Labels
- Alergi
- Artikel
- Dapur Sehat
- Diabetes Melitus
- Diet
- gaya hidup sehat
- Gazebo Cito
- Gejala Penyakit
- Ibu Hamil
- Info BPJS
- Info Sehat
- Inspirasi
- Kanker Darah
- Karir
- Keluarga
- kesehatan
- Kesehatan Anak
- Kesehatan Jiwa
- Kesehatan Pria
- Kesehatan Reproduksi
- Kesehatan Wanita
- konsultasi kesehatan
- life style
- News
- Nutrisi
- obat
- Obat dan Vitamin
- obat tradisional
- obattradisional
- olah raga
- Penyakit
- Penyakit Akibat Kerja
- Penyakit Infeksi dan Parasit
- Penyakit Kronis
- Penyakit Saraf
- Pria
- Promo Kesehatan
- Ragam
- Relationship
- resep masakan
- Rileks
- Sehat dan Bugar
- Teknologi
- Tes Darah
- Tips Sehat
- tips&trik
- Traveling
- Wanita
Tampilkan postingan dengan label Tes Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tes Darah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 Januari 2016

Diabetes Makin Menyerang Kaum Muda!
Teh manis dan kudapan menjadi teman akrab sebagian kaum urban untuk untuk memulai aktivitas hari dan menemani waktu-waktu mengantuk di kantor. Tidak disadari, gaya hidup termasuk kebiasaan seperti itu membawa pada ancaman nyata, yaitu pandemi diabetes.
Berdasarkan data diabetes Atlas Update 2014 dari Federasi diabetes Internasional, penderita diabetes berusia 20-79 di Indonesia berjumlah lebih dari 9,1 juta dan hampir 176.000 meninggal karenanya.
Berdasarkan data tersebut, penderita diabetes di Indonesia kebanyakan berasal dari usia di bawah 60 tahun. Diperkirakan peningkatan signifikan terjadi pada 2035 mendatang penderita diabetes mencapai 14,1 juta dan dua pertiga di antaranya bermukim di perkotaan (Baca : 8 Macam Tes Kesehatan Wajib untuk Orang Kota).
Penyakit mahal
Faktor resiko penyebab diabetes memang ditengarai banyak hal, termasuk genetik. Namun, kebiasaan kaum urban mengabaikan pola hidupnya, seperti hobi menikmati camilan manis dan minuman bersoda, malas bergerak, stres, kurang istirahat, hingga jarang olahraga membuat penyakit ini lebih rentan menyerang banyak orang.
Di perkotaan, tak banyak orang sadar untuk menjaga gaya hidup agar terhindar dari diabetes. Padahal, penyakit ini termasuk penyakit kronis dan akan diderita seumur hidup sehingga biaya obat akan menjadi beban hidup selamanya.
Penelitian menunjukkan, sekitar 11 persen biaya kesehatan di dunia dihabiskan untuk mengatasi diabetes.
Mengatur gaya hidup baru
Penting bagi siapapun, termasuk yang berusia muda, mengetahui gejala awal diabetes. Beberapa gelaja itu di antaranya berat badan turun tanpa sebab, seringkali buang air kecil, sering haus, penglihatan semakin lemah, mudah lelah dan sering merasa lapar.
Indikasi itu semakin kuat saat seseorang membutuhkan waktu lama untuk sembuh ketika menderita luka. Bila memiliki gejala seperti itu, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan. Komplikasi hingga kegagalan organ tubuh bisa timbul bila kondisi tersebut dibiarkan dan terlanjur memburuk.
Sangat penting bagi siapapun, termasuk yang berusia muda, mengetahui gejala awal diabetes.
Agar terhindar dari gejala tersebut, kaum urban sebaiknya mulai memberlakukan gaya hidup sehat. Hindari stres, rutin berolahraga, biasakan konsumsi makanan sehat dan cukup istirahat adalah beberapa caranya.
Tak kalah penting adalah memantau kadar gula secara berkala. Bisa dilakukan sendiri dengan alat-alat tertentu yang dijual bebas atau melakukan pemeriksaan di laboratorium klinik (Baca : Wajib Cek Gula Darah Rutin Bila Anda Mengalami 3 Ciri-ciri Ini!) .
Bila hasil tes menunjukkan kadar glukosa kurang dari 100 mg/dl berarti Anda masih dalam kategori normal. Namun, bila angkanya berada dalam rentang 100 mg/dl hingga 125 mg/dl, orang tersebut masuk kategori pradiabetes. Hasil tes melebihi 126 mg/dl, menunjukkan kemungkinan seseorang positif menderita diabetes.
Dengan melakukan gaya hidup sehat dan selalu rutin cek gula darah berkala, siapapun bisa waspada akan risiko diabetes dan Anda bisa menghindarinya.
Minggu, 08 November 2015

Wajib Cek Gula Darah Rutin Bila Anda Mengalami 3 Ciri-ciri Ini!
Pada 2030 sesuai perkiraan dari International diabetes Federation akan ada 11,8 juta penduduk Indonesia yang menderita diabetes. Angka itu naik hampir dua kali lipat dari angka 7,6 juta jiwa yang tercatat pada 2013 lalu. Diabetes melitus atau kencing manis merupakan kelainan sistem insulin karena berlebihnya kadar gula di dalam darah. Orang seringkali mengabaikan faktor risiko ini dalam dirinya (Baca : Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!).
Berikut tiga ciri yang sering dianggap tak penting tapi sangat memicu diabetes dan Anda perlu segera cek gula darah :
1. Sering buang air kecil
Salah satu ciri gejala diabetes yang perlu diperhatikan adalah aktivitas poliuri atau sering buang air kecil dengan volume yang banyak, apalagi di malam hari. Hal tersebut disebabkan oleh kadar gula yang melebihi nilai ambang ginjal atau lebih dari 180 mg/dl, kemudian gula akan keluar bersama urine.
Untuk menjaga agar urine yang mengandung gula keluar, tubuh akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urine sehingga volume urine keluar banyak. Aktivitas tersebut terbilang akan sangat sering terjadi, bahkan bisa mengganggu tidur di malam hari.
2. Cepat lapar
Poliphagia adalah kondisi seseorang mengalami rasa lapar berlebihan. Penyebabnya adalah kurangnya insulin untuk memasukkan gula ke sel membuat otot dan organ melemah sehingga tubuh kehabisan energi.
Saat bersamaan, otak akan mengira kekurangan energi tersebut karena kurang makan sehingga tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan mengirimkan sinyal lapar. Sementara itu, kadar gula darah yang tinggi sesudah makan dapat memicu timbulnya komplikasi makrovaskuler (gangguan jantung dan pembuluh darah). Banyak penyandang diabetes meninggal karena komplikasi jantung dan pembuluh darah.
3. Sering merasa haus
Satu dari ciri utama diabetes adalah polidipsi atau sering kali merasa haus. Perasaan dehidrasi ini membuat orang ingin minum air sebanyak-banyaknya yang kemudian berdampak pada banyaknya air seni yang keluar.
Selain itu, sering merasa haus membuat orang ingin selalu minum yang dingin, manis, segar, dan banyak. Padahal, minuman manis akan sangat merugikan karena membuat kadar gula semakin tinggi.
Di perkotaan, tak banyak orang sadar untuk menjaga gaya hidup agar terhindar dari diabetes. Pada dasarnya, bila diabetes bisa didiagnosis sejak dini, kesempatan mengendalikan gula darah akan lebih baik sehingga komplikasi dapat dihindari. Untuk mencegahnya, Anda perlu mendeteksi kadar gula darah secara berkala. Hal itu sangat penting agar penanganan diabetes dapat dilakukan secara cepat dan tepat.(kompas.com)
Jumat, 31 Juli 2015

8 Macam Tes Kesehatan Wajib untuk Orang Kota
Bukan bermaksud mendiskriminasi standar kesehatan masyarakat yang tinggal di perkotaan dengan yang di pedesaan, namun faktanya masyarakat di perkotaan lebih rentan terkena penyakit daripada yang tinggal di pedesaan.
Kualitas lingkungan yang buruk dan gaya hidup masyarakat perkotaan yang seringkali tidak sehat seperti mengonsumsi makanan cepat saji, alkohol, merokok serta pemicu lainnya dianggap lebih cenderung berisiko terpapar virus atau penyakit tertentu.
Jangan Selalu Merasa Sehat, Waspadai 8 Penyakit Mematikan Tanpa Gejala Ini!
Oleh karena itu lakukan tindakana pencegahan sejak dini sebelum penyakit berbahaya menyerang Anda. Hal ini dapat dimulai dengan menjalani cek kesehatan yang bisa dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau laboratorium klinik. Tes kesehatan atau medical check-up sangat direkomendasikan oleh para dokter agar bisa mendeteksi gejala penyakit sejak dini terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan.
Berikut ini beberapa macam cek kesehatan wajib untuk orang kota yang perlu Anda tahu :
Kolesterol
Bagi orang dewasa yang telah berusia 20 tahun atau lebih seharusnya menjalani tes kesehatan dengan puasa untuk mengetahui kadar kolesterol, termasuk kadar LDL jahat dan baik, serta kadar trigliserid setiap lima tahun sekali.
Mengapa Perlu Puasa Sebelum Melakukan Tes Darah?
Mengenal Perbedaan HDL, LDL, & Trigliserida
Diabetes
Kebanyakan jenis makanan dan minuman yang banyak dijual di pusat jajanan dan perbelanjaan mengandung kadar gula sangat tinggi. Oleh karena itu masyarakat perkotaan berisiko lebih tinggi menderita diabetes. Menjalani tes kesehatan dengan puasa gula darah setiap tiga tahun sekali sejak usia 40 tahun sangat dianjurkan, apalagi bagi mereka yang punya riwayat mengidap diabetes di dalam keluarganya.
Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!
Osteoporosis
The National Osteoporosis Foundation menyarankan para wanita yang telah mengalami menopause, semua wanita yang berusia lebih dari 65 tahun, juga semua wanita menopause berumur 50 tahun yang mempunyai faktor risiko atau tidak, termasuk pernah mengalami patah tulang setelah usia 40 tahun, memiliki kebiasaan merokok, dan mempunyai berat kurang dari normal untuk menjalani tes kesehatan.
Bahaya Rokok bagi Wanita
Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita
Kanker Payudara
Idealnya para wanita sudah mulai rutin memeriksa sendiri kesehatan organ payudaranya sejak usia 20 tahunan, paling tidak setiap bulan. American Cancer Society (ACS) pun menyarankan bagi para wanita usia 20 sampai 30 tahun untuk membiasakan diri menjalani tes mammogram, paling tidak setiap tiga tahun sekali. Untuk wanita usia 40 tahun ke atas dianjurkan memeriksakan diri setiap tahun demi mencegah kanker payudara sejak dini.
Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara
8 Penyebab Nyeri pada Payudara yang Tidak Perlu Dikhawatirkan
Kanker Prostat
Mulai usia 45 tahun, semua pria yang mempunyai harapan hidup paling tidak 10 tahun, sebaiknya melakukan tes darah PSA dan digital rectal exam setiap tahunnya. Para pria atau suami yang secara genetik atau keluarga dekatnya pernah menderita kanker prostat juga harus melakukan tes, bahkan pada usia lebih dini, yakni 40 tahun.
Cara Praktis Kenali Gejala Kanker pada Pria
6 Gangguan Kesehatan yang Sering Diremehkan para Pria
Kanker usus
American Cancer Society (ACS) menyarankan semua pria dan perempuan mulai usia 50 tahun untuk melakukan lima tes kesehatan berikut, yakni FOBT (fecal occul blood test) setiap tahun, lalu Flexible Sigmoidoscopy setiap 5 tahun sekali, serta Double-contrast barium enema setiap lima tahun sekali. Untuk semua hasil yang positif harus diikuti dengan colonoscopy. Penderita yang mempunyai faktor risiko harus memulai tes lebih dini dan lebih sering.
Kanker Leher Rahim (Serviks)
Wanita segala usia yang aktif atau pernah melakukan aktivitas seksual direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan pap smear. Tes wajib dilakukan rutin setiap tahun hingga mencapai tiga kali tes berturut-turut atau lebih sampai kemudian dinyatakan normal oleh dokter. Bahkan, khusus wanita yang sudah mengalami menopause pun tetap perlu menjalani pap tes secara teratur.
Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Kanker Serviks
Kenali Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya
Kanker Kulit
American Cancer Society (ACS) juga menganjurkan setiap orang untuk melakukan tes kesehatan, termasuk pengetesan kulit setiap 3 tahun untuk mereka yang berusia 20 sampai 40 tahun, dan setiap tahun untuk mereka yang berumur 40 tahun atau lebih. Selain itu, penting untuk mengecek kulit sendiri kira-kira sebulan sekali. Bercak pada kulit yang berubah, baik ukuran, bentuk atau warnanya, harus segera dikonsultasikan kepada dokter.
4 Tanda dari Kulit yang Memberitahu Kesehatan Tubuh Anda Tidak Normal
Jangan tunggu penyakit datang, segera lakukan tes kesehatan wajib bagi Anda yang tinggal di perkotaan tersebut demi mendeteksi gejala penyakit sejak dini. Semakin cepat terdeteksi, tentu semakin besar kesempatan untuk sembuh. (Sumber: Tabloid Nova)
Kualitas lingkungan yang buruk dan gaya hidup masyarakat perkotaan yang seringkali tidak sehat seperti mengonsumsi makanan cepat saji, alkohol, merokok serta pemicu lainnya dianggap lebih cenderung berisiko terpapar virus atau penyakit tertentu.
Jangan Selalu Merasa Sehat, Waspadai 8 Penyakit Mematikan Tanpa Gejala Ini!
Oleh karena itu lakukan tindakana pencegahan sejak dini sebelum penyakit berbahaya menyerang Anda. Hal ini dapat dimulai dengan menjalani cek kesehatan yang bisa dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau laboratorium klinik. Tes kesehatan atau medical check-up sangat direkomendasikan oleh para dokter agar bisa mendeteksi gejala penyakit sejak dini terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan.
Berikut ini beberapa macam cek kesehatan wajib untuk orang kota yang perlu Anda tahu :
Kolesterol
Bagi orang dewasa yang telah berusia 20 tahun atau lebih seharusnya menjalani tes kesehatan dengan puasa untuk mengetahui kadar kolesterol, termasuk kadar LDL jahat dan baik, serta kadar trigliserid setiap lima tahun sekali.
Mengapa Perlu Puasa Sebelum Melakukan Tes Darah?
Mengenal Perbedaan HDL, LDL, & Trigliserida
Diabetes
Kebanyakan jenis makanan dan minuman yang banyak dijual di pusat jajanan dan perbelanjaan mengandung kadar gula sangat tinggi. Oleh karena itu masyarakat perkotaan berisiko lebih tinggi menderita diabetes. Menjalani tes kesehatan dengan puasa gula darah setiap tiga tahun sekali sejak usia 40 tahun sangat dianjurkan, apalagi bagi mereka yang punya riwayat mengidap diabetes di dalam keluarganya.
Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!
Osteoporosis
The National Osteoporosis Foundation menyarankan para wanita yang telah mengalami menopause, semua wanita yang berusia lebih dari 65 tahun, juga semua wanita menopause berumur 50 tahun yang mempunyai faktor risiko atau tidak, termasuk pernah mengalami patah tulang setelah usia 40 tahun, memiliki kebiasaan merokok, dan mempunyai berat kurang dari normal untuk menjalani tes kesehatan.
Bahaya Rokok bagi Wanita
Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita
Kanker Payudara
Idealnya para wanita sudah mulai rutin memeriksa sendiri kesehatan organ payudaranya sejak usia 20 tahunan, paling tidak setiap bulan. American Cancer Society (ACS) pun menyarankan bagi para wanita usia 20 sampai 30 tahun untuk membiasakan diri menjalani tes mammogram, paling tidak setiap tiga tahun sekali. Untuk wanita usia 40 tahun ke atas dianjurkan memeriksakan diri setiap tahun demi mencegah kanker payudara sejak dini.
Kenali Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara
8 Penyebab Nyeri pada Payudara yang Tidak Perlu Dikhawatirkan
Mulai usia 45 tahun, semua pria yang mempunyai harapan hidup paling tidak 10 tahun, sebaiknya melakukan tes darah PSA dan digital rectal exam setiap tahunnya. Para pria atau suami yang secara genetik atau keluarga dekatnya pernah menderita kanker prostat juga harus melakukan tes, bahkan pada usia lebih dini, yakni 40 tahun.
Cara Praktis Kenali Gejala Kanker pada Pria
6 Gangguan Kesehatan yang Sering Diremehkan para Pria
Kanker usus
American Cancer Society (ACS) menyarankan semua pria dan perempuan mulai usia 50 tahun untuk melakukan lima tes kesehatan berikut, yakni FOBT (fecal occul blood test) setiap tahun, lalu Flexible Sigmoidoscopy setiap 5 tahun sekali, serta Double-contrast barium enema setiap lima tahun sekali. Untuk semua hasil yang positif harus diikuti dengan colonoscopy. Penderita yang mempunyai faktor risiko harus memulai tes lebih dini dan lebih sering.
Kanker Leher Rahim (Serviks)
Wanita segala usia yang aktif atau pernah melakukan aktivitas seksual direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan pap smear. Tes wajib dilakukan rutin setiap tahun hingga mencapai tiga kali tes berturut-turut atau lebih sampai kemudian dinyatakan normal oleh dokter. Bahkan, khusus wanita yang sudah mengalami menopause pun tetap perlu menjalani pap tes secara teratur.
Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Kanker Serviks
Kenali Penyebab Keputihan dan Cara Mencegahnya
Kanker Kulit
American Cancer Society (ACS) juga menganjurkan setiap orang untuk melakukan tes kesehatan, termasuk pengetesan kulit setiap 3 tahun untuk mereka yang berusia 20 sampai 40 tahun, dan setiap tahun untuk mereka yang berumur 40 tahun atau lebih. Selain itu, penting untuk mengecek kulit sendiri kira-kira sebulan sekali. Bercak pada kulit yang berubah, baik ukuran, bentuk atau warnanya, harus segera dikonsultasikan kepada dokter.
4 Tanda dari Kulit yang Memberitahu Kesehatan Tubuh Anda Tidak Normal
Jangan tunggu penyakit datang, segera lakukan tes kesehatan wajib bagi Anda yang tinggal di perkotaan tersebut demi mendeteksi gejala penyakit sejak dini. Semakin cepat terdeteksi, tentu semakin besar kesempatan untuk sembuh. (Sumber: Tabloid Nova)
Kamis, 09 April 2015

Mengenal Sindrom ACA atau Sindrom Darah Kental
Fungsi darah dalam tubuh manusia sangat vital, berfungsi sebagai alat yang mengirimkan oksigen dan nutrisi pada pada seluruh jaringan tubuh.
Jika darah yang ada di dalam tubuh mengental, maka semua aliran oksigen dan nutrisi dalam tubuh akan terganggu. Efeknya dapat menyebabkan gangguan pada fungsi utama ginjal, penyumbatan paru-paru, migren, serangan jantung, serangan stroke, dan bagi ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya keguguran janin.
Definisi sindrom ACA
ACA (Anticardiolipin Antibody) merupakan suatu protein dalam darah yang membuat tubuh membentuk reaksi kekebalan hingga terjadi APS (Antiphospholid Syndrome). ACA merupakan penyakit yang menyebabkan darah menjadi kental atau sering juga disebut sindrom darah kental. Dalam kasus ini, terdapat suatu protein darah yang menyebabkan darah menjadi lebih kental dan cepat beku. Sindrom ini tidak mengenal jenis kelamin dan umur, bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
Gejala sindrom ACA
Gejala dari sindrom ACA antara lain sakit kepala, pusing, migrain, pegal-pegal di daerah leher atau tengkuk, tangan sering kesemutan, pandangan berkunang-kunang, pandangan kabur, daya ingat menurun, sesak nafas, telinga sering mendengung sampai tuli mendadak. Selain itu naiknya tekanan darah tanpa sebab yang jelas, diduga juga sebagai salah satu gejala sindrom ini.
Penyebab sindrom ACA
Penyebab dari sindrom ACA belum dapat diketahui dengan pasti, dugaan sementara menyebutkan bahwa antifosfolipid antibodi menurunkan kadar annexin V yaitu salah satu jenis protein yang berikatan dengan fosfolipid dan memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.
Keturunan atau genetik merupakan salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab sindrom ini. Selain itu, ada banyak dugaan diantaranya alergi obat-obatan, kanker, dan infeksi virus atau bakteri.
Cara mendeteksi
Cara akurat untuk mendeteksi sindrom ACA adalah dengan melakukan tes darah di rumah sakit atau laboratorium klinik. Melalui tes darah akan diketahui kadar IgG dan IgM penderita.
Bahaya sindrom ACA
Bila darah yang mengalir dalam tubuh kental tentunya akan sulit dialirkan keseluruh tubuh, akibatnya sirkulasi darah berjalan tidak lancar. Akibatnya, seseorang yang menderita sindrom ACA akan mengalami penurunan daya ingat, penyakit jantung, stroke, sampai kematian di usia dewasa muda atau sebelum 40 tahun.
Bagi ibu hamil, sindrom ini dapat menjadi penyebab janin meninggal dalam kandungan, keguguran berulang kali, dan bayi yang lahir meninggal.
Jika darah yang ada di dalam tubuh mengental, maka semua aliran oksigen dan nutrisi dalam tubuh akan terganggu. Efeknya dapat menyebabkan gangguan pada fungsi utama ginjal, penyumbatan paru-paru, migren, serangan jantung, serangan stroke, dan bagi ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya keguguran janin.
