Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Pria. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

5 Tes Laboratorium untuk Mengetahui Kesuburan Pria

tes-laboratorium-mengetahui-kesuburan-pria

Infertilitas atau ketidaksuburan merupakan kondisi ketidakmampuan pasutri untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur selama 1-2 tahun.

Faktor utama pemicu sebagian besar kasus infertilitas yang terjadi pada pria saat ini adalah gaya hidup dan lingkungan. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh pada fungsi reproduksi pria atau sperma, seperti misalnya pola makan, obesitas, polusi udara atau paparan zat beracun, kebiasaan minum alkohol dan merokok, banyak duduk berjam-jam karena pekerjaan, dan bersinggungan dengan radiasi tinggi, serta kebiasaan memangku laptop.

Faktor lain yang bisa menjadi penyebab infertilitas pada pria, yaitu genetik, usia, gangguan hormon, kelainan organ reproduksi, penyakit infeksi, dan penyakit tertentu lainnya. Mengetahui penyebab infertilitas pada pria sangat perlu untuk dapat segera mengatasi kondisi sulit mendapatkan keturunan. Infertilitas memang tidak menyebabkan kematian, namun bila tidak kunjung teratasi bisa menjadi hubungan dalam keluarga tidak harmonis.

Untuk mengetahui pria subur atau tidak dapat diketahui dengan melalui pemeriksaan riwayat medis dan fisik oleh dokter, dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium. Berikut ini tes laboratorium yang umumnya dilakukan untuk mengetahui kesuburan pria :

1. Analisa sperma
Pemeriksaan sperma merupakan bagian utama yang harus dijalankan. Pada analisa sperma, ada tiga hal yang diperiksa untuk mengevaluasi fertilitas atau kesuburan pria adalah jumlah, kualitas gerakan dan bentuk sperma.

Pemeriksaan analisa sperma diperlukan persiapan khusus sebelumnya, yaitu tidak boleh mengalami ejakulasi, baik melalui aktivitas seksual, masturbasi atau pun pengeluaran sperma pada saat mimpi dalam waktu 2-7 hari sebelum pemeriksaan. Hal ini wajib dipatuhi karena akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas sperma.

2. Urinalisis
Pemeriksaan urin lengkap paska ejakulasi dilakukan untuk menunjang dugaan retrogade ejaculation, yaitu suatu keadaan kelainan pada saluran keluarnya sperma yang mengakibatkan sperma tidak keluar sebagaimana mestinya, melainkan masuk dan keluar melalui saluran kemih.
 
3. Folicle stimulating hormone (FSH)
Folicle stimulating hormone (FSH) diproduksi oleh kelenjar pituitari, organ berukuran anggur yang ditemukan pada dasar otak. Pada pria, FSH menstimulasi testis untuk memproduksi sperma yang matang. Kadar FSH relatif konstan setelah masa remaja atau pubertas.

Pemeriksaan FSH kerap kali dilakukan bersama dengan pemeriksaan hormon lain yaitu luteinizing hormone (LH) untuk evaluasi infertilitas pada pria. Pengukuran kadar FSH berguna untuk menentukan penyebab jumlah sperma yang sedikit pada pria.

4. Luteinizing hormone (LH)
Sama seperti FSH, luteinizing hormone (LH) juga diproduksi oleh kelenjar pituitari dan kadarnya relatif konstan setelah masa remaja atau pubertas. LH pada pria akan merangsang tipe sel tertentu (sel Leydig) dalam testis untuk memproduksi testosteron.

Pemeriksaan FSH juga kerap kali dilakukan bersama dengan pemeriksaan hormon lain yaitu luteinizing hormone (LH) untuk evaluasi infertilitas pada pria. Pengukuran kadar LH berguna untuk diagnosis penyakit pituitasri atau penyakit terkait testis.

5. Prolaktin
Prolaktin adalah hormon yang diproduksi oleh bagian depan dari kelenjar pituitari. Secara normal, prolaktin terdapat dalam jumlah yang sedikit pada pria dan wanita tidak hamil. Hormon prolaktin memiliki peran utama pada proses laktasi (produksi ASI).

Pemeriksaan prolaktin bersama dengan pemeriksaan hormon lain dapat digunakan untuk membantu diagnosis infertilitas dan disfungsi ereksi pada pria. Peningkatan kadar prolaktin pada pria dapat menyebabkan penurunan libido dan fungsi seksual atau kemandulan secara bertahap.

