Terhirupnya partikel, kabut, uap atau gas yang berbahaya secara terus menerus pada saat seseorang saat bekerja dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Penyakit paru yang disebabkan debu industri memiliki gejala yang sama dengan penyakit paru lain yang tidak disebabkan oleh debu di lingkungan Anda bekerja.
Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi terjadinya gangguan paru akibat pekerjaan, yaitu: ukuran debu atau partikel, jumlah dan lama pajanan, kelembaban udara, dan toksisitas
Untuk menambah pengetahuan Anda mengenai penyakit akibat kerja, berikut ini jenis-jenis penyakit paru yang disebabkan pekerjaan yaitu :
1. Asma kerja
Paparan zat dan berbagai debu di lokasi kerja dapat menyebabkan asma kerja. Pemicu asma dapat berasal dari kopi, buah jarak, tepung gandum, debu kayu, dan beberapa binatang seperti anjing, kucing, tikus, kerang, dan ulat sutra. Selain itu, pemicu lainnya adalah zat kimia seperti isosionat, garam platina, khrom, enzmm seperti iripsin dan papain. Dapat juga berasal dari obat-obatan seperti pada piperazin, tetrasiklin, spinamisin dan penisilin sintetik.
2. Kanker Paru
Kanker paru bisa dipicu oleh zat yang bersifat karsinogen seperti uranium, asbes, gas mustard, nikel, khrom, arsen, tar batu bara, dan kalsium klorida. Pekerja yang sering terkontaminasi zat-zat tersebut bisa menderita kanker paru setelah terpapar lama, yaitu antara 15 sampai 25 tahun. Pekerja yang rawan terkena penyakit ini adalah mereka yang bekerja di tambang, pabrik, tempat penyulingan dan industri kimia.
3. Pneumokoniosis pekerja tambang batubara
Penyakit ini diakibatkan penumpukan debu batubara di paru sehingga menyebabkan munculnya reaksi jaringan terhadap debu tersebut. Seseorang bisa terkena penyakit ini bila terpapar cukup lama, lebih dari 10 tahun.
4. Silikosis
Penyakit ini terjadi karena inhalasi dan retensi debu yang mengandung kristalin silikon dioksida atau silika bebas (S1S2). Penyakit ini bisa terjadi pada berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan silika, seperti: pembuat keramik, pekerja tambang logam dan batubara, pabrik besi dan baja, penggali terowongan, pekerja pabrik semen, pekerja industri yang memakai silika sebagai bahan misalnya pabrik amplas dan gelas.
5. Asbestosis
Penyakit paru akibat kerja ini timbul akibat terhirupnya debu asbes sehingga menyebabkan penumokoniosis yang ditandai oleh fibrosis paru. Paparan debu asbes ini bisa terjadi di daerah tambang dan industri serta daerah disekitarnya yang sudah terpolusi. Pekerja yang rentan terkena yaitu di tambang, transportasi, penggilingan, pedagang, pekerja kapal, dan pekerja penghancur asbes.
6. Bronkitis industri
Berbagai debu industri seperti debu yang berasal dari pembakaran arang batu, semen, keramik, besi, penghancuran logam dan batu, asbes dan silika dengan ukuran 3-10 mikron yang terhirup dalam jangka waktu yang lama akan menimbun di paru-paru.
7. Exrinsic allergic alveolitis
Penyakit paru ini disebabkan sensitisasi debu-debu organik dari spora jamur Actinomycetes yg banyak terdapat di pertanian sehingga kerap disebut dengan farmer lung disease. Letak gangguannya lebih banyak terdapat di parenkim paru. Keluhan flu merupakan gejala yang sering menyertai penyakit ini. Diduga mikroba yang hidup di AC dapat menyebabkan gangguan kesehatan ini.
8. Bisinosis
Bissinosis (Byssinosis) merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan pekerjaan yang memungkinkan seseorang menghirup debu kapas atau debu dari serat tanaman lainnya, seperti rami. Penyakit paru ini biasanya terjadi pada petani.
