut neoplasia intraepitelial serviks (cervical intraepithelial neoplasia/CIN). Tampaknya AIN dan CIN lebih umum pada Odha dibanding orang HIV-negatif.

Cara medeteksi Human Papillomavirus (HPV)

Tidak ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi Human Papillomavirus (HPV) atau tidak. Orang yang tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi HPV tetap dapat menularkan infeksinya kepada orang lain. Infeksi HPV dapat hilang tanpa menyebabkan masalah. Untuk menemukan HPV, dokter mencari displasia atau kutil kelamin.

Tes Papsmear dipakai untuk memeriksa leher rahim perempuan. Tes ini juga dapat dipakai untuk memeriksa dubur laki-laki dan perempuan. Sel diperiksa untuk  kelainan yang mungkin menunjukkan perubahan abnormal pada sel, misalnya displasia atau kanker leher rahim.

Beberapa peneliti menganggap bahwa tes Papsmear pada dubur dan leher rahim sebaiknya dilakukan setiap tahun untuk orang yang berisiko lebih tinggi seperti :
  • Orang yang menerima seks anal
  • Perempuan yang pernah mengalami cervical intraepithelial neoplasia (CIN)
  • Siapa pun dengan jumlah CD4 (jenis sel darah putih atau limfosit) di bawah 500
Kutil kelamin bisa muncul antara beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah seorang terinfeksi Human Papillomavirus (HPV). Kutil dapat kelihatan seperti benjolan kecil, atau dapat menjadi lebih penuh dengan daging dan kelihatan seperti kembang kol. Semakin lama, kutil dapat menjadi semakin besar.

Dokter dapat menentukan apakah kita mempunyai kutil kelamin dengan melihatnya dengan menggunakan alat yang disebut anoskop dipakai untuk memeriksa daerah dubur. Jika memungkinkan, contoh kutil dipotong dan diperiksa dengan mikroskop atau yang disebut biopsi.

Jenis Human Papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kutil kelamin tidak sama dengan jenis virus yang menyebabkan kanker. Tetapi jika kita mempunyai kutil, kita mungkin juga terinfeksi jenis HPV lain yang dapat menyebabkan kanker.

Cara mencegah Infeksi Human Papillomavirus (HPV)

Kondom tidak mencegah penularan HPV secara keseluruhan. Virus ini dapat menular melalui hubungan langsung dengan daerah kulit yang terinfeksi yang tidak diliputi oleh kondom.

Laki-laki dan perempuan dengan HIV yang aktif secara seksual mungkin sebaiknya melakukan tes Papsmear secara berkala pada vagina dan/atau dubur untuk mencari sel yang abnormal atau tanda awal kutil. Hasil positif dapat ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah pengobatan dibutuhkan.

Agar selalu melakukan hubungan sex yang aman dan tidak berganti-ganti pasangan, dan setia pada pasangan akan mengurangi resiko tersebut.

Cara mengobati Infeksi Human Papillomavirus (HPV)

Belum ada pengobatan langsung untuk infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh yang bagus dapat menyembuhkankan infeksi HPV. Namun orang tersebut dapat tertular lagi. Displasia dan kutil dapat dihilangkan dengan beberapa cara berikut ini :
  • Membakarnya dengan jarum listrik (kauterisasi listrik) atau laser.
  • Membekukannya dengan nitrogen cair.
  • Memotongnya secara bedah.
  • Mengobatinya dengan zat kimia. Asam triklorasetik (TCA) efektif untuk beberapa orang.
  • Pengobatan lain yang kurang lazim untuk kutil termasuk obat 5-FU (5-fluorourasil) dan interferon alfa. 5-FU berbentuk krim. Suatu obat baru, yaitu imikuimod, disetujui di AS untuk mengobati kutil kelamin. Sidofovir, yang aslinya dikembangkan untuk mengobati virus sitomegalo (CMV) mungkin juga dapat membantu memerangi HPV.

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) dapat bertahan lama di tubuh, terutama pada orang terinfeksi HIV. Displasia dan kutil dapat kambuh. Penyakit ini sebaiknya diobati sesegera mungkin untuk mengurangi kemungkinan penyebaran atau kambuh.(spritia.or.id)
Read More

Senin, 18 Agustus 2014

5 Virus yang Sama Mematikannya dengan Virus Ebola

virus-mematikan-selain-ebola
Virus ebola yang sudah mewabah di Afrika Barat memang memiliki keganasan yang tinggi. Tingkat mortalitas atau kematian pada wabah yang sekarang terjadi mencapai 60 persen, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan mengkhawatirkan banyak orang di dunia.

Meski demikian, para ahli tidak hanya mengkhawatirkan ancaman ebola karena masih banyak virus lain yang jauh lebih berbahaya. Menurut Cecilia Rokusek, ahli kesehatan masyarakat dari Florida, ada beberapa virus yang menjadi sumber penyakit di negara berkembang. Angka kematian akibat virus-virus ini cenderung lebih rendah dibanding Ebola, tetapi penyakit ini merupakan ancaman di negara berkembang dan membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya.