Dalam periode 24 jam kadar prolaktin bervariasi, meningkat selama tidur dan mencapai puncak pada pagi hari. Secara ideal, sampel darah untuk pemeriksaan prolaktin sebaiknya diambil segera setelah bangun tidur di pagi hari dan beristirahat tenang selama 30 menit sebelumnya, atau sesuai dengan petunjuk dokter.

Pemeriksaan infertilitas bagi pria lebih mudah, tidak menyakitkan, dan biayanya lebih terjangkau dibandingkan pemeriksaan untuk wanita. Ketika satu pasutri mengalami kesulitan mendapatkan keturunan, lebih baik bila pihak pria yang melakukan pemeriksaan inertilitas terlebih dahulu.
Read More

Jumat, 09 Oktober 2015

Agar Pria Panjang Usia Lakukan 7 Pemeriksaan Kesehatan Ini!

pemeriksaan-kesehatan-untuk-pria

Beberapa penyakit memang tanpa gejala pada stadium awalnya, bahkan ketika gejala muncul, bisa jadi kondisi telah memburuk atau sudah stadium lanjut. Pemeriksaan kesehatan rutin adalah cara yang sangat baik untuk mencegah berbagai penyakit.

Banyak pria yang tidak terlalu memperhatikan kondisi kesehatan mereka. Seringkali mereka meremehkan serangkaian gejala atau gangguan kesehatan. Padahal gejala tersebut merupakan tanda awal mula munculnya penyakit kronis. Anda perlu menjalaninya agar terhindar dari beragam penyakit fatal yang dapat menurunkan kualitas hidup, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Berikut ini tujuh jenis pemeriksaan kesehatan bagi pria agar panjang usia yang perlu Anda lakukan dengan teratur.

1. Tes kolesterol/lipoprotein

Kolesterol merupakan jenis lemak atau lemak protein yang dapat menyumbat pembuluh darah. Kolesterol ada dua macam, yakni HDL atau Kolesterol baik dan LDL atau Kolesterol jahat. Yang bisa membahayakan jantung adalah LDL.(Baca : Mengenal Perbedaan HDL, LDL, & Trigliserida)

Lakukan tes ini mulai usia 20 tahun dan ulangi setiap lima tahun sekali, kecuali ada perintah berbeda dari dokter. Mengetahui sejak awal berapa kadar kolesterol Anda, merupakan langkah awal pencegahan penyakit jantung.

2. Tes tekanan darah

Meski tes kesehatan ini sederhana, tetapi memeriksa tekanan darah secara teratur adalah salah satu hal penting yang dapat  melindungi kesehatan Anda sekarang dan di masa depan. Satu dari lima pria dewasa yang pernah memeriksakan tekanan darahnya, tercatat berisiko mengidap hipertensi.

Bila hasil pemeriksaan tekanan darah Anda mencapai 140/90, artinya Anda harus hati-hati. Kurangi makanan berlemak dan perbanyak olahraga serta jauhi stres. Tekanan darah yang normal adalah 120/80. Lakukan tes ini mulai kapan saja. Jika gaya hidup Anda berisiko tinggi, lakukan pemeriksaan sedini mungkin.

3. Tes kadar gula darah atau diabetes

Lakukan tes kesehatan ini mulai usia 45 tahun jika gaya dan riwayat hidup Anda tidak berisiko tinggi diabetes. Jika faktor risiko yang Anda miliki tinggi, misalnya ada riwayat keluarga dari pihak ayah atau ibu mengidap diabetes atau Anda kelebihan berat badan, lakukan pemeriksaan di usia yang lebih awal. Ulangi pemeriksaan ini setiap tiga tahun sekali.(Baca : 8 Fakta Bahaya Diabetes untuk Pria!!)

4. Tes kepadatan tulang

Osteoporosis menimpa hampir 10 juta orang setiap tahun, menurut National Osteoporosis Foundation. Survei menunjukkan bahwa laki-laki melihat osteoporosis sebagai "penyakit wanita",  tapi ini adalah anggapan yang salah. Setelah usia 50, 6% pria mengalami patah tulang pinggul dan 5% mengalami patah tulang belakang akibat tulang keropos (Baca : Penyakit Berbahaya yang Paling Sering Diderita Wanita).

Lakukan tes kepadatan tulang mulai umur 65 tahun jika Anda berberat badan ideal, tidak pernah mengalami patah tulang sebelumnya dan tidak pernah mengonsumsi obat yang mengandung kortikosteroid. Jika Anda terlalu kurus atau gemuk, pernah patah tulang dan mengonsumsi kortikosteroid, lakukan pemeriksaan kapan saja sesegera mungkin. Ulangi pemeriksaan setiap lima tahun sekali.