Agar terhindar dari penyakit paru akibat kerja, deteksi dini dan pencegahan penyakit sangatlah penting. Oleh karena itu salah satu cara agar kesehatan pekerja terjaga adalah dengan melakukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan secara rutin.(doktersehat.com)
Labels
- Alergi
- Artikel
- Dapur Sehat
- Diabetes Melitus
- Diet
- gaya hidup sehat
- Gazebo Cito
- Gejala Penyakit
- Ibu Hamil
- Info BPJS
- Info Sehat
- Inspirasi
- Kanker Darah
- Karir
- Keluarga
- kesehatan
- Kesehatan Anak
- Kesehatan Jiwa
- Kesehatan Pria
- Kesehatan Reproduksi
- Kesehatan Wanita
- konsultasi kesehatan
- life style
- News
- Nutrisi
- obat
- Obat dan Vitamin
- obat tradisional
- obattradisional
- olah raga
- Penyakit
- Penyakit Akibat Kerja
- Penyakit Infeksi dan Parasit
- Penyakit Kronis
- Penyakit Saraf
- Pria
- Promo Kesehatan
- Ragam
- Relationship
- resep masakan
- Rileks
- Sehat dan Bugar
- Teknologi
- Tes Darah
- Tips Sehat
- tips&trik
- Traveling
- Wanita
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Akibat Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Akibat Kerja. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 September 2015
Minggu, 31 Agustus 2014

Manfaat Tes Kesehatan Calon Karyawan Bagi Perusahaan
Dengan alasan menghemat biaya, banyak perusahan tidak menerapkan tes kesehatan calon karyawan dalam proses rekrutmen karyawan baru. Padahal dalam era sekarang ini dimana persaingan yang semakin ketat dibutuhkan sumber daya manusia atau karyawan yang tidak hanya terampil tetapi juga yang benar-benar tangguh dan sehat.
Untuk memperoleh karyawan yang benar-benar sehat dan siap tentunya harus melalui tes kesehatan saat proses rekrutmen. Karena dengan tes kesehatan perusahaan mengetahui riwayat kesehatan calon karyawan tersebut. Apakah sebelumnya pernah menderita penyakit kronis seperti penyakit Paru, Penyakit Ginjal, Hepatitis, Hipertensi, Penyakit Jantung, dan lain sebagainya. Hal ini sangatlah penting karena saat perusahaan menerima seseorang menjadi karyawan maka perusahaan bertanggung jawab terhadap kesehatannya selama melakukan pekerjaan di perusahaan tersebut (UU No. 1/1970 yang berisi Perusahaan wajib untuk memberikan perlindungan untuk keselamatan dan kesehatan bagi Karyawan yang ada di perusahaannya).
Berikut ini beberapa manfaat tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan, diantaranya :
1. Meningkatkan produktifitas kerja
Agar produktifitas kerja meningkat tentunya harus didukung dengan sumber daya manusianya yang sehat. Dengan melakukan proses tes kesehatan calon karyawan, perusahaan akan yakin bahwa calon karyawan dalam keadaan benar-benar sehat, termasuk tidak mengidap penyakit apapun yang dapat menganggu saat bekerja atau yang dapat menularkan ke rekan kerja yang lain.
2. Menghemat Biaya Kesehatan Karyawan
Memang terlintas biaya tes kesehatan calon Karyawan terkesan mahal. Namun untuk jangka panjang keuntungan dari tes kesehatan calon karyawan sangat menghemat biaya kesehatan karyawan lebih banyak. Contoh kasus seperti ini : di sebuah perusahaan karyawan mereka yang baru direkrut setahun yang lalu sudah sering tidak masuk karena sakit hepatitis B, dan karyawan lain yang di rekrut 2 tahun lalu juga mengalami hal yang sama. dan posisi mereka di level Manajer, tentunya berakibat perusahaan harus menggantikan biaya penggantian kesehatan yang cukup besar. Belum ditambah dengan beban tugas mereka harus digantikan oleh orang lain, dimana jam kerjanya juga harus diperhitungkan, dan itu berarti menambah biaya pegawai. Misal pun pekerja tersebut memaksakan untuk masuk bekerja, maka hasilnya dipastikan tidak optimal, karena kurang bersemangat dalam bekerja. Hal ini tidak akan terjadi apabila sebelum masuk menjadi karyawan telah lulus tes kesehatan calon karyawan.
3. Menghindari tuntutan dari karyawan
Masalah ini muncul ketika misalnya ada seorang karyawan yang baru bekerja beberapa bulan didiagnosa mengalami penyakit Paru. Kemudian karyawan tersebut menyalahkan perusahaan, tempat ia bekerja karena setelah bekerja di sana ia menderita penyakit tersebut (Baca : Waspadai Penyakit Akibat Kerja). Tentunya pihak perusahaan tidak bisa mengelak karena tidak memiliki record kesehatan karyawan sebelum ia bekerja disana. Hal ini tidak akan terjadi jika sebelum karyawan tersebut diterima, harus melakukan tes kesehatan calon karyawan terlebih dahulu. Sehingga perusahaan bisa mengetahui riwayat kesehatan calon karyawannya dan mendeteksi sejak dini akan potensi munculnya berbagai jenis penyakit dikemudian hari.
4. Menambah kepercayaan Calon Karyawan terhadap perusahaan
Dengan mengetahui adanya proses tes kesehatan dalam seleksi karyawan, tentunya para calon karyawan akan semakin yakin dan percaya bahwa perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang bonafid dan menjamin kesejahteraan calon karyawan tersebut apabila diterima nantinya.