Definisi sindrom ACA
ACA (Anticardiolipin Antibody) merupakan suatu protein dalam darah yang membuat tubuh membentuk reaksi kekebalan hingga terjadi APS (Antiphospholid Syndrome). ACA merupakan penyakit yang menyebabkan darah menjadi kental atau sering juga disebut sindrom darah kental. Dalam kasus ini, terdapat suatu protein darah yang menyebabkan darah menjadi lebih kental dan cepat beku. Sindrom ini tidak mengenal jenis kelamin dan umur, bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
Gejala sindrom ACA
Gejala dari sindrom ACA antara lain sakit kepala, pusing, migrain, pegal-pegal di daerah leher atau tengkuk, tangan sering kesemutan, pandangan berkunang-kunang, pandangan kabur, daya ingat menurun, sesak nafas, telinga sering mendengung sampai tuli mendadak. Selain itu naiknya tekanan darah tanpa sebab yang jelas, diduga juga sebagai salah satu gejala sindrom ini.
Penyebab sindrom ACA
Penyebab dari sindrom ACA belum dapat diketahui dengan pasti, dugaan sementara menyebutkan bahwa antifosfolipid antibodi menurunkan kadar annexin V yaitu salah satu jenis protein yang berikatan dengan fosfolipid dan memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.
Keturunan atau genetik merupakan salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab sindrom ini. Selain itu, ada banyak dugaan diantaranya alergi obat-obatan, kanker, dan infeksi virus atau bakteri.
Cara mendeteksi
Cara akurat untuk mendeteksi sindrom ACA adalah dengan melakukan tes darah di rumah sakit atau laboratorium klinik. Melalui tes darah akan diketahui kadar IgG dan IgM penderita.
Bahaya sindrom ACA
Bila darah yang mengalir dalam tubuh kental tentunya akan sulit dialirkan keseluruh tubuh, akibatnya sirkulasi darah berjalan tidak lancar. Akibatnya, seseorang yang menderita sindrom ACA akan mengalami penurunan daya ingat, penyakit jantung, stroke, sampai kematian di usia dewasa muda atau sebelum 40 tahun.
Bagi ibu hamil, sindrom ini dapat menjadi penyebab janin meninggal dalam kandungan, keguguran berulang kali, dan bayi yang lahir meninggal.
Jumat, 20 Maret 2015

Mengapa Perlu Puasa Sebelum Melakukan Tes Darah?
Sebagian dari kita tentunya pernah melakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes darah di laboratorium klinik. Untuk diagnosa dan pengobatan yang tepat oleh dokter tentunya diperlukan persiapan pemeriksaan yang benar. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat dan menghindari pemeriksaan ulang atau menghindari pemeriksaan tambahan yang tidak perlu.
Terkait : Tips Cek Kesehatan Agar Optimal
Berikut penjelasan mengenai anjuran persiapan yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan kesehatan.
Mengapa harus puasa sebelum tes darah?
Sebelum Anda melakukan tes darah sebaiknya puasa minimal selama 10-12 jam (kecuali glukosa minimal 8 jam). Hal ini untuk mengurangi variabilitas kandungan gizi dalam makanan dan minuman yang Anda konsumsi yang diserap ke dalam aliran darah dan bisa memberikan dampak langsung. Sehingga lebih memastikan hasil pemeriksaan tidak dipengaruhi oleh konsumsi makanan terakhir dan dapat diinterpretasikan dengan benar oleh dokter.
Beberapa pemeriksaan yang mewajibkan puasa:
- pemeriksaan glukosa
- pemeriksaan kolesterol ( profil lipid/lemak)
- pemeriksaan urea dan asam urat
Puasa dalam konteks pemeriksaan laboratorium adalah tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman kecuali air putih dalam jangka waktu yang ditentukan. Anda sebaiknya meminum air putih dalam jumlah cukup, karena tubuh yang terhidrasi dengan baik akan memberikan gambaran kadar pemeriksaan yang sebenarnya.
Terkait : Manfaat Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh
Jika sebelum tes darah Anda tidak berpuasa atau berpuasa dalam waktu yang lebih singkat dari yang dianjurkan, pemeriksaan yang Anda lakukan akan memberikan hasil yang tidak akurat karena pemeriksaan tertentu masih dipengaruhi oleh makanan. Untuk hasil yang akurat Anda sebaiknya mengulang pemeriksaan tersebut. Jika Anda merasa berpuasa justru akan menimbulkan masalah bagi kondisi tubuh, Anda dapat mengkonsultasikannya kepada dokter atau perawat.
Berapa lama sebaiknya berpuasa?
Biasanya pasien diminta untuk puasa selama 12 jam sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium kecuali jika Anda hanya diminta periksa glukosa, puasa cukup dilakukan selama 8 jam. Meskipun demikian dokter atau perawat mungkin akan memberikan saran dan masukan yang berbeda. Agar mendapatkan hasil tes yang akurat, lakukan saran dokter atau perawat.
Mengapa dilarang mengkonsumsi obat-obatan atau jika tidak harus melaporkan obat-obatan yang dikonsumsi?
Saat hendak melakukan pemeriksaan, pasien tidak diperkenankan untuk mengonsumsi obat-obatan. Beberapa obat akan berdampak terhadap hasil tes darah. Tetapi ini tidak berarti Anda diwajibkan untuk berhenti minum obat. Misalnya, penggunaan oral corticosteroids dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Untuk itu Anda diharapkan menginformasikan obat-obat yang dikonsumsi ke pihak laboratorium. Hal ini bertujuan untuk membantu pihak laboratorium dalam memvalidasi hasil Anda.
Kapan waktu terbaik untuk tes darah?
Pemeriksaan laboratorium sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena merupakan keadaan basal tubuh setelah beristirahat pada malam hari. Selain itu tubuh kita memiliki variasi biologis sesuai dengan waktu, artinya kadar analit yang diperiksa pada pagi hari dapat memberikan hasil yang berbeda jika diperiksa pada sore hari.
Untuk itu pastikan Anda mengikuti petunjuk dokter atau petugas laboratorium sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan . Semoga uraian alasan mengapa perlu puasa sebelum tes darah bermanfaat bagi Anda. (kompas.com)
Terkait : Tips Cek Kesehatan Agar Optimal
Berikut penjelasan mengenai anjuran persiapan yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan kesehatan.
Mengapa harus puasa sebelum tes darah?
Sebelum Anda melakukan tes darah sebaiknya puasa minimal selama 10-12 jam (kecuali glukosa minimal 8 jam). Hal ini untuk mengurangi variabilitas kandungan gizi dalam makanan dan minuman yang Anda konsumsi yang diserap ke dalam aliran darah dan bisa memberikan dampak langsung. Sehingga lebih memastikan hasil pemeriksaan tidak dipengaruhi oleh konsumsi makanan terakhir dan dapat diinterpretasikan dengan benar oleh dokter.
Beberapa pemeriksaan yang mewajibkan puasa:
- pemeriksaan glukosa
- pemeriksaan kolesterol ( profil lipid/lemak)
- pemeriksaan urea dan asam urat
Puasa dalam konteks pemeriksaan laboratorium adalah tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman kecuali air putih dalam jangka waktu yang ditentukan. Anda sebaiknya meminum air putih dalam jumlah cukup, karena tubuh yang terhidrasi dengan baik akan memberikan gambaran kadar pemeriksaan yang sebenarnya.
Terkait : Manfaat Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh
Jika sebelum tes darah Anda tidak berpuasa atau berpuasa dalam waktu yang lebih singkat dari yang dianjurkan, pemeriksaan yang Anda lakukan akan memberikan hasil yang tidak akurat karena pemeriksaan tertentu masih dipengaruhi oleh makanan. Untuk hasil yang akurat Anda sebaiknya mengulang pemeriksaan tersebut. Jika Anda merasa berpuasa justru akan menimbulkan masalah bagi kondisi tubuh, Anda dapat mengkonsultasikannya kepada dokter atau perawat.
Berapa lama sebaiknya berpuasa?
Biasanya pasien diminta untuk puasa selama 12 jam sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium kecuali jika Anda hanya diminta periksa glukosa, puasa cukup dilakukan selama 8 jam. Meskipun demikian dokter atau perawat mungkin akan memberikan saran dan masukan yang berbeda. Agar mendapatkan hasil tes yang akurat, lakukan saran dokter atau perawat.
Mengapa dilarang mengkonsumsi obat-obatan atau jika tidak harus melaporkan obat-obatan yang dikonsumsi?
Saat hendak melakukan pemeriksaan, pasien tidak diperkenankan untuk mengonsumsi obat-obatan. Beberapa obat akan berdampak terhadap hasil tes darah. Tetapi ini tidak berarti Anda diwajibkan untuk berhenti minum obat. Misalnya, penggunaan oral corticosteroids dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Untuk itu Anda diharapkan menginformasikan obat-obat yang dikonsumsi ke pihak laboratorium. Hal ini bertujuan untuk membantu pihak laboratorium dalam memvalidasi hasil Anda.
Kapan waktu terbaik untuk tes darah?
Pemeriksaan laboratorium sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena merupakan keadaan basal tubuh setelah beristirahat pada malam hari. Selain itu tubuh kita memiliki variasi biologis sesuai dengan waktu, artinya kadar analit yang diperiksa pada pagi hari dapat memberikan hasil yang berbeda jika diperiksa pada sore hari.
Untuk itu pastikan Anda mengikuti petunjuk dokter atau petugas laboratorium sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan . Semoga uraian alasan mengapa perlu puasa sebelum tes darah bermanfaat bagi Anda. (kompas.com)
Sabtu, 22 November 2014

4 Alasan Mengapa Anda Harus Tes Hepatitis C
Banyak orang menganggap ringan dan remeh penyakit Hepatitis C, padahal penyakit ini merupakan salah satu penyakit berbahaya dan dapat menularkan ke orang lain.
Terkait : Mengenal 5 jenis penyakit hepatitis
Penyakit Hepatitis C adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Hepatitis (HCV). Virus ini merupakan virus yang dapat hidup dalam tubuh dalam jangka waktu lama dan tidak menunjukkan gejala yang khas bila tubuh terserang namun bila sudah infeksi kronis dapat menyebabkan parut (eskar) pada hati, dan setelah menahun menyebabkan sirosis dan kanker hati yang bisa menyebabkan kematian. Bahkan, hepatitis C adalah alasan utama untuk transplantasi hati di Amerika Serikat
Agar Anda mengetahui pentingnya tes hepatitis C, berikut ini 4 alasan mengapa Anda harus tes hepatitis C :
1. Anda dapat terkena hepatitis C bahkan jika Anda merasa baik-baik saja.
Hepatitis C dapat terjadi pada semua orang bahkan pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang baik. Kebanyakan orang dengan hepatitis C tidak tahu kalau mereka telah memilikinya. Infeksi biasanya menjadi kronis dan memakan waktu hingga 30 tahun sebelum gejala berkembang. Pada saat itu, hati Anda mungkin berada dalam masalah serius. Itulah mengapa Anda harus tes hepatitic C sebelum muncul tanda-tanda masalah pada hati Anda.