5. Tes tiroid

Tiroid merupakan kelenjar kecil di leher yang bertugas mengatur tingkat metabolisme tubuh Anda. Jika tiroid Anda terlalu aktif atau hipertiroid, tingkat metabolisme Anda akan sangat cepat melewati batas normal. Gejala hipertiroid antara lain adalah insomnia, penurunan berat badan, dan denyut nadi yang terlalu aktif. Jika kelenjar tiroid yang terlalu lamban atau biasa disebut hipotiroid, metabolisme tubuh akan berjalan sangat lambat. Gejala hipotiroid adalah sering merasa kelelahan, sembelit, dan berat badan terus naik.

Pada pria, hipotiroid dapat menyebabkan beberapa efek samping yang menjengkelkan, seperti disfungsi ereksi, gairah seks yang rendah, dan masalah ejakulasi.

Lakukan tes ini mulai usia 35 tahun dan ulangi setiap satu tahun sekali, demikian anjuran dari American Thyroid Association. Beberapa dokter tidak menganggap perlu pemeriksaan tiroid di usia pertengahan. Namun semua dokter sepakat, begitu usia Anda masuk kepala enam, tes ini harusnya dilakukan setahun sekali.

6. Tes kanker testis

Kanker testis jarang terjadi, biasanya kebanyakan penderitanya berusia antara 15 sampai 34 tahun. Deteksi kanker testis bisa dilakukan oleh dokter atau secara mandiri, dengan meraba testis menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mencari kemungkinan adanya benjolan tak wajar di dalam testis. Dengan deteksi dini, kemungkinan seorang pria untuk terhindar dari kanker testis naik hingga 90%.

7. Tes kanker prostat

Jenis kanker ini yang paling umum terjadi pada pria. Pemeriksaan dini kanker prostat dilakukan dengan dua cara, pemeriksaan rektal digital dan PSA. PSA dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya antigen prostat-spesifik. Pemeriksaan rektal digital dilakukan dengan cara memasukkan jari lewat dubur ke arah kelenjar prostat dan pemeriksaan tes darah untuk mengukur antigen prostat yang spesifik.

American Cancer Society merekomendasikan Anda melakukan pemeriksaan ini mulai usia 50 tahun. Jika Anda merasakan ada gejala seperti sulit buang air kecil, segera lakukan pemeriksaan tanpa memandang usia. Ulangi pemeriksaan setiap setahun sekali.(kompas.com)
Read More

Kamis, 25 Desember 2014

6 Gangguan Kesehatan yang Sering Diremehkan para Pria

gangguan-kesehatan-yang-diremehkan-pria
Banyak pria yang tidak terlalu memperhatikan kondisi kesehatan mereka. Seringkali mereka meremehkan serangkaian gejala atau gangguan kesehatan. Padahal gejala tersebut merupakan tanda awal mula munculnya penyakit kronis.
Terkait : Hati-hati! Sekarang Penyakit Kronis Bisa Menyerang di Usia Muda

Berikut ini 6 gangguan kesehatan yang sering diremehkan oleh pria seperti dilansir dari indiatimes.com.

Nyeri dada
Banyak pria menganggap bahwa nyeri di dada berhubungan dengan serangan jantung. Namun ada beberapa kondisi kesehatan lainnya yang bisa menimbulkan nyeri dada seperti pneumonia, asma, atau bahkan naiknya asam lambung. Dengan meningkatnya stres dan kebiasaan makan yang tidak sehat, maka asam lambung akan naik dan bisa menyebabkan nyeri di dada.
Terkait : Jangan Anggap Remeh 7 Rasa Nyeri Ini!

Sesak napas
Selain nyeri di dada, gangguan kesehatan yang sering diremehkan pria yaitu sesak napas. Gangguan kesehatan ini yang paling umum dialami bagi pria. Hal ini bisa menunjukkan bahwa ada yang salah dengan sistem kardiovaskular Anda dan munculnya penyakit paru-paru.

Kelelahan
Jika Anda sering mengalami kelelahan dan tidak bisa dihilangkan dengan tidur atau beristirahat, bisa jadi Anda mengalami masalah kesehatan fisik atau psikologis yang serius. Beberapa penyakit kronis yang bisa membuat lelah adalah kanker, gagal jantung, diabetes, atau penyakit ginjal.
Terkait : Lakukan Cek Gula Darah Berkala Bila Memiliki Faktor Risiko Ini!