Berikut kelima virus yang sama mematikannya dengan virus ebola :

1. Rabies
Virus ini menyebar lewat air liur dan gigitan hewan yang terinfeksi rabies, seperti anjing, monyet, atau kelelawar. Mereka yang digigit hewan harus langsung menerima vaksin rabies untuk mencegah infeksi. Namun, tidak semua orang sadar bahwa mereka telah tergigit, khususnya oleh kelelawar.

Rabies juga memiliki tingkat kefatalan tertinggi dari virus lain. Di AS, hanya tiga orang yang dapat bertahan hidup tanpa menerima vaksin setelah diserang virus tersebut. Menurut WHO, tiap tahunnya hampir 55.000 orang tewas karena rabies di Afrika dan Asia.

2. Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Autoimmune Deficiency Syndrome (AIDS)
Walau jumlah kematian karena HIV cenderung menurun beberapa tahun belakangan, pada tahun 2012, sebanyak 1,6 juta orang di seluruh dunia meninggal karena HIV dan AIDS.

Virus ini menyerang sel imun tubuh seseorang dan melemahkan sistem pertahanannya. Lama-kelamaan, penderita akan kesulitan untuk melawan penyakit-penyakit lain. Jika sudah sampai pada tahap AIDS, penyakit flu pun bisa membuat penderita meninggal dunia.

Sejak penyakit ini ditemukan pada 1981, AIDS telah membunuh 650.000 orang di Amerika, dan diperkirakan 36 juta orang di seluruh dunia. Meski hingga ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS, pemberian obat antiretroviral (ARV) bisa membuat penderita hidup lebih lama.

3. Influenza
Flu memang tidak seseram dua virus sebelumnya. Akan tetapi, sesuai fakta yang ada influenza membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya dibanding ebola. Jumlah persis korban yang meninggal memang masih dalam perdebatan, tetapi CDC (United States Centers for Disease Control and Prevention) menduga angka kematian karena flu musiman di AS adalah 3.000 hingga 49.000 jiwa per tahunnya.

Musim flu juga bervariasi mulai dari tingkat keparahan dan lamanya, tergantung jenis virusnya. Menurut CDC, wabah seperti influenza A (H3N2) membunuh dua kali lipat dibanding influenza A (H1N1) atau influenza B.

Influenza sangat menular. Diperkirakan 3 juta hingga 5 juta orang sakit parah setiap tahunnya karena influenza. WHO mencatat 250.000 sampai 500.000 kematian per tahun karena flu. Virus ini lebih banyak menyebabkan penyakit daripada membunuh. Meski demikian, para profesor dan dokter menyarankan imunisasi flu tahunan sebagai langkah pencegahan (Baca : 8 Cara Menyembuhkan Flu Tanpa Obat).

Vaksin flu memberi imunitas dari influenza A atau B, tetapi virus juga bisa mengalami mutasi dan menghasilkan tipe baru. Pandemi influenza terbaru adalah swine flu atau flu babi, flu arab.

4. Virus dari nyamuk
Virus ini menyebar lewat gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. WHO dan CDC mencatat, penyakit seperti DBD, demam kuning, ataupun West Nile virus (WNV) telah membunuh 50.000 orang di seluruh dunia. Selain virus, parasit penyebab malaria juga membunuh 600.000 orang tiap tahun.

CDC memperingatkan bahwa 40 persen dari populasi dunia atau sekitar 2,5 juta orang terancam bahaya serius tertular penyakit dari nyamuk. Mereka juga mengklaim, penyakit DBD yang marak di Amerika Selatan, Meksiko, Afrika, Asia, termasuk Indonesia, telah membunuh 22.000 orang per tahun.

Penyakit DBD juga berpotensi menyebar antar-negara karena perpindahan manusia yang semakin mudah. Lain cerita dengan WNV, virus yang menyerang saraf ini disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi virus ini dari burung.

5. Rotavirus
Virus yang menyerang saluran pencernaan ini berakibat fatal pada anak-anak. CDC mengklaim, terdapat hampir 111 juta laporan gastroentritis tiap tahun dari seluruh dunia. Mayoritas dari penderita masih balita dan 82 persen kematian terjadi di negara berkembang.