Pengujian dengan tes darah semakin penting dan segera jika Anda :
Sebuah tes darah sederhana dapat mengetahui apakah Anda pernah terinfeksi hepatitis C. Hasil biasanya dapat diperoleh dengan cepat. Jika tes Anda menunjukkan nilai negatif, berarti Anda terbebas dari hepatitis C, namun Anda masih harus dites lagi jika ada kesempatan Anda terkena virus dalam 6 bulan terakhir.
Jika tes pertama positif, Anda terinfeksi hepatitis C. Tes kedua akan memeriksa apakah infeksi sudah berhasil dihilangkan atau menjadi kronis. Jika Anda memiliki infeksi kronis, Anda harus segera konsultasi ke dokter.
3. Anda dapat melindungi keluarga dan teman-teman Anda.
Anda dapat menularkan virus hepatitis C kepada orang lain melalui darah Anda, bahkan jika Anda tidak memiliki gejala apapun. Untuk mencegah hal ini, berhati-hatilah jika anda terluka dan sebaiknya hindari berbagi:
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dari setiap 100 orang dengan hepatitis C:
Terkait : Mengenal 5 jenis penyakit hepatitis
Penyakit Hepatitis C adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Hepatitis (HCV). Virus ini merupakan virus yang dapat hidup dalam tubuh dalam jangka waktu lama dan tidak menunjukkan gejala yang khas bila tubuh terserang namun bila sudah infeksi kronis dapat menyebabkan parut (eskar) pada hati, dan setelah menahun menyebabkan sirosis dan kanker hati yang bisa menyebabkan kematian. Bahkan, hepatitis C adalah alasan utama untuk transplantasi hati di Amerika Serikat
Agar Anda mengetahui pentingnya tes hepatitis C, berikut ini 4 alasan mengapa Anda harus tes hepatitis C :
1. Anda dapat terkena hepatitis C bahkan jika Anda merasa baik-baik saja.
Hepatitis C dapat terjadi pada semua orang bahkan pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang baik. Kebanyakan orang dengan hepatitis C tidak tahu kalau mereka telah memilikinya. Infeksi biasanya menjadi kronis dan memakan waktu hingga 30 tahun sebelum gejala berkembang. Pada saat itu, hati Anda mungkin berada dalam masalah serius. Itulah mengapa Anda harus tes hepatitic C sebelum muncul tanda-tanda masalah pada hati Anda.
Pengujian dengan tes darah semakin penting dan segera jika Anda :
- pernah disuntikkan obat ke dalam tubuh Anda atau menggunakan narkoba intravena
- pernah transfusi darah atau organ transplantasi sebelum 1992
- HIV-positif
- pasein hemodialisis (cuci darah)
- bekerja sebagai tenaga medis atau kesehatan
- melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan
- memiliki tato atau menindik tubuh dilakukan dengan alat tidak steril
- lahir dari ibu yang terinfeksi secara kronis
- orang dengan tingkat abnormal enzim hati dalam darah.
Sebuah tes darah sederhana dapat mengetahui apakah Anda pernah terinfeksi hepatitis C. Hasil biasanya dapat diperoleh dengan cepat. Jika tes Anda menunjukkan nilai negatif, berarti Anda terbebas dari hepatitis C, namun Anda masih harus dites lagi jika ada kesempatan Anda terkena virus dalam 6 bulan terakhir.
Jika tes pertama positif, Anda terinfeksi hepatitis C. Tes kedua akan memeriksa apakah infeksi sudah berhasil dihilangkan atau menjadi kronis. Jika Anda memiliki infeksi kronis, Anda harus segera konsultasi ke dokter.
3. Anda dapat melindungi keluarga dan teman-teman Anda.
Anda dapat menularkan virus hepatitis C kepada orang lain melalui darah Anda, bahkan jika Anda tidak memiliki gejala apapun. Untuk mencegah hal ini, berhati-hatilah jika anda terluka dan sebaiknya hindari berbagi:
- Pisau cukur, gunting kuku, sikat gigi, atau persediaan obat diabetes
- Jarum untuk menyuntik obat, atau steroid
- Alat untuk pernak-pernik tubuh atau tato
- Hepatitis C tidak menyebar melalui ciuman, batuk, bersin, atau berbagi peralatan makan. Ini jarang terjadi, namun virus dapat menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dari setiap 100 orang dengan hepatitis C:
- 60-70 akan mengembangkan penyakit hati kronis.
- Hingga 20 akan mengembangkan sirosis, sebuah jaringan parut berbahaya hati.
- 1-5 akan meninggal akibat kanker hati atau gagal hati.
Rabu, 17 September 2014

Tes untuk Deteksi Gagal Ginjal
Fungsi ginjal sangat penting dalam sistem metabolik tubuh manusia. Selain menjadi organ penyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, ginjal juga berfungsi menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh, mengatur keseimbangan asam-basa, konsentrasi elektrolik, pengaturan tekanan darah, dan memproduksi vitamin D.
Untuk mengetahui kondisi ginjal, anda harus memeriksa secara klinis, karena penyakit ginjal pada tahap awal tidak ada keluhan atau gejala yang khusus.dengan begitu kita bisa menghambat kerusakan fungsi ginjal lebih lanjut ke tahap akhir, serta mencegah penyakit komplikasi lainnya (Baca : 6 Cara Kurangi Resiko Penyakit Ginjal).
Berikut ini, empat tes untuk deteksi gagal ginjal, yaitu:
1. Pemeriksaan tekanan darah
Jika tekanan darah Anda tinggi perlu diwaspadai ada gangguan pada ginjal. Karena hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah termasuk di ginjal.
2. Tes protein dalam urine
Untuk deteksi gagal ginjal lakukan tes kandungan protein dalam urine atau air seni. Dengan adanya sejumlah kecil protein dalam air seni merupakan tanda dini ganguan pada ginjal. Normalnya kadar albumin dalam urine sewaktu adalah < 20 mg albumin/g kreatinin, apabila kadar albumin dalam urine lebih dari nilai normal maka kondisi ini merupakan suatu indikasi adanya kebocoran ginjal.
3. Tes kreatinin dalam darah
Ginjal yang sehat berfungsi menyaring kreatinin (suatu produk sampah dari aktivitas otot atau racun hasil metabolisme yang dikeluarkan oleh ginjal) keluar dari darah. Lakukan tes darah di laboratorium, bila fungsi ginjal menurun maka kadar kreatinin darah bisa meningkat. Normalnya kreatinin dalam darah 0,6-1,2 mg per desiliter darah. Tapi bila fungsi ginjal terganggu maka ginjal tidak mampu mengeluarkan kreatinin yang optimal.
4. Tes laju filtrasi glomerular/Glomerular filtration rate (GFR)
Tes untuk deteksi gagal ginjal yang paling akurat adalah dengan melakukan tes laju filtrasi glomerular/Glomerular filtration rate (GFR). Cara ini dapat membantu dokter memastikan stadium penyakit ginjal penderita, dan merupakan cara terbaik untuk menilai fungsi ginjal. Nilai normalnya lebih dari 90 cc/menit/1,73m2 luas permukaan tubuh. Jika nilainya antara 60-89 cc/menit/1,73m2 sebaiknya dilakukan monitoring. Dan jika laju filtrasi glomerular kurang dari 60 cc/menit/1,73m2 selama 3 bulan berarti adanya gagal ginjal kronik.
Tes untuk deteksi gagal ginjal ini merupakan cara untuk mengetahui kesehatan ginjal Anda. Agar anda terhindar dari penyakit gagal ginjal, lakukan olahraga secara rutin, jalani gaya hidup sehat, berhenti merokok, jaga berat badan tetap ideal, hindari minuman alkohol, lakukan medical check up rutin, makan dengan komposisi berimbang dan minum air putih yang cukup serta mengetahui riwayat penyakit keluarga atau keturunan bisa mencegah penyakit ini dari awal.
Untuk mengetahui kondisi ginjal, anda harus memeriksa secara klinis, karena penyakit ginjal pada tahap awal tidak ada keluhan atau gejala yang khusus.dengan begitu kita bisa menghambat kerusakan fungsi ginjal lebih lanjut ke tahap akhir, serta mencegah penyakit komplikasi lainnya (Baca : 6 Cara Kurangi Resiko Penyakit Ginjal).
Berikut ini, empat tes untuk deteksi gagal ginjal, yaitu:
1. Pemeriksaan tekanan darah
Jika tekanan darah Anda tinggi perlu diwaspadai ada gangguan pada ginjal. Karena hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah termasuk di ginjal.
2. Tes protein dalam urine
Untuk deteksi gagal ginjal lakukan tes kandungan protein dalam urine atau air seni. Dengan adanya sejumlah kecil protein dalam air seni merupakan tanda dini ganguan pada ginjal. Normalnya kadar albumin dalam urine sewaktu adalah < 20 mg albumin/g kreatinin, apabila kadar albumin dalam urine lebih dari nilai normal maka kondisi ini merupakan suatu indikasi adanya kebocoran ginjal.
3. Tes kreatinin dalam darah
Ginjal yang sehat berfungsi menyaring kreatinin (suatu produk sampah dari aktivitas otot atau racun hasil metabolisme yang dikeluarkan oleh ginjal) keluar dari darah. Lakukan tes darah di laboratorium, bila fungsi ginjal menurun maka kadar kreatinin darah bisa meningkat. Normalnya kreatinin dalam darah 0,6-1,2 mg per desiliter darah. Tapi bila fungsi ginjal terganggu maka ginjal tidak mampu mengeluarkan kreatinin yang optimal.
4. Tes laju filtrasi glomerular/Glomerular filtration rate (GFR)
Tes untuk deteksi gagal ginjal yang paling akurat adalah dengan melakukan tes laju filtrasi glomerular/Glomerular filtration rate (GFR). Cara ini dapat membantu dokter memastikan stadium penyakit ginjal penderita, dan merupakan cara terbaik untuk menilai fungsi ginjal. Nilai normalnya lebih dari 90 cc/menit/1,73m2 luas permukaan tubuh. Jika nilainya antara 60-89 cc/menit/1,73m2 sebaiknya dilakukan monitoring. Dan jika laju filtrasi glomerular kurang dari 60 cc/menit/1,73m2 selama 3 bulan berarti adanya gagal ginjal kronik.
Tes untuk deteksi gagal ginjal ini merupakan cara untuk mengetahui kesehatan ginjal Anda. Agar anda terhindar dari penyakit gagal ginjal, lakukan olahraga secara rutin, jalani gaya hidup sehat, berhenti merokok, jaga berat badan tetap ideal, hindari minuman alkohol, lakukan medical check up rutin, makan dengan komposisi berimbang dan minum air putih yang cukup serta mengetahui riwayat penyakit keluarga atau keturunan bisa mencegah penyakit ini dari awal.
Minggu, 31 Agustus 2014

Manfaat Tes Kesehatan Calon Karyawan Bagi Perusahaan
Dengan alasan menghemat biaya, banyak perusahan tidak menerapkan tes kesehatan calon karyawan dalam proses rekrutmen karyawan baru. Padahal dalam era sekarang ini dimana persaingan yang semakin ketat dibutuhkan sumber daya manusia atau karyawan yang tidak hanya terampil tetapi juga yang benar-benar tangguh dan sehat.