Depresi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria lebih rentan stres daripada wanita. Sebab mereka sulit untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan, sementara wanita sendiri bisa tertawa atau menangis jika perasaan mereka sedang tidak nyaman. Penumpukan dari rasa depresi ini dapat mengganggu seluruh fungsi tubuh. Kemampuan otak menjadi menurun yang akhirnya merusak fungsi anggota tubuh lainnya.
Terkait : 10 Kebiasaan Buruk yang Membunuh Kecerdasan Otak

Mudah lupa
Mudah lupa merupakan hal yang sering terjadi pada pria dan wanita. Namun berhati-hatilah ketika sifat mudah lupa yang Anda miliki semakin menggawat. Kemungkinan ini bisa menunjukkan masalah serius seperti penyakit Alzheimer, tumor otak, kerusakan otak, dan peradangan di otak.
Terkait : Manfaat Membaca untuk Kesehatan Tubuh

Gangguan kencing
Pria juga terkadang juga mengalami masalah genital yang berujung dengan gangguan kencing yang sering diabaikan. Seperti kesulitan untuk kencing yang bisa disebabkan karena ada gangguan pada ginjal dan hati. Selain itu, terkadang muncul kencing berdarah yang bisa menjadi gejala dari kanker prostat, batu ginjal, dan radang kandung kemih. Jika hal ini diabaikan maka bisa mengakibatkan penyakit komplikasi yang lebih parah.
Terkait : Sinyal Kesehatan Dari Air Seni

Jangan remehkan gangguan kesehatan yang terjadi dengan tubuh Anda. Selalu perhatikan sekecil apapun itu gangguan atau gejala kesehatan yang muncul, karena hal ini mampu mencegah terjadinya penyakit kronis lebih lanjut.
Read More

Senin, 19 Mei 2014

9 Kebiasan yang Menyebabkan Pria Mandul

penyebab-mandul-pada-pria
Siapa yang ingin mandul? pasti tak satupun manusia yang sehat menginginkan hal tersebut. Mandul atau infertilitas merupakan momok yang menakutkan bagi pasangan yang telah menikah. Banyak faktor yang menjadi penyebab terganggunya proses pembentukan sperma hingga mengakibatkan kemandulan pada pria. Berikut ini beberapa kebiasaan sering dilakukan pria dalam kehidupan sehari-hari yang bisa menyebabkan kemandulan

1. Merokok 
Tingginya kadar nikotin dalam tubuh akibat merokok dapat merusak sperma serta mengurangi jumlahnya ( Baca : Sebelum Merokok Pikirkanlah Hal Ini!).

2. Obesitas atau kegemukan
Obesitas menyebabkan perubahan hormonal menjadi abnormal, hingga memicu timbulnya kemandulan.

3. Stres
Saat stres tubuh akan memproduksi kortisol. Para ahli meyakini bahwa dalam kondisi stres tubuh tidak dapat memproduksi sperma dengan kualitas terbaik sehingga lebih berisiko mengalami kemandulan (Baca : Hilangkan stres dengan rileksasi tubuh dan pikiran).

4. Laptop
Suhu tinggi pada laptop saat dipangku dapat menyebabkan testis menjadi panas. Ini dapat berakibat buruk dan merusak kualitas sperma.

5. Steroid
Merupakan hormon sintetis yang digunakan untuk meningkatkan massa otot secara instan. Selain dapat meningkatkan risiko terbentuknya tumor, penggunaan steroid juga dapat mengakibatkan kemandulan.

6. Berendam air panas
Berendam di air panas dapat meningkatkan suhu testis yang pada akhirnya dapat merusak sperma dan memicu kemandulan.

7. Radiasi ponsel
Kebiasaan menyelipkan ponsel di saku celana juga bisa mempengaruhi testis. Jika dilakukan terus-menerus, maka radiasi ponsel dapat memicu disfungsi ereksi dan ketidaksuburan pada pria.

8. Celana ketat
Pemakaian celana ketat membuat suhu di testis meningkat, dan berakibat jumlah produksi sperma menurun.

9. Konsumsi Minuman Beralkohol
Mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengurangi produksi testosteron, yang akhirnya mengurangi jumlah sperma dan memicu kemandulan.