Tetep jaga kebersihan dan kesehatan anda, semoga artikel lima virus yang sama mematikannya dengan virus ebola menambah pengetahuan anda mengenai penyakit infeksi dan parasit. (Sumber :www.livescience.com/kompas.com)

Read More

Rabu, 13 Agustus 2014

Prosedur Aman Penanganan Pasien Terinfeksi Virus Ebola Sesuai Rekomendasi WHO

penanganan-virus-ebola
Petugas kesehatan yang merawat pasien dengan dugaan atau dikonfirmasi penyakit beresiko tinggi terinfeksi virus Ebola harus melakukan beberapa prosedur khusus dibandingkan pasien lain. Selama wabah sejumlah prosedur tindakan penting akan mengurangi atau menghentikan penyebaran virus dan melindungi petugas kesehatan. Berikut beberapa prosedur yang wajib dilakukan bagi petugas kesehatan sesui rekomendasi WHO dalam menangani pasien terduga maupun terinfeksi virus Ebola :

1. Mengisolasi pasien dengan dugaan atau dikonfirmasi penyakit virus Ebola di ruang isolasi khusus. Apabila ruang isolasi tidak tersedia, tetapkan tempat terpisah dari pasien lain. Akses ke tempat isolasi ini harus dibatasi, peralatan yang dibutuhkan harus diatur secara ketat untuk area perawatan pasien terinfeksi virus Ebola, dan petugas klinis dan non-klinis harus secara eksklusif ditugaskan untuk ruang isolasi dan daerah khusus.

2. Menghentikan akses pengunjung ke pasien yang terinfeksi virus Ebola. Jika hal ini tidak mungkin, akses harus diberikan hanya kepada orang-orang yang diperlukan untuk kesejahteraan pasien dan perawatan, seperti keluarga terdekat.

3. Selain tindakan standar pencegahan kesehatan, petugas kesehatan harus tegas dan disiplin menerapkan langkah-langkah pengendalian infeksi yang dianjurkan untuk menghindari paparan darah, cairan, atau lingkungan yang terkontaminasi atau benda yang terinfeksi - seperti linen kotor pasien atau jarum yang digunakan.

4. Semua pengunjung dan petugas kesehatan harus secara ketat menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuia dengan rekomendasi WHO yang mencakup setidaknya: sarung tangan, baju kedap inkesi, sepatu, masker, dan pelindung mata untuk percikan (kacamata atau pelindung wajah).

5. Menjaga kebersihan tangan sangat penting dan harus dilakukan sebelum maupun setelah semua proses perawatan atau penanganan pasien terduga atau pun terinfeksi virus Ebola.

6. Gunakan antiseptik berbasis alkohol atau sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan, menerapkan teknik yang benar yang direkomendasikan oleh WHO. Hal ini penting untuk selalu membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir. Pembersih antiseptik tangan harus tersedia di setiap titik perawatan (di pintu masuk dan di dalam ruang isolasi dan daerah); air, sabun, dan handuk penggunaan tunggal juga harus selalu tersedia.

7. Tindakan pencegahan penting lainnya adalah injeksi dan proses mengeluarkan darah harus sesuai dengan prosedur yang aman, termasuk pengelolaan yang aman dari benda tajam, pembersihan lingkungan secara teratur dan ketat, dekontaminasi permukaan dan peralatan, dan manajemen pengolahan limbah.

8. Penting untuk memastikan proses yang aman dari pengambilan sampel laboratorium dari yang diduga atau dikonfirmasi pasien dengan terinfeksi virus Ebola dan penanganan yang aman dari mayat atau jenazah manusia untuk pemeriksaan post-mortem dan persiapan pemakaman. (www.who.int/foto:www.umuseke.rw)

Baca juga artikel terkait Ebola :
Read More

Pertanyaan Seputar Penyakit Virus Ebola yang Sering Diajukan

virus-ebola
Menurut WHO, ebola adalah salah satu penyakit yang diketahui paling mematikan. Para ilmuwan hingga kini masih belum mengetahui, darimana aslinya Virus Ebola ini berasal. Berikut ini beberapa pertanyaan seputar penyakit virus Ebola yang sering diajukan :

1. Apakah penyakit virus Ebola?
Penyakit virus Ebola (sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Ebola) adalah, penyakit fatal, dengan tingkat kematian hingga 90% bagi penderitanya (Baca :Infeksi Virus Ebola yang Mematikan) . Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 dalam dua tempat, satu di sebuah desa dekat Sungai Ebola di Republik Demokratik Kongo, dan yang lainnya di daerah terpencil Sudan. Asal usul virus tidak diketahui, tetapi kelelawar buah (Pteropodidae) dianggap sebagai kemungkinan penyebaran virus Ebola, berdasarkan bukti yang ada.

2. Bagaimana manusia dapat terinfeksi virus Ebola?

Dalam wabah saat ini di Afrika Barat, sebagian besar kasus pada manusia terjadi akibat penularan dari manusia ke manusia. 
Infeksi terjadi dari kontak langsung melalui membran kulit, darah, atau cairan lainnya tubuh atau sekret (tinja, urine, air liur, air mani) dari orang yang terinfeksi.  Infeksi juga dapat terjadi jika jaringan kulit rusak atau selaput lendir dari orang yang sehat berhubungan langsung dengan lingkungan yang telah terkontaminasi pasien Ebola seperti pakaian kotor, sprei, atau jarum yang digunakan.

Lebih dari 100 pekerja kesehatan telah terkena virus Ebola saat merawat pasien yang terjangkit virus Ebola. Hal ini terjadi karena mereka tidak memakai peralatan perlindungan diri atau tidak menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi yang benar ketika merawat pasien.