Untuk memperoleh karyawan yang benar-benar sehat dan siap tentunya harus melalui tes kesehatan saat proses rekrutmen. Karena dengan tes kesehatan perusahaan mengetahui riwayat kesehatan calon karyawan tersebut. Apakah sebelumnya pernah menderita penyakit kronis seperti penyakit Paru, Penyakit Ginjal, Hepatitis, Hipertensi, Penyakit Jantung, dan lain sebagainya. Hal ini sangatlah penting karena saat perusahaan menerima seseorang menjadi karyawan maka perusahaan bertanggung jawab terhadap kesehatannya selama melakukan pekerjaan di perusahaan tersebut (UU No. 1/1970 yang berisi Perusahaan wajib untuk memberikan perlindungan untuk keselamatan dan kesehatan bagi Karyawan yang ada di perusahaannya).
Berikut ini beberapa manfaat tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan, diantaranya :
1. Meningkatkan produktifitas kerja
Agar produktifitas kerja meningkat tentunya harus didukung dengan sumber daya manusianya yang sehat. Dengan melakukan proses tes kesehatan calon karyawan, perusahaan akan yakin bahwa calon karyawan dalam keadaan benar-benar sehat, termasuk tidak mengidap penyakit apapun yang dapat menganggu saat bekerja atau yang dapat menularkan ke rekan kerja yang lain.
2. Menghemat Biaya Kesehatan Karyawan
Memang terlintas biaya tes kesehatan calon Karyawan terkesan mahal. Namun untuk jangka panjang keuntungan dari tes kesehatan calon karyawan sangat menghemat biaya kesehatan karyawan lebih banyak. Contoh kasus seperti ini : di sebuah perusahaan karyawan mereka yang baru direkrut setahun yang lalu sudah sering tidak masuk karena sakit hepatitis B, dan karyawan lain yang di rekrut 2 tahun lalu juga mengalami hal yang sama. dan posisi mereka di level Manajer, tentunya berakibat perusahaan harus menggantikan biaya penggantian kesehatan yang cukup besar. Belum ditambah dengan beban tugas mereka harus digantikan oleh orang lain, dimana jam kerjanya juga harus diperhitungkan, dan itu berarti menambah biaya pegawai. Misal pun pekerja tersebut memaksakan untuk masuk bekerja, maka hasilnya dipastikan tidak optimal, karena kurang bersemangat dalam bekerja. Hal ini tidak akan terjadi apabila sebelum masuk menjadi karyawan telah lulus tes kesehatan calon karyawan.
3. Menghindari tuntutan dari karyawan
Masalah ini muncul ketika misalnya ada seorang karyawan yang baru bekerja beberapa bulan didiagnosa mengalami penyakit Paru. Kemudian karyawan tersebut menyalahkan perusahaan, tempat ia bekerja karena setelah bekerja di sana ia menderita penyakit tersebut (Baca : Waspadai Penyakit Akibat Kerja). Tentunya pihak perusahaan tidak bisa mengelak karena tidak memiliki record kesehatan karyawan sebelum ia bekerja disana. Hal ini tidak akan terjadi jika sebelum karyawan tersebut diterima, harus melakukan tes kesehatan calon karyawan terlebih dahulu. Sehingga perusahaan bisa mengetahui riwayat kesehatan calon karyawannya dan mendeteksi sejak dini akan potensi munculnya berbagai jenis penyakit dikemudian hari.
4. Menambah kepercayaan Calon Karyawan terhadap perusahaan
Dengan mengetahui adanya proses tes kesehatan dalam seleksi karyawan, tentunya para calon karyawan akan semakin yakin dan percaya bahwa perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang bonafid dan menjamin kesejahteraan calon karyawan tersebut apabila diterima nantinya.
Dengan melakukan tes kesehatan calon karyawan, maka perusahaan dapat memilih mana yang tersehat selain kemampuan dan keterampilan lainnya. Lebih baik melakukan tindakan preventive, dari pada menyesal dikemudian hari. Percayakan tes kesehatan calon karyawan di rumah sakit atau laboratorium klinik yang telah berpengalaman dan terpercaya. Semoga artikel manfaat tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan menambah wawasan Anda.
Untuk memperoleh karyawan yang benar-benar sehat dan siap tentunya harus melalui tes kesehatan saat proses rekrutmen. Karena dengan tes kesehatan perusahaan mengetahui riwayat kesehatan calon karyawan tersebut. Apakah sebelumnya pernah menderita penyakit kronis seperti penyakit Paru, Penyakit Ginjal, Hepatitis, Hipertensi, Penyakit Jantung, dan lain sebagainya. Hal ini sangatlah penting karena saat perusahaan menerima seseorang menjadi karyawan maka perusahaan bertanggung jawab terhadap kesehatannya selama melakukan pekerjaan di perusahaan tersebut (UU No. 1/1970 yang berisi Perusahaan wajib untuk memberikan perlindungan untuk keselamatan dan kesehatan bagi Karyawan yang ada di perusahaannya).
Berikut ini beberapa manfaat tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan, diantaranya :
1. Meningkatkan produktifitas kerja
Agar produktifitas kerja meningkat tentunya harus didukung dengan sumber daya manusianya yang sehat. Dengan melakukan proses tes kesehatan calon karyawan, perusahaan akan yakin bahwa calon karyawan dalam keadaan benar-benar sehat, termasuk tidak mengidap penyakit apapun yang dapat menganggu saat bekerja atau yang dapat menularkan ke rekan kerja yang lain.
2. Menghemat Biaya Kesehatan Karyawan
Memang terlintas biaya tes kesehatan calon Karyawan terkesan mahal. Namun untuk jangka panjang keuntungan dari tes kesehatan calon karyawan sangat menghemat biaya kesehatan karyawan lebih banyak. Contoh kasus seperti ini : di sebuah perusahaan karyawan mereka yang baru direkrut setahun yang lalu sudah sering tidak masuk karena sakit hepatitis B, dan karyawan lain yang di rekrut 2 tahun lalu juga mengalami hal yang sama. dan posisi mereka di level Manajer, tentunya berakibat perusahaan harus menggantikan biaya penggantian kesehatan yang cukup besar. Belum ditambah dengan beban tugas mereka harus digantikan oleh orang lain, dimana jam kerjanya juga harus diperhitungkan, dan itu berarti menambah biaya pegawai. Misal pun pekerja tersebut memaksakan untuk masuk bekerja, maka hasilnya dipastikan tidak optimal, karena kurang bersemangat dalam bekerja. Hal ini tidak akan terjadi apabila sebelum masuk menjadi karyawan telah lulus tes kesehatan calon karyawan.
3. Menghindari tuntutan dari karyawan
Masalah ini muncul ketika misalnya ada seorang karyawan yang baru bekerja beberapa bulan didiagnosa mengalami penyakit Paru. Kemudian karyawan tersebut menyalahkan perusahaan, tempat ia bekerja karena setelah bekerja di sana ia menderita penyakit tersebut (Baca : Waspadai Penyakit Akibat Kerja). Tentunya pihak perusahaan tidak bisa mengelak karena tidak memiliki record kesehatan karyawan sebelum ia bekerja disana. Hal ini tidak akan terjadi jika sebelum karyawan tersebut diterima, harus melakukan tes kesehatan calon karyawan terlebih dahulu. Sehingga perusahaan bisa mengetahui riwayat kesehatan calon karyawannya dan mendeteksi sejak dini akan potensi munculnya berbagai jenis penyakit dikemudian hari.
4. Menambah kepercayaan Calon Karyawan terhadap perusahaan
Dengan mengetahui adanya proses tes kesehatan dalam seleksi karyawan, tentunya para calon karyawan akan semakin yakin dan percaya bahwa perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang bonafid dan menjamin kesejahteraan calon karyawan tersebut apabila diterima nantinya.
Dengan melakukan tes kesehatan calon karyawan, maka perusahaan dapat memilih mana yang tersehat selain kemampuan dan keterampilan lainnya. Lebih baik melakukan tindakan preventive, dari pada menyesal dikemudian hari. Percayakan tes kesehatan calon karyawan di rumah sakit atau laboratorium klinik yang telah berpengalaman dan terpercaya. Semoga artikel manfaat tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan menambah wawasan Anda.
Sabtu, 23 Agustus 2014

Mengenal Tes Fungsi Hati (Bagian II)
Fungsi hati kita membuat beberapa produk, termasuk jenis protein yang disebut sebagai enzim. Produk ini dapat keluar dari hati dan masuk ke aliran darah. Tingkat produk tersebut dapat diukur dalam darah. Berikut ini lanjutan dari artikel mengenal tes fungsi hati
Enzim Hati
ALT adalah enzim yang dibuat dalam sel hati (hepatosit), jadi lebih khusus untuk penyakit hati dibandingkan dengan enzim lain. Umunya peningkatan enzim ALT terjadi apabila ada kerusakan pada selaput sel hati. Setiap jenis peradangan hati dapat menyebabkan peningkatan pada ALT. Peradangan pada hati dapat disebabkan oleh hepatitis virus, beberapa obat, penggunaan alkohol, dan penyakit pada saluran cairan empedu.
AST adalah enzim mitokondria yang juga ditemukan dalam jantung, ginjal dan otak. Jadi tes ini kurang spesifik untuk penyakit hati. Dalam beberapa kasus peradangan hati, peningkatan ALT dan AST akan serupa.
Fosfatasealkali meningkat pada berbagai jenis penyakit hati, tetapi peningkatan ini juga dapat terjadi berhubungan dengan penyakit tidak terkait dengan hati. Fosfatase alkali sebetulnya adalah suatu kumpulan enzim yang serupa, yang dibuat dalam saluran cairan empedu dan selaput dalam hati, tetapi juga ditemukan dalam banyak jaringan lain. Peningkatan fosfatase alkali dapat terjadi bila saluran cairan empedu dihambat karena alasan apa pun. Di antara yang lain, peningkatan pada fosfatase alkali dapat terjadi terkait dengan sirosis dan kanker hati.
GGT sering meningkat pada orang yang memakai alkohol atau zat lain yang beracun pada hati secara berlebihan. Enzim ini dibuat dalam banyak jaringan selain hati. Serupa dengan fosfatase alkali, GGT dapat meningkat dalam darah pasien dengan penyakit saluran cairan empedu. Namun tes GGT sangat peka, dan tingkat GGT dapat tinggi berhubungan dengan hampir semua penyakit hati, bahkan juga pada orang yang sehat. GGT juga dibuat sebagai reaksi pada beberapa obat dan zat, termasuk alkohol, jadi peningkatan GGT kadang kala dapat menunjukkan penggunaan alkohol. Penggunaan pemanis sintetis sebagai pengganti gula, seumpamanya dalam diet soda, dapat meningkatkan GGT.