Untuk lebih bisa memastikan apakah seorang pria dipastikan mandul, baiknya melakukan tes kesehatan reproduksi atau konsultasi dengan dokter ahli reproduksi.
Read More

Minggu, 26 Januari 2014

Pria memang lebih pelupa dibanding wanita!

Anda termasuk wanita yang sering jengkel saat pasangan lupa tanggal jadian, tanggal ulang tahun, tanggal istimewa, atau lainnya? Jangan khawatir, Anda tak sendirian. Banyak wanita yang mengalami hal serupa.


Pria paling sering dituduh melupakan ulang tahun, ulang tahun pernikahan, dan bahkan sesuatu yang sederhana seperti membuang sampah. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa pria memang lebih mudah pelupa dibandingkan wanita. Tak peduli ketika mereka masih muda, berusia 30 tahun atau ketika mereka sudah tua dan berusia lebih dari 60 tahun. Peneliti bahkan terkejut ketika mengetahui hasil bahwa pria memang sangat pelupa seperti yang diungkap Professor Jostein Holmen dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), seperti dilansir oleh Daily Mail (23/01).

Hasil ini ditemukan peneliti setelah melakukan pengamatan menganalisis 37.405 pria dan wanita berusia 30 tahun dan yang lebih tua. Mereka diminta untuk menjawab sembilan pertanyaan mengenai hal-hal yang mereka ingat. Mereka juga diminta untuk menjawab hal apa yang sering mereka lupakan seperti nama, tanggal, dan lainnya.

Peneliti menemukan bahwa wanita memiliki ingatan yang lebih baik dibandingkan pria. Kebanyakan pria memiliki masalah menjawab delapan dari sembilan pertanyaan yang mereka ajukan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pria memang memiliki kesulitan untuk mengingat nama dan tanggal khusus.

Selain itu, pria yang lebih mudah mengalami kecemasan dan depresi diketahui lebih mudah melupakan hal-hal tersebut dibandingkan pria yang tak merasa cemas dan depresi. Peneliti juga menemukan bahwa kemampuan mengingat pria dan wanita sama-sama menurun setelah berusia 60 tahun.

sumber : merdeka.com
Read More

Senin, 06 Januari 2014

Resiko Pria Stres, dari Penyakit Jantung Sampai Mengurangi Daya Tarik Wajah

resiko-pria-stres
Semua orang baik pria maupun wanita bisa mengalami stres. Namun, efek stres untuk wanita dan pria berbeda-beda baik secara fisik dan psikologi dalam jangka panjang. Bisa dikatakan pria lebih menanggung beban yang lebih berat akibat stres.

Pasalnya, "Ketika 'fight and flight response' ini diaktifkan (pada kedua jenis kelamin), tubuh berada dalam moda gawat darurat dan bergegas mengurus kebutuhan akut dan mendesak yang dibutuhkan oleh tubuh dan hanya terfokus pada pemberian energi ke otot-otot tubuh, Sebaliknya kita akan mengabaikan sistem kekebalan atau sistem reproduksi. Jadi saat stres, pelepasan testosteronenya tertahan, begitu pula dengan bagian dari sistem reproduksi lainnya. Apalagi jika stresnya terjadi secara berulang-ulang, kerusakan pada tubuh pun akan semakin menjadi-jadi.

Beberapa gangguan kesehatan pada pria yang stres yaitu :

1. Daya tarik wajah menurun
Hormon testosteron dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh dan wajah yang menarik pada pria. Penelitian University of Aberdeen menemukan, wanita menemukan 94 persen pria paling menarik ketika testosteronnya tinggi dan hormon stres kortisolnya rendah sehingga sistem kekebalan tubuhnya tinggi.

Pria yang kortisolnya lebih tinggi dianggap kurang menarik. Kortisol dalam penelitian berperan dalam menghalangi kerja testosteron yang membuat pria terlihat lebih menarik.

2. Risiko penyakit jantung
Stres merupakan faktor risiko berkembangnya penyakit jantung dan stres warisan juga meningkatnya risiko jantungan.

Penelitian Henry Ford Hospital menemukan, pria yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung didiagnosa berpenyakit jantung 12 tahun lebih awal dibandingkan yang tidak memiliki riwayat jantung. Dan pria yang memiliki skor yang tinggi dengan gejala stres (khawatir, ketidaksabaran, kemarahan, dan gejala lain) cenderung mengalami stres.

"Depresi dan stres diketahui menjadi faktor risiko untuk penyakit jantung," kata Mark W Ketterer, Ph.D, dari Departement of Behavior Health Henry Ford Hospital.