Dengan melakukan tes kesehatan calon karyawan, maka perusahaan dapat memilih mana yang tersehat selain kemampuan dan keterampilan lainnya. Lebih baik melakukan tindakan preventive, dari pada menyesal dikemudian hari. Percayakan tes kesehatan calon karyawan di rumah sakit atau laboratorium klinik yang telah berpengalaman dan terpercaya. Semoga artikel manfaat tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan menambah wawasan Anda.
Untuk memperoleh karyawan yang benar-benar sehat dan siap tentunya harus melalui tes kesehatan saat proses rekrutmen. Karena dengan tes kesehatan perusahaan mengetahui riwayat kesehatan calon karyawan tersebut. Apakah sebelumnya pernah menderita penyakit kronis seperti penyakit Paru, Penyakit Ginjal, Hepatitis, Hipertensi, Penyakit Jantung, dan lain sebagainya. Hal ini sangatlah penting karena saat perusahaan menerima seseorang menjadi karyawan maka perusahaan bertanggung jawab terhadap kesehatannya selama melakukan pekerjaan di perusahaan tersebut (UU No. 1/1970 yang berisi Perusahaan wajib untuk memberikan perlindungan untuk keselamatan dan kesehatan bagi Karyawan yang ada di perusahaannya).
Berikut ini beberapa manfaat tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan, diantaranya :
1. Meningkatkan produktifitas kerja
Agar produktifitas kerja meningkat tentunya harus didukung dengan sumber daya manusianya yang sehat. Dengan melakukan proses tes kesehatan calon karyawan, perusahaan akan yakin bahwa calon karyawan dalam keadaan benar-benar sehat, termasuk tidak mengidap penyakit apapun yang dapat menganggu saat bekerja atau yang dapat menularkan ke rekan kerja yang lain.
2. Menghemat Biaya Kesehatan Karyawan
Memang terlintas biaya tes kesehatan calon Karyawan terkesan mahal. Namun untuk jangka panjang keuntungan dari tes kesehatan calon karyawan sangat menghemat biaya kesehatan karyawan lebih banyak. Contoh kasus seperti ini : di sebuah perusahaan karyawan mereka yang baru direkrut setahun yang lalu sudah sering tidak masuk karena sakit hepatitis B, dan karyawan lain yang di rekrut 2 tahun lalu juga mengalami hal yang sama. dan posisi mereka di level Manajer, tentunya berakibat perusahaan harus menggantikan biaya penggantian kesehatan yang cukup besar. Belum ditambah dengan beban tugas mereka harus digantikan oleh orang lain, dimana jam kerjanya juga harus diperhitungkan, dan itu berarti menambah biaya pegawai. Misal pun pekerja tersebut memaksakan untuk masuk bekerja, maka hasilnya dipastikan tidak optimal, karena kurang bersemangat dalam bekerja. Hal ini tidak akan terjadi apabila sebelum masuk menjadi karyawan telah lulus tes kesehatan calon karyawan.
3. Menghindari tuntutan dari karyawan
Masalah ini muncul ketika misalnya ada seorang karyawan yang baru bekerja beberapa bulan didiagnosa mengalami penyakit Paru. Kemudian karyawan tersebut menyalahkan perusahaan, tempat ia bekerja karena setelah bekerja di sana ia menderita penyakit tersebut (Baca : Waspadai Penyakit Akibat Kerja). Tentunya pihak perusahaan tidak bisa mengelak karena tidak memiliki record kesehatan karyawan sebelum ia bekerja disana. Hal ini tidak akan terjadi jika sebelum karyawan tersebut diterima, harus melakukan tes kesehatan calon karyawan terlebih dahulu. Sehingga perusahaan bisa mengetahui riwayat kesehatan calon karyawannya dan mendeteksi sejak dini akan potensi munculnya berbagai jenis penyakit dikemudian hari.
4. Menambah kepercayaan Calon Karyawan terhadap perusahaan
Dengan mengetahui adanya proses tes kesehatan dalam seleksi karyawan, tentunya para calon karyawan akan semakin yakin dan percaya bahwa perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang bonafid dan menjamin kesejahteraan calon karyawan tersebut apabila diterima nantinya.
Dengan melakukan tes kesehatan calon karyawan, maka perusahaan dapat memilih mana yang tersehat selain kemampuan dan keterampilan lainnya. Lebih baik melakukan tindakan preventive, dari pada menyesal dikemudian hari. Percayakan tes kesehatan calon karyawan di rumah sakit atau laboratorium klinik yang telah berpengalaman dan terpercaya. Semoga artikel manfaat tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan menambah wawasan Anda.