Produk Hati Lain
Bilirubin merupakan produk utama dari penguraian sel darah merah yang tua. Bilirubin disaring dari darah oleh hati, dan dikeluarkan pada cairan empedu. Sebagaimana hati menjadi semakin rusak, bilirubin total akan meningkat.
Sebagian dari bilirubin total termetabolisme, dan bagian ini disebut sebagai bilirubin langsung. Bila bagian ini meningkat, penyebab biasanya di luar hati. Bila bilirubin langsung adalah rendah sementara bilirubin total tinggi, hal ini menunjukkan kerusakan pada hati atau pada saluran cairan empedu dalam hati.
Bilirubin mengandung bahan pewarna, yang memberi warna pada kotoran. Bila tingkatnya sangat tinggi, kulit dan mata dapat menjadi kuning, yang mengakibatkan gejala ikterus.
Albumin merupakan protein yang mengalir dalam darah. Karena dibuat oleh hati dan dikeluarkan pada darah, albumin adalah tanda yang peka dan petunjuk yang baik terhadap beratnya penyakit hati.
Tingkat albumin dalam darah menunjukkan bahwa hati tidak membuat albumin dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tingkat ini biasanya normal pada penyakit hati yang kronis, sementara meningkat bila ada sirosis atau kerusakan berat pada hati. Ada banyak protein lain yang dibuat oleh hati, namun albumin mudah diukur.
Tes Lanjutan
Bila ada kelainan pada tes fungsi hati, dokter mungkin akan minta tes tambahan, misalnya ultrasound atau biopsi hati. Bila belum dilakukan tes untuk hepatitis virus, kemungkinan kita akan diminta melakukan tes tersebut.(spiritia.or.id)
Enzim Hati
ALT adalah enzim yang dibuat dalam sel hati (hepatosit), jadi lebih khusus untuk penyakit hati dibandingkan dengan enzim lain. Umunya peningkatan enzim ALT terjadi apabila ada kerusakan pada selaput sel hati. Setiap jenis peradangan hati dapat menyebabkan peningkatan pada ALT. Peradangan pada hati dapat disebabkan oleh hepatitis virus, beberapa obat, penggunaan alkohol, dan penyakit pada saluran cairan empedu.
AST adalah enzim mitokondria yang juga ditemukan dalam jantung, ginjal dan otak. Jadi tes ini kurang spesifik untuk penyakit hati. Dalam beberapa kasus peradangan hati, peningkatan ALT dan AST akan serupa.
Fosfatasealkali meningkat pada berbagai jenis penyakit hati, tetapi peningkatan ini juga dapat terjadi berhubungan dengan penyakit tidak terkait dengan hati. Fosfatase alkali sebetulnya adalah suatu kumpulan enzim yang serupa, yang dibuat dalam saluran cairan empedu dan selaput dalam hati, tetapi juga ditemukan dalam banyak jaringan lain. Peningkatan fosfatase alkali dapat terjadi bila saluran cairan empedu dihambat karena alasan apa pun. Di antara yang lain, peningkatan pada fosfatase alkali dapat terjadi terkait dengan sirosis dan kanker hati.
GGT sering meningkat pada orang yang memakai alkohol atau zat lain yang beracun pada hati secara berlebihan. Enzim ini dibuat dalam banyak jaringan selain hati. Serupa dengan fosfatase alkali, GGT dapat meningkat dalam darah pasien dengan penyakit saluran cairan empedu. Namun tes GGT sangat peka, dan tingkat GGT dapat tinggi berhubungan dengan hampir semua penyakit hati, bahkan juga pada orang yang sehat. GGT juga dibuat sebagai reaksi pada beberapa obat dan zat, termasuk alkohol, jadi peningkatan GGT kadang kala dapat menunjukkan penggunaan alkohol. Penggunaan pemanis sintetis sebagai pengganti gula, seumpamanya dalam diet soda, dapat meningkatkan GGT.
Produk Hati Lain
Bilirubin merupakan produk utama dari penguraian sel darah merah yang tua. Bilirubin disaring dari darah oleh hati, dan dikeluarkan pada cairan empedu. Sebagaimana hati menjadi semakin rusak, bilirubin total akan meningkat.
Sebagian dari bilirubin total termetabolisme, dan bagian ini disebut sebagai bilirubin langsung. Bila bagian ini meningkat, penyebab biasanya di luar hati. Bila bilirubin langsung adalah rendah sementara bilirubin total tinggi, hal ini menunjukkan kerusakan pada hati atau pada saluran cairan empedu dalam hati.
Bilirubin mengandung bahan pewarna, yang memberi warna pada kotoran. Bila tingkatnya sangat tinggi, kulit dan mata dapat menjadi kuning, yang mengakibatkan gejala ikterus.
Albumin merupakan protein yang mengalir dalam darah. Karena dibuat oleh hati dan dikeluarkan pada darah, albumin adalah tanda yang peka dan petunjuk yang baik terhadap beratnya penyakit hati.
Tingkat albumin dalam darah menunjukkan bahwa hati tidak membuat albumin dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tingkat ini biasanya normal pada penyakit hati yang kronis, sementara meningkat bila ada sirosis atau kerusakan berat pada hati. Ada banyak protein lain yang dibuat oleh hati, namun albumin mudah diukur.
Tes Lanjutan
Bila ada kelainan pada tes fungsi hati, dokter mungkin akan minta tes tambahan, misalnya ultrasound atau biopsi hati. Bila belum dilakukan tes untuk hepatitis virus, kemungkinan kita akan diminta melakukan tes tersebut.(spiritia.or.id)
Kamis, 21 Agustus 2014

Mengenal Tes Fungsi Hati
Organ hati pada manusia sangat vital dan sangat penting dalam tubuh manusia dan untuk menopang kehidupan. Hati adalah organ kelenjar terbesar dalam tubuh dan melakukan banyak fungsi penting untuk menjaga tubuh dari racun dan zat-zat berbahaya lainnya (Baca : Cara Gampang Detoksifikasi Racun Dalam Tubuh).
Hati merupakan organ vital yang mendukung hampir setiap organ dalam tubuh dalam beberapa segi. Tanpa hati yang sehat, seseorang tidak dapat bertahan hidup sama halnya seperti jantung.
Dalam fungsinya, hati kita membuat beberapa produk, termasuk jenis protein yang disebut sebagai enzim. Produk ini dapat keluar dari hati dan masuk ke aliran darah. Tingkat produk tersebut dapat diukur dalam tes darah.
Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh penyakit dapat memungkinkan produk tersebut masuk ke aliran darah dalam tingkat yang lebih tinggi. Jadi, tes yang mengukur tingkat produk ini, yang disebut sebagai tes fungsi hati (liver function test/LFT), dapat menunjukkan tingkat kerusakan pada hati.
Bila dokter mencurigai kita mempunyai masalah atau penyakit hati, dia akan meminta kita melakukan tes fungsi hati untuk membantu diagnosis. Kemudian, tes fungsi hati dapat dilakukan untuk memantau hati kita, untuk melihat apakah kerusakan dapat menjadi lebih berat atau pun pulih.
Apa yang Diukur dalam Tes Fungsi Hati?
Produk dari organ hati berikut biasanya diukur sebagai bagian dari tes fungsi hati :
Harus ditekankan bahwa nilai ini berbeda tergantung pada alat yang dipakai di laboratorium yang melakukan tes serta cara penggunaannya. Hasil tes laboratorium yang kita terima setelah melakukan tes menunjukkan nilai normal yang berlaku dan berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Jadi bila kita ingin dapat komentar mengenai hasil tes, sebaiknya kita menyebut baik hasil tes maupun nilai normal.
Selain itu, hasil tes juga dapat berubah tergantung pada pukul berapa darah diambil. Sebaiknya contoh darah kita diambil pada jam yang sama setiap kali kita dites fungsi hati, dan juga selalu pada laboratorium yang sama.
Apa Arti Hasil Tes?
Penyakit hati yang berbeda akan menyebabkan kerusakan yang berbeda, dan tes fungsi hati dapat menunjukkan perbedaan ini. Hasil tes fungsi hati dapat memberi gambaran mengenai penyakit apa yang mungkin menyebabkan kerusakan, tetapi tes ini tidak mampu mendiagnosis akibat penyakit hati.
Hasil tes ini juga bermanfaat untuk memantau perjalanan penyakit hati, tetapi sekali lagi, mungkin tidak memberi gambaran yang tepat. Namun biasanya hasil tes fungsi hati memberi gambaran mengenai tingkat peradangan. Untuk pencegahan awal, sebaiknya lakukan medical check up secara rutin. Semoga bermanfaat.(spiritia.or.id;foto:livestrong.com)
Baca juga :
Mengenal Tes Fungsi Hati (Bagian II)
Hati merupakan organ vital yang mendukung hampir setiap organ dalam tubuh dalam beberapa segi. Tanpa hati yang sehat, seseorang tidak dapat bertahan hidup sama halnya seperti jantung.
Dalam fungsinya, hati kita membuat beberapa produk, termasuk jenis protein yang disebut sebagai enzim. Produk ini dapat keluar dari hati dan masuk ke aliran darah. Tingkat produk tersebut dapat diukur dalam tes darah.
Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh penyakit dapat memungkinkan produk tersebut masuk ke aliran darah dalam tingkat yang lebih tinggi. Jadi, tes yang mengukur tingkat produk ini, yang disebut sebagai tes fungsi hati (liver function test/LFT), dapat menunjukkan tingkat kerusakan pada hati.
Bila dokter mencurigai kita mempunyai masalah atau penyakit hati, dia akan meminta kita melakukan tes fungsi hati untuk membantu diagnosis. Kemudian, tes fungsi hati dapat dilakukan untuk memantau hati kita, untuk melihat apakah kerusakan dapat menjadi lebih berat atau pun pulih.
Apa yang Diukur dalam Tes Fungsi Hati?
Produk dari organ hati berikut biasanya diukur sebagai bagian dari tes fungsi hati :
- ALT (alanin aminotransferase), dahulu dikenal sebagai SGPT (serum glutamik piruvik transaminase)
- AST (aspartat aminotransferase), dahulu dikenal sebagai SGOT (serum glutamik oksaloasetik transaminase)
- Fosfatase alkali
- GGT (gamma-glutamil transpeptidase, atau gamma GT)
- Bilirubin
- Albumin
Harus ditekankan bahwa nilai ini berbeda tergantung pada alat yang dipakai di laboratorium yang melakukan tes serta cara penggunaannya. Hasil tes laboratorium yang kita terima setelah melakukan tes menunjukkan nilai normal yang berlaku dan berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Jadi bila kita ingin dapat komentar mengenai hasil tes, sebaiknya kita menyebut baik hasil tes maupun nilai normal.
Selain itu, hasil tes juga dapat berubah tergantung pada pukul berapa darah diambil. Sebaiknya contoh darah kita diambil pada jam yang sama setiap kali kita dites fungsi hati, dan juga selalu pada laboratorium yang sama.
Apa Arti Hasil Tes?