"Tak satu pun dari faktor-faktor risiko lain, termasuk kolesterol, tekanan darah tinggi tinggi atau diabetes, yang terbukti memiliki hubungan kekeluargaan yang signifikan dalam grup ini. Oleh karena itu, kemungkinan pria yang memiliki gejala awal penyakit jantung mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap stres, yang menyebabkan penyakit jantung".

3. Memengaruhi kualitas sperma
Bagi calon ayah mulailah hindari stres. Sebuah penelitian menunjukkan stres kronis bisa mengakibatkan perubahan ekspresi gen untuk sperma ayah dan perubahan itu bisa mempengaruhi keturunannya.

"Tidak masalah jika ayah yang masa pubertas atau dewasanya stres sebelum menikah. Kami menunjukkan di sini untuk pertama kalinya bahwa stres dapat menghasilkan perubahan jangka panjang untuk sperma," ujar Pemimpin penelitian Tracy L Bale, PhD.

"Temuan ini menunjukkan, salah satu cara stres ayah bisa dihubungkan dengan penyakit neuropsikiatri".

4. Mempercepat berkembangnya kanker prostat
Sebuah penelitian terbaru pada tikus menemukan stres kronis mempercepat perkembangan kanker prostat. Temuan itu memberikan manfaat bagi pasien kanker prostat agar mengurangi stres sebagai bagian dari pengobatan.

University of California menunjukkan, manajemen stres menghasilkan hal yang positif pada pria dengan kanker prostat.

5. Disfungsi ereksi
Menurut WebMD, 10 sampai 20 persen dari semua kasus disfungsi ereksi (ED) terkait dengan faktor psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi.

Robert M. Sapolsky, Ph.D., profesor neurologi di Stanford, menjelaskan bahwa menyalakan sistem saraf parasimpatis (yang dikenal sebagai sistem "bersantai dan memperbarui") sangat penting untuk gairah - tapi ketika kita sedang stres, kita 'kembali mengoperasikan dari sistem saraf simpatik ("melawan atau lari").

6. Turunkan jumlah sperma
Stres dan kecemasan dapat memainkan peran besar dalam kesuburan pria. Penelitian terbaru yang dilakukan di Italia, seperti dilansir Reuters Health, menemukan bahwa pria yang stres mengurangi ejakulasi dan memiliki jumlah sperma lebih rendah dibandingkan pria yang tidak berada di bawah stres.

Stres juga berkorelasi positif dengan sperma yang cacat dan kurang bergerak.

7. Terkucil dari masyarakat
Pada 2010 studi University of Southern California menemukan pria yang stres menunjukkan aktivitas yang kurang di daerah yang berhubungan dengan memahami perasaan orang lain. Ketika sedang stres, otak pria jadi kurang respons terhadap ekspresi wajah, terutama rasa takut dan amarah, sedangkan wanita memiliki aktivitas yang lebih besar di daerah otak tersebut.

"Ini adalah temuan pertama yang menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin dalam efek stres pada perilaku sosial meluas ke salah satu transaksi sosial yang paling mendasar - mengolah ekspresi wajah orang lain," ujar Mara Mather, direktur Emotion and Cognition Lab di USC.

Nikmati hidup, jangan terlalu stress, agar lebih sehat.

sumber : Huffingtonpost
Read More

Minggu, 10 November 2013

Usia Paling Rawan Lelaki Menjadi Gemuk

Obesitas merupakan suatu hal yang ditakuti oleh pria dan wanita. Menurut sebuah penelitian di Inggris, di usia ini lingkar pinggang lelaki lebih berpotensi melebar dibandingkan perempuan. Usia 40 ternyata merupakan waktu yang rawan bagi lelaki.


Penelitian  ini menemukan lebih dari dua pertiga laki-laki dan sekitar setengah perempuan di awal 40-an menderita kelebihan berat badan atau obesitas.
Studi ini dilakukan dengan meneliti 10.000 relawan laki-laki dan dan perempuan Inggris yang lahir dalam kurun waktusatu minggu pada tahun 1970.

Dari penelitian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang lahir pada 1970 lebih beresiko kelebihan berat badan atau obesitas di awal usia 40-an dibandingkan generasi yang lahir 12 tahun lebih awal.
Pria jauh lebih beresiko menderita kelebihan berat badan dan data menunjukkan bahwa 45% dari mereka diklasifikasikan sebagai kelebihan berat dan 23% obesitas.