Penularan infeksi virus ebola semakin bertambah meluas di masyarakat saat pemakaman pasien ebola yang meninggal. Saat prosesi pemakaman di mana pelayat memiliki kontak langsung dengan tubuh orang yang meninggal memberi andil besar dalam penularan virus Ebola. Orang yang telah meninggal Ebola harus ditangani dengan menggunakan pakaian pelindung yang kuat dan sarung tangan dan harus segera dikuburkan. WHO menyarankan agar para pasien yang meninggal ditangani dan dikuburkan oleh para ahli yang terlatih.

Orang-orang dapat tertular selama darah dan sekresi mereka mengandung virus. Oleh sebab itu pasien yang terinfeksi virus ebola harus dipantau secara ketat oleh para profesional medis dan melakukan tes laboratorium untuk memastikan virus tidak lagi beredar dalam tubuh mereka sebelum mereka pulang ke rumah.  Bagi para pria terinveksi virus ebola yang telah sembuh masih dapat menyebarkan virus kepada pasangan mereka melalui air mani hingga 7 minggu setelah pemulihan. Oleh sebab itu, penting bagi kaum pria untuk menghindari hubungan seksual selama 7 minggu setelah pemulihan atau memakai kondom jika melakukan hubungan seksual selama 7 minggu setelah pemulihan.

3. Siapa yang paling beresiko?

Selama wabah, mereka yang berisiko tinggi terinfeksi virus ebola adalah:
  • petugas kesehatan;
  • anggota keluarga atau orang lain dalam kontak dekat dengan orang yang terinfeksi;
  • pelayat yang memiliki kontak langsung dengan tubuh pasien yang telah meninggal sebagai bagian dari upacara penguburan.
4. Apa tanda-tanda dan gejala infeksi virus Ebola

Demam mendadak, intens kelemahan, nyeri otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan adalah tanda-tanda awal. Kemudian mengalami muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati, dan dalam beberapa kasus terjadi pendarahan internal dan eksternal. Dari hasil tes laboratorium menunjukkan jumlah sel darah, trombosit dan sel darah putih mengalami penurunan, dan peningkatan enzim hati.

Masa inkubasi, atau interval waktu dari infeksi ke timbulnya gejala, adalah 2-21 hari. Para pasien menjadi menular setelah mereka mulai menunjukkan gejala. Mereka tidak menular selama masa inkubasi. Untuk mengetahui terinfeksi virus Ebola hanya dapat dikonfirmasi melalui uji laboratorium.

5. Kapan seseorang harus dicurigai terkena infeksi dan harus dirawat secara medis?

Jika seseorang telah berada di daerah yang terkena wabah penyakit virus Ebola atau kontak dengan orang yang diketahui atau dicurigai memiliki Ebola dan mereka mulai memiliki gejala, mereka harus mencari perawatan medis dengan segera.

Setiap kasus orang-orang yang diduga memiliki penyakit harus dilaporkan ke unit kesehatan terdekat tanpa penundaan. Perawatan medis dengan segera sangat penting untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dari infeksi penyakit Ebola. Hal ini juga penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

6. Bagaimana pengobatannya?

Pasien yang sakit parah terkena infeksi virus Ebola harus membutuhkan perawatan yang sangat intensif. Mereka sering dehidrasi dan membutuhkan cairan intravena atau rehidrasi oral dengan solusi yang mengandung elektrolit. Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan penyakit. Beberapa pasien akan pulih dengan perawatan medis yang tepat.

Untuk membantu mengendalikan penyebaran virus ebola lebih lanjut, orang-orang yang dicurigai atau dikonfirmasi memiliki penyakit harus diisolasi dari pasien lain dan dirawat oleh petugas kesehatan menggunakan prosedur tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi yang ketat.

7. Apa yang bisa saya lakukan? Apakah bisa dicegah? Apakah ada vaksin?

Saat ini, tidak ada obat atau vaksin berlisensi untuk penyakit virus Ebola, tetapi ada beberapa produk yang sedang dikembangkan.

Cara untuk mencegah infeksi dan penularan
Jauhi kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang sakit ataupun jenazah pasien yang telah meninggal. Selama wabah ini, sebagian besar penyakit itu telah menyebar melalui penularan dari manusia ke manusia.
  • Jika Anda mencurigai seseorang yang dekat dengan Anda atau di komunitas Anda memiliki penyakit virus Ebola, segera bawa ke rumah sakit.
  • WHO tidak merekomendasikan perawatan sendiri di rumah dan sangat menyarankan untuk segera dibawa untuk perawatan lebih lanjut di rumah sakit yang telah direkomendasikan.
  • Saat mengunjungi pasien di rumah sakit atau merawat seseorang di rumah, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir sangat dianjurkan setelah menyentuh pasien, melakukan kontak dengan cairan tubuh mereka, atau bersentuhan dengan segala sesuatu di sekitarnya
  • Orang-orang yang telah meninggal karena Ebola hanya boleh ditangani dengan menggunakan alat pelindung yang tepat dan harus segera dikuburkan oleh para profesional kesehatan masyarakat yang terlatih dengan prosedur pemakaman yang aman.
Selain itu, individu harus mengurangi kontak dengan hewan berisiko tinggi terinfeksi (kalong yaitu, monyet atau kera) di daerah yang terkena wabah. Produk-produk hewani (darah dan daging) harus dimasak dengan matang sebelum makan.(www.who.int)