Penyakit hati yang berbeda akan menyebabkan kerusakan yang berbeda, dan tes fungsi hati dapat menunjukkan perbedaan ini. Hasil tes fungsi hati dapat memberi gambaran mengenai penyakit apa yang mungkin menyebabkan kerusakan, tetapi tes ini tidak mampu mendiagnosis akibat penyakit hati.
Hasil tes ini juga bermanfaat untuk memantau perjalanan penyakit hati, tetapi sekali lagi, mungkin tidak memberi gambaran yang tepat. Namun biasanya hasil tes fungsi hati memberi gambaran mengenai tingkat peradangan. Untuk pencegahan awal, sebaiknya lakukan medical check up secara rutin. Semoga bermanfaat.(spiritia.or.id;foto:livestrong.com)
Baca juga :
Mengenal Tes Fungsi Hati (Bagian II)
Selasa, 19 Agustus 2014

Manfaat Tes Darah, dari Deteksi Kanker Hingga Kematian
Para ilmuwan dan peneliti sejak lama mengakui bahwa tes darah sebagai salah satu prosedur yang paling bermanfaat bagi manusia, di samping tes urin atau air seni. Salah satu fungsi utamanya adalah untuk mengecek kadar glukosa dalam tubuh agar seseorang terhindar dari efek samping sakit gula.
Selain itu ternyata tes darah juga memiliki kegunaan lain yang mungkin tak pernah diduga-duga sebelumnya. Kegunaan seperti apa yang dimaksud? Berikut ini manfaat tes darah, dari mendeteksi kanker hingga mengetahui kematian seperti dirangkum detikHealth.
1. Mendeteksi 14 jenis kanker
Risiko kanker memang dapat diprediksi dengan tes darah, namun belum semua jenis kanker bisa diketahui dari tes sederhana ini. Tapi tim peneliti dari Arizona State University berhasil mengembangkan tes darah yang dapat mendeteksi 14 jenis kanker yang berbeda, mulai dari kanker paru hingga prostat.
Menurut peneliti, di dalam darah manusia ada 'immunosignature' yang tak ubahnya sidik jari. Bedanya, 'immunosignature' membedakan penyakit yang diidap satu orang dengan lainnya.
Ketua tim peneliti, Prof Phillip Stafford bahkan mengklaim tes darah yang dikembangkan timnya dari Biodesign Institute, Arizona State University ini memiliki tingkat akurasi hingga mencapai 98 persen.
2. Bunuh diri
Menurut Zachary Kaminsky dari Johns Hopkins University's School of Medicine, dari tes darah dokter bisa mengamati gerak-gerik dari gen yang disebut dengan SKA2. Gen ini bertugas membantu otak dalam mengatur tingkat stres yang dirasakan seseorang, termasuk mengontrol pikiran negatif dan perilaku impulsif.
"Bila gennya ini abnormal, maka orang yang bersangkutan lebih kesulitan dalam merespons stres, sehingga ada kemungkinan terpikir atau mencoba bunuh diri. Dengan adanya tes ini, kami merasa mampu mencegahnya untuk benar-benar bunuh diri, atau setidaknya melakukan intervensi dini," katanya. Konon tingkat akurasi tes ini mencapai 80 persen.
3. Alzheimer
Penurunan kognitif sejatinya pasti terjadi, namun setidaknya orang-orang yang kemungkinan terkena Alzheimer sudah bisa dicek hanya dengan menggunakan tes darah. Tak tanggung-tanggung, tingkat akurasinya diklaim mencapai 87 persen.
Tim peneliti dari University of Oxford mengaku tes ini dapat mendeteksi pengendapan protein tertentu dalam darah yang selama ini dipercaya dapat menjadi penanda adanya gangguan kognitif ringan pada orang-orang paruh baya atau lansia. Padahal penderita gangguan kognitif ringan dini berisiko terkena Alzheimer setahun setelah gangguan tersebut menyerangnya.
4. Kelahiran prematur
Menurut sejumlah studi, lima persen wanita hamil yang mengalami kontraksi dini diprediksi akan melahirkan secara prematur dalam kurun 10 hari pasca kontraksi. Hanya saja belum ada metode yang bisa memastikan apakah wanita yang kontraksi itu pasti melahirkan secara prematur atau kontraksinya akan hilang dengan sendirinya.
Untuk itu tim peneliti dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute, Mount Sinai Hospital Toronto membuat tes darah yang diklaim dapat memberikan prediksi tersebut.
"Dari data terindikasi bahwa ada sebuah penanda yang terkandung dalam darah si bumil yang 'terancam' melahirkan secara prematur, yang ternyata dapat dipakai untuk memprediksi apakah ia akan benar-benar melahirkan atau tidak," tegas salah satu peneliti, Prof Stephen Lye.
5. Stroke
Biasanya stroke baru bisa terdeteksi lewat hasil pencitraan otak alias CT scan dan MRI. Akan tetapi tim peneliti dari Penn State College of Medicine, Hershey menemukan stroke iskemik atau jenis stroke yang paling sering ditemukan, dapat diprediksi dengan tes darah.
"Ternyata ketika aliran darah ke otak terganggu (akibat stroke), otak akan melepaskan salah satu senyawa kimianya yang disebut glutamat dengan cepat ke aliran darah," ujar peneliti Kerstin Betterman, MD, PhD.
Saat riset berlangsung, peneliti juga telah memastikan apakah partisipan benar-benar terserang stroke atau tidak dengan CT can dan MRI. Dan ternyata setelah satu jam, kadar glutamat mulai meningkat pada pasien yang mengalami stroke.
"Ada perbedaan kadar glutamat yang signifikan antara pasien stroke iskemik dengan kelompok lainnya," kata Bettermann.
6. Kematian
Tak ada yang tahu kapan manusia akan mengalami kematian, kecuali Tuhan. Namun ada saja manusia yang iseng mencari cara untuk memprediksi kapan ia akan mati. Konon salah satu penanda kematian ini ada di dalam aliran darah.
Dalam jurnal PLoS Medicine dilaporkan bahwa tim peneliti berhasil menemukan empat biomarker yang menjadi indikator kematian seseorang. Keempatnya dikatakan memiliki hubungan yang erat dengan faktor-faktor yang biasa menyebabkan penyakit kronis seperti jantung atau kanker.
Untuk mempermudah penghitungannya, peneliti juga menciptakan indeks dari keempat biomaker ini. Dan barangsiapa yang keempat biomarkernya berada dalam indeks tertentu, ia memiliki kemungkinan 19 kali lebih besar untuk meninggal dunia dalam kurun lima tahun setelah sampel darahnya diambil.
Semaga artikel manfaat tes darah dari deteksi kanker hingga kematian bermanfaat. Tetap jaga kesehatan dengan gaya hidup sehat dari sekarang.
Selain itu ternyata tes darah juga memiliki kegunaan lain yang mungkin tak pernah diduga-duga sebelumnya. Kegunaan seperti apa yang dimaksud? Berikut ini manfaat tes darah, dari mendeteksi kanker hingga mengetahui kematian seperti dirangkum detikHealth.
1. Mendeteksi 14 jenis kanker
Risiko kanker memang dapat diprediksi dengan tes darah, namun belum semua jenis kanker bisa diketahui dari tes sederhana ini. Tapi tim peneliti dari Arizona State University berhasil mengembangkan tes darah yang dapat mendeteksi 14 jenis kanker yang berbeda, mulai dari kanker paru hingga prostat.
Menurut peneliti, di dalam darah manusia ada 'immunosignature' yang tak ubahnya sidik jari. Bedanya, 'immunosignature' membedakan penyakit yang diidap satu orang dengan lainnya.
Ketua tim peneliti, Prof Phillip Stafford bahkan mengklaim tes darah yang dikembangkan timnya dari Biodesign Institute, Arizona State University ini memiliki tingkat akurasi hingga mencapai 98 persen.
2. Bunuh diri
Menurut Zachary Kaminsky dari Johns Hopkins University's School of Medicine, dari tes darah dokter bisa mengamati gerak-gerik dari gen yang disebut dengan SKA2. Gen ini bertugas membantu otak dalam mengatur tingkat stres yang dirasakan seseorang, termasuk mengontrol pikiran negatif dan perilaku impulsif.
"Bila gennya ini abnormal, maka orang yang bersangkutan lebih kesulitan dalam merespons stres, sehingga ada kemungkinan terpikir atau mencoba bunuh diri. Dengan adanya tes ini, kami merasa mampu mencegahnya untuk benar-benar bunuh diri, atau setidaknya melakukan intervensi dini," katanya. Konon tingkat akurasi tes ini mencapai 80 persen.
3. Alzheimer
Penurunan kognitif sejatinya pasti terjadi, namun setidaknya orang-orang yang kemungkinan terkena Alzheimer sudah bisa dicek hanya dengan menggunakan tes darah. Tak tanggung-tanggung, tingkat akurasinya diklaim mencapai 87 persen.
Tim peneliti dari University of Oxford mengaku tes ini dapat mendeteksi pengendapan protein tertentu dalam darah yang selama ini dipercaya dapat menjadi penanda adanya gangguan kognitif ringan pada orang-orang paruh baya atau lansia. Padahal penderita gangguan kognitif ringan dini berisiko terkena Alzheimer setahun setelah gangguan tersebut menyerangnya.
4. Kelahiran prematur
Menurut sejumlah studi, lima persen wanita hamil yang mengalami kontraksi dini diprediksi akan melahirkan secara prematur dalam kurun 10 hari pasca kontraksi. Hanya saja belum ada metode yang bisa memastikan apakah wanita yang kontraksi itu pasti melahirkan secara prematur atau kontraksinya akan hilang dengan sendirinya.
Untuk itu tim peneliti dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute, Mount Sinai Hospital Toronto membuat tes darah yang diklaim dapat memberikan prediksi tersebut.
"Dari data terindikasi bahwa ada sebuah penanda yang terkandung dalam darah si bumil yang 'terancam' melahirkan secara prematur, yang ternyata dapat dipakai untuk memprediksi apakah ia akan benar-benar melahirkan atau tidak," tegas salah satu peneliti, Prof Stephen Lye.
5. Stroke
Biasanya stroke baru bisa terdeteksi lewat hasil pencitraan otak alias CT scan dan MRI. Akan tetapi tim peneliti dari Penn State College of Medicine, Hershey menemukan stroke iskemik atau jenis stroke yang paling sering ditemukan, dapat diprediksi dengan tes darah.
"Ternyata ketika aliran darah ke otak terganggu (akibat stroke), otak akan melepaskan salah satu senyawa kimianya yang disebut glutamat dengan cepat ke aliran darah," ujar peneliti Kerstin Betterman, MD, PhD.
Saat riset berlangsung, peneliti juga telah memastikan apakah partisipan benar-benar terserang stroke atau tidak dengan CT can dan MRI. Dan ternyata setelah satu jam, kadar glutamat mulai meningkat pada pasien yang mengalami stroke.
"Ada perbedaan kadar glutamat yang signifikan antara pasien stroke iskemik dengan kelompok lainnya," kata Bettermann.