Sementara pada perempuan persentasenya hanya mencapai 29% yang kelebihan berat badan dan 20% obesitas. (BBC)
Read More

Jumat, 08 November 2013

Kanker Prostat Ancaman untuk Pria

kanker-prostat-ancaman-untuk-pria
Tak asing rasanya mendengar istilah kanker prostat. Kanker prostat merupakan momok yang menakutkan bagi kaum pria, karena kanker jenis ini menyerang kelenjar prostat yang merupakan bagian penting dari organ reproduksi pria. Lebih dari 65 % kejadian kanker prostat terdeteksi pada pria berusia diatas 65 tahun. 

Selain itu pria dengan anggota keluarga terdekatnya terkena kanker prostat memiliki resiko terkena kanker prostat dua kali lebih besar daripada yang tidak. Resiko ini akan meningkat bila anggota keluarganya tersebut didiagnosa kanker prostat pada usia lebih muda (kurang dari 55 tahun). 

Biasanya kanker prostat bermula dari pola hidup dan kebiasaan yang disepelekan pria ketika masih muda yang tak seimbang. Salah satu faktornya adalah akibat kerja. Mengangkat beban yang berlebihan sehingga mengakibatkan tekanan dibagian bawah perut, kemudian jarang mengkonsumsi air putih serta penggunaan minum-minuman suplemen sebagai penambah energi merupakan bagian dari penyumbang terjadinya kanker prostat.

Kanker prostat adalah petumbuhan sel yang cepat dan tidak terkontrol pada prostat. Prostat adalah kelenjar yang terdapat dibawah kandung kemih pria. Kelenjar prostat menghasilkan sitrat dan glukosa yang penting bagi  kehidupan sperma. Selain itu, kelenjar prostat juga menghasilkan cairan yang keluar bersama sperma ketika terjadi ejakulasi. Karena letaknya yang mengelilingi pangkal saluran kemih (uretra) yang tertelak dibawah kandung kemih, maka jika kelenjar prostat membengkak, kelenjar prostat dapat menekan saluran kemih sehingga air kencing menjadi tidak lancar atau bahkan tersumbat.
Beberapa gejala yang sering timbul dari kanker prostat sebagai berikut :
  1. Sering kencing dimalam hari
  2. Urin yang menetes, urin atau air seni yang tidak dapat ditahan sehingga perlahan-lahan menetes atau keluar sendiri
  3. Sulit ereksi, tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. 
  4. Keluar darah saat berkemih, biasanya darah yang keluar hanyalah sedikit, samar-samar atau bahkan hanya berwarna merah muda namun kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini. Jadi jangan mengabaikan gejala ini.
  5. Nyeri dibagian punggung bawah, panggul atau paha Nyeri yang dtimbul pada bagian tersebut sering kali merupakan efek kanker prostat yang menyebar kewilayah sekitar area kemaluan. Nyeri yang sukar dijelaskan pada bagian ini merupakan indikasi awal adanya gangguan pada penis.
  6. Sulit kemih dan nyeri ketika berkemih. Gejala ini muncul sebagai akibat membesarnya kelenjar prostat yang ada disekitar saluran kemih karena ada tumor didalamnya sehingga mengganggu proses berkemih.
  7. Sulit BAB dan masalah saluran pencernaan lainnya, Sulit BAB yang terus menerus terjadi bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus-menerus. 

Semua gejala diatas banyak dirasakkan oleh para pria lansia. Kebanyakan mereka yang merasakannya hanya terkena pembesaran prostat non-kanker. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya. Untuk mengetahui secara dini adanya kanker prostat, pria dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur setahun sekali berupa :

Pemeriksaan fisik : Digital Rectal Examination (DRE) atau pemeriksaan colok dubur
Pemeriksaan USG (Ultrasonografi) kelenjar prostat
Pemeriksaan kadar PSA (Prostat Spesific Antigen)

Pencegahan dapat dilakukan dengan memiliki pola hidup sehat yaitu dengan rajin mengkonsumsi banyak sayuran dan buah, kurangi makanan berlemak, hindari rokok dan alkohol, konsumsi makanan/minuman yang mengandung antioksidan dan omega 3. Selain itu dengan rajin berolahraga, banyak dokter mengamati bahwa pria bertubuh bugar jarang mengalami masalah prostat ketimbang mereka yang lebih banyak duduk. Jaga kesehatan dan jaga pola makan. Hidup sehat adalah jaminan masa depan. ST (Berbagai Sumber)