Update mengenai Ebola :
Read More

Rabu, 30 Juli 2014

Infeksi Virus Ebola yang Mematikan

virus-ebola
Wabah ebola yang kini merebak di Afrika Barat membuat negara-negara di kawasan tersebut masuk dalam zona berbahaya. Virus ebola memang virus yang sangat mematikan. Sejak virus ini diidentifikasi tahun 1976 di Kongo, ribuan orang sudah meninggal dunia.

Penyakit ebola atau demam berdarah ebola merupakan infeksi akut. Virus berinkubasi dalam tubuh selama dua hingga 21 hari. Gejala awalnya mirip dengan influenza, yakni demam tinggi, otot nyeri, sakit tenggorok, lemah, muntah, dan diare.

Virus ebola merusak beberapa sel seperti yang ditarget oleh HIV. Meski begitu, infeksi ebola jauh lebih agresif dan memusnahkan sistem kekebalan tubuh.

Begitu penyakit ini berkembang, mata penderita menjadi merah dan kulit berbintik-bintik. Dalam beberapa kasus, organ penderita tidak berfungsi dan terjadi perdarahan hebat. Perdarahan bisa terjadi pada mata, telinga, atau mulut.

Virus ini menular melalui kontak dengan darah, cairan, ataupun cairan hewan yang sudah tertular. Jika manusia terinfeksi, penyakit ini akan dengan cepat menular. Petugas kesehatan dan keluarga pasien adalah kelompok yang paling rentan.

Wabah yang terjadi saat ini tergolong yang paling cepat menyebar. Gejala virus ebola yang mirip dengan influenza sering membuat penyakit ini sulit didiagnosis. Karena itu, pasien diminta waspada karena virus ini hanya butuh waktu beberapa hari untuk masuk ke stadium selanjutnya.

Belum ada vaksin ataupun obat untuk penyakit ebola. Pasien hanya diberi terapi penunjang, seperti infus, untuk menyeimbangkan cairan dan elektrolit tubuh, mempertahankan tekanan darah dan kadar oksigen tubuh, serta mengobati penyakit yang muncul. (www.dailymail.co.uk/kompas.com)

Update terkait Ebola :
Pertanyaan Seputar Penyakit Virus Ebola yang Sering Diajukan
Prosedur Aman Penanganan Pasien Terinfeksi Virus Ebola Sesuai Rekomendasi WHO
Read More

Jumat, 11 Juli 2014

Gejala Demam Tifoid (Penyakit Tifus)

demam tifoid penyakit tifus
Saat daya tahan tubuh menurun karena terlalu lelah dan sibuk, tubuh akan menjadi gampang terserang infeksi salah satunya penyakit Tifus. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi yang sering menyerang saat daya tahan tubuh kita menurun yang disebabkan oleh bakteri  Salmonella Typhi.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari anak-anak hingga orang dewasa, tidak mengenal jenis kelamin, dan dapat tejadi sepanjang waktu.

Gejala-gejala Tifus
Penyakit ini memiliki masa inkubasi  selama 10-14 hari. Pada minggu pertama, gejala yang sering muncul antara lain nyeri kepala, demam, pusing, nyeri  otot, mual, muntah, dan obstipasi  atau diare. Pada minggu ke dua, gejala  klinis menjadi  lebih jelas, berupa  demam yang tinggi, lidah tifoid, hepatomegali  (pembesaran organ hati),splenomegali (pembesaran pada limpa), delirium (sindroma otak), atau psikosis (semacam halusinasi).

Penularan
Cara penularan penyakit Tifus sering disebut dengan  3F, yaitu melalui Faeces (kotoran manusia), Fly (lalat), dan Food (makanan).

Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal berikut:
~ Olah raga teratur
~ Makan dan minum yang higienis
~ Menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas lalat
~ Pembuatan jamban yang memenuhi syarat kesehatan
~ Istirahat yang cukup

Diagnosa
Selain pemeriksaan oleh dokter, juga sangat diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis demam tifoid seperti Kultur Gal, Widal, atau Anti-Salmonella typhi IgM.

Read More

Senin, 30 Juni 2014

Hepatitis B Penyebab Angka Kematian Tertinggi di Asia Pasifik

hepatitis-b
Di Indonesia, kasus penularan hepatitis B masih sangat tinggi. Meski program vaksinasi untuk mencegah penularan virus tersebut telah dilakukan sejak 1997. Untuk itu cakupan imunisasi akan diperluas ke semua provinsi di Tanah Air.