6. Kematian
Tak ada yang tahu kapan manusia akan mengalami kematian, kecuali Tuhan. Namun ada saja manusia yang iseng mencari cara untuk memprediksi kapan ia akan mati. Konon salah satu penanda kematian ini ada di dalam aliran darah.
Dalam jurnal PLoS Medicine dilaporkan bahwa tim peneliti berhasil menemukan empat biomarker yang menjadi indikator kematian seseorang. Keempatnya dikatakan memiliki hubungan yang erat dengan faktor-faktor yang biasa menyebabkan penyakit kronis seperti jantung atau kanker.
Untuk mempermudah penghitungannya, peneliti juga menciptakan indeks dari keempat biomaker ini. Dan barangsiapa yang keempat biomarkernya berada dalam indeks tertentu, ia memiliki kemungkinan 19 kali lebih besar untuk meninggal dunia dalam kurun lima tahun setelah sampel darahnya diambil.
Semaga artikel manfaat tes darah dari deteksi kanker hingga kematian bermanfaat. Tetap jaga kesehatan dengan gaya hidup sehat dari sekarang.
Kamis, 31 Juli 2014
Kedepan Tes Darah Bisa untuk Deteksi Kanker
Para peneliti dari Inggris menyebutkan, mereka sedang mengembangkan tes darah "universal" untuk mendeteksi kanker. Sehingga kelak kita dapat mengetahui apakah berisiko menderita kanker atau tidak semudah memeriksa golongan darah.
Sejauh ini, tes yang dikembangkan oleh tim dari Universitas Bradford ini cukup sensitif pada genome limfosit pada pasien yang kanker kulit melanoma, kanker paru, dan kanker kolon. Mereka mengklaim tes ini bisa mengenali kondisi prakanker dengan akurasi tinggi.
Tes ini menggunakan panjang gelombang spesifik terhadap sinar ultraviolet untuk mengukur kerusakan sel darah putih, yang merupakan pertanda infeksi. "Sel darah putih adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh alami. Kita bisa mengetahui jika merasa sedang melawan kanker atau penyakit lain. Karena itu kami mencoba mengeksposnya dengan sinar UVA untuk mengetahui kerusakannya," kata Diana Anderson, peneliti.
Tim peneliti ini mengambil contoh sel darah putih 208 individu, termasuk pasien kanker, pasien dengan kondisi prakanker, dan orang sehat. Kemudian sel darah putih itu dipaparkan ke sinar UVA. Ternyata para peneliti bisa melihat perbedaan kerusakan jelas antara sel kanker dengan sel sehat, orang yang menderita kanker memiliki DNA yang gampang rusak karena sinar ultraviolet dibanding orang yang sehat. Sehingga alat uji ini menunjukkan sensitivitas kerusakan DNA pada sel.
Tes darah ini memang baru pada tahap awal dan tim peneliti masih mengembangkannya untuk berbagai tipe kanker lainnya. Meski begitu, penggunaan sinar ultraviolet cukup menunjukkan sebagai alat pendeteksi kanker karena murah dan bersifat invasif.
Pengujian lebih lanjut terhadap populasi yang lebih luas juga diperlukan untuk mengetahui apakah alat deteksi tersebut benar-benar bisa dipakai. (www.huffingtonpost.com/kompas.com)
Selasa, 03 Desember 2013

Tak Perlu Takut Pemeriksaan Laboratorium, Ini Alasan dan Manfaatnya
Pernahkah anda periksa ke dokter dan setelah itu mendapat surat pengantar pemeriksaan laboratorium? tentunya anda akan bertanya-tanya bahkan sedikit kesal, kok masih ada pemeriksaan laboratorium segala.
Tentu ada alasannya dokter memberikan tambahan pemeriksaan laboratorium. Para dokter memilih dan mengevaluasi uji-uji laboratorium dalam perawatan pasien sekurang-kurangnya satu dari alasan-alasan berikut ini:
1. Untuk menunjang diagnosis klinis
2. Untuk menyingkirkan kemungkinan suatu diagnosis atau penyakit
3. Untuk digunakan sebagai pedoman terapi atau manajemen
4. Untuk digunakan sebagai panduan prognosis
5. Untuk mendeteksi suatu penyakit (uji saring)
Dalam diagnosis penyakit kadang-kadang tidaklah mudah, terutama pada permulaan penyakit, gejala klinis penyebabnya masih berupa kemungkinan, meski dokter biasanya dapat menetapkan kemungkinan yang paling tinggi. Karena itu, pada tahap permulaan dokter tidak selalu dapat menentukan diagnosis penyakit. Diperlukan data-data tambahan dari pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lain.
Dari lima hal di atas dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan laboratorium memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut:
- Skrining atau uji saring adanya penyakit subklinis, dengan tujuan menentukan resiko terhadap suatu penyakit dan mendeteksi dini penyakit terutama bagi individu beresiko tinggi (walaupun tidak ada gejala atau keluhan).
- Konfirmasi pasti diagnosis, yaitu untuk memastikan penyakit yang diderita seseorang, berkaitan dengan penanganan yang akan diberikan dokter serta berkaitan erat dengan komplikasi yang mungkin saja dapat terjadi
- Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis
- Membantu pemantauan pengobatan
- Menyediakan informasi prognosis atau perjalanan penyakit, yaitu untuk memprediksi perjalanan penyakit dan berkaitan dengan terapi dan pengelolaan pasien selanjutnya
- Memantau perkembangan penyakit, yaitu untuk memantau perkembangan penyakit dan memantau efektivitas terapi yang dilakukan agar dapat meminimalkan komplikasi yang dapat terjadi. Pemantauan ini sebaiknya dilakukan secara berkala.
- Mengetahui ada tidaknya kelainan atau penyakit yang banyak dijumpai dan potensial membahayakan
- Memberi ketenangan baik pada pasien maupun klinisi karena tidak didapati penyakit.
Menyimak alasan dan manfaatnya diatas, tentunya anda tidak perlu khawatir lagi mengenai pemeriksaan laboratorium. Selalu jaga kesehatan anda.
Update :
Cek Kesehatan Wajib untuk Para Ibu
8 Pemeriksaan Laboratorium yang Penting Selama Kehamilan
Tips Cek Kesehatan Agar Optimal
Sabtu, 30 November 2013

Kurangi Diskriminasi, Tes HIV Kini Bisa Dilakukan di Tempat Kerja
Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang akan jatuh pada tanggal 1 Desember tahun ini, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi memaparkan program pencegahan penularan HIV di kalangan pekerja. Program yang juga didukung oleh organisasi internasional seperti International Labour Organization (ILO) dan The Joint United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS) ini bernama VCT at Work.
Wakil direktur ILO Michiko Miyamoto dalam acara Konferensi Pers Hari AIDS Sedunia yang bertempat di sekretariat Komite Penanggulangan AIDS Nasional, Wisma Sirca, Jl. Johar, Menteng Jakarta Pusat Sabtu (30/11/2013).mengungkapkan program yang baru dikenalkan secara global pada Juni tahun lalu ini selain bertujuan untuk mencegah penularan HIV pada pekerja juga mempunyai tujuan untuk menghapus diskriminasi pada pekerja pengidap HIV. Saat ini, pengidap HIV yang bekerja kerap kali merasakan diskriminasi. Sehingga masalah ini bukan lagi hanya masalah kesehatan, namun juga merupakan kemanusiaan dan HAM
Dalam program ini proses tesnya sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Para petugas tes akan datang ke kantor atau perusahaan-perusahaan. Setelah itu, para pekerja akan diambil darahnya satu persatu. Namun, prosesnya harus dilakukan tanpa paksaan dari atasan, dan seluruh hasil dari tes ini tidak akan dipublikasikan. Hasil tes serta isi materi konseling bersifat confidential.
Mudji Handaya selaku Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa pihaknya pun turut membantu agar pelaksaan VCT at Work dapat berjalan maksimal. Ia juga menambahkan kalau pihaknya telah memaksimakan fungsi media sebagai sarana penyebaran informasi tentang HIV dan AIDS. Talkshow di Televisi dan radio merupakan salah satu contoh upayanya. Selain itu ia juga berinisiatif menggelar CEO forum yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pemilik perusahaan tentang pekerja pengidap HIV yang membutuhkan perawatan.
Data temuan GLobal Report UNAIDS 2013 memperkirakan sebanyak 34 juta orang di dunia mengidap HIV. Indonesia adalah salah satu dari 9 negara yang mengalami peningkatan kasus HIV untuk kelompok usia produktif (15-45 tahun).
Sabtu, 16 November 2013

Kedepan,Diabetesi Tak Perlu Lagi Tusuk Jari
Bagi para diabetesi, mengontrol kadar gula darah dengan menusuk jarum jari tentunya menyakitkan, kedepannya hal ini tidak perlu dilakukan lai. Para peneliti di Western England University tengah mengembangkan sebuah alat baru bernama "breathalyzer". Alat tersebut memungkinkan suatu hari nanti diabetesi mengontrol gula darah mereka dengan cara yang lebih tidak menyakitkan.
Diabetes merupakan penyakit yang penderitanyaa cukup tinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Di Amerika Serikat, menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC), diabetes dialami oleh kira-kira 26 juta orang. Saat ini, pengelolaan diabetes umumnya dilakukan dengan selalu mengontrol kadar gula darah dengan menusuk jarum jari pasien, dan dianalisis dengan alat. Dalam sehari, prosedur tersebut dilakukan beberapa kali. Meskipun tidak terlalu menyakitkan, sering kali prosedur tersebut tetap menyulitkan pasien.
Menurut Ronny Priefer, profesor kimia medis di Western New England University, prosedur tusuk jarum perlu dilakukan enam hingga tujuh kali dalam sehari. Menurut dia, hal itu bisa berdampak pada kepatuhan pasien dalam melakukannya. Padahal prosedur tersebut penting dalam hal mengelola penyakit diabetes.
Priefer dan timnya pun melakukan penelitian untuk menemukan metode pengecekan gula darah yang lebih mudah dan tidak menyakitkan. Dengan dasar adanya keterkaitan antara glukosa darah dan kadar aseton dalam napas seseorang, maka mereka mengembangkan alat "breathalyzer" yang menggunakan lembaran yang terdiri dari dua polimer, baik dalam merespons aseton.
Kendati teknologi serupa sedang dikembangkan, tetapi versi Priefer diklaim sebagai yang paling murah dan paling efektif. Khususnya, karena alat tersebut dapat mengimbangi kelembaban napas yang tidak dapat dilakukan alat lainnya.
Ke depannya, Priefer berharap untuk segera melakukan uji klinis alat tersebut pada diabetesi sehingga di tahun 2014 atau 2015 alat tersebut sudah mampu digunakan secara luas. Priefer menjelaskan, untuk membuat alat tersebut menunjukkan hasil yang akurat, maka pada awal penggunaan, alat harus dikalibrasi dengan sampel darah yang didapat dari tusuk jari. Selain itu, memakan apel atau merokok 10 menit sebelumnya juga bisa memengaruhi pembacaan alat.
simber : health.kompas.com
simber : health.kompas.com
Langganan:
Komentar (Atom)