Tampilkan postingan dengan label Kanker Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker Darah. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juni 2014

Penyakit Kanker Darah (Leukimia)

penyakit-kanker-darah-leukimia
Leukemia (kanker darah) yang dalam bahasa Yunani  leukos λευκός, putih; aima αίμα, darah adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul sejak masa anak-anak, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih mereproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri.

Pada Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak mereproduksi sesuai yang diperlukan oleh tubuh, akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

Jenis penyakit Leukemia dapat diklasifikasi berdasar :

A. Seberapa cepat waktu perjalanan alamiah penyakit

1. Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, memburuk, dan mematikan. Bila tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan hari atau minggu.
2. Leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

B. Tipe sel predominan yang terlibat: limfoid dan mieloid

Pengelompokan penyakit Leukimia berdasarkan jenis sel yang ditemukan pada sediaan darah tepi.
1. Leukemia limfositik yaitu ketika leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid
2. Leukemia mielositik yaitu ketika leukemia memengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil.

C. Jumlah leukosit dalam darah

1. Leukemia leukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah lebih dari normal, terdapat sel-sel abnormal
2. Leukemia subleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, terdapat sel-sel abnormal
3. Leukemia aleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, tidak terdapat sel-sel abnormal

D. Dengan menggabungkan dua klasifikasi pertama, maka leukemia dapat dibagi menjadi:

1. Leukemia limfositik akut (LLA) merupakan tipe leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih
2. Leukemia mielositik akut (LMA) lebih sering terjadi pada dewasa dari pada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
3. Leukemia limfositik kronis (LLK) sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak
4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

Untuk mengurangi resiko penyakit kanker darah (leukimia), tetap jaga gaya hidup sehat anda. Semoga bermanfaat.


Read More

Senin, 17 Februari 2014

Waspadai Gejala Leukemia pada Anak

gejala-leukemia-pada-anak
Kanker darah atau leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang banyak menimpa anak-anak. Kanker ini menyebabkan komponen sel darah tidak berfungsi seperti umumnya pada orang kebanyakan.

Penderita laukemia dapat mengalami pendarahan yang keluar lewat gusi, lubang hidung, dan lubang telinga, hingga hanya berupa bintik merah. Tanda bintik merah relatif sama dengan demam berdarah, akibatnya para orang tua kerap tak mengetahui gejala kanker pada anaknya.

Jika pengobatan demam berdarah yang rata-rata memerlukan waktu seminggu tak kunjung memberi hasil. Anak tetap saja pucat akibat produksi sel darah merah (eritrosit) menurun, demam yang masih naik turun karena kurangnya produksi sel darah putih (leukosit), dan pendarahan akibat turunnya produksi keping darah (trombosit). Para orang tua harus waspadai kemungkinan gejala leukemia pada anak.

Leukemia merupakan kanker yang terjadi pada sumsum tulang. Tanpa sebab yang jelas, produksi leukosit menjadi kurang dari 5 ribu. Selanjutnya produksi eritrosit menjadi kurang dari 12 dan trombosit maksimal hanya 150 ribu. Akibatnya, penderita leukemia kerap terlihat pucat, demam tak kunjung turun, dan mengalami pendarahan.

Gejala leukemia pada anak yang menyertai leukemia antara lain kejang, pembengkakan gusi, nyeri tulang, dan perut terlihat membesar. Bila kanker sudah menyebar hingga alat kelamin pada anak laki-laki, maka testis terlihat membesar dan keras.

Kanker darah dapat diketahui lewat tes darah yang dilanjutkan dengan uji sumsum tulang. Apabila sudah lewat waktu 7-10 hari sebaiknya segera cek darah dan uji sumsum tulang. Bila benar kanker maka bisa diobati sedini mungkin, sehingga memperbesar kesempatan sembuh penderita..

Berbeda dengan kanker padat, leukemia yang merupakan kanker cair tidak mengenal stadium. Leukemia terbagi berdasarkan kemampuan kambuh dan lamanya pengobatan. Kanker darah risiko tinggi memerlukan waktu pengobatan selama 2 tahun, dan berpeluang besar untuk kambuh setelah 5 tahun. Sedangkan leukemia risiko rendah memerlukan waktu pengobatan kurang dari 1 tahun, dan berpeluang kecil untuk kambuh selama 5 tahun (masa survivor).

Pengobatan leukemia hampir sama dengan kanker lainnya, yang terdiri atas radioterapi, kemoterapi, dan operasi. Hasil pengecekan kanker darah bisa langsung menentukan jenis pengobatan yang diterima. Hal ini berbeda dengan kanker padat yang harus mengalami biopsi usai serangkain tes penegakan diagnosis, untuk menentukan jenis pengobatan yang diterima.

Usai pengobatan, pasien harus melewati 5 tahun masa kontrol dengan durasi berbeda. Pada tahun pertama frekuensi kontrol lebih sering karena risiko kambuh lebih besar. Pada tahun pertama pasien harus kontrol 1-2 bulan sekali, kemudian 2-3 bulan sekali di tahun kedua, yang dilanjutkan 3-4 bulan sekali pada tahun ketiga, 6 bulan sekali menginjak tahun keempat, dan 1 tahun sekali saat tahun kelima.

Kesempatan sembuh penderita leukemia pada anak sebetulnya sangat besar, bila diketahui sejak dini. Akibatnya, kanker membutuhkan kewaspadaan orangtua jika anaknya tak juga sembuh dengan pengobatan biasa. Penyebab kanker leukemia pada anak sampai saat ini tak diketahui. Karenanya, orangtua wajib waspada bila anaknya tak juga sembuh dengan pengobatan biasa dan secepatnya melakukan konsultasi.
Read More
© 2014 HEALTHY LIFE. Designed by Bloggertheme9 | Distributed By Gooyaabi Templates
Powered by Blogger.