”Vaksin hepatitis B terbukti amat efektif, bahkan sudah diproduksi di dalam negeri. Masalahnya, cakupan vaksinasi itu belum cukup, khususnya pada bayi baru lahir. Obat hepatitis B juga sudah ada, tetapi belum disubsidi penuh pemerintah,” kata Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Zubairi Djoerban, Minggu (29/6), di Jakarta.

Penularan utama hepatitis B adalah dari ibu ke bayi, selain itu risiko penularan hepatitis B lewat jarum suntik di fasilitas layanan kesehatan amat tinggi.

Berdasarkan data epidemiologi, di Jawa prevalensi hepatitis B di atas 2,5 persen. Di luar Jawa, prevalensinya jauh lebih tinggi, seperti di Papua lebih dari 15 persen. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, jenis hepatitis yang terbanyak menginfeksi penduduk Indonesia adalah hepatitis B, yakni 21,8 persen disusul hepatitis A 19,3 persen.

Hepatitis B bisa menyebabkan hepatitis kronis hingga sirosis hati dan kanker hati. Ada manifestasi hepatitis B di luar organ hati seperti persendian dan kulit. Dampak yang ditimbulkan bisa menyebabkan kematian.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti sebelumnya memaparkan, vaksinasi menjadi langkah pencegahan amat penting. Untuk itu, pada 2014 imunisasi hepatitis B akan dilakukan di semua provinsi lewat program vaksin pentavalen.

Vaksin pentavalen menggabungkan 5 antigen, yakni DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus), Hepatitis B, serta Hib dalam satu suntikan. ”Tahun lalu imunisasi baru dilakukan di 9 provinsi, kini akan dilakukan di seluruh Indonesia dan bisa diakses di puskesmas,” kata dia.

Menurut David Handojo Muljono dari Komite Ahli Hepatitis Kemkes, kematian tertinggi di Asia Pasifik karena hepatitis, 75 persen di antaranya hepatitis B. Sejak 1997, program imunisasi hepatitis B dilaksanakan sehingga banyak orang lahir setelah 1997 punya antibodi hepatitis B. Target cakupan imunisasi 80 persen tercapai pada 2011.

Namun, pencegahan hepatitis B terkendala kurangnya kesadaran masyarakat, minimnya data dan informasi dan biaya mahal. Sejauh ini penanganan hepatitis belum jadi prioritas.

Source
Read More

Sabtu, 21 Juni 2014

Gejala Penyakit Kanker Serviks

gejala-kanker-serviks
Kanker serviks merupakan jenis penyakit berbahaya yang menyerang wanita. Di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20 – 25 orang meninggal setiap harinya. Kanker ini termasuk golongan penyakit yang membunuh secara diam-diam, karena kanker serviks tidak memiliki gejala dini. Seorang wanita baru mengetahui ia terkena kanker serviks setelah penyakit ini sudah mencapai stadium lanjut.

Penyebab utama kanker serviks (kanker leher rahim) adalah human papilloma virus (HPV) atau virus papiloma manusia. Kurangnya pengetahuan mengenai gejala dan tanda kankers serviks membuat sebagian wanita tidak menyadari. Bahkan kanker ini akan menyerang siapa saja dalam rentan usia yang tak terbatas.

Gejala Awal Kanker Serviks
Pada stadium awal penderita kanker serviks sulit ditemukan gejalanya. Penderita kankers serviks pada awal terinfeksi virus layaknya seperti perempuan normal. Adapun pemeriksaan secara medis dengan bantuan tes pap dapat mendeteksi secara dini adanya gejala kanker serviks. Berikut ini beberapa gejala penyakit kanker serviks yaitu :

1. Keputihan patogonis
Keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan selain darah dari kewanitaan dalam jumlah banyak . Meskipun tidak semua keputihan berbahaya akan tetapi jika anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri : keluarnya cairan dalam jumlah banyak, cairan kental, berbau tidak sedap, berwarna tidak normal (kekuning-kuningan, kehijauan, kecoklatan), timbul rasa panas dan gatal pada area kewanitaan, anda harus waspada kemungkinan merupakan gejala penyakit kanker serviks dan segera konsultasikan dengan dokter spesialis obygn.

2. Sakit pada area kewanitaan
Rasa sakit yang menyerang area kewanitaan disebabkan karena human papiloma virus (HPV) berkembang dan mengganggu imunitas tubuh sehingga berakibat perut bagian bawah sakit, sakit pada paha, sakit pada persendiaan panggul saat menstruasi, sakit ketika buang air besar, dan sakit ketika berhubungan badan.

3. Pendarahan
Banyak wanita menanggap bahwa pendarahan yang terjadi karena siklus menstruasi yang tidak normal, akan tetapi perlu diwaspadai itu merupakan gejala penyakit kanker serviks jika darah yang keluar dari area kewanitaan anda sering dan berlangsung rutin maka harus memeriksakan segera pada dokter

4. Nyeri saat buang air kecil
Kantung kemih yang terinfeksi dengan virus akan mengakibatkan penderita mengalami rasa sakit saat buang air kecil ini merupakan gejala penyakit kanker serviks memasuki stadium lanjut.