Senin, 11 November 2013

Waspadai Penyakit Akibat Kerja
Penyakit Akibat Kerja (PAK) bukan hal yang baru di dunia medis, lebih kurang 8 jam sehari, 40 jam seminggu bahkan bisa jadi lebih, untuk waktu berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun selama masa kerja waktu yang dihabiskan seorang pekerja.
Selama jangka waktu tersebut akan banyak berinteraksi dengan pekerjaan, bahan, peralatan kerja, proses kerja maupun lingkungan pekerjaan. Secara sadar maupun tidak disadari faktor-faktor tersebut di atas sering bisa terpajan menjadi hal yang potensial berbahaya untuk memunculkan penyakit akibat kerja.
Penyakit akibat kerja disebabkan oleh berbagai macam hazard yang ada di lapangan kerja, umumnya dibagi menjadi 5 golongan besar yaitu:
A. Hazard Fisik
Diantaranya disebabkan oleh penerangan lampu yang kurang bagus, vibrasi, tekanan yang sangat tinggi, suhu yang terlalu panas atau dingin, radiasi dan suara bising
B. Hazard Kimia
Diantaranya disebabkan karena bahan kimiawi yang mungkin mengkontaminasi pekerjaan itu atau berasal dari bahan pekerjaan tersebut. Contohnya bahan kimiawai yang berasal dari gas, larutan, debu, upah, awan atau kabut
C. Hazard Biologis
Disebabkan karena jamur, virus dan bakteri
D. Hazard Fisiologis
Bisa disebabkan oleh cara kerja dan penataan tempat kerja
E. Hazard Sosial
Disebabkan karena lingkungan pekerjaan seperti stress saat bekerja.
Menurut WHO (World Health Organization) penyakit akibat kerja dibedakan menjadi empat kategori yaitu;
- Penyakit akibat dari pekerjaan itu sendiri
- Penyakit yang salah satu sebabnya berasal dari pekerjaan
- Penyakit yang tidak hanya disebabkan oleh pekerjaan tetapi juga penyakit-penyakit lainnya dan pekerjaan termasuk salah satu penyebabnya.
- Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan pekerjaan memperberat penyakit itu sendiri.
Beberapa daftar penyakit akibat kerja yang timbul akibat dari pekerjaan yang dilakukan bukan dari penyakit yang dibawa dari rumah atau tempat selain pekerjaan:
- Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (silicosis, antrakosilikosis, asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian.
- Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras.
- Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas, vlas, henep dan sisal (bissinosis).
- Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan.
- Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik.
- Penyakit yang disebabkan oleh berilium atau persenyawaannya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh kadmium atau persenyawaannya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan fosfor atau persenyawaannya yang beracun.9
- Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh arsen atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh raksa atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh fluor atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida. Beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik yang beracun
- Penyakit yang disebabkan oleh benzena atau homolognya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro dan amina dari benzena atau homolognya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau ester asam nitrat lainnya.
- Penyakit yang disebabkan oleh alkohol, glikol atau keton.
- Penyakit yang disebabkan oleh gas atau uap penyebab asfiksia atau keracunan seperti karbon monoksida, hidrogensianida, hidrogen sulfida, atau derivatnya yang beracun, amoniak seng, braso dan nikel.
- Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.
- Penyakit yang disebabkan oleh getaran mekanik (kelainan-kelainan otot, urat, tulang persendian, pembuluh darah tepi atau syaraf tepi).
- Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dalam udara yang berkenaan lebih.
- Penyakit yang disebabkan oleh radiasi elektro magnetik dan radiasi yang mengion.
- Penyakit kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh penyebab fisik, kimiawi atau biologik.
- Kanker kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter, pic, bitumen, minyak mineral, antrasena atau persenyawaan, produk atau residu dari zat tersebut.
- Kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes.
- Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit yang didapat dalam suatu pekerjaan yang memiliki risiko kontaminasi khusus.
- Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi atau rendah atau radiasi atau kelembaban udara tinggi.
- Penyakit yang disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat.
Penyakit akibat kerja sebenarnya bisa dicegah seperti halnya penyakit lainnya, salah satunya adalah dengan menggunakan Alat Pengaman Diri (APD) seperti ear plug/ear muff untuk mencegah ketulian akibat kebisingan. Kesadaran dalam penggunaan APD dan konsistensi merupakan hal yang penting dan harus selalu diingatkan kepada pekerja. Hal yang tidak kalah penting adalah medical check up bagi para pekerja baik sebelum masuk kerja, pemeriksaan secara berkala untuk mancari faktor risiko di lingkungan kerja yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan sehingga penyakit akibat kerja dapat dihindari.(Berbagai Sumber)
Langganan:
Komentar (Atom)