Read More

Jumat, 04 Oktober 2013

8 Fakta Bahaya Diabetes untuk Pria!!

bahaya-diabetes-untuk-pria

Inilah fakta yang harus diketahui pria yang mengidap diabetes untuk lebih memotivasi perubahan perilaku menjadi lebih sehat (Baca : 5 Kebiasaan yang Disepelekan Pria)

  1. Kurang jantan. Penurunan hormon testosteron banyak dialami pria dengan diabetes. Diabetes juga merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol ereksi, sehingga mudah terjadi disfungsi ereksi. Pria diabetesi berisiko mengalami DE 10-15 lebih cepat daripada pria tanpa diabetes.
  2. Pikiran kacau. Pria dengan diabetes berisiko tinggi mengalami depresi ketimbang yang tidak diabetes.
  3. Harapan hidup berkurang. Kematian karena penyakit jantung pada diabetesi sekitar 2-4 kali lebih tinggi daripada yang tanpa diabetes. Harapan hidup pria dengan diabetes lebih pendek daripada perempuan diabetesi.
  4. Ancaman kebutaan. Diabetes akan merusak pembuluh yang menjadi saluran gizi bagi retina. Akibatnya, potensi kebutaan karena diabetes retinopati akan lebih besar. Di kalangan orang yang terkena diabetes sebelum usia 30 tahun, pada pria, gangguan retinopati datang lebih cepat daripada perempuan.
  5. Amputasi. Kerusakan vaskular juga sering memengaruhi kaki, sehingga lebih dari 60 persen kasus amputasi kaki yang bukan karena trauma disebabkan diabetes. Amputasi terkait diabetes pada pria 1,5-2,7 lebih tinggi daripada perempuan.
  6. Pada pria diabetesi, gejala berupa nyeri di paha, betis, bokong selama olahraga, kram, perubahan suhu tubuh, sariawan berkepanjangan, bengkak, berpotensi 2-3 kali lipat terkena penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung.
  7. Diabetesi lebih berisiko mengalami alzheimer dan bentuk lain dari demensia (pikun).
  8. Tak kurang dari 90 persen orang dengan diabetes mengalami kelebihan berat badan.
Masih menganggap sepele diabetes??
Read More

Kamis, 03 Oktober 2013

5 Kebiasaan yang Disepelekan Pria

Dibandingkan dengan wanita, pria lebih cenderung mengabaikan kesehatan mereka sendiri. Selain itu, kebiasaan dan perilaku tertentu sering dilakukan oleh pria yang dapat membuat kesehatan mereka beresiko.Beberapa hal yag sering di abaikan oleh pria yaitu :


Kebanyakan pria tidak melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesehatan mereka. Selain itu, pria juga lebih mudah meremehkan potensi masalah kesehatan yang mereka alami. Pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh apakah ada penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan.

2. Merokok
Merokok menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Hal ini berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Selain itu, kebiasaan tidak sehat ini adalah penyebab utama berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru, tenggorokan dan mulut. Sembilan puluh persen kasus kanker paru-paru secara langsung terkait dengan merokok. Merokok juga terkait dengan penyakit paru obstruktif kronik, yang biasanya bermanifestasi sebagai emfisema atau bronkitis kronis.

3. Pola makan yang buruk
Pola makan yang buruk dapat memicu berbagai risiko kesehatan. Termasuk, kekurangan gizi, kekebalan rendah, yang pada gilirannya membuat tubuh rentan terhadap berbagai penyakit.

4. Abaikan gejala awal
Pria sering mengabaikan tanda-tanda awal penyakit. Akibatnya, mereka terlambat menyadari seberapa parah penyakit merek

5. Konsumsi obat kuat dan alkohol

Pria menyukai obat kuat atau stamina, padahal akibatnya kalau dikonsumsi secara terus menerus dapat member efek damping yang negatif. Efek samping tersebut bermacam-macam, tergantung dari bahan kimia apa yang terkandung di dalam obat tersebut. Yang paling ringan adalah sakit kepala, dada berdebar-debar, sesak napas, dan flushing (muka memerah karena pelebaran pembuluh darah di wajah), serta gangguan pencernaan. Bahkan tetap menderita ejakulasi dini, kemudian bisa saja impoten, juga menyebabkan kebutaan.
Read More
© 2014 HEALTHY LIFE. Designed by Bloggertheme9 | Distributed By Gooyaabi Templates
Powered by Blogger.