5. Timbul rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan seks
Sering menggonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual beresiko tinggi mengakibatkan kanker serviks. Ketika berhubungan intim sering sakit dan mengeluarkan darah disebabkan adanya infeksi pada leher rahim yang parah.

6. Penurunan nafsu makan
Penurunan nafsu makan menyebakan imunitas menurun sehingga rawan terjadi stress, cemas berlebih, dan menggangu energi. Selain itu, ini merupakan tanda awal terjadinya gejala kanker serviks.

7. Bengkak pada kaki
Ketika anda mengalami kaki bengkak tanpa sebab, mungkin ini serangkaian tanda virus penyebab kanker serviks menyerang tubuh anda.

8. Cepat Lelah
Kelelahan yang menandakan anda terjangkit HPV adalah kelelahan tanpa sebab yang kadang menyerang saat anda bersantai, ini juga bisa menjadi gejala penyakit kanker serviks.

Kanker serviks bukan penyakit yang tidak bisa dicegah dan diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Selalu jaga gaya hidup sehat dan pola makan Anda agar terhindar dari penyakit pembunuh wanita nomer satu di Indonesia ini.(berbagai sumber)


Read More

Kamis, 08 Mei 2014

Virus Mers Semakin Mendunia

Akhir-akhir ini banyak dikabarkan mengenai sebuah virus mematikan yang berasal dari Timur Tengah, tepatnya Arab Saudi. Virus ini belum diketahui sumbernya namun telah memakan korban jiwa hingga lebih dari seratus orang. Virus itu dikenal sebagai Flu Onta atau Flu Arab dengan nama ilmiah Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Virus MERS diketahui mulai menyebar sejak September 2012 dan disebut-sebut saudara dari virus Severe Acut Respiratory Syndrome (SARS) atau infeksi saluran pernafasan atas menyerang wilayah Asia pada 2003. Meski demikian virus ini belum dianggap mematikan dibanding SARS yang telah menginfeksi 8.273 orang dan hampir sepuluh persennya meninggal.

Tanda-tanda MERS hampir mirip dengan flu biasa yang banyak dialami oleh manusia yaitu batuk, hidung tersumbat, sesak nafas, dan demam. Awalnya lembaga kesehatan dunia (WHO) menduga virus ini tak akan mewabah ke belahan dunia lain, namun data di lapangan membuktikan MERS telah menyebar dari Arab Saudi ke beberapa negara tetangganya seperti Mesir, Turki, Tunisia, hingga ke Eropa yakni Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris.

Kasus MERS ternyata juga ditemukan di Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat seperti dilansir situs usatoday.com (5/5). Pasien rupanya seorang petugas kesehatan yang pernah tinggal dan bekerja di Saudi. Namun dilaporkan kondisinya mulai membaik sejak masuk rumah sakit April lalu.

Pasien yang terkena virus MERS rata-rata terpapar virus selama lima hari dengan masa inkubasi hingga 14 hari. MERS bisa menyebar melalui batuk atau bersin. Itu sebabnya penggunaan masker sangat diperlukan.

Meski berhasil ditangani, suatu saat virus itu bisa menyebar ke seluruh dunia dan akan ada yang membawanya. Oleh karena itu sebaiknya berhati-hati dengan penyakit ini sebab belum ada vaksinnya. Cuci tangan jika habis berinteraksi dengan orang lain dan gunakan masker.
Read More

Selasa, 29 April 2014

4 Macam Media Penularan Penyakit Infeksi

media-penularan-penyakit-infeksi
Penyakit infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau parasit), bukan disebabkan faktor fisik (seperti luka bakar) atau kimia (seperti keracunan).

Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain dengan cara. Berikut ini media penularan penyakit infeksi

1. Media Langsung dari Orang ke Orang (Permukaan Kulit)

Jenis Penyakit yang ditularkan antara lain: penyakit kelamin, rabies, trakoma, skabies, erisipelas, antraks, das-gangren, infeksi luka aerobik, penyakit pada kaki dan mulut. 

Pada penyakit kelamin seperti GO, sifiis, dan HIV, agen penyakit ditularkan langsung dan seorang yang infeksius ke orang lain melalui hubungan intim.

2. Melalui Media Udara Penyakit

Penyakit yang dapat ditularkan dan menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui udara pernapasan disebut sebagai air borne disease. Jenis Penyakit yang ditularkan antara lain: TBC Paru, varicella, difteri, influenza, variola, morbili g, meningitis, demam skarlet, mumps, rubella, pertussis Cara pencegahan penularan penyakit antara lain memakai masker, menjauhi kontak serta mengobati penderita TBC yang sputum BTA-nya positif. 

3. Melalui Media Air 

Penyakit dapat menular dan menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui air. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air disebut sebagai water borne disease atau water related disease. 
Penyakit yang berhubungan dengan air, dapat dibagi dalam empat kelompok menurut cara penularannya:

a. Water borne mechanisme Kuman patogen yang berada dalam air dapat menyebabkan penyakit pada manusia, ditularkan melalui mulut atau sistem pencernaan. Contoh: kolera, tifoid, hepatitis virus, disentri basiler dan poliomielitis.
b. Water washed mechanisme jenis penyakit water washed mechanism yang berkaitan dengan kebersihan individu dan umum dapat berupa: 
  • Infeksi melalui alat pencernaan, seperti diare pada anak-anak. nfeksi melalui kulit dan mata, seperti skabies dan trakoma. c. Penyakit melalui gigitan binatang pengerat, seperti Ieptospirosis.
  • Water based mechanisme jenis penyakit dengan agen penyakit yang menjalani sebagian siklus hidupnya di dalam tubuh vektor atau sebagai pejamu intermediate yang hidup di dalam air. Contoh: skistosomiasis, Dracunculus medinensis.

c..Water related insect vector mechanisme Jenis penyakit yang ditularkan melalui gigitan serangga yang berkembang biak di dalam air. Contoh: filariasis, dengue, malaria, demam kuning (yellow fever).

4. Melalui Media Vektor

Penyakit Artbropod-borne diseases atau sering juga disebut sebagai vector-borne diseases merupakan penyakit penting yang seringkali bersifat endemis maupun epidemis dan sering menimbulkan bahaya kematian. Contohnya Dengue (DBD), malaria, kaki gajah, Chikungunya.

Semoga ulasan mengenai media penularan penyakit infeksi diatas membuat anda semakin menjaga kebersihan dan kesehatan.(wikipedia)
Read More

Sabtu, 19 April 2014

Mengenal Virus Cytomegalovirus (CMV)

Virus-Cytomegalovirus-(CMV)
Cytomegalovirus (CMV) merupakan virus yang tergolong keluarga virus herpes yang menyebar dengan mudah melalui cairan tubuh, seperti darah, air liur, urin/air seni, mani, dan ASI. Hampir semua orang bisa terinfeksi virus ini. Tapi bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, ia dapat melawan virus ini. Namun, bila kekebalannya lemah, virus ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, diare, bisul, kejang dan pneumonia.

Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sangat besar sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.
Update : Ini Bahayanya Infeksi TORCH pada Ibu Hamil

Masa inkubasi virus ini dapat memakan waktu berbulan-bulan dan mulai aktif ketika daya tahan tubuh lemah. Virus Cytomegalovirus dapat menyerang berulang kali. Hampir semua orang dewasa pernah terkena infeksi virus ini semasa kecil, sehingga biasanya sudah terbentuk kekebalan tubuh terhadap virus ini.

Gejala yang timbul bila terserang virus cytomegalovirus :
Sebagian besar tanpa gejala
Pada orang dengan sistim imun rendah akan menimbulkan gejala mirip dengan influenza, demam, lesu, penurunan jumlah sel darah putih. Infeksi cytomegalovirus dapat menyerang berbagai organ tubuh dan dapat menyebabkan infertilitas (organ reproduksi tidak subur).

Cara mendeteksi kehadiran virus  cytomegalovirus :
Kebanyakan infeksi yang ada tidak terdiagnosa karena CMV seringkali menampakkan sedikit gejala, bahkan bisa juga tanpa gejala. Diagnosis pasti CMV ditetapkan berdasarkan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang mendeteksi keberadaan DNA (materi genetik) virus CMV dalam darah. Disamping itu, infeksi CMV juga ditetapkan dengan pemeriksaan kadar antibodi IgG dan IgM
Tes laboratorium (  TORCH : toksoplasma, rubella, cytomegalovirus (CMV)  dan virus Herpes)

Organ yang Bisa Terkena Infeksi CMV
CMV menginfeksi hampir semua organ tubuh, yang biasa terkena CMV adalah:
  • Ginjal, sehingga disebut CMV nefritis;
  • Hati, sehingga disebut CMV hepatitis;
  • Jantung, sehingga disebut CMV myocarditis;
  • Paru-paru, sehingga disebut CMV pneumonitis;
  • Mata, sehingga disebut CMV retinitis;
  • Lambung, sehingga disebut CMV gastritis;
  • Usus, sehingga disebut CMV colitis.
  • Otak, sehingga disebut CMV encephalitis.

CMV tergolong virus yang  tidak bisa dihilangkan dari tubuh inang. Sekali terinfeksi, virus akan menyatu dalam tubuh dan dapat menyebabkan infeksi berulang pada masa mendatang.  Wanita yang terjangkit cytomegalovirus sebaiknya menunda kehamilan karena dapat menularkan pada janin yang dikandungnya.
Read More
© 2014 HEALTHY LIFE. Designed by Bloggertheme9 | Distributed By Gooyaabi Templates
Powered by Blogger.